Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Self-Acceptance Of Inmates In Terms Of Gender And Education Level Sari, Rini Eka; Nugroho, Andhi Dwi; Ramadhan, Bayu Jati
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 7 No. 1 (2024): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202472214000

Abstract

According to numerous views of self-acceptance, those who can accept themselves are aware of their traits and are not caught in anger, blaming others, or pitying themselves for their limitations. The goal of this study is to determine self-acceptance in inmates based on gender differences and level of education. The study hypothesizes differences in self-acceptance among inmates based on gender and educational level. This study involved 124 Class IIA Yogyakarta Correctional Facility inmates and Class IIB Women's Correctional Facility. The purposive sampling technique was employed to select the participants. The data collecting technique employed was a self-acceptance scale. The data analysis technique performed was the 2-way ANOVA. Hypothesis testing yielded a FoAB value of 0.991, with a significance level 0.000 (P <0.01). As a result, the study's hypothesis has been proven: there are differences in self-acceptance among inmates based on gender and education level. The researchers tested separately to see if there were differences in the self-acceptance of inmates based on gender and obtained a FoA value of 0.659 with a significance level of 0.000 (P < 0.01). There is no difference in self-acceptance based on education level where the FoB value is 0.000 with a significant level of 0.928 (P> 0.05).Keywords: Gender, Inmates, Self-Acceptance, Level of education
Building Optimal Employee Performance: The Strategic Role of Work Passion and Organizational Commitment Hasanah, Risna Nor; Sari, Rini Eka; Farida, Haniek
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 8 No. 1 (2025): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajp.v8i1.26485

Abstract

This study is motivated by the low employee performance. Employee performance is influenced by work passion and organizational commitment. This study aims to empirically test the relationship between work passion, organizational commitment, and employee performance. The main hypothesis proposed in this study is that work passion and organizational commitment are jointly correlated with employee performance. The minor hypotheses proposed are: 1) Work passion is positively correlated with employee performance, and 2) Organizational commitment is positively correlated with employee performance. This study involves 97 male and female employees, with a purposive sampling technique used to select participants. The characteristics of the subjects in this study are: 1) Employees of CV SP Aluminum, 2) Both male and female employees, and 3) Employees with more than 2 years of work experience. Data collection was carried out using employee performance scales, work passion scales, and organizational commitment scales. The analysis technique used was multiple linear regression with SPSS 22. The first minor hypothesis showed a t-value of -0.183 and a significance value of p = 0.855, indicating that this hypothesis was not statistically supported. This result shows that work passion has no significant relationship with employee performance. Interestingly, the negative beta coefficient indicates a potential reverse relationship, although insignificant. This negative contribution may reflect the complexity of the work passion dimension, including both harmonious and obsessive passion. Harmonious passion increases intrinsic motivation at work, while obsessive passion can lead to emotional exhaustion and decreased performance. These findings are consistent with previous research (e.g., Appienti & Chen, 2020; Kemie, 2020; Fawwaz, 2023), which shows that work passion does not always positively impact performance and, in some cases, can even be counterproductive. Therefore, it can be concluded that work passion does not correlate with employee performance. The second minor hypothesis, with a t-value of 3.157 and a p-value of 0.002, can be interpreted as supporting the second minor hypothesis. Therefore, it can be concluded that organizational commitment positively correlates with employee performance. The effective contributions of work passion and organizational commitment to employee performance are -0.07% and 9.77%, respectively. Keywords: Employees, Employee Performance, Organizational Commitment, Work Passion
Strategies applied by accommodation service business in west sumatera to overcome the crisis of covid-19 pandemic Sari, Rini Eka; Yanita, Novi
Journal of Business on Hospitality and Tourism Vol. 8 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jbhost.v8i1.249

