Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMKIT TK IV 02.0.01 ZAINUL ARIFIN KOTA BENGKULU I, Dewi Aprilia Ningsih; Maryati, Suci
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v4i2.93

Abstract

Angka kejadian Sectio Caesarea (SC) meningkat di negara-negara berkembang. Operasi Sectio Caesarea merupakan tindakan yang banyak menimbulkan kecemasan, dimana kecemasan terjadi karena kurangnya pengetahuan seputar tentang persalinan Sectio Caesarea. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di Rumkit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang akan menjalani persalinan dengan Sectio Caesarea di Ruang Hesti Rumkit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin pada bulan Juni-Juli 2019. Teknik sampling dengan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dengan wawancara dan lembar kuisioner. Analisis yang digunakan korelasi rank spearman (Rho). Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien Sectio Caesarea di Rumkit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin. Hasil penelitian ini diharapkan bidan dapat memberikan tambahan informasi dan pengetahuan tentang proses pembedahan pada pasien pre operasi kepada pasien dan juga keluarga, serta memberikan dukungan yang positif sehingga dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan pada pasien sebelum di lakukan operasi Sectio Caesarea Di Ruang Hesti Rumkit TK IV 02.07.01 Zainul Arifin.
SOSIALISASI TIPS KUNJUNGAN KIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 UPAYA PROTEKSI DIRI DARI PAPARAN VIRUS CORONA Fahriani, Metha; Hardiani, Tria Nopi; Ningsih, Dewi Aprilia; Oklaini, Suhita Tri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 1 No 2 (2022): JPKM PUSTINGKIA JULI 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v1i2.250

Abstract

Pelayanan kesehatan ibu dan anak merupakan bagian dari pelayanan kesehatan keluarga dalam UKM yang diselenggarakan puskesmas dengan sasaran utama adalah ibu hamil, bayi, dan balita. Di masa pandemi Covid-19 terdapat beberapa kegiatan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak yang wajib dilaksanakan yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali dan trimester III, persalinan normal pada kasus non Covid-19, pelayanan KB rutin dan pasca salin, kunjungan nifas pertama, dan pelayanan neonatal esensial dan KN 1. Kegiatan yang dapat ditunda pelaksanaannya adalah pemeriksaan kehamilan rutin dan pemeriksaan USG pada ibu terkonfirmasi Covid-19. Kegiatan kelas ibu hamil dan kelas ibu balita bisa ditunda pelaksanannya atau tetap dilakukan dengan metode atau teknik yang berbeda. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu betapa pentingnya melakukan kunjungan KIA untuk pemantauan kesehatan Ibu dan Anak serta memberikan tips aman melakukan kunjungan KIA pada masa pandemic Covid-19. Sasaran pengabdian masyarakat adalah ibu hamil, dan ibu yang memiliki anak balita yakni sebanyak 28 orang yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sri Kuncoro. Pengabdian ini diawali dengan sosialisasi Tips melakukan kunjungan KIA pada masa pandemi dan mengukur peningkatan pengetahuan sasaran dari sosialisasi yang telah diberikan. Hasil dari pengabdian masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 75% dari sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Ibu juga sudah merasa tenang dalam melakukan kunjungan KIA di masa pandemic covid-19.
The Relationship between Knowledge and Length of Work with the Preparedness of Health Workers Facing Flood Disasters at Community Health Centers sari, ruri maiseptya; Dewi Aprilia Ningsih I; Anisah Tifanii
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i1.2089

Abstract

Flood Disaster is an event or situation where an area or land is submerged due to the increasing volume of water, flood disasters often occur in Bengkulu City, so this research aims to study the relationship between knowledge and length of work with the preparedness of health workers in facing flood disasters in community health centers. This research uses an Analytical Survey approach with a cross sectional design. The population of all health workers at the Nusa Indah Community Health Center, Bengkulu City in 2023. A sample of 39 people was taken by accidental sampling. Data collection uses secondary and primary data. Data analysis using the Chi-Square test (X2) and Contingency Coefficient Test (C). The research results obtained; Of the 39 people there are 14 people who are less prepared and 25 people who are ready. Of the 39 Health Workers there are 10 Health Workers who have sufficient knowledge and 29 Health Workers whose knowledge is good. Of the 39 people there are 20 people who have worked for <10 years and 19 people >10 years, there is a relationship between knowledge and preparedness which is categorized as close, there is a relationship between length of work and the preparedness of officers in facing floods which is categorized as moderate.
HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN PUTING SUSU LECET PADA IBU NIFAS Neni, Rifda; Oklaini, Suhita Tri; Ningsih I, Dewi Aprilia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2537

Abstract

Menurut WHO tahun 2021, masih banyak bayi dan anak-anak tidak menerima makan optimal, dimanahanya Sekitar 44% bayi usia 0-6 bulan diberi ASI eksklusif. Masih banyaknya bayi tidak diberikan ASIeksklusif ini terjadi karena beberapa hambatan dalam menyusui salah satunya adalah puting susu lecet.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan teknik menyusui dengan kejadian puting susulecet pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian secara deskriktif correlational denganmenggunakan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling dimana sampel padapenelitian sebanyak 36 respoden. Jenis data yang peneliti gunakan adalah data primer. Data diolah dandianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 36 responden terdapat 14 respoden mengalami puting susulecet dan terdapat 19 respoden yang melakukan teknik menyusui kurang baik. Kesimpulan terdapathubungan teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas di wilayah kerja PuskesmasKota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dengan kategori hubungan sedang. Kepada pihak institusiPuskesmas diharapkan dapat meningkatkan peran serta keluarga dalam mendukung ibu hamil dalammembantu kelancaran pemberian ASI dengan memberikan dukungan baik secara langsung maupun tidaksecara langsung.Kata Kunci : Teknik menyusui; puting susu lecet; ibu nifas
Barriers and Facilitators to Inclusive Healthcare for Children with Developmental Disabilities: A Qualitative Study of Caregiver and Healthcare Provider Perspectives Rahmadani, Elsi; Miniharianti, Miniharianti; Ningsih, Dewi Aprilia
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 12, No 1 (2026): Volume 12, Nomor 1, Juni 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v12i1.97969

