Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI DAN MOBILISASI DINI DENGAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU NIFAS Lys Maryany; Dewi Aprilia Ningsih I; Jon Hendri Nurdan
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 3 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.3.39-46

Abstract

yang merupakan penyebab tertinggi kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini dan Mobilisasi Dini dengan Penurunan Tinggi Fundus Uteri pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pekik Nyaring Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas normal 3 hari di wilayah Puskesmas Pekik Nyaring berjumlah 36 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square.Hasil penelitian didapatkan: (1) responden yang IMD 80,6%, (2) responden mobilisasi dini baik  88,9%, (3) responden dengan penurunan TFU sesuai 86,1%, (4) ada hubungan IMD dengan penurunan TFU pada ibu nifas di Puskesmas Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah (p= 0,014) dan, (5) Ada hubungan mobilisasi dini dengan penurunan TFU pada ibu nifas Puskesmas Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah (p= 0,027). Disarankan bidan melakukan penyuluhan saat kegiatan posyandu dan kelas ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dan  menggalakkan motivasi ibu hamil dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini dan mobilisasi dini pada ibu post partum
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI HEPATITIS B0 PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUALA LEMPUING KOTA BENGKULU Dewi Aprilia Ningsih; Dupriana Dupriana
Jurnal Sains Kesehatan Vol 24, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.24.2.9-18

Abstract

The Relationship between Education And Mother’s Knowledge with Immunization Hepatitis B0 of  Infants  in Working  Area  Kuala Lempuing Public  Health Center BengkuluABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu dengan  pemberian imunisasi hepatitis B0 pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kuala Lempuing  Kota Bengkulu. Desain penelitian adalah  surveyAnalitik, dengan  menggunakan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi lebih dari 7 hari                 di Puskesmas Kuala Lempuing kota Bengkulu  pada tahun 2017 yaitu sebanyak 74 bayi yang sudah imunisasi hepatitis B0. Teknik pengambilan sampel dengan teknik menggunakan Sytematic Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang di peroleh dari dokumentasi (register) dan menggunakan data primer yang di peroleh dari Responden (kuesioner) di Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu tahun 2017. Hasil penelitian ini didapatkan (1) Terdapat 34,9% yang termasuk tingkat pendidikan dasar, 39,5% yang termasuk pendidikan menengah dan 25,5% yang termasuk pendidikan tinggi. (2) Terdapat 39,5 yang berpengetahuan kurang, 34,9 yang berpengetahuan cukup dan 25,6% yang berpengetahuan baik. (3) Terdapat 37,2% yang tidak melakukan pemberian imunisasi Hepatitis B0 pada bayinya dan 62,8% melakukan pemberian imunisasi Hepatitis B0pada bayinya (4) Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan pemberian imunisasi hepatitis B0di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu dengan kategori hubungan sedang.(5) Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan pemberian imunisasi hepatitis B0di Wilayah Kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu dengan kategori hubungan sedang. Kata Kunci : Imunisasi Hepatitis B0, pendidikan, pengetahuanABSTRACTThis study aims to study the relationship of education and knowledge of mothers with the provision of hepatitis b0 immunization in health center work area of Puskesmas Kuala Lempuing Bengkulu 2017. The research design is an analytical survey, using Cross Sectional research design. The population of this study are all mothers who have babies more than 7 days at Health Center Kuala Lempuing Bengkulu 2017 that is as many as 74 infants who have immunization of hepatitis B0. Technique of sampling with technique using Systematics Random Sampling. Data collection in this study used secondary data obtained from documentation (register) and using primary data obtained from Respondents (questionnaires) at Health Center Kuala Lempuing Bengkulu City. The results of this study were obtained (1) There are 34.9% which includes basic education level, 39.5% which includes secondary education and 25.5% including higher education. (2) There are 39.5 who are less knowledgeable, 34.9 are knowledgeable enough and 25.6% are knowledgeable. (3) There were 37.2% who did not give Hepatitis B0 immunization to their infant and 62.8% had Hepatitis B0 immunization on their infant (4) There was a significant correlation between maternal education and hepatitis B0 immunization at Working Area of Kuala Lempuing Health Center of Bengkulu City medium relations category. (5) There is a significant correlation between maternal education with hepatitis B0 immunization in Working Area of Kuala Lempuing Health Center of Bengkulu medium relations category. Keywords : Education, hepatitis B0 immunization, knowledge
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SUMBER INFORMASI DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN HIV/ AIDS PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI PURWODADI KABUPATEN MUSI RAWAS Dewi Aprilia Ningsih I; Sanisahhuri Sanisahhuri; Dewi Agustin
Jurnal Sains Kesehatan Vol 26, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.26.2.21-29