Abstract

This research aims to formulate strategies applied by accommodation service providers in West Sumatra in coping with the Covid-19 pandemic. The limitation in the mobilization or traveling that was imposed to break the chain of Covid-19 infection had brought the accommodation services on its knees in all regions including West Sumatra. Strategies formulated by means of SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) analysis; by minimizing the weaknesses and threat, and boosting existing strength and opportunities. The gathering of research data was conducted through interviews with several stakeholders in the acommodation services business by applying purposive sampling method. The gathered data was then descriptively analysed by considering the strength, weakness, opportunity, and threat owned by the accommodation services in West Sumatra in order to formulate strategies in coping with the Covid-19 pandemic. The results of the research indicated that several strategies were applicable for implementation by the accommodation services in West Sumatra, i.e. the short, medium, and long-term strategies for the sustainability of the business. 
Peran Psychological Well-Being dan Self Esteem dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja PNS di Pemkot Yogyakarta Sari, Rini Eka; Putrianti, Flora Grace; Manurung, Yunisya; Laksana, Erlangga Fardan Satria
ILMU PSIKOLOGI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v12i2.6600

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pentingnya pemenuhan kebutuhan psikologis individu dalam membentuk kepuasan kerja, terutama dalam konteks birokrasi yang menuntut kestabilan emosi serta profesionalisme tinggi. Tingkat self-esteem yang baik diyakini dapat memperkuat kepercayaan diri serta konsistensi individu dalam melaksanakan tanggung jawab. Sementara itu, psychological well-being mencerminkan kondisi mental yang sehat dan sejahtera dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran self-esteem serta kesejahteraan psikologis terhadap tingkat kepuasan kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 113 PNS yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi partisipan, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tiga instrumen, yakni skala kepuasan kerja, skala self-esteem, dan skala kesejahteraan psikologis yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan metode regresi ganda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa self-esteem dan kesejahteraan psikologis secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Secara terpisah, kedua variabel tersebut juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kepuasan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa PNS yang memiliki harga diri positif serta kondisi psikologis yang sehat cenderung merasakan kepuasan kerja yang lebih tinggi. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada intervensi psikologis di sektor publik.
Kemampuan publlic speaking pada mahasiswa program Kampus Mengajar Hapsari, Kintania Sura; Muti'ah, Titik; Sari, Rini Eka
JURNAL SPIRITS Vol 13 No 2 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/spirits.v13i2.15311

Abstract

Progam Kampus Mengajar merupakan progam kerjasama antara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Direktorat Jenderal Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan literasi dan numerasi pada siswa, Adaptasi Teknologi dan Administrasi Sekolah baik jenjang Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama yang dalam pelaksanaannya melibatkan mahasiswa di dalamnya. Keterlibatan tersebut tentunya membutuhkan kemampuan public speaking mahasiswa di dalam nya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dalam pengumpulan datanya menggunakan metode observasi partisipan dan juga wawancara. Sedangkan Pendekatan dalam penelitiaan ini menggunakan pendekatan studi kasus. Jumlah subjek penelitian ini berjumlah 3 orang mahasiswa peserta progam Kampus Mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Progam Kampus Mengajar angkatan 2 di SMPN 3 Samigaluh. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa Kemampuan Public Speaking pada Mahasiswa Progam Kampus Mengajar yang menitikberatkan pada aspek kebahasaan yang terdiri dari pilihan kata, ketepatan ucapan juga sasaran pembicaraan serta aspek non kebahasaan yang terdiri dari sikap, mimik wajah, kenyaringan suara, kelancaran suara, kelancaran kata dan juga penguasaan topik. Dari kedua aspek tersebut, kemampuan public speaking mahasiswa progam Kampus Mengajar dapat dikatakan tidak seimbang karena beberapa indikator dari masing-masing aspek tidak terpenuhi sepenuhnya. Selain ditinjau dari segi aspek, peneliti juga menemukan faktor eksternal seperti pergaulan dan faktor internal seperti jenis pita suara yang ikut mempengaruhi Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Progam Kampus Mengajar SMPN 3 Samigaluh
Workplace well-being reviewed from personal characteristic and job demands among lecturers Sari, Rini Eka
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 24 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v24i1.2326

