Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Dinamika Hubungan Kerja Sama Indonesia Cina di Era Pemerintahan Joko Widodo Putri, Sindy Yulia; Ma’arif, Dairatul
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v7i1.47

Abstract

Hubungan kerja sama Indonesia dan Cina semakin menunjukkan intensitasnya selamapemerintahan Presiden Joko Widodo. Terlebih dalam lawatan Presiden Joko Widodoke Cina yang disambut oleh Presiden Xi Jinping. Kedua negara juga memperkuat kerjasama di beberapa sektor strategis seperti sektor perdagangan, keuangan, infrastruktur,perindustrian, pariwisata, hingga politik dan keamanan. Di era pemerintahan PresidenJoko Widodo, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Cina juga sangat dinamis diberbagai bidang. Kunjungan Presiden Joko Widodo menghasilkan kerja sama yangkomprehensif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Cina. Selanjutnya, keduabelah pihak menandatangani delapan dokumen kerja sama, yang meliputi MoU Kerjasama Ekonomi antara Menko Perekonomian RI dengan Komisi Nasional Pembangunandan Reformasi Cina, MoU Kerja sama Pembangunan Industri dan Infrastruktur antaraBUMN Indonesia dengan Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi Cina, MoU proyekpembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung atau dikenal dengan Kereta CepatIndonesia Cina (KCIC), proyek jalur sutra atau One Belt One Road, dan lain sebagainya.Beragam kemitraan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Cinamerepresentasikan hubungan diplomatik yang saling melengkapi
Kerja Sama Ekonomi-Politik Indonesia dan Cina pada Implementasi Program Belt and Road Initiative Putri, Sindy Yulia; Ma’arif, Dairatul
Jurnal Lemhannas RI Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v7i3.78

Abstract

Kebangkitan Cina menjadikan dunia tidak lagi bersifat unipolar dan bipolar, namun semakin multipolar. Negara tirai bambu tersebut menjadi cerminan bagi negara berkembang di Asia dalam memajukan pembangunan nasional. Cina sebagai kekuatan ekonomi baru semakin menunjukkan kapabilitasnya dalam industrialisasi dan aliran investasi asing. Kemampuan SDM yang kompetitif dan teknologi yang mumpuni, membuat Cina semakin menunjukkan eksistensinya dalam urusan ekonomi politik internasional dengan menginisiasi pembentukan jalur sutra Belt and Road Initiave (BRI) di tahun 2013. Kebijakan ini diimplementasikan pertama kali oleh Presiden Deng Xiao-Ping, yang kemudian dilanjutkan oleh Presiden Xi Jinping. Sejak dibukanya jalur kerja sama ekonomi lintas kawasan BRI, kemitraan Indonesia dan Cina semakin erat. Peningkatan perekonomian kedua negara menjadi magnet bagi warga kedua negara, baik untuk kepentingan perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan maupun budaya. Dengan semakin meningkatnya arus lalu lintas barang dan orang dari kedua negara, diperlukan pengelolaan dan kerja sama yang baik antara kedua belah pihak. Realitanya, kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Cina dalam BRI dengan melibatkan lebih dari 65 negara, tidak terlepas dari kepentingan ekonomi-politik di antara keduanya dan berimplikasi positif dan negatif terutama bagi Indonesia.
Diplomasi Ekonomi Melalui Petisi Online Di Industri Kelapa Sawit Indonesia Sindy Yulia Putri; Yuliani Widianingsih
Jurnal Lemhannas RI Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v8i3.325

