Claim Missing Document
Check
Articles

Cerita Rakyat Banjar: Sebuah Alternatif Pola Pendidikan Sosial Budaya Masyarakat Lahan Basah di Kalimantan Azkia, Laila; Apriati, Yuli; Widaty, Cucu; ., Alfisyah; Rizqullah, M. Yasir; ., Rudini
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2024): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v12i1.12651

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peningkatan jumlah tontonan yang dilakukan oleh masyarakat Banjar dari berbagai kalangan melalui media online maupun offline. Hal ini menyebabkan generasi sekarang semakin tidak mengetahui cerita rakyat Banjar. Namun, cerita rakyat adalah salah satu cara terbaik untuk mengajarkan nilai-nilai sosial budaya. Cerita rakyat adalah jenis legenda lisan yang berlangsung dari generasi ke generasi. Cerita rakyat mengajarkan kita nilai-nilai budaya yang dapat kita gunakan sepanjang hidup kita. Akibatnya, cerita rakyat merupakan salah satu kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Sayangnya, cerita rakyat jarang diketahui atau didongengkan oleh masyarakat saat ini. Oleh karena itu, tujuan dari tim peneliti dalam penelitian ini adalah untuk mengumpulkan semua cerita rakyat Banjar dari aspek teks, latar belakang, makna, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Harapan publikasi penelitian ini adalah agar cerita rakyat Banjar diperkenalkan kembali kepada masyarakat Banjar dan seluruh masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini, pendekatan diskriptif kualitatif digunakan. Penelitian ini akan mengumpulkan berbagai cerita rakyat yang masih diceritakan secara lisan. Nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya akan dipelajari kemudian.
PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS ANAK MELALUI TRADISI BAHALARAT DI DESA PAMATANG PANJANG KECAMATAN SERUYAN HILIR KABUPATEN SERUYAN Apriati, Yuli; Syihabuddin, Syihabuddin; Kosasih, Aceng; Henny, Henny
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i2.3262

Abstract

Tradisi bahalarat merupakan bentuk ungkapan rasa syukur seorang murid  apabila menyelesaikan bacaan Al-Qur’an pada juz 1, juz 15, dan juz 30. Bahalarat sebagai sebuah tradisi, dapat menanamkan karakter Pendidikan religius pada anak sejak usia dini. Penelitian ini betujuan: untuk menganalisa pelaksanaan tradisi bahalarat dan menemukan penanaman nilai-nilai karakter religius pada anak melalui tradisi bahalarat ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan cara purposive sampling, dengan jumlah informan 11 orang. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi bahalarat merupakan wujud syukur seorang murid kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas terselesaikannya beberapa tahapan dalam membaca Al-Qur’an. Bahalarat merupakan perwujudan akulturasi budaya Banjar dan Islam. Dalam tradisi bahalarat terdapat ritual dan doa selamatan. Penanaman nilai Pendidikan karakter religius pada anak melalui tradisi bahalarat dapat memberikan makna yang besar. Nilai Pendidikan karakter religius meliputi nilai ibadah, ungkapan syukur, kecintaan kepada al-qur’an, dan keteladanan. Yang ditanamkan melalui melalui pelaksanaan tradisi bahalarat. Berdasarkan hasil penelitian ini, tradisi bahalarat berkaitan erat dengan sistem nilai budaya yang dapat diwariskan bagi generasi selanjutnya, dengan adanya tradisi bahalarat dapat menumbuhkan rasa kesadaran untuk dapat mengingat Tuhan dan melaksanakan perintahNya.
Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Religius Di Paud Rumah Belajar Senyum Banjarmasin Apriati, Yuli; Sauri, Sofyan; Kosasih, Aceng
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i4.3260