Abstract

The Relationship between Knowledge and Information Sources with Preventive Measures for the Transmission of HIV / AIDS in Class XI Students of Purwodadi State High School Musi Rawas DistrictABSTRAKPencegahan penularan HIV AIDS merupakan segala upaya dan kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari hubungan pengetahuan dan sumber informasi dengan tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Penelitian telah dilakukan di SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas pada tanggal 25 – 31 Juli tahun 2018. Jenis penelitian ini bersifat Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Proportional Stratified Random Sampling yaitu sebanyak 68 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (c2) melalui program SPSS, untuk mengetahui keeratan hubungan dengan menggunakan Contingency Coefficient (C). Hasil penelitian: dari 68 siswa SMA terdapat 46 siswa (67,6%) yang memiliki pengetahuan baik, 45 siswa (66,2%) yang memiliki banyak sumber informasi, 59 siswa (86,8%) yang melakukan tindakan pencegahan. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri Purwodadi tahun 2018 dengan kategori hubungan sedang, ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri Purwodadi tahun 2018 dengan kategori hubungan lemah. Diharapkan bagi guru dan guru BP agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang tindakan pencegahan penularan HIV/AIDS. Kata Kunci: pengetahuan, sumber informasi, tindakan pencegahan ABSTRACTPrevention of transmission of HIV AIDS is all the efforts and activities carried out include prevention, handling and rehabilitation activities. This research was conducted to study the relationship of knowledge and information sources with the prevention of HIV/ AIDS in class XI students of Purwodadi State High School, Musi Rawas Regency. Research had been carried out at Purwodadi State High School Musi Rawas Regency on July 25 to 31 2018. This research is an analytical survey with a cross sectional approach. The population of this study were all students of Purwodadi State High School, Musi Rawas Regency. Sampling was carried out using proportional stratified random sampling in the amount of 68 respondents. Data collection in this study uses questionnaires and interviews. Data analysis techniques were carried out by univariate and bivariate analysis using Chi-Square test (c2) through the SPSS program, to determine the closeness of the relationship using Contingency Coefficient (C). The results of the study: from 68 students from Purwodadi State High School in Musi Rawas Regency there were 46 students (67.6%) who had good knowledge, 45 students (66.2%) who had many sources of information, 59 students (86.8%) who did precautionary action, there is a significant relationship between knowledge with the prevention of HIV / AIDS in class XI of Purwodadi State High School in 2018 with the moderate relationship category, there is a significant relationship between information sources and prevention of HIV/ AIDS transmission in class XI Purwodadi State High School in 2018 with a weak relationship category. It is expected that teachers can improve students knowledge about the prevention of HIV/ AIDS.Keywords: knowledge, information sources, preventive measures
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL PADA ANAK PRA SEKOLAH DI PAUD FATMA KENANGA, KOTA BENGKULU Dewi Aprilia Ningsih
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 4 No 1 (2020): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.417 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v4i1.516

Abstract

The purpose of this study is to determine the Relationship of Parenting Mother with Development of Personal Social on Children Pre-School in PAUD X Bengkulu City.This study used survey analytic approach with cross sectional design. Population in this study were all parent with age of 5-6 years in PAUD X Bengkulu City with the amount of 33 people. Collecting data in this study used primary data with spreaded questionnaire of Parenting mother who given to the parents to filled out appropriate with parenting everyday, while collecting data development of Personal Social on Children with observation directly used Stimulation formulir, detection and Early Intervention of growth and depelopment. Data analysis used univariate and bivariate.The result of this study showed: (1) from 33respondent there were 42,4% with democratic parenting; (2) from 33 respondent there were 92,2% with Personal Social on Children in normal category and (3) There is significant relationship between parenting Mother with Development of Personal Social on Children Pre-School in PAUD X Bengkulu City with closed category relationship. Keywords: Parenting, Development of Personal Social
Edukasi Kesiapsiagaan dalam Mengahadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Ruri Maiseptya Sari; Metha Fahriani; Dewi Aprilia Ningsih I; Suhita Tri Oklaini; Desi Fitriani; Rifda Neni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.651 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4325