Abstract

Diplomasi ekonomi di ranah industri kelapa sawit sebenarnya sudah menjadi perhatian di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Diplomasi ini bisa dilakukan oleh aktor non-negara, seperti Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji upaya diplomasi yang dilakukanaktor SPKS dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit kecil dan menarik investasi untuk berbagai program peremajaan sawit. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini merupakan satu kasus implementasi diplomasi ekonomi oleh aktor non-negara.Penelitian ini juga menggunakan analisis induktif, yaitu berbagai data kecil dan khusus mengenai strategi lobi yang dilakukan SPKS melalui petisi online di change.org akan ditelaah dan diinterpretasikan, untuk kemudian ditarik gambaran yang lebih umum mengenai upaya diplomasi ekonomi oleh aktor non-negara. Sementara konsep yang digunakan adalah konsep petisi online. Hasilnya, petisi online yang dilakukan SPKS telah mampu menarik perhatian publik, namun masih perlu dukungan dari pemerintah. Simpulan penelitian ini adalah perlu ada sinergisitas antarkementerian di Indonesia dan pengusaha untukmendukung petisi online yang dilakukan SPKS, seperti Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Seluruh pihak tersebut berkolaborasi untuk meningkatkankualitas sawit domestik, mengembangkan kompetensi, dan menyejahterakan petani sawit.
JAPANESE PUBLIC DIPLOMATION IN CHANGING NATION BRANDING THROUGH THE NIHONGO PARTNERS PROGRAM IN INDONESIA, 2014-2019: JAPANESE PUBLIC DIPLOMATION IN CHANGING NATION BRANDING THROUGH THE NIHONGO PARTNERS PROGRAM IN INDONESIA, 2014-2019 Enggar Wiganti Laras; Laode Muhammad Fathun; Sindy Yulia Putri
Tanjungpura International Journal on Dynamics Economics, Social Sciences and Agribusiness Vol. 1 No. 2 (2020): TANJUNGPURA INTERNATIONAL JOURNAL ON DYNAMICS ECONOMICS, SOCIAL SCIENCES AND AG
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.27 KB) | DOI: 10.26418/tijdessa.v1i2.11

Abstract

his research discusses how Japanese public diplomacy through the Nihongo Partners program to change nation branding in Indonesia in 2014-2019. The strategy undertaken by Japan with public diplomacy with Indonesia as a partner is due to the tenuous relations between Japan and countries in the Southeast Asia Region, one of which is Indonesia. On Post World War II, Japan tried to rise and finally succeeded to become developed country. However, the inherent bad history of colonizing countries in ASIA, the Malari Incident, and the dominance of Japan that unsettled the public, Japan has a desire to improve the image of Japan with soft power namely culture and education. Established the Japan Foundation as a government agency that aims to spread Japanese culture abroad through activities carried out by JF. In this program through the Japan Foundation in collaboration with the Government of Indonesia through the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia as a bridge between the two countries in carrying out this program. Through the Nihongo Partner program, Japan is trying to do public diplomacy to change the nation’s image of their country from a country that has a bad image into a peaceful and friendly country. This effort is Japan's way of realizing the nation's branding to emphasize that Japan has changed for the better and is given international trust in Japan with the aim of providing a good image, vision and mission, their way of life and Japanese cultural values. Keywords: Public Diplomacy, Cooperation, Nation Branding, Culture, Education.
PELATIHAN PENULISAN ESAI SEDERHANA DI YAYASAN AL-KAMILAH SERUA DEPOK Sindy Yulia Putri; Wiwiek Rukmi Dwi Astuti; Yuliani Widianingsih
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 3 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v3i2.3038

Abstract

In language skills, writing is the last and most difficult skill compared to other abilities. Writing takes a long time and a strong internal motivation to complete the writing that has been started. Likewise with students at the Al-Kamilah Serua Depok Foundation who also experienced difficulties in developing simple writing or essays. Therefore, the PKM proposing team was here to provide simple essay writing training for junior high and high school students at the Al-Kamilah Serua Depok Foundation. The purpose of this activity is to increase the students' interest in writing and to produce a joint essay from the thoughts of the students at the Al-Kamilah Serua Foundation, Depok. The method of implementing this training is the method of lecturing and brainstorming a simple essay that is carried out offline at the foundation's location while still implementing the Covid-19 health protocol. Another method is the online lecture method through a virtual space on google meet. The result of this PKM activity is a simple short essay that is made jointly by students, increasing the knowledge and motivation of students at the Al-Kamilah Serua Depok Foundation in writing simple essays.
Penyuluhan Kota Layak Anak Sebagai Wujud Sustainable Cities and Communities Melalui Pembuatan Mading di TK Islam Nurul Qur’an Depok Wardani Rizkianti; Sindy Yulia Putri; Nurmasari Situmeang; Bastian Chandra; Fariezka Safa Salsabila; Nurul Alya Maulidah
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 4 (2023): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i4.8660

