Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Masyarakat Dan Pemerintah Dalam Melestarikan Kerajinan Tanggui di Kelurahan Kuin Cerucuk Kota Banjarmasin Rochgiyanti, Rochgiyanti; Apriati, Yuli; Azkia, Laila; Mattiro, Syahlan; Rizqullah, M. Yasari; Namira, Namira
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4441

Abstract

Tanggui is a typical cultural product of the Banjar tribe who live in a wetland environment. Until now, the existence of tanggui can still be found among the Banjar tribe. Although the tanggui is still used by some people in South Kalimantan Province, the interest of the younger generation to preserve the tanggui craft is decreasing. Whereas tanggui is one of the cultural products of the Banjar community, which is full of local wisdom values. This study aims to determine the role of the Kuin Cerucuk Village community and the Banjarmasin City Government in preserving the tanggui craft as a cultural product of people living in a wetland environment. In this study, a qualitative method was used, because there are still problems that need to be explored related to the role of the community and the Banjarmasin City Government in preserving the tanggui craft. This research was conducted in Tanggui Village located in Kuin Cerucuk Village, West Banjarmasin District, Banjarmasin City. The informants in this study totaled 20 people, consisting of tanggui craftsmen who are members of the Bahagia 2 Joint Business Group (KUBE). Determination of data sources was done purposively. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, document studies, and audiovisual data to increase the validity of the research. The results of qualitative data collection in the form of interview recordings, interview transcripts, observation notes, written documents, photographs, and other notes, were tested for validity through a triangulation process. The validated data were then reduced, presented, and conclusions were drawn. The results show that the role of the Kuin Cerucuk Village community is carried out by preserving the nipa plant ecosystem, and internalizing how to make tanggui crafts to the younger generation. The role of the Banjarmasin City government can be seen from the regulatory policies issued and their implementation in an effort to preserve the tanggui craft . From the results of the study it can be concluded that the role of the community and the Banjarmasin City Government is very significant in preserving the tanggui craft . The implication of this research is that the tradition of making tanggui crafts as a cultural product of the community in the wetland environment can be preserved.
Pelatihan Pembuatan Amparan Tatak Berbahan Dasar Pisang Sebagai Upaya Pelestarian Identitas Budaya Banjar Pada Generasi Milenial Apriati, Yuli; Rochgiyanti, Rochgiyanti; Mattiro, Syahlan
Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fwb4sq71

Abstract

Minat generasi muda terhadap kuliner Nusantara semakin menurun akibat dominasi makanan cepat saji dan waralaba asing, sehingga mengancam keberlanjutan kuliner tradisional sebagai identitas budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan generasi milenial dalam membuat kue tradisional Banjar, amparan tatak, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Pelatihan dilaksanakan di Asrama Putri Amandit, Banjarmasin Utara, pada 16 Agustus 2025, diikuti oleh 12 peserta dari total 18 target. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, praktik langsung pembuatan amparan tatak varian original dan nangka, serta evaluasi menggunakan angket. Hasil evaluasi menunjukkan 92% peserta merasa puas, 83% mampu mempraktikkan ulang secara mandiri, bahkan ada yang terinspirasi untuk mencoba menjualnya pada bulan Ramadhan (karena kue amparan tatak termasuk kue khas untuk berbuka puasa bagi masyarakat Banjar), dan 75% termotivasi untuk melestarikan kuliner Banjar. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan kuliner tradisional dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap kuliner Nusantara.
Cerita Rakyat Banjar: Sebuah Alternatif Pola Pendidikan Sosial Budaya Masyarakat Lahan Basah di Kalimantan Azkia, Laila; Apriati, Yuli; Widaty, Cucu; ., Alfisyah; Rizqullah, M. Yasir; ., Rudini
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2024): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v12i1.12651

