Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Respon Awal Saat Muncul Tanda dan Gejala dengan Pre Hospital Delay pada Pasien Acute Coroner Syndrome (ACS) Dessy Wulandari; Bagus Rahmat Santoso; Paul Joae Brett Nito; Umi Hanik Fetriyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.234

Abstract

Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kondisi kegawatan yang paling sering mengakibatkan kematian. Pasien dengan Acute Coroner Syndrome (ACS) dapat memiliki angka morbiditas dan mortilitas yang tinggi. Penyebab Acute Coronary Syndrome (ACS) adalah terjadinya oklusi mendadak arteri koroner, sehingga harus diobati dengan tepat dan cepat. Pentingnya respon awal keluarga untuk menentukan pre hospital delay setelah terjadinya serangan Acute Coroner Syndrome (ACS) sangat mempengaruhi ketercapaian kondisi klinis pasien yang lebih baik. Tujuan untuk mengetahui hubungan respon awal saat muncul tanda dan gejala dengan pre hospital delay pada pasien Acute Coroner Syndrome (ACS) di IGD RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Jenis penelitaian kuantitatif menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan Purposive sampling (judgmental sampling). Penelitian ini dilakukan pada 30 responden dengan kriteria inklusi. Data didapatkan dengan melakukan penyebaran kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil uji Two Sample kolmogrof-smirnov diperoleh nilai P Value = 0.452 (α>0.05), Two Sample kolmogrove-smirnov diperoleh nilai P Value = 0.115 (α>0.05), Fisher’s Exact diperoleh nilai P Value = 0.028 (α< 0.05). Tidak ada hubungan antara respon awal saat muncul tanda dan gejala dengan pre hospital delay pada pasien Acute Coroner Syndrome (ACS) di IGD RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Hubungan antara Body Shaming dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Remaja Wahdatun Nisa; Paul Joae Brett Nito; Malisa Ariani; Umi Hanik Fetriyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.762

Abstract

Body shaming merupakan tindakan merendahkan fisik seseorang yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, terutama pada remaja yang berada dalam tahap perkembangan identitas diri. Namun, tidak semua remaja yang mengalami body shaming mengalami penurunan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Antara Body Shaming dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja SMP. Jenis penelitian yaitu Kuantitatif Analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel sebanyak 163 orang remaja kelas VIII SMP Negeri 3 Banjarmasin dipilih menggunakan Teknik Proportional Random Sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner body shaming dan kepercayaan diri yang sudah di uji validitas. Analisis data dilakukan melalui uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 54,6%  dengan proporsi terbanyak berasal dari kelas B 13,5%. Mayoritas responden masuk Body Shaming kategori sedang (71,2%). Hasil tingkat kepercayaan diri mayoritas kategori tinggi (82,8%). Hasil uji hubungan Body Shaming dengan Tingkat Kepercayaan Diri didapatkan p-value 0,172 artinya tidak ada hubungan antara body shaming dengan tingkat kepercayaan diri. Meskipun banyak remaja mengalami body shaming kategori sedang, mayoritas tetap memiliki kepercayaan diri tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri remaja tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman negatif, melainkan juga oleh faktor lain seperti penerimaan diri dan dukungan sosial.
Hubungan antara Pengetahuan dan Dukungan Suami dengan Kepatuhan ANC pada Ibu Hamil Abdul Salam; Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi; Latifah Latifah; Umi Hanik Fetriyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.834

Abstract

Pemeriksaan Antenatal Care berperan mendeteksi dini risiko tinggi pada kehamilan. Pengetahuan ibu dan dukungan dari suami sangat berperan dalam kepatuhan menjalani ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu, dukungan suami, dan kepatuhan dalam kunjungan antenatal care. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh kuesioner di atas 0,361 sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner pengetahuan ibu memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,77, kuesioner dukungan suami sebesar 0,86, dan kuesioner kepatuhan dalam kunjungan antenatal care sebesar 0,79. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian mayoritas berusia 20-35 tahun (75.0%), dengan pendidikan terakhir SMA (26,9%) dan pekerjaan sebagai Swasta (46,2%). Pengetahuan ibu hamil baik yaitu 36 orang (69,2%), dukungan suami baik 30 orang (57,7%) dan kepatuhan dalam melakukan kunjungan ANC patuh 40 orang (76,9%). Ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan dukungan suami dengan Kepatuhan pada ibu hamil ANC dengan nilai p = 0,000.
Hubungan Pengetahuan tentang Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Siswi SMPN Leny Eviriana; Paul Joae Brett Nito; Malisa Ariani; Umi Hanik Fetriyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1518