Abstract

This community service activity aims to increase the understanding of teachers and parents of Nurul Qur'an Islamic Kindergarten students about child-friendly cities as a form of effort to achieve sustainable cities and communities (SDGs 11). This service was implemented using counseling, which consists of lectures, demonstrations, and small group discussions. The instrument for evaluating this activity used questionnaires and then analyzed descriptively. The results of this service showed the increased understanding of teachers and parents of Nurul Qur'an Islamic Kindergarten students regarding the fulfillment of children's needs, which included the right to obtain identity, get an education, play, get protection, recreation, get food, get health insurance, and get national status. Counseling on child-friendly cities through mading (wall magazine) also increased the awareness of parents, especially mothers, that sustainable cities and communities as a global development agenda (SDGs) start from the smallest unit, namely the family.
STRATEGI DIPLOMASI BUDAYA KOREA SELATAN DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Imani, Alif Afdhol; Juned, Mansur; Putri, Sindy Yulia
Moestopo Journal of International Relations (MJIR) Vol 5, No 2 (2025): Moestopo Journal of International Relations (MJIR)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/mjir.v5i2.3162

Abstract

Artikel ini membahas tentang Diplomasi Budaya Korea Selatan dan bagaimana upaya tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian selama masa pandemi COVID-19. Diplomasi budaya adalah strategi negara untuk mempromosikan nilai-nilai budaya, seni, bahasa, dan tradisi mereka dengan tujuan membangun hubungan yang positif dengan negara-negara lain. Selama masa pandemi COVID-19, banyak negara mengalami tekanan ekonomi yang besar akibat penurunan perdagangan dan pariwisata. Korea Selatan melakukan beberapa inisiatif dalam berdiplomasi budaya selama masa pandemi COVID-19. Yaitu promosi seni dan budaya Korea melalui platform digital, seperti konser online K-pop, festival film daring, dan tur virtual ke situs budaya terkenal. Selain itu, Korea Selatan juga dapat meningkatkan upaya untuk mengajarkan bahasa Korea secara daring, memfasilitasi pertukaran budaya virtual, dan mendukung bisnis kreatif Korea dalam mengekspor produk mereka ke pasar internasional.
Kerja Sama KPK dan SFO dalam Penanganan Kasus Suap Garuda Indonesia Berdasarkan Kerangka UNCAC [Cooperation Between KPK and SFO in Handling The Indonesian Garuda Bribery Case Based on UNCAC Framework] Rosyada, Ubaity; Situmeang, Nurmasari; Putri, Sindy Yulia
Jurnal Politica Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Politica Mei 2022
Publisher : Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jp.v13i1.2892

