Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Perbedaan Kelekatan Tempat pada Warga yang Bermukim di Wilayah Sekitar Kebakaran Lahan Gambut Desa Gunung Raja dan Kelurahan Landasan Ulin Selatan Wardana, Mutia; Erlyani, Neka; Achmad, Rendy Alfiannoor
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1444

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia hampir setiap tahun pada musim kemarau adalah kebakaran lahan gambut. Hal ini tentunya menimbulkan dampak pada warga yang tinggal di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelekatan tempat pada warga yang bermukim di wilayah sekitar kebakaran lahan gambut Desa Gunung Raja dan Kelurahan Landasan Ulin Selatan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling yaitu subjek warga sekitar lahan kebakaran gambut sebanyak 50 orang pada setiap tempat. Metode analisis data skala kelekatan tempat menggunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan kelekatan tempat warga yang bermukim di wilayah sekitar kebakaran lahan gambut Desa Gunung Raja dan Kelurahan Landasan Ulin Selatan dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 dan t-hitung sebesar 10,679. Saran penelitian ini adalah perlunya warga untuk menjaga menjaga lingkungan dan membentuk lingkungan yang aman agar warga merasa bahagia dan merasa sejahtera tinggal di sekitar kebakaran lahan gambut.
HUBUNGAN ANTARA KETIDAKAMANAN KERJA DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA KARYAWAN OUTSOURCING Sinaga, Anestesia Natalia Caesarani; Erlyani, Neka; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1390

Abstract

Ketidakamanan  kerja  adalah  kondisi  psikologis  berupa  perasaan  tegang, gelisah,  khawatir,  serta stress terhadap kemungkinan hilangnya pekerjaan pada masa yang akan datang dan dapat menyebabkan menurunnya kesejahteraan subjektif yang dirasakan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketidakamanan kerja dengan kesejahteraan subjektif pada karyawan outsourcing PT Arutmin Indonesia tambang Asam-Asam. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan outsourcing yang bekerja di PT Arutmin Indonesia Tambang Asam-Asam. Sedangkan subjek dalam penelitian ini sebanyak 45 karyawan outsourcing yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala ketidakamanan kerja dan skala kesejahteraan subjektif. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan nilai r = -0,544; p <0,05, artinya adanya hubungan negatif antara ketidakamanan kerja dengan kesejahteraan subjektif. Selain itu, nilai (r) negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi ketidakamanan kerja maka semakin rendah kesejahteraan subjektif,  sebaliknya  semakin  rendah  ketidakamanan  kerja  maka  semakin  tinggi  kesejahteraan  subjektif. Hasil analisa tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara ketidakamanan kerja dengan kesejahteraan subjektif dapat diterima.
PERANAN KELEKATAN TEMPAT TERHADAP PERILAKU PRO LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DAERAH PINGGIRAN SUNGAI DI DESA PAKAUMAN ULU Putri, Zerlinda Rezkika Lestari; Anward, Hemy Heryati; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1687

Abstract

Di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan, pada umumnya tidak jarang ditemukan area hunian yang berada di pinggiran sungai. Adanya masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai, sering sangat terkait dengan kebersihan sungai tersebut. Sungai dan area sekitarnya akan terpelihara kalau ada perilaku pro lingkungan pada masyarakat. Perilaku pro-lingkungan tidak muncul begitu saja, terdapat faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut, salah satunya adalah kelekatan tempat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peranan kelekatan tempat terhadap perilaku pro-lingkungan pada masyarakat daerah pinggiran sungai di Desa Pakauman. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Pakauman Ulu dengan sampel sebanyak 93 yang dipilih secara cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan skala kelekatan tempat dan skala perilaku pro lingkungan. Analisa data menggunakan analisis regresi linear sederhana melalui SPSS versi 21 for windows. Berdasarkan hasil analisis regresi didapatkan peranan antara kelekatan tempat terhadap perilaku pro lingkungan dengan nilai t hitung = 5,448 dengan nilai signifikan 0,000. Koefisien determinasi menunjukkan peranan kelekatan tempat terhadap perilaku pro lingkungan sebesar 24,6%, sedangkan 75,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN KEBAHAGIAAN DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG ASAM-ASAM Akbar, Gigih Hariyanto; Erlyani, Neka; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1553