Abstract

Tingginya tuntuntan serta kewajiban yang harus di penuhi oleh seorang Dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya sebagai dosen dan mengingat pentingnya memperhatikan Workplace Well-being diberbagai aspek pekerjaan. Kesejahteraan dosen ini tidak hanya meliputi kesejahteraan dalam hal gaji (upah) yang diterimakan saja tetapi juga kesejahteraan yang dirasakan oleh dosen ditempat kerja nya, karena kesejahteraan yang di rasakan oleh sesorang sangat berkaitan dengan individu dalam menyelesasikan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara Workplace Well-being yang dirasakan oleh Dosen ditinjau dari variabel Personal Characteristic dan Job Demands di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Teknik pengambilan subjek penelitian dengan menggunakan Purposive sampling, subjek pada penelitian ini adalah Dosen yang bekerja di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa baik dosen berstatus tetap maupun dosen kontrak, bgerjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Jumlah subjek sebanyak 147 orang dosen. Skala yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Skala workplace well being, personal characteristic dan job demands. Berdasarkn hasil analisis regresi untuk menguji hipotesis di peroleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,436 dengan nilai F=16,946 dan nilai R square sebesar 0,191, hal ini menunjukkan bahwa variabel Personal Characteristic dan Job Demands memiliki pengaruh sebesar 19,1% terhadap variabel Workplace well-being dan 80,9% di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Hasil analisis regresi menunjukkan taraf signifikansi 0,000 (p<0,01),ini menunjukkan bahwa Personal Characteristic dan Job Demands berpengaruh terhadap Workplace well being pada Dosen di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, hal ini menjukkan bahwa tinggi rendahnya Workplace well being yang dirasakan oleh dosen sangat di pengaruhi oleh Personal Characteristic masing-masing dosen dan juga tinggi rendahnya Job Demands yang dirasakan. 
Teknik Journaling Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Siswa Sari, Rini Eka; Hartosujono, Hartosujono; Asriyatun, Karina; Sukmawati, Winda; Fatimatuzzuhroh, Hanifah Nurfika; Zakaria, Ibnu; El Mura, Zaid Ali; Listiyanto, Ridwan
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i3.74721

Abstract

Kecemasan dalam dunia pendidikan merupakan suatu hal yang umum dan setiap siswa pasti pernah mengalaminya ketika mereka bersekolah. Kecemasan menjadi berbahaya apabila dirasakan secara berlebihan sehingga berdampak terhadap psikologis siswa. kondisi emosi yang tidak menyenangkan yang dapat mengganggu proses belajar. Kecemasan pada siswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti tuntutan berprestasi, interaksi sosial, dan perubahan hormon. Kecemasan yang dirasakan siswa harus dikelola agar tidak berdampak terhadap permasalahan psikologis dan belajar siswa. Salah satu cara mengelola kecemasan adalah dengan teknik journaling. Penerapan teknik journaling merupakan salah satu Teknik selfhelp yang dapat membantu individu mengatasi masalah psikologis yang dialami secara mandiri, membuat journaling merupakan aktivitas menulis yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal dan perasaan positif yang telah dialami individu. Pelatihan teknik manajemen kecemasan dengan penggunaan teknik journaling diharapkan dapat membantu siswa mengelola stres dan kecemasan secara lebih efektif. teknik journaling memiliki efektivitas yang signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada berbagai kelompok individu. Pada siswa anggota IPM SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, penggunaan teknik intervensi jurnaling menunjukkan penurunan tingkat kecemasan dari kategori berat ke kategori ringan hingga sedang setelah diberi perlakuan Teknik journaling.
Manajemen Waktu dengan Kemandirian Belajar Remaja Studi pada Karang Taruna di Padukuhan Sangkeh Adinda Vici Mustafa Nabila Nashri; Rini Eka Sari; Haniek Farida
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11002

