Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hybrid Learning dalam Pembelajaran PAI Pasca Pandemi Covid-19 Muhammad Thariq Aziz; Selamat Ariga; Etin Etin; Abdul Haris
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022): Juni-September
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v2i2.229

Abstract

Penelitian ini membahas tentang hybrid learning sebagai solusi dalam pembelajaran pasca pandemi Covid-19. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Peneliti berusaha menggali informasi dan pengetahuan dari berbagai literatur dan referensi yang ada. Hasil dari kajiannya menunjukkan bahwa hybrid learning menjadi salah satu solusi pembelajaran pasca pandemi Covid-19 dengan manfaat sebagai berikut memperluas jangkauan pembelajaran, kemudahan implementasi, efisiensi biaya, hasil yang optimal, menyesuaikan berbagai kebutuhan pembelajaran, dan meningkatkan daya tarik pembelajaran. Di sisi lain juga dapat dikemukakan bahwa hybrid learning merupakan penggabungan dari beberapa dimensi pembelajaran di antaranya pembelajaran face to face, synchronous virtual collaboration, asynchronous virtual collaboration, dan self-pace asynchronous.
Kurikulum Pendidikan Islam Saiwanto Saiwanto; Mommed Alghiffar Alwlid; Abdul Haris; Syamsul Rizal Yazid
Jurnal sosial dan sains Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.156 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v2i9.481

Abstract

Latar Belakang: Kurikulum pendidikan Islam adalah semua aktivitas, pengetahuan dan pengalaman yang dengan sengaja dan secara sistematis diberikan oleh pendidik kepada anak didik dalam rangka tujuan pendidikan Islam, maka kurikulum pendidikan Islam itu merupakan satu komponen pendidikan agama berupa alat untuk mencapai tujuan. Ini bermakna untuk mencapai tujuan pendidikan agama (pendidikan Islam) diperlukan adanya kurikulum yang sesuai dengan tujuan pendidikan Islam dan bersesuaian pula dengan tingkat usia, tingkat perkembangan kejiwaan anak dan kemampuan pelajar Tujuan: Menganalisis kurikulum pedidikan islam di Indonesia, serta menganalisis solusi perbaikan kurikulum pendidikan islam Metode : Deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yang dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data diperoleh melalui teknik penelitian kepustakaan (library study) yang mengacu pada sumber yang tersedia baik online maupun offline Hasil: Dalam melaksanakan pendidikan Islam diperlukan beberapa faktor yang turut menunjang berhasil atau tidaknya suatu proses pendidikan. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor pendidik, faktor anak didik dan faktor lembaga pendidikan, Prinsip dasar kurikulum pendidikan Islam adalah sebagai berikut pertama, berjalan sempurna dengan ajaran Islam, membangun keseimbangan dunia dan akhirat, menempatkan pendidik dalam posisi terhormat. Kesimpulan: Solusi perbaikan kurikulum pendidikan islam terimplementasi melalui didirikannya, berbagai inovasi pengembangan madrasah telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian. Ketika Mukti Ali menjabat sebagai Menteri Agama, ia menawarkan konsep alternatif pengembangan madrasah sebagai mana yang sempat penulis singgung di atas, yakni melalui SKB 3 Menteri, yang berusaha menyejajarkan kualitas madrasah dengan non-madrasah, dengan porsi kurikulum 70 % umum dan 30 % agama.
E-LEARNING DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN Muchamad Suradji; Abdul Haris; Khozin Khozin
EDU-KATA Vol 9 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v9i1.4021

