Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Perasan Daun Sukun (Artocar Artilis) Terhadap Penyembuhan Luka Iris Pada Mencit (Mus Musculus) Dan Sebagai Media Edukasi Pada Masyarakat Salam Salam; Ruspeni Daesusi
PEDAGO BIOLOGI Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.34 KB) | DOI: 10.30651/jpb.v7i1.3933

Abstract

Abstrak: Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai obat yang digunakan masyarakat indonesia secara tradisional adalah sukun (Artocarpus artilis). Daun sukun mengandung β-sitosterol dan golongan Flavonoid (kan,1987; Dalimarta, 2003). Senyawa Flavonoid umumnya bersifat antioksidan dan banyak yang telah digunakan sebagai salah satu komponen bahan baku obat-obatan. Secara tradisional rebusan daun sukun dilaporkan dapat mengobati penyakit kulit, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan penyakit asma, hepar, dan juga ginjal (Syah, 2006). Berdasarkan uraian di atas tentang senyawa yang terkandung dalam daun sukun, maka hendak diteliti potensi daun sukun dalam upaya pertolongan pertama khususnya luka iris. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen dengan 3 perlakuan yaitu tanpa pemberian perasan daun sukun, pemberian betadine dan pemberian perasan daun sukun. Banyaknya replika 9 ekor untuk satu perlakuan. Data kesembuhan berupa skor kesembuhan luka dari parameter kemerahan luka, infeksi luka dan pertautan kedua tepi luka, analisis data menggunakan anova dengan α = 0,05. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian perasaan daun sukun (Artocarpus artilis) terhadap penyembuhan luka iris pada mencit (Mus musculus) dan sebagai media edukasi pada masyarakat.  
Pengembangan Pembelajaran Berbasis Karakter Untuk Membangun Kemampuan Komunikasi Pada Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan Melalui Kegiatan LS Peni Suharti; Ruspeni Daesusi
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.032 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v14i1.4426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan pembelajaran yang   dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sains dan komunikasi hasil pemaknaan fenomena biologi terkait karakter religi pada pembelajaran Fisiologi Tumbuhan dan Mendeskripsikan hasil pembelajaran dari pelaksanaan pembelajaran berdasarkan rancangan   tersebut .           Jenis Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bersifat deskriptif,  yang mengombinasikan PTK dan Kegiatan Lesson Study  (Lesson Reasearch) dengan menggunakan metode observasi.   Rancangan pembelajaran yang dihasilkan terdiri dari tahapan  Apersepsi dan motivasi, Menyampaikan Tujuan Pembelajaran, Menyajikan masalah terkait materi yang akan dibahas, Melaksanakan praktikum untuk mengumpulkan data, Mendiskusikan dan menuliskan hasil praktikum dalam LKM 1,  Mendiskusikan dan menuliskan hasil  pemaknaan fenomena yang dipelajarai terkait sifat tuhan sebagai Pencipta dan  Pengatur dengan disertai aturan berupa ayat alQuran atau hadits yang berkaitan dengan hasil pemaknaan dalam LKM 2,  Presentasi hasil LKM, Membuat kesimpulan,  Pemberian Tugas laporan dan Evaluasi.Hasil implemantasi pembelajaran dari rancangan yang dibuat menyatakan proses pembelajaran menunjukkan   sebagian besar mahasiswa aktif, antusias selama pembelajaran. Rata-rata nilai prestasi mahasiswa secara berturut-turut adalah 79,5; 79,7; dan 82.      Sebagian peserta didik menunjukkan perubahan positif dalam kemampuan komunikasi baik komunikasi sains maupun dalam mengkomunikasikankan hasil pemaknaan materi terkait religi yang dimaksudkan untuk menanamkan karakter religi terkait sifat Tuhan sebagai Pencipta dan Pengatur.
EKOLITERASI MASYARAKAT STREN KALI KELURAHAN KARANGPILANG KOTA SURABAYA MENUJU NEW REALITY ERA PANDEMI COVID-19 Pheni Cahya Kartika; Ruspeni Daesusi; Himatul Farichah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2020): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v1i3.1097