Abstract

Introduction: Children with developmental disabilities frequently require long-term, multidisciplinary, and family-centered healthcare services. However, caregivers often encounter structural, logistical, communication, and professional barriers when accessing healthcare services for their children. Understanding both barriers and facilitators from caregiver and healthcare provider perspectives is essential for improving inclusive healthcare.Objective: This study aimed to explore barriers and facilitators to inclusive healthcare for children with developmental disabilities from the perspectives of caregivers and healthcare providers.Methods: A qualitative descriptive study was conducted using individual semi-structured interviews with 36 participants, consisting of 20 caregivers and 16 healthcare providers. Participants were recruited purposively from hospitals, rehabilitation centers, and community health facilities. Interviews were conducted individually, audio-recorded, transcribed verbatim, and analyzed using inductive thematic analysis. Recruitment continued until thematic saturation was achieved, defined as the point at which no new codes, categories, or themes emerged across consecutive interviews.Results: Six themes were identified: structural constraints within healthcare systems, accessibility and logistical barriers, communication dynamics between caregivers and healthcare providers, professional competency and training gaps, caregiver resilience and advocacy, and collaborative community-based support systems. Key barriers included limited specialized services, long waiting times, transportation difficulties, complex referral pathways, and insufficient provider training. Facilitators included caregiver advocacy, interdisciplinary collaboration, peer support networks, and community-based support systems.Conclusion: Inclusive healthcare for children with developmental disabilities requires system-level improvements in healthcare infrastructure, referral coordination, provider training, family-centered communication, and community-based support. Strengthening these areas may improve equitable healthcare access, particularly in resource-constrained settings
KESIAPSIAGAAN TENAGA KESEHATAN DALAM TANGGAP DARURAT BENCANA BANJIR Dewi Aprilia Ningsih. I; Ruri Maiseptya Sari; Yulita Elvira Silviani; Elza Wulandari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2539

Abstract

Tenaga Kesehatan memiliki peran penting untuk mempersiapkan kelompok rentan pada fase-fasebencana khususnya dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajaritentang kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam tanggap darurat bencana banjir. Penelitian inimenggunakan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah tenagakesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas sukamerindu kota bengkulu tahun 2022 sebanyak 49orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental samplingberjumlah 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari 45 responden terdapat 10 orang kurangsiap dalam menghadapi bencana, 35 orang siap dalam menghadapi bencana. Dari 45 respondenterdapat 18 orang <10 tahun pengalaman kerja dan 27 orang dengan pengalaman kerja ≥ 10 tahun,terdapat 11 orang tidak pernah mengikuti pelatihan dan 34 orang pernah mengikuti penelitian,responden terdapat 10 orang yang menyatakan sumber daya kurang, 17 orang yang menyatakancukup, dan baik 18 orang menyatakan baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antarapengalaman kerja, pelatihan, dan sumber daya dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalammenghadapi banjir di Wilayah kerja Pusekesams Sukamerindu Kota Bengkulu. Diharapkankepada pihak tenaga kesehatan di puskesmas dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuanakan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Tenaga Kesehatan, Bencana, Banjir
ENGARUH MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN Dewi Aprilia Ningsih. I; Waytherlis Apriani; Rifda Neni
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2894

Abstract

Tanda bahaya kehamilan adalah tanda yang menunjukkan bahwa kehamilan ibu berada dalambahaya yang harus diketahui ibu dimulai dari trimester pertama hingga trimester ketiga. Kematianibu secara tidak langsung dapat dipengaruhi oleh keterlambatan mengenali tanda-tanda bahayadan membuat keputusan untuk mencari pertolongan segera. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahayakehamilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Pre-Eksperimen dengan desain The OneGroup Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalahj seluruh ibu hamil TM I danTM II di wilayah kerja wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa bulan April tahun 2024 sebanyak30 orang, sampel diambil dengan cara total sampling. Pengumpulan data menggunakan datasekunder dan primer, sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisisbivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata pengetahuan ibuhamil tentang tanda bahaya kehamilan sebelum diberikan media leaflet adalah sebesar 12,53dengan nilai minimum 8 dan maksimum 18. Nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil tentang tandabahaya kehamilan setelah diberikan media leaflet adalah sebesar 18,73 dengan nilai minimum 16dan maksimum 20. Terdapat pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil tentangtanda bahaya kehamilan. Diharapkan pada pihak Puskesmas untuk dapat meningkatkanpengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan menggunakan media leaflet yangdapat didesain semenarik mungkin agar dapat meningkatkan minat ibu hamil untuk membacasehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki ibu hamil.Kata Kunci : Leaflet, Pengetahuan, Tanda Bahaya, Ibu Hamil