Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analysis of quality characteristics and feasibility study of dish soap form the fruit peel extract Wardhana, Danu Indra; Aulia, Anisa Nurina; Setiawan, Andika Putra; Nalawati, Ara Nugrahayu; Syafia, Fina; Rosa, Firlana

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i2.4703

Abstract

Introduction: Fruit peel is one of the natural ingredients that has not been optimally utilized and can be used as a raw material for making dish soap because it has antibiotic, antiseptic, and antibacterial content. This study aims to make dish soap using dragon fruit peel extract, papaya fruit, and banana fruit as natural ingredients and determine the quality characteristics of dish soap and business feasibility analysis. Methods: This research was conducted in two stages. The first stage selected the best fruit skin dish soap based on the quality characteristics and organoleptic tests on the product. The second stage then analyzed the business feasibility of the best fruit peel extract dish soap product. Results: The quality characteristics of dragon fruit peel, banana, and papaya skin extract dish soap with pH test parameters, FFA content, and free alkali content are in accordance with SNI standards, but the viscosity test shows that it is not suitable and has a value below SNI, and the results of the organoleptic test show that dragon fruit peel extract dish soap is preferred by panelists compared to banana and papaya skin extract soap with an average value of 4.3 color parameters; aroma 3.5; texture 3.6; and overall 4.1. Conclusion: Dragon fruit peel extract dish soap has the best organoleptic test value compared to banana and papaya peel dish soap. The results of the feasibility study analysis of the dragon fruit peel extract dish soap business have a BEP Unit value of 31, BEP Rupiah of IDR.462,185, ROI of 81.64%, and R / C of 1.82 where this business is considered feasible if developed.
Pelatihan Keterampilan Wirausaha Siswa SMK Muhammadiyah 5 Jember Melalui Pelatihan Inovasi Produk Crakers Ikan Tongkol Aulia, Anisa Nurina; Wardhana, Danu Indra; Nalawati, Ara Nugrahayu; Mananda, Afan Bagus; Setiawan, Andika Putra
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3227