Abstract

Kemandirian belajar menjadi konsep penting dalam psikologi pendidikan karena memengaruhi kemampuan individu mengelola proses belajar secara aktif, terutama pada fase remaja yang menghadapi tuntutan kompleks. Bagi remaja yang aktif dalam organisasi sosial seperti karang taruna, tantangan ini semakin besar karena mereka harus menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara manajemen waktu dengan kemandirian belajar pada remaja Karang Taruna di Padukuhan Sangkeh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Partisipan penelitian berjumlah 60 remaja aktif berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form yang mengintegrasikan skala kemandirian belajar (α = 0,848) dan skala manajemen waktu (α = 0,936). Analisis data statistik dilakukan menggunakan korelasi Product Moment Pearson melalui perangkat lunak Jamovi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan yang kuat antara manajemen waktu dan kemandirian belajar (r = 0,826; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,682 mengindikasikan bahwa manajemen waktu memberikan kontribusi substansial sebesar 68,2% terhadap varians kemandirian belajar partisipan. Temuan ini secara teoretis memperkuat integrasi antara teori Self-Regulated Learning dan manajemen waktu dalam konteks organisasi kepemudaan non-formal. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pengurus karang taruna untuk mengintegrasikan pelatihan keterampilan manajemen waktu guna mendukung otonomi dan kapasitas belajar mandiri anggotanya yang multiperan.
FEAR OF FAILURE PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DITINJAU DARI PERBEDAAN JURUSAN DAN JENIS KELAMIN Adisya Kurnia Adila; Rini Eka Sari; Flora Grace Putrianti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13412

Abstract

Final-year undergraduate students are vulnerable to academic pressure during the completion of their undergraduate thesis, which may trigger fear of failure and hinder academic performance. This study aimed to examine differences in fear of failure based on academic program and gender, as well as the interaction between these two characteristics. A quantitative approach with a comparative design was employed. The participants were 166 final-year undergraduate students from the Management and Industrial Engineering Study Programs at Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, selected using purposive sampling. Data were collected using a Fear of Failure Scale and analyzed using a two-way analysis of variance followed by Tukey’s post hoc test. The results showed significant differences in fear of failure across academic programs and gender, as well as a significant interaction between the two factors. The main finding indicated that female students in the Industrial Engineering Study Program exhibited the highest level of fear of failure compared with the other groups, whereas no significant difference was found between male and female students in the Management Study Program. These findings suggest that gender-related differences in fear of failure vary across academic programs. The findings provide a basis for developing academic and psychological support services tailored to the specific characteristics of students in different study programs. ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami tekanan akademik selama proses penyelesaian skripsi yang dapat memunculkan fear of failure dan menghambat performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fear of failure berdasarkan program studi dan jenis kelamin, serta interaksi antara kedua karakteristik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Partisipan penelitian terdiri atas 166 mahasiswa tingkat akhir Program Studi Manajemen dan Teknik Industri Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Fear of Failure dan dianalisis menggunakan analisis varians dua jalur (two-way ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji post hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan fear of failure berdasarkan program studi dan jenis kelamin, serta adanya interaksi antara kedua faktor tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa mahasiswi Program Studi Teknik Industri memiliki tingkat fear of failure paling tinggi dibandingkan kelompok lainnya, sedangkan tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan pada Program Studi Manajemen. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan fear of failure berdasarkan jenis kelamin berbeda pada masing-masing program studi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan layanan pendampingan akademik dan psikologis yang disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa pada setiap program studi.
Preferensi Iklan Skincare Tiktok dan Self Control terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Angelia Hotmauli Munthe; Rini Eka Sari; Sulistyo Budiarto
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara preferensi iklan skincare TikTok dan self control dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah fungsinya dari sekadar sarana komunikasi dan hiburan menjadi media pemasaran, sehingga mahasiswa yang sebagian besar merupakan Generasi Z sering terpapar konten promosi dan berpotensi terdorong melakukan pembelian impulsif, tidak rasional, dan boros. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 67 mahasiswa aktif PGSD yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang aktif menggunakan TikTok dan pernah membeli produk skincare melalui platform tersebut. Data dikumpulkan menggunakan skala psikologi untuk mengukur perilaku konsumtif, preferensi iklan skincare TikTok, dan self-control, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi iklan skincare TikTok dan self control secara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku konsumtif, dengan sumbangan efektif sebesar 50,7%. Preferensi iklan skincare TikTok berhubungan positif dan signifikan dengan perilaku konsumtif, sedangkan self control berhubungan negatif dan signifikan dengan perilaku konsumtif. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya menurunkan perilaku konsumtif mahasiswa memerlukan sikap yang lebih selektif dalam merespons iklan digital serta penguatan self control, sehingga edukasi literasi digital dan finansial bagi mahasiswa menjadi penting untuk dilakukan.