Abstract

Area pemukiman padat penduduk yang berada di tepian sungai atau disebut area stren kali memiliki permasalahan yang komplek yakni, permasalahan sosial, pendidikan, ekonomi dan juga kesehatan lingkungan, terlebih dimasa pandemi Covid-19 ini. Di masa pandemi Covid 19 ini, penduduk di kawasan padat penduduk yang berada pada lingkungan yang dekat dengan sungai yang cukup deras harus lebih berhati-hati. Sebagaimana diketahui bahwa peningkatan kasus Covid di Kota Surabaya sudah menunjukkan angka yang cukup tinggi. Sehingga Surabaya ditetapkan sebagai zona merah. Petugas Satgas Covid-19 yang sudah dibentuk oleh pimpinan setempat masih berupaya mengawasi keadaan di wilayah tersebut terutama RW.01 yakni daerah stren kali pada RT 2 dan RT.6. Permasalahan mencakup kurang pengetahuan dasar dalam penanganan keadaan pandemi Covid-19 dan menyikapi kehidupan pada new reality saat era pandemi. Dengan metode 3 (tiga) bidang ecoliterasi yakni eco-healthy, eco-collaboration dan eco-education, metode tersebut diharapkan dapat menyelesaikan masalah terutama pada masyarakat di daerah stren kali pada RT. 2 dan RT 06. Waktu kegiatan dilaksanakan dengan standar protokoler kesehatan yakni skala kecil dan daring jika melibatkan banyak warga.
Kontaminasi Kapang pada Ikan Pindang yang Dijual di Pasar Tradisional Mangga Dua Kota Surabaya Ruspeni Daesusi; Anindita Riest Retno Arimurti; Asy'ari Asy'ari; Fitrotin Azizah; Vera Selviana
PEDAGO BIOLOGI Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v10i1.14445

Abstract

Ikan pindang umumnya mudah busuk dan rusak karena mempunyai kadar air yang relatif tinggi dan sesuai dengan pertumbuhan mikroorganisme, terutama bakteri pembentuk lendir dan kapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontaminasi kapang dan jenis kapang pada ikan pindang yang dijual di Pasar Mangga Dua Surabaya. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah ikan pindang yang dijual di Pasar Mangga Dua Surabaya. Total sampel keseluruhan sebanyak 30 ikan pindang. Pemeriksaan jenis kapang dilakukan dengan metode isolasi kapang dari sampel ikan pindang. Kemudian dilanjutkan mengkulturkan pada media SDA (Saboround Dextrose Agar) dan diinkubasi selama 5-7 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukan bahwa 8 sampel (27%) terkontaminasi dan 22 sampel (73%) tidak tekontaminasi kapang. Pada ikan pindang ditemukan jenis kapang Aspergillus sp.
Status Terinfeksi Ektoparasit pada Kucing Kampung (Felis silvestris catus) Liar di Desa Waru Barat Kota Pamekasan Ruspeni Daesusi; Anindita Riest Retno Arimurti; Asy'ari Asy'ari; Gazi Fahriza
PEDAGO BIOLOGI Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v10i1.14433

Abstract

Ectoparasites are parasites that infest the body surface of cats. Ectoparasites interfere with the health of the main host, such as skin diseases, anemia, hypersensitivity disorders, dermatitis and as vectors of disease transmission. Ectoparasites are also zoonotic in which their effects cause harm to humans. Ectoparasites in cats can be transmitted to humans during cat-human interactions. Some of the ectoparasites that have symbiosis with cats are fleas, mites, ticks, and fleas. The purpose of this study was to determine the status of ectoparasite infection in feral cats in the Waru Barat area of Pamekasan City. This research is descriptive. The sampling method used accidental sampling with a sample of 18 wild cats (Felis silvestris catus) in Waru Barat Village, Pamekasan City. Based on the results of research on wild cats (Felis silvestris catus) in Waru Barat Village, Pamekasan City, it was concluded that as many as 18 samples (100%) were infected with ectoparasites. The type of ectoparasite that infects is the flea (Ctenocephalides felis).
Prevalence of fungal infections that cause tinea pedis in farmers in Tegalharjo Banyuwangi Fitrotin Azizah; Anindita Riesti Retno Arimurti; Ruspeni Daesusi; Dellanis Arina Putri
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2: October 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v11i2.10519