Abstract

Bencana adalah suatu gangguan serius terhadap keberfungsian suatu masyarakat, sehingga menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi materi, ekonomi atau lingkungan dan yang melampaui kemampuan masyarakat yang bersangkutan untuk mengatasi dengan menggunakan sumberdaya mereka sendir.Potensi bencana alam di Provinsi Bengkulu sangat mengkhawatirkan). Berdasarakan Peta Kajian Bahaya Puslitbang Geologi ESDM terlihat bahwa zona tingkat resiko kegempaan Kota Bengkulu yang paling rentan adalah wilayah sepanjang pesisir piantai. Kondisi tersebut seharusnya dibarengi dengan upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana untuk memastikan terlaksananya tindakan yang cepat dan tepat pada saat terjadinya bencana. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengethauan Masyarakat tentang pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat dalam menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Metode yang gi gunakan penyuluhan serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan kepada 33 warga dan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat yang semula pada pre-test sebesar 54% menjadi 78% pada post-test. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan Penyuluhan tentang Kesiapsiagaan dalam mengahadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami.
PENYULUHAN PIJAT BAYI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTIRING KOTA BENGKULU Dewi Aprilia Ningsih. I; Ruri Maiseptya Sari; Metha Fahriani; Suhita Tri Oklaini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i2.2659

Abstract

Pijat bayi merupakan gerakan yang dikenal membawa banyak manfaat. Pijatan yang dilakukan oleh ibu, ayah, atau anggota keluarga lainnya adalah pijatan terbaik karena terbukti dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang bermanfaat. Sentuhan ibu saat memijat akan dibalas oleh bayi sebagai bentuk perlindungan, kasih sayang, perhatian dan cinta yang tulus. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Ibu tentang pijat bayi. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan simulasi. Adapun tahapan pelaksaannya adalah melakukan pretest terhadap pengetahuan ibu, lalu dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan tentang pijat bayi dan simulasi pelaksanaan pijat bayi dan terakhir adalah tahap posttest. Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat bayi setelah diberikan penyuluhan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Campak Rubella Pada Balita Usia 18 Bulan Sampai 2 Tahun : Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Campak Rubella Pada Balita Usia 18 Bulan Sampai 2 Tahun Desi Fitriani; Metha Fahriani; Tria Nopi Herdiani; Ruri Mayseptya Sari; Dewi Aprilia Ningsih; Septi Yulidar
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.769 KB) | DOI: 10.53770/amhj.v1i1.1

Abstract

Introduction:  The low immunization coverage cannot be separated from the factors that influence immunization, namely health behavior. This study aims to determine the factors associated with the provision of advanced rubella measles immunization to toddlers aged 18 months to 2 years. Methods: The design of this study used an analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies aged over 2 years and their mothers who came to the Work Area of ​​the Rimbo Kedui Public Health Center, Seluma Regency as many as 280 toddlers in 2019 who were taken by purposive sampling. Data collection, namely primary and secondary data. The analysis technique used univariate and bivariate (Chi square). Results: There were 30 (53.6%) respondents who gave further immunization against rubella measles to children aged 18 months to 2 years. there were 27 (48.2%) respondents with less knowledge, 32 (57.1%) of them work far away in the working area of ​​the Rimbo Kedui Public Health Center, Seluma Regency 50 (89.3%) of respondents had the role of health workers in the Rimbo Kedui Public Health Center Seluma Regency. Conclusion: There is a relationship between knowledge and work with the provision of advanced rubella measles immunization with a close relationship category and there is a relationship between the role of health workers and the provision of advanced rubella measles immunization to children aged 18 months to 2 years. Pendahuluan : Rendahnya cakupan imunisasi tidak lepas dari faktor yang mempengaruhi imunisasi yaitu perilaku kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi lanjutan campak rubella pada balita usia 18 bulan sampai 2 tahun. Metode : penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia diatas 2 tahun dan ibunya yang datang ke Wilayah Kerja Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma sebanyak 280 balita pada tahun 2019 yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data yaitu data primer dan sekunder. Teknik analisis menggunakan Univariat dan bivariat (Chi square). Hasil : Terdapat 30 (53,6%) responden memberikan imunisasi lanjutan campak rubella pada balita usia 18 bulan sampai 2 tahun dan terdapat 27 (48,2%) responden berpengetahuan kurang, 32 (57,1%) responden bekerja yang jauh dan terdapat 50 (89,3%) responden ada peran petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rimbo Kedui Kabupaten Seluma. Kesimpilan: Ada hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan  dengan pemberian imunisasi lanjutan campak rubella dengan  kategori hubungan erat dan  ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan pemberian imuniasi lanjutan campak rubella pada balita usia 18 bulan sampai 2 tahun.
PENYULUHAN TENTANG KESIAPSIAGAAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Ruri Maiseptya Sari I; Dewi Aprilia Ningsih; Metha Fahriani; Suhita Tri Oklaini
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The main cause that resulted in the emergence of many victims due to the earthquake disaster was the lack of knowledge of community preparedness about disasters and the lack of community preparedness in anticipating the disaster. Purpose: This Community Service aims to increase knowledge about the preparedness of pregnant women in dealing with the earthquake and tsunami disaster in the work area of the Pasar Ikan Health Center in Bengkulu City. Methods: This activity was carried out by distributing leaflets, conducting counseling and evaluating activities, the implementation of this activity was carried out in the work area of the Bengkulu City Fish Market Health Center from November 25 to November 28, 2021 with a total of 24 pregnant women participating. Results: In the implementation of the activities that we carried out, there was an increase in the knowledge of pregnant women after the Preparedness education was carried out in the event of an earthquake and Tsunami. Where the average before the counseling was done was 45 percent, it increased to 80 percent after the counseling was done. In addition, pregnant women also seemed enthusiastic during the counseling session, this can be seen from the response of pregnant women in the question and answer session Conclusion: From the results of this service activity, there was an increase in knowledge of pregnant women about preparedness during disasters, especially earthquakes and tsunamis.
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR DAN ASUPAN NUTRISI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Pitri Subani; Yuni Ramadhaniati; Dewi Aprilia; Susilo Wulan; Meta Kosasi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.5379