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan jumlah tontonan yang dilakukan oleh masyarakat Banjar dari berbagai kalangan melalui media online maupun offline. Hal ini menyebabkan generasi sekarang semakin tidak mengetahui cerita rakyat Banjar. Namun, cerita rakyat adalah salah satu cara terbaik untuk mengajarkan nilai-nilai sosial budaya. Cerita rakyat adalah jenis legenda lisan yang berlangsung dari generasi ke generasi. Cerita rakyat mengajarkan kita nilai-nilai budaya yang dapat kita gunakan sepanjang hidup kita. Akibatnya, cerita rakyat merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Sayangnya, cerita rakyat jarang diketahui atau didongengkan oleh masyarakat saat ini. Oleh karena itu, tujuan dari tim peneliti dalam penelitian ini adalah untuk mengumpulkan semua cerita rakyat Banjar dari aspek teks, latar belakang, makna, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Harapan publikasi penelitian ini adalah agar cerita rakyat Banjar diperkenalkan kembali kepada masyarakat Banjar dan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini, pendekatan diskriptif kualitatif digunakan. Penelitian ini akan mengumpulkan berbagai cerita rakyat yang masih diceritakan secara lisan. Nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya akan dipelajari kemudian.
PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS ANAK MELALUI TRADISI BAHALARAT DI DESA PAMATANG PANJANG KECAMATAN SERUYAN HILIR KABUPATEN SERUYAN Apriati, Yuli; Syihabuddin, Syihabuddin; Kosasih, Aceng; Henny, Henny
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i2.3262

Abstract

Tradisi bahalarat merupakan bentuk ungkapan rasa syukur seorang murid  apabila menyelesaikan bacaan Al-Qur’an pada juz 1, juz 15, dan juz 30. Bahalarat sebagai sebuah tradisi, dapat menanamkan karakter Pendidikan religius pada anak sejak usia dini. Penelitian ini betujuan: untuk menganalisa pelaksanaan tradisi bahalarat dan menemukan penanaman nilai-nilai karakter religius pada anak melalui tradisi bahalarat ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan cara purposive sampling, dengan jumlah informan 11 orang. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi bahalarat merupakan wujud syukur seorang murid kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas terselesaikannya beberapa tahapan dalam membaca Al-Qur’an. Bahalarat merupakan perwujudan akulturasi budaya Banjar dan Islam. Dalam tradisi bahalarat terdapat ritual dan doa selamatan. Penanaman nilai Pendidikan karakter religius pada anak melalui tradisi bahalarat dapat memberikan makna yang besar. Nilai Pendidikan karakter religius meliputi nilai ibadah, ungkapan syukur, kecintaan kepada al-qur’an, dan keteladanan. Yang ditanamkan melalui melalui pelaksanaan tradisi bahalarat. Berdasarkan hasil penelitian ini, tradisi bahalarat berkaitan erat dengan sistem nilai budaya yang dapat diwariskan bagi generasi selanjutnya, dengan adanya tradisi bahalarat dapat menumbuhkan rasa kesadaran untuk dapat mengingat Tuhan dan melaksanakan perintahNya.
Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Religius Di Paud Rumah Belajar Senyum Banjarmasin Apriati, Yuli; Sauri, Sofyan; Kosasih, Aceng
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i4.3260