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat berperan aktif dalam menghasilkan lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja (Wirausaha).Sekolah Menengah Kejuruan seharusnya mampu mencetak wirausaha-wirausaha yang dapat menciptakan usaha secara mandiri untuk kehidupannya. Tetapi pada kenyataannya, ada sebagian alumni SMK yang belum mendapat pekerjaan setelah lulus sekolah. Di lain sisi potensi ikan tongkol di Jember sangat memadai sebagai bahan baku produk yang akan dipasarkan secara luas, selain itu ikan tongkol memiliki manfaat yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Sehingga ikan tongkol dapat dibuat olahan produk berupa crackers yang bisa menjadi camilan atau pendamping makanan utama balita. Oleh karena itu dibutuhkan peran aktif kalangan masyarakat untuk memulai mengatasi wasting pada balita dengan memproduksi crakers berbahan baku ikan tongkol yang dapat dimulai di SMK sebagai pencetak wirausaha muda. Salah satu alternatif kegiatan tersebut adalah Pelatihan Kewirausahaan dengan membuat crakers ikan tongkol.  Di SMK Muhammadiyah 5 Jember pelatihan ini belum pernah dilaksanakan, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi minat wirausaha siswa dengan berpikir kreatif dan inovatif membuat industri kreatif berbasis peningkatan gizi balita. Metode yang digunakan diawali dengan membentuk tim pengabdian, identifikasi masalah dan kebutuhan bersama mitra, pelaksanaan pelatihan dengan ceramah dan praktik pembuatan crackers ikan tongkol, serta evaluasi. Hasilnya para siswa SMK sangat antusias dan telah memahami cara pembuatan crackers ikan tongkol. Harapan dari kegiatan ini pihak SMK atayusiswa dapat memproduksi crackers berbahan ikan tongkol untuk dijual kepada masyarakat sehingga dapat digunakan alternatif produk usaha.
Formulasi Penambahan Tepung Daun Kelor (moringa oleifera) Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia dan Organoleptik Produk Kwetiau Nurissta Putri Pandini, Fany; Nugrahayu Nalawati, Ara; Putra Setiawan, Andika
National Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 4 (2024): SIGMA 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan daun kelor menjadi tepung daun kelor dapat memperpanjang masaumur simpan daun kelor, mempermudah penggunaan dan fleksibel. Substitusi tepungdaun kelor apat dijadikan alternatif untuk mengembangkan bahan pangan lokal menjadibahan pangan fungsional. Dengan substitusi tepung daun kelor pada kwetiau mampumenghasilkan varian baru dan menghasilkan produk yang baik karena adanyakandungan daun kelor. Dengan tujuan untuk mengetahui proses tepung daun kelor, untukmengetahui formulasi penambahan tepung daun kelor pada proses pengolahan kwetiaudaun kelor dan mengetahui karakteristik fisik, kimia dan organoleptik pada kwetiau daunkelor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuanpenambahan tepung daun kelor (V) perlakuan dalam penelitian yaitu : V1 (20:80), V2 (30:70) dan V3 (40:60). Hasil penelitian menghasilkan kandungan gizi tepung daunkelor yaitu kandungan karbohidrat rendah, kandungan lemak 0,3% dari 2 gram sampeldan kandungan protein berwarna ungu gelap. Hasil uji organoleptik menyukai kwetiaudaun kelor dengan perlakuan V1 untuk tingkat kesukaan terhadap warna (3,61) suka,aroma (3,33) suka, tekstur (3,33) suka, rasa (3,3) suka, kekenyalan (3,5) suka dankelengketan (3,5) suka.
Pengaruh Penambahan KOH Dan Zeolit Alam Sebagai Katalisator Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah K Khofifah, Faik; Nugrahayu Nalawati, Ara; Putra Setiawan, Andika
National Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 3 (2024): SIGMA 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak goreng semakin meningkat, dampak dari meningkatnya penggunaan minyak goreng menghasilkan limbah berupa minyak jelantah, minyak jelantah merupakan minyak bekas yang telah berulang kali dipakai untuk keperluan rumah tangga. Salah satu alternatif yang dapat digunakan yaitu mengubah menjadi bahan baku biodiesel, produksi biodiesel dari minyak jelantah ini dengan memodifikasi variasi KOH dengan berat 25gr, 80gr, 110gr dan zeolit alam 10gr, 25gr yang akan digunakan sebagai katalis, proses pembuatan biodiesel dilakukan melalui proses reaksi transesterifikasi. Biodiesel yang telah jadi kemudian di uji kualitasnya, hasil uji viskositas pada produk biodiesel yaitu pada variasi A₁Z₁ 0,06 Pa/s, A₁Z₂ 3,64 Pa/s, A₂Z₁ 3,02 Pa/s, A₂Z₂ 3,17 Pa/s, A₃Z₁ 3,17 Pa/s, dan A₃Z₂ 3,14 Pa/s nilai ini masih memenuhi nilai yang ditetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu 2,3 – 6,0 cSt, sedangkan pada hasil uji nilai bilangan asam rata-rata 1.08 mg/NaOH nilai ini belum memenuhi SNI yaitu 0,8 mg/KOH dan menyala saat dilakukan uji nyala.
Analisis Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kopi di Kabupaten Jember (Studi Kasus Pada Koperasi Muslimah Al-Ikhlas) Maafi, Alfin; Indra Wardhana, Danu; Nugrahayu Nalawati, Ara
National Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): SIGMA 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri kopi merupakan salah satu agroindustri yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. Koperasi Muslimah AL-Ikhlas merupakan salah satu Agroindustri Kopi yang berada di Desa sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis nilai tambah agroindustri kopi di Koperasi Muslimah Al-ikhlas, merumuskan starategi pengembangan agroindustri kopi di Koperasi Muslimah Al-ikhlas. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang dipakai adalah metode Hayami dan SWOT. Hasil dari analisis nilai tambah yang dilakukan menunjukkan bahwa olahan Roasted Bean dan Ground Coffee menghasilkan nilai tambah berturut-turut yaitu Rp. 68.275/Kg (83%) dan Rp. 72.175/Kg (84%). Keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar 65.075/kg pada produk olahan Roasted Bean (95%) dan Rp. 68.975/kg untuk olahan Ground Coffee (96%). Berdasarkan hasil identifikasi peluang dan memilki bobot 0,81 dan ancaman 0,37. Dari hasil matriks EFE dengan total skor 1,18 dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan eksternal dalam usaha pengolahan kopi masih belum sepenuhnya responsif terhadap peluang yang ada dan tantangan yang dihadapi. Strategi pengembangan yang disarankan adalah Strengths - Opportunities (S-O). Langkah-langkah yang perlu diambil meliputi mengoptimalkan lahan usaha tani untuk meningkatkan dan mengembangkan produksi, memanfaatkan pasar yang ada untuk memudahkan proses pemasaran kopi, menggunakan media sosial sebagai platform untuk pemasaran produk olahan kopi secara online, meningkatkan sarana dan prasarana produksi kopi agar output lebih optimal, serta menciptakan inovasi produk olahan kopi lainnya untuk menarik minat masyarakat terhadap kopi olahan.
PKM Kader Posyandu dalam percepatan penurunan stunting melalui ketrampilan pengolahan snack bar Azza, Awatiful; Rohmah, Nikmatur; Nalawati, Ara Nugrahayu
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i1.3569