Abstract

The Garuda Indonesia bribery case is a transnational bribery case in the private sector involving several countries, including Indonesia. This article uses descriptive qualitative research methods supported by analysis of liberal institutionalism theory, the concept of complex interdependence and the concept of corruption with the aim of describing how the KPK and SFO collaborated in uncovering this case. This article describes data from interviews with related parties such as the KPK as an institution that carries out cooperation and also the Ministry of Law and Human Rights as a formal inter-state liaison body. This collaboration is carried out based on an international legal instrument, that is United Nations Convention Against Corruption (UNCAC), which is a joint legal agreement that focuses on preventing world-class corruption. Through this collaboration, information and data that are important in this case can be obtained by exchanging information between the two parties, although the final outcome of the case settlement scheme is different due to differences in the legal systems of the two countries. This article is divided into several parts that are: introduction, theoretical framework, research methods, The Garuda Indonesia bribery case, UNCAC as cooperation framework, Cooperation between KPK and SFO in Garuda Indonesia bribery case and the Challenges and Obstacles in Cooperation and the last is Conclusions.AbstrakKasus suap Garuda Indonesia merupakan kasus penyuapan transnasional di sektor swasta yang melibatkan beberapa negara, termasuk Indonesia. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang didukung dengan analisis dari teori liberal institusionalisme, konsep interdependensi kompleks serta konsep korupsi dengan tujuan untuk menggambarkan bagaimana kerja sama yang dilakukan KPK dan SFO dalam mengungkap kasus ini. Artikel ini memaparkan data dari hasil wawancara dengan pihak terkait seperti KPK sebagai lembaga yang menjalankan kerja sama dan juga pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai badan penghubung antar negara yang bersifat formal. Kerja sama ini dilakukan berdasarkan instrument hokum internasional yakni United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) yang merupakan kesepakatan hukum bersama yang berfokus pada pencegahan tindak pidana korupsi tingkat dunia. Melalui kerja sama ini, Informasi dan data merupakan hal yang penting dalam kasus ini dapat diperoleh dengan pertukaran informasi antar kedua pihak, walaupun hasil akhir skema penyelesaian kasus berbeda karena perbedaan system hukum kedua negara. Artikel ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu pendahulan, kerangka teori, metode penelitian, kasus suap garuda Indonesia, kerangka kerja sama UNCAC, kerja sama KPK dan SFO dalam kasus suap Garuda Indonesia dan Tantangan dan Hambatan dalam Kerja sama serta kesimpulan.
Dampak Strategi Offshore Outsourcing Dalam Bisnis Fast Fashion Terhadap Degradasi Lingkungan di Bangladesh Nugraha, Trisha Caicartica Lovinta; Setiawan, M. Chairil Akbar; Putri, Sindy Yulia
Journal of Political Issues Vol 5 No 1 (2023): Journal of Political Issues (February - July)
Publisher : Jurusan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpi.v5i1.132

Abstract

Berkat pengaruhnya yang besar terhadap konsumen di seluruh dunia, fast fashion mungkin adalah istilah yang sangat akrab bagi banyak orang. Meskipun populer, fast fashion juga dikenal sebagai model bisnis yang memiliki rantai pasokan yang sangat rumit. Karena proses rantai pasokan yang kompleks itu, mereka diketahui melakukan praktik yang tidak etis terhadap para pekerjanya dan juga lingkungan. Sayangnya, sebagai satu negara pemasok fast fashion terbesar di dunia, Bangladesh tampaknya tidak keberatan dengan sifat destruktif fast fashion dan menutup mata terhadap dampak yang diciptakan oleh industry tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana dinamika offshore outsourcing dalam rantai pasokan fast fashion menyebabkan penurunan kualitas lingkungan Bangladesh melalui sektor pakaian jadi dan bagaimana pemerintah terlibat dalam kasus ini di bawah pengaruh neoliberal menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa strategi offshore outsourcing dalam bisnis fast fashion menyebabkan banyak dampak buruk terhadap lingkungan seperti kontaminasi air, polusi udara, dan penumpukan limbah padat di atas permukaan tanah.
The International Energy Agency's Role in Supporting the Sustainability of Renewable Energy Supply in Indonesia Situmeang, Nurmasari; Putri, Sindy Yulia; Desbrantoro, Shafa Qisisina; Gultom, Yosua Saut Marulitua; Putri, Syifa Aprilia
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 14 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v14i1.1-9

Abstract

Indonesia, as a country with abundant natural resources, faces serious challenges related to the use of non-renewable natural resources such as petroleum. Negative environmental impacts and the risk of depletion of these resources have triggered the need for a transition to renewable energy. We use an inductive qualitative method through document research as data collection. Given the International Energy Agency's (IEA) role in supporting national energy sustainability and reviewing Indonesia's energy policies, a pertinent question arises regarding its role in Indonesia. This study aims to analyze the concrete role of the International Energy Agency (IEA) in supporting the sustainability of renewable energy supply in Indonesia with reference to SDG 7. This study finds that the role of the IEA in striving for a renewable energy transition in Indonesia centres on providing analysis of the potential and challenges as well as policy recommendations to direct the government in developing strategies for implementing renewable energy. The IEA also facilitates international cooperation, technology transfer, and investment in the renewable energy sector. Indonesia is committed to achieving the targets of Sustainable Development Goal (SDG) 7, which focuses on universal access to affordable, clean, and sustainable energy. Cooperation with the IEA will continue to be key in achieving this goal, especially to achieve the net-zero emissions target by 2060 and ensure the availability of a sustainable renewable energy supply.