Abstract

Tinea pedis is a type of superficial mycosis. Tinea pedis is a dermatophyse that is most often found in humans and is usually called water fleas. Lack of maintaining cleanliness and wearing closed shoes is one of the factors that causes Tinea pedis. Tinea pedis usually affects adults who work in wet or humid places, such as car and motorcycle washers, garbage collectors and farmers. When doing activities, the average farmer uses boots for too long. However, some farmers who do not wear boots while working experience itching on the soles of their feet. This research aims to determine the prevalence of fungal contamination that causes water fleas (Tinea pedis) in farmers in Tegalharjo village, Banyuwangi Regency. The population of this research are 30 farmers in Tegalharjo village, while the research sample Is skin scrapings between the toes of the farmers. Then the sample obtained is directly examined by using a microscope and 10% KOH reagent. The results shows that the farmers who are contaminated with the fungus that caused Tinea pedis are 6 people with a percentage (20%) and 24 people who are not contaminated with a percentage (80%). The incidence of infection Tinea Pedis among farmers in Tegalharjo Village, Banyuwangi Regency is also influenced by the duration of working in a day and the habit of wearing boots.
Pembelajaran Praktikum Biologi Pre-pandemi, Pandemi, dan Pasca-Pandemi COVID-19 SMA Muhammdiyah Kota Surabaya: Fenomina Nyata di Surabaya Asy'ari Asy'ari; Ruspeni Daesusi; Wiwi Wikanta
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 9 No 1 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i1.2814

Abstract

Penelitian tentang praktikum biologi pre-pandemi, pandemi, dan pos-pandemi covid-19 siswa SMA Swasta Kota Surabaya. Ada sedikit penelitian yang menjelaskan tentang perbedaan kondisi praktikum tersebut dengan membahas bagaimana dampaknya terhadap proses pembelajaran yang dialami oleh siswa. Ketika membahas dari kekosongan itu penelitian ini mencoba menggambarkan secara detail dari perbedaan kondisi tersebut bagaimana ketertarikan siswa dalam belajar melalui praktikum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada analisis kritis tertentu secara fenomenologi. Data dikumpulkan melalui partisipan dari guru biologi SMA Swasta Kota Surabaya yang terdiri SMA Muhammadiyah 1 Surabaya, SMA Swasta Muhammadiyah 10 Surabaya dan SMA Swasta Muhammadiyah 3 Surabaya melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian dapat diungkapkan bahwa pada proses pembelajarannya sebelum pandemi melakukan pembelajaran secara luring atau tatap muka, pada saat pandemi COVID-19 melakukan proses pembelajaran secara daring dan pada saat selesai pandemi proses pembelajarannya dilakukan secara Hybrid Learning melalui penggabungan antara pembelajaran offline dengan online. setiap sekolah memiliki karakteristik masing - masing sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan disekolah yang menjadikan pendidikan sebagai wahana dalam mencerdaskan kehidupan anak bangasa. Kondisi sebelum pandemi dilakukan secara luring dan pada saat pandemi COVID-19 dilakukan secara daring dan pasca pandemi proses praktikumnya dilakukan secara hybrid learning dan full luring.
Needs Analysis on the Development of Integrated GITTW Hybrid Learning Model in the Learning of Biology at Senior High School Lina Listiana; Ruspeni Daesusi
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 22 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v22i3.14448

Abstract

The rapid development of technology in the era of globalization affects the world of education. As a result, learning must be able to adapt by utilizing technology. in line with this, there are problems in learning biology such as the lack of understanding a biological concepts, learning motivation and learning independence of students. As the consequency, the learning outcomes is declining. This study aims to determine the needs and potentials of teachers and students in learning biology as the basis for developing an Integrated GITTW (Group Investigation and Think Talk Write) Hybrid Learning Model strategy in Biology learning. This research is a descriptive type with the research subjects of teachers and students of grade X science at Senior High School in the city of Surabaya. Data were collected through observation, documentation, questionnaires and interviews. The results of the study reveal that teachers and students need the learning innovations by utilizing learning technology. The integration of technology in learning makes it easier for students to obtain information from various media and learning resources. The hybrid learning model integrated with the GITTW strategy with Moodle-based media makes learning more effective, efficient, and interesting and according to students' interests in using media such as smartphones and laptops. Through the model that will be developed, learning problems in comprehending biological concepts, learning activities and motivations as well as students' learning independence that are lacking in biology learning are expected to be resolved. Based on this fact, it is necessary to develop a hybrid learning model that integrates the GITTW strategy in biology learning.
Kebun Botani UMSurabaya Kebun Botani UMSurabaya Sebagai Sumber Belajar dalam Praktik Mencangkok Tanaman Siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya Asy'ari Asy'ari ari; Kamaliyah Rahmayati; Ruspeni Daesusi; Peni Suharti; Yuni Gayatri
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.11207