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang sangat berlimpah, khususnya dibidang pertambangan. Pertambangan merupakan sektor yang menyumbangkan 11% nilai ekspor sejak tahun 2002. Tentunya dengan banyaknya tambang yang ada menimbulkan berbagai dampak baik positif dan negatif di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara  kebahagiaan  dengan  perilaku  altruism pada masyarakat sekitar tambang Asam-asam. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalam menggunakan total sampling yaitu subjek masyarakat sekitar tambang Asam-asam desa Simpang Empat RT. 17 sebanyak 68 orang. Metode analisis data menggunakan skala kebahagiaan dan perilaku altruism. Hasil penelitian ini menunjukan hubungan antara kebahagiaan dengan perilaku altruism pada masyarakat sekitar tambang Asam-asam memiliki korelasi 0,306 dan taraf signifikansi sebesar 0,004. Nilai ini menunjukan bahwa hubungan yang rendah dan positif antar kedua variabel, artinya semakin rendah kebahagiaan maka semakin rendah pula perilaku altruism, sebaliknya jika semakin tinggi kebahagiaan maka akan semakin tinggi pula perilaku altruism. Hubungan kebahagiaan dengan perilaku altruism adalah sebesar 9,4% sedangkan 90,6% sisanya adalah faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Saran penelitian ini adalah perlunya menciptakan lingkungan yang menyenangkan agar warga merasa bahagia dan tumbuh perilaku altruisme pada masyarakat sekitar tambang.
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DENGAN KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWAaKELAS XI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 BANJARBARU RELATIONSHIP BETWEEN INTEREST IN LEARNING AND LEARNING DIFFICULTY IN MATHEMATICS IN CLASS XI STUDENTS AT SMK NEGERI 1 (VOCATIONAL HIGH SCHOOL) BANJARBARU Fadilasari, Fatya; AKbar, Sukma Noor; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2675

Abstract

Penelitianainiabertujuanauntukamengetahuiahubunganaantara minat belajar dengan kesulitan belajar matematika pada siswa kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Banjarbaru. Populasiadalamapenelitiankinikadalahkseluruh siswaikelasiXI di SMK Negeri 1 Banjarbaru, sedangkan subjek pada penelitian ini sebanyak 64 siswa berdasarkan teknikipurposive sampling denganikriteria siswaiyang memiliki kesulitan belajar pada matematika dengan nilai dibawah 75. Metode pengumpulanidataimenggunakan instrumen penelitian berupa skala minat belajar dan skala kesulitan belajar matematika. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan nilai r = -0,442; p < 0,05, artinya adanya hubungan negatif antara minat belajar dengan kesulitan belajar matematika. Nilai negatif pada r menunjukkan bahwa semakin tinggi minat belajar maka semakin rendah kesulitan belajar matematika, sebaliknya semakin rendah minat belajar maka semakin tinggi kesulitan belajar matematika sehingga nilai matematika siswa tersebut rendah. Hasil analisis tersebutimembuktikan bahwa hipotesisiyang menyatakaniadanya hubungan antara minat belajar dengan kesulitan belajar matematika dapat diterima.  Kata Kunci: Minat Belajar, Kesulitan Belajar Matematika, Sekolah Menengah KejuruanThe purpose of this study was to find out the relationship between interest in learning and learning difficulty in mathematics in class XI students at SMK Negeri 1 Banjarbaru. The population in this study were all class XI students at SMK Negeri 1 Banjarbaru, while the subjects in this study were 64 students selected using the purposive sampling technique with the criteria of students who had learning difficulty in mathematics with the score below 75. Data were collected using the research instruments, namely the scale for interest in learning and the scale for learning difficulty in mathematics. The results of the product moment correlation test showed that the value of r was -0.442; p < 0.05, indicating that there was a negative relationship between interest in learning and learning difficulty in mathematics. The negative value on r indicated that the higher the interest in learning, the lower the learning difficulty in mathematics, and conversely the lower the interest in learning, the higher the learning difficulty in mathematics, which explained the lower student scores in mathematics. The results of the analysis prove that the hypothesis which states that there is a relationship between interest in learning and learning difficulty in mathematics is acceptable. Keywords: Interest in Learning, Learning Difficult in Mathematics, Vocational High School.
HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN KECERDASAN ADVERSITAS PADA MASYARAKAT YANG TINGGAL DI DAERAH RAWA DESA PANDAHAN KECAMATAN BATI-BATI Hariska, Christina; Akbar, Sukma Noor; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan kecerdasan adversitas pada masyarakat yang tinggal di daerah rawa desa Pandahan kecamatan Bati-bati. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling, yaitu subjek masyarakat desa Pandahan yang tinggal di daerah rawa sebanyak 90 orang yang terdiri dari RT 3, RT 4, dan RT 6. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala optimisme dan skala kecerdasan adversitas. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara optimisme dengan kecerdasan adversitas pada masyarakat yang tinggal di daerah rawa desa Pandahan kecamatan Bati-bati memiliki korelasi 0,422 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan yang termasuk dalam kategori sedang dan positif antara kedua variabel, artinya semakin tinggi optimisme maka semakin tinggi kecerdasan adversitas, sebaliknya jika semakin rendah opimisme maka akan semakin rendah kecerdasan adversitas. Hubungan optimisme dengan kecerdasan adversitas adalah sebesar 17,8 % sedangkan 82,2% sisanya adalah dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Saran penelitian ini adalah mampu untuk memahami dan menilai dirinya dalam sikap optimis yaitu selalu berfikir positif dalam setiap keadaan sebagai langkah untuk meningkatkan kecerdasan adversitas, serta mampu meminimalisir pemicu permasalahan di lingkungan rawa.
HUBUNGAN KETERBUKAAN DIRI DENGAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PADA PASANGAN YANG MENIKAH BERBEDA SUKU BANGSA Rizki, Tria; Erlyani, Neka; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1549

