Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS MINERAL BIJIH, PARAGENESIS, DAN TEKSTUR ENDAPAN MANGAN DI DESA TEBBA KECAMATAN SALOMEKKO KABUPATEN BONE Wakila, Muhamad Hardin Wakila; Harwan; Iqbal Rustam, Muhammad
KURVATEK Vol 8 No 2 (2023): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekitar 92% konsumsi mangan secara global berkaitan langsung dengan industri baja dan sisanya digunakan dalam aplikasi nir besi seperti baterei sel kering, bahan pewarna dan industri kimia lainnya. Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi sumberdaya mangan yang tersebar di beberapa Daerah, Namun belum ditemukan penelitian tentang potensi mangan di Kab. Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, yang mana di Desa Tebba, Kec. Salomekko, Kab. Bone ditemukan singkapan batuan pembawa mangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mineral bijih dan asosiasi, menentukan tekstur dan paragenesis dari endapan mangan. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengambilan sampel, analisis Mineragrafi dan Mineral bijih yang ditemukan yaitu Pyrochorite, Pyrolusit, dan Rhodocrosite. Untuk mineral asosiasi yang ditemukan yaitu: kuarsa, albit, aragonit, klorit, arsenopirit, dan kalkopirit. Tekstur endapan mangan yaitu, tekstur Replacement dan Intergrowt. Paragenesis endapan mangan yaitu Pyrolusit tahap 1 Intergrowt tahap 2 Intergrowt. Rhodonite tahap 1 tidak ada, tahap 2 Replacement. Rhodochrosite tahap 1 Intergrowt, tahap 2 Replacement.
IDENTIFIKASI REKAHAN SEBAGAI INDIKATOR BATUAN ALTERASI DAERAH BONTOCANI, KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN Chalik, Citra Aulian; Firdaus, Firdaus; Harwan, Harwan; Heriansyah, Andi Fahdli; Wakila, Muhamad Hardin; Jafar, Nurliah
Geosapta Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v8i1.11565

Abstract

Alterasi batuan menjadi penciri adanya rekahan-rekahan pada batuan yang menjadi jalur fluida hidrotermal. Di daerah penelitian Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan ditemukana danya batuan terubah atau batuan teralterasi. Lokasi batuan tersebut diperkirakan berada pada jalur rekahan dimana fluida hidrotermal berinteraksi dengan batuan. Interaksi fluida hidrotermal dengan batuan sekitar atau batuan samping merupakan potensi mineral-mineral berharga yang berasosiasi dengan mineral alterasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya rekahan sebagai zona alterasi yang menyebabkan batuan terubah. Penelitian ini menggunakan citra ALOS PALSAR (Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR) on Advanced Land Observing Satellite (ALOS)). Citra ALOS PALSAR digunakan untuk memperoleh data kelurusan morfologi yang terdapat di daerah penelitian, kelurusan tersebut dianalisis untuk menunjukan densitas kelurusan yang dapat menunjukan tingkat rekahan di daerah penelitan. Hasil metode kelurusan dikolerasikan dengan data alterasi yang didapatkan di daerah penelitian. Hasil observasi dilapangan berupa sampel batuan akan dilakukan uji X-Ray Diffraction (XRD). Hasil pengujian XRD digunakan untuk menunjukan adanya mineral alterasi dan menentukan tipe alterasi di daerah penelitian.
Pelatihan Penggunaan Alat Survey Untuk Pemetaan Dan Pembuatan Peta Topografi Bagi Siswa-Siswi Jurusan Geologi Pertambangan SMK Negeri 1 Bungku Tengah Heriansyah, Andi Fahdli; Harwan, Harwan; Kandora, Tri Andriyani HS
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2024): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v4i03.296

Abstract

SMK Negeri 1 Bungku Tengah adalah salah satu sekolah kejuruan yang memiliki kompetensi keahlian geologi pertambangan. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa-siswi yaitu menggunakan alat survey untuk pemetaan dan pembuatan peta topografi. Berdasarkan data yang diperoleh dari mitra sekolah hampir semua siswa tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan alat survey untuk pembuatan peta topografi. Hal ini disebabkan kurangnya guru produktif yang memiliki kemampuan tersesebut serta tidak adanya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran berupa alat navigasi berupa GPS, Kompas, Total Station dan Komputer PC yang mendukung penggunaan software untuk pembuatan peta topografi. Program PKM ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menggunakan alat survey untuk pemetaan dan pembuatan peta topografi berbasis software ArcGIS. Alat survey yang digunakan berupa GPS dan Total Station serta untuk pembuatan peta topografi menggunakan software ArcGIS. Metode yang dilakukan yaitu memberikan pelatihan berupa konsep dasar pemetaan, penggunaan alat survei dan pengolahan data hasil survei untuk membuat peta topografi. Hasil penilaian kegiatan pelatihan yang dilakukan melalui kuisioner yang memperlihatkan adanya peningkatan kemampuasn siswa-siswi kepada 11 peserta. Tingkat kemampuan siswa sebelum dilakukan pelatihan berada pada tingkat yang sangat rendah dengan persentase sekitar 25-40% setelah dilakukan pre-test dan setelah dilakukan pelatihan mengalami peningkatan menjadi 80-86% pada post-test. Hasil evaluasi kepuasan peserta pelatihan dengan persentase 85% yang menyatakan sangat puas terhadap materi pelatihan.
Pemetaan Sumberdaya Kromit di Desa Patappa, Kabupaten Barru untuk Masterplane Geowisata Wakila, Muhamad Hardin; Heriansyah, Andi Fahdli; Thamsi, Alam Budiman; Harwan, Harwan
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16194