Abstract

Penanaman dan penguatan nilai-nilai Pendidikan karakter religius wajib dilakukan sejak usia dini, untuk mengatasi krisis moral yang terjadi di negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai Pendidikan karakter religius, menguraikan proses internalisasi nilai Pendidikan karakter religius dan menemukan faktor pendukung keberhasilan dari proses internalisasi nilai religius yang diterapkan di Paud Rumah Belajar Senyum Banjarmasin. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Sumber data dipilih menggunakan cara purposive sampling, dengan jumlah informan 5 orang. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertama, nilai-nilai Pendidikan karakter religius yang dikembangkan dan diterapkan di Sekolah Rumah Belajar Paud Senyum selaras dengan 3 (tiga) konsep dasar dalam proses Pendidikan dalam Islam yaitu ta’dib, tarbiyyah dan ta’lim atau habluminallah dan habluminnas (menjaga hubungan baik dengan Allah dan manusia). Ketiga konsep dalam Islam ini tercermin dalam nilai ketaqwaan, keihklasan, kesopanan, toleransi dan saling menghargai, kepemimpinan, kebersihan, kemandirian, kejujuran, dan tolong-menolong. Kedua, proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan karakter religius melalui pemberian contoh guru-guru di Paud Senyum kepada peserta didik, pemberian pemahaman dan pengetahuan baik melalui kegiatan rutin harian atau pun kegiatan non rutin, pembiasaan di setiap harinya dan terakhir anak selalu memperlihatkan karakter dan adab baik sesuai dengan ajaran agama Islam baik disekolah maupun dirumah dan lingkungannya. Ketiga, faktor pendukung keberhasilan proses internalisasi nilai religius di Paud Rumah Belajar Senyum ini di dukung oleh adanya peran semua guru yang memberikan bimbingan dan keteladanan setiap harinya, peran kepala sekolah yang sangat bijaksana, adanya perjanjian (learning contrak) antara sekolah dan orang tua di awal masuk sekolah anak, pembentukan Pendidikan karakter dan adab selaras dengan visi misi sekolah, serta melalui buku harian yang merupakan penghubung antara sekolah dan orang bertua
Perubahan Sosial Budaya Tradisi Menginang Perempuan Dayak Widaty, Cucu; Apriati, Yuli; Amalia, Indah
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v7i2.962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan tradisi menginang pada perempuan Dayak zaman dahulu dan zaman sekarang setelah terjadinya perubahan tradisi serta menemukan penyebab berubahnya tradisi menginang. Hal ini sesuai dengan teori evolusi dari Herbert Spencer bahwa menginang berubah dalam proses yang lambat dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini dilakukan di Desa Urup Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur pada Juli- Agustus tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang dipilih yaitu purposive sampling dengan lima informan perempuan Dayak dari Desa Urup yang masih melakukan menginang dan memahami tradisi menginang. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: Pertama, Perbedaan tradisi menginang pada perempuan Dayak zaman dahulu meliputi: menginang dilakukan bersama-sama pada upacara-upacara adat, dilakukan secara turun temurun, dilakukan oleh remaja sampai usia tua, dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, serta terdapat wadah khusus untuk menginang terbuat dari kuningan. Pada saat ini, tradisi menginang dilakukan secara individual di rumah masing-masing, tanpa regenerasi, hanya dilakukan oleh orang tua lanjut usia dan hanya dilakukan oleh perempuan Dayak. Kedua, Perubahan dalam tradisi menginang disebabkan factor internal termasuk penurunan penduduk asli dan faktor masyarakat yang terbuka, dan faktor eksternal termasuk bahan menginang yang tidak efisien.
Harmonizing Kuranglabih Values in River-Based Traditional Trade: Lok Baintan Floating Market Study Apriati, Yuli; Budimansyah, Dasim; Pasani, Chairil Faif; Nurdin, Encep Syarief
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5218