Abstract

 ABSTRAK Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir. Pemberian nutrisi yang baik pada ibu selama hamil maupun pada saat 1000 hari pertama setelah kelahiran dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan pada program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam ketrampilan pengolahan snack bar berbahan labu kuning untuk mencegah stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan pada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama secara tim. Tahapan kegiatan diawali dengan memberikan edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini maka dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada CI 95% (-0,60450; -1,26207), dengan p value 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Kata kunci: labu kuning, pelatihan kader, stunting.  ABSTRAKStunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi sebelum lahir dan setelah lahir. Pemberian gizi yang baik kepada ibu selama masa kehamilan dan 1000 hari pertama setelah lahir dapat mencegah terjadinya stunting. Kegiatan pelatihan dalam program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam keterampilan mengolah camilan labu kuning untuk mencegah terjadinya stunting.Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan kepada 15 kader posyandu di Kecamatan Sukorambi yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria kader aktif dalam kegiatan posyandu, menguasai teknik pengolahan makanan ringan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama dalam tim. Tahapan kegiatan diawali dengan pemberian edukasi tentang manfaat labu kuning untuk mencegah stunting dan dilanjutkan dengan pelatihan proses pembuatan snack bar. Untuk menilai keberhasilan program pelatihan kader ini, dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan.Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat mempengaruhi kemampuan kader tentang manfaat labu kuning, kandungan gizinya dan proses pengolahan snack bar pada 95% CI (-0.60450; -1.26207), dengan nilai p sebesar 0,00.Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar harus memiliki wawasan dan kompetensi yang luas untuk membantu masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting. Kata kunci: labu, pelatihan kader, stunting
Strategi Implementasi Diversifikasi Produk Pangan Lokal Sebagai Upaya Eksplorasi Alternatif Pangan di Kabupaten Jember Aulia, Anisa Nurina; Nalawati, Ara Nugrahayu; Aulia, Siska; Sinada, Fenty Rosa; Nafisa, Farah Zahra
Jurnal Bisnis Tani Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Bisnis Tani Volume 11 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jbt.v11i1.11964

Abstract

Diversifikasi pangan diharapkan dapat menjadi pilihan pangan non beras yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) serta terjangkau sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor beras. Selain itu, diversifikasi pangan diharapkan dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi lokal berupa potensi tanaman lokal dan sumber daya manusia, serta dapat menjadi alternatif produk pangan yang relatif terjangkau. Tujuan dari diversifikasi pangan adalah untuk memberikan gizi yang cukup bagi pola konsumsi rumah tangga sehingga dapat memenuhi pola konsumsi yang sehat dan bergizi di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan program diversifikasi makanan pokok lokal program di Kabupaten Jember dan menetapkan strategi untuk membuat program diversifikasi pangan ini dapat diterapkan. Hasil analisis formulasi strategi menggunakan matriks QSPM menunjukkan bahwa keputusan strategi prioritas yang perlu segera dilaksanakan adalah meningkatkan variasi produk lokal yang dapat bekerjasama dengan Universitas atau peneliti di Kabupaten Jember
Pemanfaatan Bekatul sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Stunting di Desa Silo Rohmah, Nikmatur; Azza, Awatiful; Nalawati, Ara Nugrahayu; Oktaviana, Kadek Fadila; Palupi, Aliyah Ratnaning; Farishya, Zahrotul Jinani Nur
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v5i2.1347