Abstract

Masterplan desa merupakan dokumen perencanaan di tingkat desa yang bersifat komprehensif. Secara geologi Desa Palluda Kecamatan Pujananting memiliki beragam sumberdaya bahan galian salah satunya adalah kromit. Bijih kromit memiliki banyak Kegunaan dalam industri-industri stainless steel, gray cast iron, iron free high temperature alloys, dan lain-lain. Atas dasar tersebut sehingga diperlukan suatu upaya guna menunjukan sebaran (distribusi) dari sumberdaya kromit khususnya di Desa Palluda, yang mana berdasarkan observasi awal di kantor desa Palluda belum terdapat peta sebaran bahan galian kromit khususnya untuk masterplane geowisata Desa Palluda, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membuat peta sebaran kromit kemudian memberikan rekomendasi terkait pengembangan masterplane kromit untuk geowisata. Metode pelaksanaan kegiatan ini yakni melakukan identifikasi awal (observasi), identifikasi masalah, dan pemberian solusi. Temuan pengabdian ini menyoroti potensi sumber daya kromit yang signifikan di Desa Pattapa, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, untuk pengembangan masterplan geowisata. Analisis spasial dan survei geologi yang dilakukan dalam pengabdian ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai lokasi, sebaran, dan karakteristik endapan kromit di wilayah tersebut. Kemampuan pemanfaatan sumber daya kromit di Kabupaten Barru dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi perekonomian daerah, karena geowisata dapat menghasilkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pelestarian warisan alam dan budaya daerah. Peta potensi kromit komprehensif yang dikembangkan dalam studi ini dapat menjadi alat yang berharga bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Barru untuk merencanakan dan melaksanakan rencana induk geowisata yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Geochemical Characteristics of Iron Sand Deposits in Karsut Beach Area, Jeneponto Regency, South Sulawesi Province Birrul Waalidain, Alif; Harwan, Harwan; Aswadi, Muhammad
Journal of Geology and Exploration Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Geology and Exploration, June 2024
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jge.v3i1.171

Abstract

Iron sand is one of the industrial minerals. Iron sand ini Indonesia is still limited to being used as a raw material for cement factories in the manufacture of concrete. Iron is given the symbol (Fe) in the periodic table's chemical element. The purpose of this study was to determine the mineral properties of iron sand and the chemical characteristics of iron sand. The research location is in Jeneponto, Jeneponto is a district in the province of South Sulawesi, Indonesia. The stages of the sampling method are carried out by measuring the distance of each sample hole. From one point to another, within 10 meters with a depth of 30cm each from the surface after that the sample that has been taken is then dried. This research method uses XRD and XRF analysis methods. From the results of the why XRD analysis, it was found that 2 minerals carrying iron sand, including Magnetite and Hematite with the percentage content of these minerals, are. Magnetite mineral (Fe3O4) 40,0% and Hematite mineral (Fe2O3) 37,7%. From the results of XRF analysis shows that the chemical composition contained in Fe2O3 minerals contains oxide and hydroxide elements Fe, O, Oxide is a chemicali compound that contains at leasti one oxygen atom and at least one other element.
Karakteristik Mineral Pembawa Pasir Besi Daerah Pantai Pancana Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan: Characteristics of Iron Sand Carrying Minerals in Pancana Beach Area, Barru Regency, South Sulawesi Province Zulfadli, Zulfadli; Nawir, Alfian; Harwan, Harwan; Bakri, Suriyanto
Journal of Engineering Science and Technology Applications Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Engineering Science and Technology Applications
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jesta.v2i1.203