Abstract

Penanaman dan penguatan nilai-nilai Pendidikan karakter religius wajib dilakukan sejak usia dini, untuk mengatasi krisis moral yang terjadi di negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai Pendidikan karakter religius, menguraikan proses internalisasi nilai Pendidikan karakter religius dan menemukan faktor pendukung keberhasilan dari proses internalisasi nilai religius yang diterapkan di Paud Rumah Belajar Senyum Banjarmasin. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan cara purposive sampling, dengan jumlah informan 5 orang. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertama, nilai-nilai Pendidikan karakter religius yang dikembangkan dan diterapkan di Sekolah Rumah Belajar Paud Senyum selaras dengan 3 (tiga) konsep dasar dalam proses Pendidikan dalam Islam yaitu ta’dib, tarbiyyah dan ta’lim atau habluminallah dan habluminnas (menjaga hubungan baik dengan Allah dan manusia). Ketiga konsep dalam Islam ini tercermin dalam nilai ketaqwaan, keihklasan, kesopanan, toleransi dan saling menghargai, kepemimpinan, kebersihan, kemandirian, kejujuran, dan tolong-menolong. Kedua, proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan karakter religius melalui pemberian contoh guru-guru di Paud Senyum kepada peserta didik, pemberian pemahaman dan pengetahuan baik melalui kegiatan rutin harian atau pun kegiatan non rutin, pembiasaan di setiap harinya dan terakhir anak selalu memperlihatkan karakter dan adab baik sesuai dengan ajaran agama Islam baik disekolah maupun dirumah dan lingkungannya. Ketiga, faktor pendukung keberhasilan proses internalisasi nilai religius di Paud Rumah Belajar Senyum ini di dukung oleh adanya peran semua guru yang memberikan bimbingan dan keteladanan setiap harinya, peran kepala sekolah yang sangat bijaksana, adanya perjanjian (learning contrak) antara sekolah dan orang tua di awal masuk sekolah anak, pembentukan Pendidikan karakter dan adab selaras dengan visi misi sekolah, serta melalui buku harian yang merupakan penghubung antara sekolah dan orang bertua
Perubahan Sosial Budaya Tradisi Menginang Perempuan Dayak Widaty, Cucu; Apriati, Yuli; Amalia, Indah
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i2.962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan tradisi menginang pada perempuan Dayak zaman dahulu dan zaman sekarang setelah terjadinya perubahan tradisi serta menemukan penyebab berubahnya tradisi menginang. Hal ini sesuai dengan teori evolusi dari Herbert Spencer bahwa menginang berubah dalam proses yang lambat dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini dilakukan di Desa Urup Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur pada Juli- Agustus tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang dipilih yaitu purposive sampling dengan lima informan perempuan Dayak dari Desa Urup yang masih melakukan menginang dan memahami tradisi menginang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: Pertama, Perbedaan tradisi menginang pada perempuan Dayak zaman dahulu meliputi: menginang dilakukan bersama-sama pada upacara-upacara adat, dilakukan secara turun temurun, dilakukan oleh remaja sampai usia tua, dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, serta terdapat wadah khusus untuk menginang terbuat dari kuningan. Pada saat ini, tradisi menginang dilakukan secara individual di rumah masing-masing, tanpa regenerasi, hanya dilakukan oleh orang tua lanjut usia dan hanya dilakukan oleh perempuan Dayak. Kedua, Perubahan dalam tradisi menginang disebabkan factor internal termasuk penurunan penduduk asli dan faktor masyarakat yang terbuka, dan faktor eksternal termasuk bahan menginang yang tidak efisien.
Harmonizing Kuranglabih Values in River-Based Traditional Trade: Lok Baintan Floating Market Study Apriati, Yuli; Budimansyah, Dasim; Pasani, Chairil Faif; Nurdin, Encep Syarief
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5218

Abstract

This study examines the integration of local wisdom, Islamic values, and early childhood engagement in the river-based traditional trade at the Lok Baintan Floating Market. The study delves into the enduring "Kuranglabih" principle rooted in the values of the Banjar community, which permeates traditional trade. This enduring principle, which harmonizes with traditional trade, undergoes examination through the qualitative case study approach. "Kuranglabih" denotes a term used in traditional trade at Lok Baintan Floating Market, describing a bargaining process centered on sincerity and generosity, devoid of causing harm to either the seller or the buyer. Data were collected through observation, interviews, and documentation to produce a comprehensive record of cultural phenomena. The research instruments utilized in this study underwent a validation process to ensure their reliability and effectiveness in collecting data.The results demonstrate that the 'Kuranglabih' value imbues trading with 'mabrur,' echoing Allah’s virtuous principles, and has a positive impact on trading while aligning with virtuous principles. Early childhood engagement serves as a foundation for value transmission and the sustainability of cultural continuity within Banjar society. This study underscores early childhood engagement’s role in value transmission, nurturing sustainable cultural continuity within Banjar society. The study highlights this intricate interplay’s multi-dimensional nature of harmonizing local wisdom, Islamic values, and early childhood engagement at the Lok Baintan Floating Market.
SOSIALISASI PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH BAGI ANAK-ANAK PEMULUNG DI KAWASAN PERMUKIMAN HANDIL PALUNG TEMPAT PENGELOLAAN AKHIR BASIRIH KOTA BANJARMASIN Widaty, Cucu; Apriati, Yuli
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.256-264