Abstract

Pernikahan merupakan penyatuan dua pribadi yang unik, dengan membawa pribadi masing-masing dengan latar belakang budaya serta pengalamannya yang berbeda. Pernikahan dengan latar belakang budaya yang berbeda membuat pasangan tersebut melakukan sebuah proses komunikasi antarbudaya. Salah satu faktorlpenting dalam komunikasi antarbudaya seseorang adalah keterbukaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 56 orang pasangan menikah dengan karakteristik latar belakang suku yang berbeda dan berumur di bawah 55 tahun di Banjarmasin yang ditentukan  dengan  menggunakan teknikipurposivelsampling.  Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala keterbukaan diri dan komunikasi antarbudaya. Metode analisisidata menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil  uji korelasi didapatkan nilai r = 0,451 dengan  taraffsignifikansi sebesar  0,000  (p  < 0,05), artinya  terdapat hubungan positiffantara keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa. Hubungan antara keterbukaan diri dengan komunikasi antarbudaya adalah sebesar 20,3%, sedangkan 79,7% sisanya adalah dari faktor-faktorjlainnya yangitidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil analisa tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan  antara  keterbukaan  diri  dengan  komunikasi  antarbudaya  pada pasangan yang menikah berbeda suku bangsa dapat diterima.
HUBUNGAN KEPUASAN PELANGGAN DENGAN LOYALITAS PELANGGAN JASA GO JEK BANJARBARU Kamil, Nizamuddin; Rusli, Rusdi; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan jasa go jek Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan isidental , yaitu subjek pelanggan go jek di daerah Banjarbaru sebanyak 230 subjek . Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala ini kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukan hubungan kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan pada pelanggan go jek Banjarbaru memiliki korelasi 0,461 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan yang sedang dan positif antara kedua variabel, artinya semakin semakin tinggi kepuasan pelanggan maka akan semakin tinggi loyalitas dan sebaliknya ketika kepuaasn pelanggan rendah maka loyalitas pelanggan rendah. Hubungan kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan adalah sebesar 21,2% sedangkan 78,8% sisanya adalah dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Hubungan antara Kebutuhan Afiliasi dengan Perilaku Asertif pada Peserta Didik SMK Telkom Banjarbaru Cahyani, Winda; Rachmah, Dwi Nur; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i1.3607

Abstract

Remaja cenderung mengikuti apapun yang dilakukan oleh teman sebaya, mereka mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar ataupun teman sebayanya.  Agar remaja memiliki sikap tegas dan tidak mudah untuk diremehkan dalam pertemanan maka mereka memerlukan perilaku asertif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan perilaku asertif pada peserta didik SMK Telkom Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di SMK Telkom Banjarbaru, sedangkan subjek dalam penelitian ini sebanyak 89 siswa yang ditentukan dengan rumus yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dan simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala kebutuhan afiliasi dan skala RAS (Rathus Assertive Scale). Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan nilai r = 0,446; p < 0,05, artinya adanya hubungan positif antara kebutuhan afiliasi dengan perilaku asertif. Nilai positif pada r menunjukkan bahwa semakin tinggi kebutuhan afiliasi maka semakin tinggi perilaku asertif, sebaliknya semakin rendah kebutuhan afiliasi maka semakin rendah perilaku asertif. Hasil analisis tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan perilaku asertif dapat diterima. Sumbangan efektif kebutuhan afiliasi dengan perilaku asertif sebesar 19,9% sedangkan 80,1% merupakan sumbangan dari faktor lainnya.
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN PENGELOLAAN KESAN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI SMA NEGERI 2 BANJARBARU Rizky, Lisa; Erlyani, Neka; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1458

Abstract

Pada saat ini media sosial telah menjadi kebutuhan sehari-hari di kalangan masyarakat khususnya di kalangan remaja. Pengguna media sosial melakukan pengelolaan kesan sehingga dapat meningkatkan citra dan kesan sesuai keinginan mereka melalui performa yang ditampilkan. Salah satu hal yang mempengaruhi pengelolaan kesan pada pengguna media sosial instagram khususnya pada remaja berasal dari dalam diri remaja sendiri, yaitu kebutuhan afiliasi yang artinya kebutuhan menjalin hubungan yang hangat dengan orang lain. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan pengelolaan kesan pada remaja pengguna media sosial instagram di SMA Negeri 2 Banjarbaru. Subjek penelitian berjumlah 202 orang siswa dengan pengambilan sampel berupa teknik proportionate stratified random. Metode pengumpulan data yang digunakanakan ialah menggunakan skala model likert yang terdiri dari skala kebutuhan afiliasi dengan skala pengelolaan kesan pada pengguna media sosial instagram. Hasil uji korelasi product moment dari Karl Person menunjukan terdapat hubungan positif antara kebutuhan afiliasi dengan pengelolaan kesan pada remaja pengguna media sosial instagram, apabila semakin tinggi kebutuhan afiliasi maka pengelolaan kesan yang dilakukan remaja pengguna media sosial instagram juga akan semakin tinggi, sebaliknya apabila semakin rendah kebutuhan afiliasi maka pengelolaan kesan yang dilakukan remaja pengguna media sosial instagram juga akan semakin rendah.