Abstract

Iron sand is one of the industrial minerals. The utilization of iron sand in Indonesia is still limited to being used as a raw material for cement factories in the manufacture of concrete. Iron is given the symbol (Fe) in the periodic table's chemical element. The purpose of this study was to determine the mineral properties of iron sand and the chemical characteristics of iron sand. The research location is in the Barru district in the province of South Sulawesi, Indonesia. This research method uses XRD and XRF analysis methods. From the results of the XRD analysis, it was found that 2 minerals carrying iron sand, including the minerals Magnetite and Hematite with the percentage content of these minerals, are. Magnetite mineral (Fe3O4) 9,3% and Hematite mineral (Fe2O3) 0,3%. The results of XRF analysis show that the chemical composition contained in F2O3 minerals, containing oxide and hydroxide elements Fe, O, and Oxide, is a chemical compound that contains at least one oxygen atom and at least one other element.
Analisa Pengaruh Batuan Asal Terhadap Profil Nikel Laterit Menggunakan Analisis XRF Dan Petrografi Di Daearah Kolaka Utara Husain, Jamal Rauf; Harwan, Harwan; Mustakim, Mustakim
Jurnal of Mining Insight Vol 1 No 3 (2023): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v1i3.210

Abstract

Nickel is one of the metals needed by humans. In general, nickel can be formed primarily or secondarily, known as nickel laterite. Nickel deposits in Indonesia are only found in the form of nickel laterite. The parent rock of nickel laterite deposits is ultrabasic rock, especially from the types of harzburgite, dunite, and other peridotites. The data collection technique used is to take data related to the research, both primary and secondary data. Primary data includes outcrop data (megascopic description) at the research location, exploration drill data to determine the thickness of the nickel laterite layer and the content of its elements and rock sample data for petrographic thin section analysis. Sampling was carried out in block A. While secondary data includes data on the general condition of the company, and a map of the research location. 1. The original rock analyzed petrographically is serpentinezed harzburgite. The minerals contained are orthopyroxene, olivine, clinopyroxene, and opaque minerals. The weathering level of the nickel laterite profile in the limonite zone is higher than the saprolite zone because in the saprolite zone most of the rocks are small in size and the original rocks affect the nickel laterite profile that is formed, but are still supported by other factors, namely topography, climate, geological structure, vegetation and time.
Analisis Mine Dewatering pada Penambangan Nikel PT Makmur Lestari Primatama Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara ma'rief, Al’Faizah; Harwan; Widodo, Sri
Jurnal of Mining Insight Vol 1 No 4 (2023): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v1i4.252

Abstract

The problem that is often faced in mining activities in open pit mines is high rainfall that can hamper mining operations. Mine Dewatering is a handling of mine water problems by removing water that has entered the mining area (by utilizing differences in height and gravitational force) through drainage channels to temporary storage ponds (sump). This system is commonly applied for handling runoff from rainwater. The purpose of this study is to find out the volume of water entering the mining front, analyze the ideal sump volume to hold runoff water and analyze the ability and duration of pumping to slice water that is in the sump. The average rainfall obtained from data for 2019-2022 is 81 mm/day. The calculation of planned rainfall is determined using a gumble distribution, the calculation of planned rainfall based on the repeat period over 2 years is 201,658 mm/day. Based on the results of the study, the average rain time was 11.97 hours, rainfall intensity was 6,572 mm/hour, runoff coefficient was 0.9 and the rain catchment area was 692,000 m2. So that the runoff water discharge that enters the sump is 4,093.04 m3/hour, the total volume of water entering the sump is 98,233 m3/day. The ideal sump volume to hold runoff water is 71,813.36 m3. The pumping discharge is 1,841.62 m3/hour, the length of sump drying time with an estimated pumping time of 20 hours/day is 9 days.
Analisis Geokimia Batugamping Daerah Desa Binuang Kecamatan Balusu Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan Harwan, Harwan; Hafsyam, Muhammad; Juradi, Muhammad Idris
Jurnal of Mining Insight Vol 1 No 4 (2023): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v1i4.254

Abstract

Limestone is a type of sedimentary rock with the main mineral composition being calcite with the chemical formula CaCO3. Limestone found in nature is generally yellowish white, white, gray and black. This research aims to determine the geochemical characteristics of limestone in Binuang Village, Balusu District, Barru Regency and what the chemical composition of limestone in Binuang Village, Balusu District, Barru Regency. The research method uses XRD analysis and XRF analysis methods. in mineralogical analysis using the X-Ray Diffraction method, all limestone samples in 4 stations in the Binuang Village area were composed of minerals such as Calcite (CaCO3) containing 100% calcite. Based on the results of analysis using the X-Ray fluorescence method, all limestone samples at 4 stations showed CaO element values of 52.7-55.4%, LOl of 39.2-43.6%, Fe2O3 of 1.4-2.53 %, MgO is 1.17-1.29%, as well as several other compounds whose percentage is below 1% such as P2O5, SiO2, Al2O3, MnO, K2O, Na2O and TiO2. So the limestone in this study can be categorized as high quality (high grade limestone) because it has a CaO content of > 49%. This means that the limestone samples found in the Binuang Village area, Barru District, South Sulawesi Province have met good quality standards for raw materials for making cement and can be used as an addition in the steel smelting process.