Abstract

Stunting dapat mengakibatkan kurang energy dan protein,  penurunan intelegensia (IQ), meningkatkan angka kermatian. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara berat badan lahir dan asupan nutrisi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita diwilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 525 ibu. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proposional Sampling sebanyak 122 ibu. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan skunder. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan Uji Chi-Square (X2). Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa dari 122 balita terdapat 40 balita (32,8%) mengalami stunting  dan 82 balita (67,2%) tidak stunting dan ini menunjukkan bahwa masih tingginya kejadian stunting pada balita, menunjukkan bahwa terdapat 44 balita (36,1%) memiliki berat badan lahir < 2500 gram dan ada 78 balita (63,9%) memiliki berat badan lahir > 2500 gram, sehingga  masih tingginya kelahiran dengan berat badan lahir < 2500 gram , dan  terdapat 44 balita (36,1%) memiliki asupan nutrisi tidak seimbang dan 78 balita (63,9%) memiliki asupan nutrisi yang seimbang, hal ini menunjukkan bahwa masih tingginya asupan nutrisi tidak seimbang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Hasil penilitian bivariate yang di dapatkan yaitu, adanya hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik  Kabupaten Bengkulu Utara, dengan kategori hubungan lemah, adanya hubungan asupan nutrisi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik  Kabupaten Bengkulu Utara, dengan kategori hubungan erat.
Perbandingan Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Tatap Muka Dan Metode Sosial Media Tentang Persalinan Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Dewi Aprilia Ningsih. I; Metha Fahriani
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.3723

Abstract

Selama proses kehamilan  ibu akan mengalami perubahan fisik dan psikologis, perubahan  psikologis yang terjadi pada masa kehamilan salah satunya adalah  kecemasan. Pendidikan kesehatan diharapkan dapat membantu menurunkan kecemasan pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh penggunaan media tatap muka dan penggunaan sosial media dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang persalinan terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. Jenis Penelitian adalah pre eksperimental dengan pendekatan two group pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden, dengan subyek masing-masing kelompok sebanyak 40 orang ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kecemasan menurut HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), yang dilakukan  sebelum dan sesudah  diberikan pendidikan kesehatan. Data dianalisis secara univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Test dan Mann-Whitney (U test). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendidikan kesehatan tentang persalinan melalui metode tatap muka dengan kecemasan ibu hamil Trimester III. Ada hubungan pendidikan kesehatan tentang persalinan melalui metode sosial media dengan kecemasan ibu hamil Trimester III. Ada perbedaan kecemasan pada ibu hamil Trimester III sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang persalinan dengan metode tatap muka dan metode sosial media. Penggunaan metode pendidikan kesehatan ini dapat digunakan sebagai media penyampaian informasi kepada ibu hamil.