Abstract

This study examines the integration of local wisdom, Islamic values, and early childhood engagement in the river-based traditional trade at the Lok Baintan Floating Market. The study delves into the enduring "Kuranglabih" principle rooted in the values of the Banjar community, which permeates traditional trade. This enduring principle, which harmonizes with traditional trade, undergoes examination through the qualitative case study approach. "Kuranglabih" denotes a term used in traditional trade at Lok Baintan Floating Market, describing a bargaining process centered on sincerity and generosity, devoid of causing harm to either the seller or the buyer. Data were collected through observation, interviews, and documentation to produce a comprehensive record of cultural phenomena. The research instruments utilized in this study underwent a validation process to ensure their reliability and effectiveness in collecting data.The results demonstrate that the 'Kuranglabih' value imbues trading with 'mabrur,' echoing Allah’s virtuous principles, and has a positive impact on trading while aligning with virtuous principles. Early childhood engagement serves as a foundation for value transmission and the sustainability of cultural continuity within Banjar society. This study underscores early childhood engagement’s role in value transmission, nurturing sustainable cultural continuity within Banjar society. The study highlights this intricate interplay’s multi-dimensional nature of harmonizing local wisdom, Islamic values, and early childhood engagement at the Lok Baintan Floating Market.
MENGEMBANGKAN UMKM PENGRAJIN TANGGUI MELALUI PELATIHAN BRANDING DAN DIGITAL MARKETING DI KUIN CERUCUK, BANJARMASIN Apriati, Yuli; Rochgiyanti, Rochgiyanti; Mattiro, Syahlan; Azkia, Laila; Sumiati, Sumiati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3803-3809

Abstract

Pada era digital saat ini, penguasaan teknologi yang baik adalah kunci utama dalam mengembangkan bisnis melalui media sosial. Mitra kami KUBE Bahagia II dengan anggota para pengrajin tanggui, menghadapi permasalahan dalam mengembangkan jaringan usaha pada skala yang lebih luas. Mereka belum memahami konsep branding, manfaat memiliki merek dagang, dan cara mengembangkan usaha di media sosial. Untuk memasarkan tanggui ke pasar yang lebih luas, diperlukan pemasaran digital. Memulai bisnis online memerlukan strategi dan teknik pemasaran yang efektif, seperti pembuatan daftar produk dan pembukaan toko virtual melalui aplikasi e-marketing. Dalam kegiatan ini, pengrajin tanggui diperkenalkan pada merek produk mereka sendiri dengan harapan dapat meningkatkan penjualan dan kesadaran merek. Keberhasilan usaha terletak pada pemasaran, yang tidak hanya mencakup penjualan tetapi juga kepuasan pelanggan, sehingga menghasilkan keuntungan berkelanjutan. Oleh karena itu, fungsi pemasaran harus mendapatkan perhatian khusus dari pemilik usaha. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kami memberikan pemahaman kepada pengrajin tanggui tentang manfaat branding dan digital marketing bagi pengembangan usaha. Dengan demikian, mereka mampu membangun brand produk mereka dengan baik. Hal ini diperlukan untuk kesuksesan dalam memasarkan produk dan membangun kesadaran di masyarakat, melalui sosialisasi dan pemberian pamflet. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan usaha para pengrajin tanggui, membantu mereka lebih siap dalam menghadapi pasar global.
UPAYA PENINGKATAN QUALITY OF LIFE PARA LANJUT USIA DI MASA PANDEMI COVID-19 Azkia, Laila; Apriati, Yuli; Alfisyah, Alfisyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2195-2200

Abstract

Di masa pandemic covid-19 dilakukan pembatasan interaksi sosial secara fisik berpengaruh pada Kesehatan mental lansia. Semua kegiatan yang melibatkan kehadiran banyak orang dihindari, sehingga lansia tidak lagi punya wadah untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi termasuk dengan teman sebaya salah satunya di Posyandu Lansia [1]. Oleh karenanya banyak lanjut usia yang merasa kesepian di masa pandemi seperti sekarang ini. Hal ini berpengaruh terhadap Kesehatan mental lansia. Salah satu upaya mengatasinya adalah melalui pemberian perhatian dari keluarga yang jauh seperti anak yang sedang merantau.  Perhatian tersebut dalam bentuk berkomunikasi dan berinteraksi melalui media komunikasi. Sehingga perlu ada yang memfasilitasi komunikasi online bagi lansia dengan kerabat untuk meminimalkan  rasa kesepian yang dialami lansia.
Upaya Peningkatan Kesejahteraan Subjektif Anak-Anak di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Fun Learning Methods Azkia, Laila; Apriati, Yuli; Nur, Rahmat
Carmin: Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.418 KB) | DOI: 10.59329/carmin.v1i1.11