Abstract

Angka kejadian anemia pada remaja putri cenderung meningkat tiap tahunnya.  Anemia pada remaja dapat mengakibatkan lemah, letih, lesu, lelah dan cepat lupa. Selain itu anemia akan menurunkan daya tahan tubuh dan mengakibatkan mudah terkena infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian anemia remaja yaitu pengetahuan. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang tablet tambah darah dengan kejadian anemia di SMPN 1 Banama Tingang Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 47 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan HB dengan menggunakan alat hemaglobinmeter portable. Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 46,81% . Kejadian anemoia pada remaja sebanyak 40,43%. Analisis statistik menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadian anemia dengan nilai p-value = 0.110 (α > 0.05). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG NIFAS HAMBAWANG RSUD SULTAN SURIANSYAH BANJARMASIN Khoirul Khoirul; Onieqie Ayu Dhea Manto; Malisa Ariani; Umi Hanik Fetriyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4805

Abstract

Latar Belakang: ASI pertama keluar (kolostrum) mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit,melindungi dari infeksi, diare,dan ikterus. Survei Kesehatan Nasional Tahun 2023 cakupan pemberian kolostrum masih dibawah target dari target. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal ibu meliputi tingkat pengetahuan,sikap, parietas, kondisi ibu serta faktor eksternal yaitu dukungan keluarga, petugas kesehatan dan budaya/ lingkungan.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan  pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Ruang Nifas Hambawang RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan survei analitik desain Cross Sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi rekam medik. Sampel seluruh ibu yang baru melahirkan di Ruang Nifas Hambawang RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin bulan November – Desember Tahun 2024 dengan jumlah 34 orang dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Analisa data menggunakan uji Kolmogoro Smirnov dan uji Chi- Square Fisher Exact.Hasil: Mayoritas usia responden 20-35 tahun sebanyak 23 orang(67,7%),  berpendidikan SMA 16 orang (47,1%), Paritas ibu multipara 20 orang (58,8%) dan  pekerjaan sebagai ibu rumah tangga  sebanyak 30orang (88,2%). Nilai p-value = 0,049 < ? 0,05  menunjukkan hubungan Tingkat pengetahuan dengan pemberian kolostrum. Nilai p- value = 0,196 > ? 0,05 tidak menunjukkan hubungan dukungan keluarga dengan pemberian kolostrum.Simpulan: Ada hubungan Tingkat pengetahuan dengan pemberian kolostrum dan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian kolostrum. Bagi tenaga Kesehatan diharapkan dapat mendukung pemberian kolostrum dengan meningkatkan edukasi saat ANC (Antenatal Care) dan melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Kata Kunci: Bayi baru lahir, dukungan keluarga, kolostrum, tingkat pengetahuan
PENGARUH PEMBERIAN POSISI SEMIPRONASI DENGAN NESTING TERHADAP PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI NAFAS PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG KARAMUNTING RSUD SULTAN SURIANSYAH BANJARMASIN Mahbubah Mahbubah; Paul Joae Brett Nito; Bagus Rahmat Santoso; Umi Hanik Fetriyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4806