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, untuk itu sangat dibutuhkan jejaring atau mitra yang saling mendukung. Akan tetapi yang terjadi pada masyarakat kita saat ini tidak sejalan dengan cita-cita yang tercantum pada undang-undang tersebut. Komitmen tentang Pendidikan untuk seluruh masyarakat Indonesia tidak dapat terpenuhi sesuai harapan banyak pihak, karena masih banyak ditemukan anak-anak putus sekolah. Faktanya di lapangan anak-anak pemulung kurang mendapatkan pendidikan yang memadai. Banyak anak-anak yang putus sekolah dan bahkan tidak pernah mengikuti pendidikan apapun. Dengan program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan mampu memberikan wawasan, pengetahuan dan termotivasi untuk terus bersekolah khususnya bagi anak-anak pemulung. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah bentuk sosialisasi melalui ceramah, memberikan motivasi melalui video yang disukai anak-anak, pemberian paket perlengkapan sekolah dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan berupa sosialisasi dengan bentuk ceramah tentang apa yang telah ditayangkan di dalam video dengan memasukkan tentang sosialisasi pentingnya Pendidikan bagi masa depan mereka. Tim memaparkan, menjabarkan, dan menggambarkan tentang pentingnya pendidikan serta motivasi pendidikan bagi anak. Tim memaparkan materi pengertian pendidikan secara umum, materi hak anak dalam pendidikan, materi anak yang putus sekolah, materi penyebab anak putus sekolah, materi dampak anak putus sekolah, materi fungsi pendidikan bagi masa depan anak, materi mengenai info dan peluang beasiswa
MENGEMBANGKAN UMKM PENGRAJIN TANGGUI MELALUI PELATIHAN BRANDING DAN DIGITAL MARKETING DI KUIN CERUCUK, BANJARMASIN Apriati, Yuli; Rochgiyanti, Rochgiyanti; Mattiro, Syahlan; Azkia, Laila; Sumiati, Sumiati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3803-3809

Abstract

Pada era digital saat ini, penguasaan teknologi yang baik adalah kunci utama dalam mengembangkan bisnis melalui media sosial. Mitra kami KUBE Bahagia II dengan anggota para pengrajin tanggui, menghadapi permasalahan dalam mengembangkan jaringan usaha pada skala yang lebih luas. Mereka belum memahami konsep branding, manfaat memiliki merek dagang, dan cara mengembangkan usaha di media sosial. Untuk memasarkan tanggui ke pasar yang lebih luas, diperlukan pemasaran digital. Memulai bisnis online memerlukan strategi dan teknik pemasaran yang efektif, seperti pembuatan daftar produk dan pembukaan toko virtual melalui aplikasi e-marketing. Dalam kegiatan ini, pengrajin tanggui diperkenalkan pada merek produk mereka sendiri dengan harapan dapat meningkatkan penjualan dan kesadaran merek. Keberhasilan usaha terletak pada pemasaran, yang tidak hanya mencakup penjualan tetapi juga kepuasan pelanggan, sehingga menghasilkan keuntungan berkelanjutan. Oleh karena itu, fungsi pemasaran harus mendapatkan perhatian khusus dari pemilik usaha. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami memberikan pemahaman kepada pengrajin tanggui tentang manfaat branding dan digital marketing bagi pengembangan usaha. Dengan demikian, mereka mampu membangun brand produk mereka dengan baik. Hal ini diperlukan untuk kesuksesan dalam memasarkan produk dan membangun kesadaran di masyarakat, melalui sosialisasi dan pemberian pamflet. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan usaha para pengrajin tanggui, membantu mereka lebih siap dalam menghadapi pasar global.
UPAYA PENINGKATAN QUALITY OF LIFE PARA LANJUT USIA DI MASA PANDEMI COVID-19 Azkia, Laila; Apriati, Yuli; Alfisyah, Alfisyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2195-2200

Abstract

Di masa pandemic covid-19 dilakukan pembatasan interaksi sosial secara fisik berpengaruh pada Kesehatan mental lansia. Semua kegiatan yang melibatkan kehadiran banyak orang dihindari, sehingga lansia tidak lagi punya wadah untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi termasuk dengan teman sebaya salah satunya di Posyandu Lansia [1]. Oleh karenanya banyak lanjut usia yang merasa kesepian di masa pandemi seperti sekarang ini. Hal ini berpengaruh terhadap Kesehatan mental lansia. Salah satu upaya mengatasinya adalah melalui pemberian perhatian dari keluarga yang jauh seperti anak yang sedang merantau.  Perhatian tersebut dalam bentuk berkomunikasi dan berinteraksi melalui media komunikasi. Sehingga perlu ada yang memfasilitasi komunikasi online bagi lansia dengan kerabat untuk meminimalkan  rasa kesepian yang dialami lansia.