Abstract

Metode pembelajaran menyenangkan menjadi harapan tim pengabdi. Oleh karenanya tim pengabdi mendatangi PAUD yang masih ada kegiatan pembelajarannya baik di sekolah maupun di rumah guru, memberi motivasi belajar kepada anak-anak PAUD, memberi bantuan sarana pembelajaran menyenangkan untuk dibawa ke rumah masing-masing seperti buku gambar, buku mewarna, pensil warna, cat air, kuas, kertas origami dan lain-lain. Sehingga harapannya hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan subjektif anak-anak di masa pandemi ini.
The Function and Social Role of Traditional Food in The Life of The Banjar Community in South Kalimantan Yuli Apriati; Rochgiyanti Rochgiyanti; Syahlan Mattiro; Ahmad Sajidin; Nur Hikmah; Alfisyah Alfisyah
Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2025): PAKIS, September 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pakis.v5i2.17073

Abstract

Banjar traditional cuisine is part of a cultural heritage that originated and developed within the context of wetland ecosystems, such as rivers and swamps, which are characteristic of the South Kalimantan region. However, modernization and changes in consumption patterns have caused many local cuisines to become marginalized, especially in areas that originally depended on the natural potential of wetlands. If preservation and revitalization efforts are not immediately undertaken, this rich traditional cuisine is at risk of being lost and disconnected from the younger generation. This study aims to analyze the social function and role of traditional foods in the lives of the Banjar people in South Kalimantan. The research method used is qualitative with an ethnographic approach. This research was conducted in the city of Banjarmasin, which is known for its rich culinary traditions. In this study, data were collected from nine informants who were selected using purposive sampling. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews with cultural practitioners, and visual documentation. The data obtained was then analyzed thematically to obtain descriptive-qualitative data related to the dynamics of traditional culinary preservation in the context of local ecology and culture. The study's results revealed that the social function and role of traditional foods can be identified through their type, raw materials, preparation methods, and meaning. The social function of traditional foods can be seen in traditional and religious events, in social relationships, and in the local economy. In addition to social functions, there are also cultural functions as symbols of identity and as a medium for passing on values from generation to generation. From the results of this study, it can be concluded that traditional foods are not only culinary delights but also have social and cultural functions in accordance with the supporting community and the surrounding environment. From this study, it can be suggested that the community and the government support preservation and revitalization efforts through collaborative and sustainable activities.
SOSIALISASI PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH BAGI ANAK-ANAK PEMULUNG DI KAWASAN PERMUKIMAN HANDIL PALUNG TEMPAT PENGELOLAAN AKHIR BASIRIH KOTA BANJARMASIN Cucu Widaty; Yuli Apriati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.256-264

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, untuk itu sangat dibutuhkan jejaring atau mitra yang saling mendukung. Akan tetapi yang terjadi pada masyarakat kita saat ini tidak sejalan dengan cita-cita yang tercantum pada undang-undang tersebut. Komitmen tentang Pendidikan untuk seluruh masyarakat Indonesia tidak dapat terpenuhi sesuai harapan banyak pihak, karena masih banyak ditemukan anak-anak putus sekolah. Faktanya di lapangan anak-anak pemulung kurang mendapatkan pendidikan yang memadai. Banyak anak-anak yang putus sekolah dan bahkan tidak pernah mengikuti pendidikan apapun. Dengan program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan mampu memberikan wawasan, pengetahuan dan termotivasi untuk terus bersekolah khususnya bagi anak-anak pemulung. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah bentuk sosialisasi melalui ceramah, memberikan motivasi melalui video yang disukai anak-anak, pemberian paket perlengkapan sekolah dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan berupa sosialisasi dengan bentuk ceramah tentang apa yang telah ditayangkan di dalam video dengan memasukkan tentang sosialisasi pentingnya Pendidikan bagi masa depan mereka. Tim memaparkan, menjabarkan, dan menggambarkan tentang pentingnya pendidikan serta motivasi pendidikan bagi anak. Tim memaparkan materi pengertian pendidikan secara umum, materi hak anak dalam pendidikan, materi anak yang putus sekolah, materi penyebab anak putus sekolah, materi dampak anak putus sekolah, materi fungsi pendidikan bagi masa depan anak, materi mengenai info dan peluang beasiswa