Abstract

Background: Pengabdian yang diimplementasikan ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara kerjasama dengan SD Muhammadiyah 7 Surabaya sebagai bentuk dari salah satu pembuktian tri dharma perguruan tinggi UMSurabaya. Tujuan kegiatan pengabdian ini melalui pengetahuan tentang mencangkok pada siswa sekolah dasar yang diperoleh secara teoritis pada pembelajaran di kelas. Tempat pengabdian ini lakukan di Kebun Botani FKIP UMSurabaya. Kebun Botani memiliki greenhouse yang menfasilitasi mahasiswa dan dosen melakukan penelitian maupun kegiatan ekstra.  Metode: Metode yang digunakan yaitu melalui persiapan pengabdian, dilanjutkan dengan pelaksanaan pengabdian di Kebun Botani dan Evaluasi Pengabdian. Hasil: Pada kesempatan ini, rombongan belajar siswa melakukan kegiatan praktik di luar kelas dengan materi mencangkok. Prodi Pendidikan Biologi sebagai mitra mampu mewadahi kegiatan yang sudah direncanakan pihak sekolah. Praktik mencangkok yang dilakukan oleh siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya dengan pembimbingan dan pendampingan dari dosen dan mahasiswa Program Studi Biologi di Kebun Botani UMSurabaya memberikan hasil Praktik secara langsung pada lingkungan nyata memberikan efek meningkatnya motivasi siswa untuk belajar. Kesimpulan: Pengetahuan siswa terhadap materi perkembangbiakan vegetative tanaman focus mencangkok mengalami peningkatan. Kebun Botani UMSurabaya menjadi sumber belajar yang menarik dan representative pada kegiatan pembelajaran praktik mencangkok bagi siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya.
DETEKSI EKTOPARASIT DAN ENDOPARASIT PADA KUCING PELIHARAAN (FELIS DOMESTICUS) DI WILAYAH TAMBAKSARI, SURABAYA Anindita Riesti Retno Arimurti; Vella Rohmayani; Dita Artanti; Ruspeni Daesusi
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v11i1.3322

Abstract

Domestic Cats (Felis domesticus) are favorite mammals that are mostly kept by humans. One of the obstacles in keeping cats is that they can be infected with ectoparasites and endoparasites. Many ectoparasite and endoparasite infections are zoonotic, so the cat's hygiene and health must be maintained by the owner. This study aims to determine the presence of ectoparasite and endoparasite infections in domestic cats in the Tambaksari area of Surabaya.The sample in this study were 32 cats that were kept in the Tambaksari area, Surabaya. This research was conducted on 32 domestic cats in the Tambaksari area of Surabaya. The examination was divided into 2, namely the examination of ectoparsites by means of which were carried out on the body surface, starting from the head, body, legs, and tail. While the examination of endoparasites by means of examination of feces by flotation method using saturated NaCl. The results of the examination were 21.87% positive for infection by ectoparasites, 78.12% were not infected with ectoparasites. The types of ectoparasites that infect are the Felicola subrostarus and the Ctenocephalides felis. While the results of endoparasite examination, as many as 9.37% were positively infected by endoparasites, 90.63% were not infected with endoparasites. Types of endoparasites found eggs of Toxocara spp. and Ancylostoma spp. So ectoparasites and endoparasites infections in domestic cats in the Tambaksari area of Surabaya are quite low. Cat owners should pay more attention to the cleanliness and health of their domestic cats Keyword: Ectoparasite, Endoparasite, Cat, Felicola subrostarus, Ctenocephalides felis, Toxocara spp., Ancylostoma spp.