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan anak yang serius di Indonesia karena berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas di masa depan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi gizi berbasis potensi lokal sebagai wujud pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Silo mengenai manfaat bekatul sebagai sumber nutrisi alternatif dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan 24 ibu rumah tangga sebagai peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan perubahan pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata usia peserta adalah 36,4 tahun, mayoritas berpendidikan SMA, tidak bekerja, memiliki penghasilan <Rp1.000.000 per bulan, dan rata-rata memiliki dua anak. Sebanyak 52,2% peserta pernah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan sebelumnya. Pengetahuan peserta mengenai manfaat bekatul meningkat secara signifikan setelah intervensi (p=0,002; CI95% 0,225–0,906). Temuan ini membuktikan bahwa edukasi gizi sederhana mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi bekatul sebagai pangan bergizi. Kesimpulannya, pemanfaatan bekatul dapat dijadikan strategi inovatif berbasis lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengolahan produk berbahan bekatul secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini mendorong tindak lanjut berupa pelatihan pengolahan pangan berbasis bekatul yang berpotensi memperkuat kemandirian dan pemberdayaan masyarakat secara berkesinambungan.
Karakteristik mutu karbohidrat dan evaluasi mutu sensoris minuman fungsional berbasis FOS dan inulin: Chemical characteristics and sensory quality evaluation functional beverages of FOS and inulin Wardhana, Danu Indra; Nalawati, Ara Nugrahayu; Setiawan, Andika Putra; Ramadhani, Shinta Artamevia; Valencia, Oppy
AGROMIX Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v14i2.3458

Abstract

Introduction: Fructooligosaccharides (FOS) and inulin are some of the many bioactive elements that are often used in functional food products. FOS and inulin compounds have various benefits that can be used as low-calorie food products and as raw materials for making fructose syrup. So that FOS and inulin compounds have the potential to be developed into functional drinks. The purpose of this study was to evaluate the quality characteristics of carbohydrates in functional drinks FOS and inulin, as well as to determine the level of preference or feasibility of a product so that it can be accepted by panelists (consumers). Method: The research was conducted in two stages. The first stage was the preliminary stage which includes the production of FOS with PDA solid media, extraction of inulin from dahlia tubers, and the formulation of FOS and inulin functional drinks. The second stage was the main research by conducting chemical quality characteristics in the form of reducing sugar content, fructose, sucrose, glucose, inulin, soluble fiber, and organoleptic tests. Results: Based on the observations, several characteristics of the carbohydrate quality of functional drinks based on FOS and inulin were obtained, namely reducing sugar levels ranging from 0.22 to 5.60%. Fructose and sucrose levels of functional drinks based on FOS and inulin ranged from 1-2%, while glucose levels were between 0.1-2%. The levels of inulin and soluble fiber in functional drinks based on FOS and inulin were 55-86% and 2-5%, respectively. Also, the pH value of functional drinks based on FOS and inulin ranged from 5-7. Conclusion: The results of the organoleptic test showed that the best functional drink based on FOS and inulin was in the AD treatment, namely the addition of 7 grams of inulin and 50 ml of fructooligosaccharides.
Analysis of quality characteristics and feasibility study of dish soap form the fruit peel extract Wardhana, Danu Indra; Aulia, Anisa Nurina; Setiawan, Andika Putra; Nalawati, Ara Nugrahayu; Syafia, Fina; Rosa, Firlana
AGROMIX Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i2.4703

Abstract

Introduction: Fruit peel is one of the natural ingredients that has not been optimally utilized and can be used as a raw material for making dish soap because it has antibiotic, antiseptic, and antibacterial content. This study aims to make dish soap using dragon fruit peel extract, papaya fruit, and banana fruit as natural ingredients and determine the quality characteristics of dish soap and business feasibility analysis. Methods: This research was conducted in two stages. The first stage selected the best fruit skin dish soap based on the quality characteristics and organoleptic tests on the product. The second stage then analyzed the business feasibility of the best fruit peel extract dish soap product. Results: The quality characteristics of dragon fruit peel, banana, and papaya skin extract dish soap with pH test parameters, FFA content, and free alkali content are in accordance with SNI standards, but the viscosity test shows that it is not suitable and has a value below SNI, and the results of the organoleptic test show that dragon fruit peel extract dish soap is preferred by panelists compared to banana and papaya skin extract soap with an average value of 4.3 color parameters; aroma 3.5; texture 3.6; and overall 4.1. Conclusion: Dragon fruit peel extract dish soap has the best organoleptic test value compared to banana and papaya peel dish soap. The results of the feasibility study analysis of the dragon fruit peel extract dish soap business have a BEP Unit value of 31, BEP Rupiah of IDR.462,185, ROI of 81.64%, and R / C of 1.82 where this business is considered feasible if developed.