Abstract

Latar Belakang: penyebab kematian pada bayi baru lahir terutama pada neonatal adalah BBLR. World Health Organization (WHO) bayi berat lahir rendah (BBLR) sebagai berat lahir <2500gr terlepas dari usia kehamilan. Di Kota Banjarmasin pada tahun 2023 menurut Kemenkes mengalami peningkatan prevalensi kelahiran BBLR hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. BBLR beresiko mengalami sesak nafas dan desaturasi oksigen. Salah satu upaya untuk meningkatkan saturasi oksigen (SpO2) dan perubahan frekunsi nafas (RR) yakni pemberian posisi semipronasi dengan nesting.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semipronasi dengan nesting terhadap perubahan saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada bayi berat lahir rendah (BBLR) di ruang Karamunting RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.Metode: sampel berjumlah 30 bayi BBLR dengan teknik pengambilan total sampling. Penelitian kuantitatif dengan desain pra-experiment dengan One Group pretest-posttest only without control group. Pengumpulan data menggunakan pulse oxymetry dan ari-timer. Data diobservasi pada menit ke-0, ke-15, ke-30 dan menit ke-60. Analisis data yang digunakan uji Wilcoxon.Hasil: nilai rata-rata perubahan SpO2 sebesar 3,03% dan nilai rata-rata perubahan RR sebesar 3,6 x/m setelah pemberian intervensi selama 60 menit. Perubahan rata-rata nilai SpO2 dan RR paling banyak terjadi pada menit ke-30-60 menit. Pengaruh pemberian didapatkan nilai masing-masing p-value=0,003<?(0,05) pada SpO2 dan p-value= 0,000<?(0,05) pada RR.Kesimpulan: pemberian posisi semipronasi dengan nesting dapat memberi pengaruh pada saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada bayi BBLR. Rekomendasi: untuk tenaga kesehatan memposisikan bayi BBLR yang mengalami desaturasi oksigen dan sesak nafas bisa diberikan posisi semipronasi dengan nesting.
Riwayat Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita Siti Fatimah; Malisa Ariani; Paul Joae Brett Nito; Umi Hanik Fetriyah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1186

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan indikator yang menggambarkan kondisi sosial-ekonomi suatu negara dan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas di masa depan. Jumlah anak stunting di Indonesia masih tinggi dan belum mencapai target nasional. Salah satu faktor risiko yang diduga menjadi penyebab stunting adalah kekurangan gizi dari ibu ke janin dalam kandungan akibat anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara riwayat anemia pada ibu hamil dengan prevalensi stunting pada anak di Pusat Kesehatan Pekauman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitis dan pendekatan kohort retrospektif ini dilakukan pada 103 ibu yang memiliki balita berusia 2-5 tahun dengan teknik sampling acak. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan lembar observasi dan alat ukur mikrotis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki riwayat anemia gestasional sebanyak 57 orang (55,3%), dan sebagian besar anak mengalami stunting sebanyak 63 anak (61,2%). Hasil analisis data menunjukkan nilai p = 0,000 dan OR 24,083. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat anemia pada ibu hamil dan insidensi stunting pada balita di Pusat Kesehatan Masyarakat Pekauman Banjarmasin. Pencegahan dapat dilakukan melalui minimal enam kunjungan antenatal care (ANC) dan kepatuhan terhadap suplementasi zat besi sebagai upaya promosi dan pencegahan untuk mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Riwayat Hipertensi dan Paritas Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Teddyansyah Teddyansyah; Malisa Ariani; Umi Hanik Fetriyah; Latifah Latifah
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1195

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan indikator kesehatan anak dengan kekurangan gizi kronis yang berhubungan dengan peningkatan resiko kematian serta dapat mempengaruhi fisik dan fungsional tubuh. Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi. Riwayat hipertensi dalam kehamilan dan paritas ibu diduga sebagai faktor risiko stunting sehingga perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat hipertensi dan paritas ibu dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 103 orang ibu yang mempunyai balita usia 2-5 tahun di Puskesmas Pekauman dengan teknik purposive sampling menggunakan lembar observasi dan pemeriksaan antropometri serta dianalisa dengan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun sebanyak 92 orang (89,3%), memiliki anak balita sebanyak 69 orang (67%), dengan jenis kelamin anak perempuan sebanyak 53 orang (51,5%), memiliki riwayat hipertensi sebanyak 69 orang (67%), berstatus multipara sebesar 58 orang (56,3%) dan sebagian besar anak responden berstatus stunting sebanyak 63 anak (61,2%). P value hipertensi = 0,002 ; OR = 4,251 dan P value paritas = 0,041 ; OR = 2,521. Simpulan: Ada hubungan antara riwayat hipertensi dan paritas ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jika ibu hamil kembali, disarankan untuk melakukan pemantauan tekanan darah dalam pemeriksaan ANC rutin khususnya pada multipara sehingga bisa mencegah terjadinya stunting.