Abstract

The purpose of this study is to find out to know e-learning and its implementation in learning. The type of research used by research is literature study or library research. The data sources in this study were obtained from books and scientific articles from the Garuda Portal, Google Scholar and Mendeley, according to the theory discussed, especially e-learning and its implementation in learning. The analysis technique used is descriptive analysis, which is to describe the sub-topic of research, then analyzed to get research conclusions. The results of research obtained from the study of e-learning and its implementation in learning that the development of the times and the needs of society are inevitable, including technological developments. Covid-19 has changed the paradigm of the world of education that e-learning can be an alternative choice of learning media. Some of the platforms used include Google Classroom, Google Form, Google Meet, Zoom Meet, and Whats App. E-learning can help the learning and teaching process of teachers and students. In addition, with this application students can learn independently and can study anywhere and anytime. Teachers can also provide materials and assignments to students without having to face-to-face with students and students can see their learning results directly through this e-learning application.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Pada Lembaga Informal Model Homeschooling Hasnahwati Hasnahwati; Khozin Khozin; Abdul Haris; Budiarti Putri Uleng
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Homeschooling merupakan lembaga informal yang saat ini menjadi fenomena di masyarakat. Keberadaan homeshooling menjadi pilihan bagi orang tua akibat kurangnya kepercayaan kepada lembaga sekolah formal dalam mencapai mutu yang berkualitas bagi peserta didik. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan. Dalam metode tahapannya yaitu dengan mencari dan mengumpulkan data-data sumber rujukan seperti buku, jurnal-jurnal dan website. Pengertian homeschooling terdapat di dalam undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yaitu pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri dengan sistem yang terpogram yang diakui sama dengan pendidikan formal. Pendidikan homeschooling ada tiga macam yaitu homeschooling tunggal, homeschooling majemuk dan homeschooling komunitas. Pengembangan kurikulum PAI dengan metode berbasis aqidah Islam dan berbasis pendidikan fitrah.
KAJIAN INTERDISIPLIONER: ETIKA BERILMU DALAM PERSPEKTIF GURU DAN MURID Dian Silvia Rozza; Abdul Haris; Syamsul Rizal Yazid
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.14089

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat dipengaruhi oleh keberagaman kebutuhan manusia. Ilmu pengetahuan menjadi solusi untuk mengatasi tuntutan dan problematika kehidupan yang dialami tanpa melanggar nilai-nilai etis yang berlaku. Namun, perilaku menyimpang (social deviance) telah menyebar secara luas dan berdampak pada degradasi moral di lingkungan masyarakat. Dengan ini diperlukan solusi mendasar yang dilakukan untuk mengurangi krusialnya degradasi moral yaitu dengan pembelajaran tentang etika berilmu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana etika menuntut ilmu bagi murid dan guru dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan. Adapun sumber data diperoleh dari buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan keutamaan menuntut ilmu dan etika berilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berilmu menjadi dasar bagi manusia agar mampu menangkal dampak buruk dari tidak terpenuhinya kebutuhan yang semakin kompleks. Seorang guru harus menanamkan kedalam dirinya bahwa mengajar semata-mata untuk mencari ridha Allah. Sedangkan murid ketika belajar harus menyucikan hati, mempelajari ilmu dari guru yang tepat, dan memuliakan guru 
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM: TELAAH MODEL PENDIDIKAN “RASULULLAH SEBAGAI ROLE MODEL PENDIDIK” Hasmiza Hasmiza; Anasri Anasri; M. Arif; Abdul Haris
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.13836

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konsep pendidikan Islam yang menguak model pendidikan yang ditunjukkan oleh Rasulullah baik itu strategi, metode, dan sikap yang terbaik sehingga beliau dapat dijadikan sebagai role model pendidik. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis narrative, dan metode penelitian ini adalah library research studi Pustaka, peneliti melakukan analisis terhadap berbagai sumber atau referensi seperti buku-buku, jurnal-jurnal atau topik-topik terkait guna untuk menelaah konsep pendidikan yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. Dalam menganalisis data, peneliti mengggunakan teori Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Setelah peneliti mendapatkan referensi-referensi yang peneliti harapkan, peneliti akan menyimpulkan beberapa konsep yang digunakan oleh Rasulullah SAW baik itu strategi, metode, dan sikap yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW sebagai seorang pendidik manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat berhasil dalam mendidik dengan konsep pendidikan Islam dengan strategi, metode, dan sikap yang beliau tunjukkan, hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa prestasi yang dicapai oleh para sahabat
MU’ALLIM AL-LUGHAH AL-‘ARABIYAH FÎ DHAU AL-TSAURAH AL-SHINÂ’IYAH AL-RÂBI’AH: TAHADIYÂTUHU WA MATHÂLIBUHU Abdul Haris
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban | Vol. 7 No. 2 December 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.852 KB) | DOI: 10.15408/a.v7i2.17324

Abstract

This study aims to describe the challenges of Arabic teachers in the context of the industrial revolution 4.0 and their demands in facing these challenges. The study used a qualitative approach with 20 Arabic teachers as respondents. In this study the data were collected by using questionnaires and interviews. To analyze the data, the researcher used the interactive technique of Miles and Huberman, while to test the validity of the data, the method of triangulation technique was used. The research showed that the Industrial Revolution 4.0 created various challenges for Arabic language teachers. These challenges are around the ability to cope with technology and the development of technology-based media and methods, the diverse conditions of students in learning the Arabic language, the poor condition of the Arabic language in some academic institutions, and the faith. These challenges require Arabic language teachers to master technology, develop their methodological competence, be creative and innovative, and upgrade the ability to cooperate with others, carry out scientific research, and strengthen the faith.
Merenda The History of Sheik Sya'ban in The Framework of Banggai Ethnic Islamic Educational Anthropology 8th Century Ad Eka Firman Syah; Khozin Khozin; Abdul Haris
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4245

Abstract

This research was conducted to explore the history of Sheikh Sya'ban in the 8th century AD. The account that will be revealed is how he brought Islam into the midst of the Banggai ethnicity and implemented Islamic education for this ethnicity. Apart from that, this research also aims to contribute to subsequent researchers to create a more in-depth study of Sheikh Sya'ban so that this history can be exposed to light and give birth to new knowledge in the world of education, especially Islamic education. For the problems studied, the researcher used a case study research type with a qualitative approach. From the results of this study, it was found that the implementation of Sheikh Sha'ban's Islamic education for the Banggai ethnic group was: (1) Teaching the basics of Islamic teachings, (2) Guiding them to become preachers, (3) Guiding them to become religious leaders. Meanwhile, the implications of Sheikh Sha'ban's Islamic education can be seen as follows: (1) Creating a predominantly Muslim community, (2) Creating a culture that is acculturated with Islamic religious teachings, (3) Creating a solid Islamic ukhuwah in the Banggai ethnicity.
Development of a Holistic Curriculum for Islamic Education at the State Madrasah Ibtidaiyah (MIN) 1 Berau Nurul Hidayah; Khozin Khozin; Abdul Haris
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4408

Abstract

This research aims to understand the holistic curriculum and analyze the development and implementation of a holistic curriculum in Islamic education at MIN 1 Berau. This study uses a qualitative approach with a case study research type and data collection techniques using observation and interviews. The research results obtained are First, a holistic curriculum is a comprehensive curriculum that seeks to balance all aspects of life to foster awareness of the relationship with the environment and God, which is the ultimate goal of life. Second, the purpose of Islamic education is to prepare students to carry out the mission given by Allah, namely as caliphs and servants of Allah, so there must be an effort to balance material and spiritual life, individual and social, knowledge and morals, which is by holistic education for balancing all the potential that exists in life. Third, implementing the Holistic Curriculum at MIN 1 Berau has not been carried out comprehensively because education only develops knowledge and has yet to develop the realm of skills and student attitudes.
The Impact of Using Digital Books as A Media in Online Arabic Learning Nurul Hamidah; Abdul Haris; Lailatul Mauludiyah
Izdihar : Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature Vol. 5 No. 3 (2022): Izdihar: Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature
Publisher : Arabic Education Department, Islamic Studies Faculty, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jiz.v5i3.23620

Abstract

This study aimed to analyse the process of using digital books to learn Arabic and its impact on online Arabic learning. The research was conducted at MTs Wahid Hasyim 01 Malang. This study took a qualitative approach and conducted case study research. An Arabic teacher and ten eighth-grade students from MTs. Wahid Hasyim and Malang served as research subjects. Data collection methods used are observation, interview, and documentary. The data analysis technique uses the Miles and Huberman interactive technique by going through the stages of data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study show that the implementation of the utilisation is carried out through three stages of digital books by following the Ministry of Education and Culture's distance learning guidelines and taking scenario A through the processes of preparation, implementation, and evaluation. Students are of the view that using digital books makes them more interested in learning, helps them concentrate more, and can improve their learning outcomes.