Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI TERHADAP KEBISINGAN Yuliendanie, Yuyun; Erlyani, Neka; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2653

Abstract

Kemampuan adaptasi terhadap kebisingan adalah kesanggupan seorang individu untuk menyesuaikan diri dengan stressor dari lingkungan berupa bunyi yang bersifat mengganggu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adaptasi seorang individu, salah satunya adalah tipe kepribadian. Seseorang dengan tipe kepribadian yang terbuka dengan hal-hal baru di sekitarnya akan memiliki kecenderungan kemampuan adaptasi terhadap kebisingan yang baik dibandingkan dengan seseorang dengan tipe kepribadian yang lebih tertutup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tipe kepribadian (openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism) dengan kemampuan adaptasi terhadap kebisingan pada masyarakat yang tinggal dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria masyarakat yang bermukim dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, berumur kisaran 20-60 tahun, dan telah menetap di lokasi tersebut minimal 5 tahun. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu modifikasi skala IPIP-BFM25 dan skala kemampuan adaptasi terhadap kebisingan. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara bersama-sama ada hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian dengan kemampuan adaptasi terhadap kebisingan pada masyarakat yang tinggal dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Sedangkan secara terpisah menunjukkan hanya ada hubungan antara tipe kepribadian conscientiousness, extraversion, dan agreeableness dengan kemampuan adaptasi terhadap kebisingan pada masyarakat yang tinggal dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
Hubungan Religiusitas dengan Kelekatan Tempat Ibadah pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Devi, Arisa Ermaya; Erlyani, Neka; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i1.3612

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kelekatan tempat ibadah pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Penelitian ini merupakan studi korelasional yang dilakukan pada 60 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria sampel merupakan mahasiswa aktif  UIN Antasari Banjarmasin Tahun 2019/2020 Fakultas Tarbiyah, beragama Islam, setidaknya mengunjungi masjid minimal 1 kali dalam satu pekan atau aktif dalam komunitas masjid tersebut. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu skala religiusitas dan skala kelekatan tempat.  Analisis data menggunakan analisis korelasional didapatkan hubungan positif antara religiusitas dengan kelekatan tempat yang artinya semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi kelekatan tempat, begitupun sebaliknya.Kata kunci: Religiusitas, kelekatan tempat, mahasiswa.  Abstract The purpose of this study was to find out the relationship between religiosity and attachment to places of worship in students of Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin (the State Islamic University of Antasari Banjarmasin). The population for this study is students from Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. This study was a correctional study conducted on 60 students. The sampling technique used in the study was the accidental sampling technique with the sample criteria including being active students of UIN Antasari Banjarmasin Year 2019/2020 at Faculty of Tarbiyah, Muslim, visiting the mosque at least 1 (once) a week or being active in the mosque community. Two measuring instruments were used in the study, namely the scale of religiosity and the scale of place attachment. Data were analyzed using the correlational analysis, which showed a positive relationship between religiosity and place attachment, indicating that the higher the religiosity, the higher the place attachment, and vice versa. Keywords: Religiosity, Place Attachment, Students
RESILIENSI PADA NARAPIDANA RASUAH Marsha, Gladis Corinna; Erlyani, Neka; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada narapidana rasuah serta faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi tersebut. Pada penelitian ini menggunakan  desain  penelitian  kualitatifgdengan  pendekatan  studi kasus. Subjek penelitian adalah narapidana kasus korupsi yang berjumlah tiga orang dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan dan penggalian data menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan ketiga subjek bersikap resilien menghadapi kasusnya saat ini meski dengan kemampuan resiliensi yang berbeda. Masing-masing subjek menunjukkan kemampuan resiliensi yang lemah, sedang dan kuat. Pada beberapa aspek dan faktor ditemui adanya persamaan dan perbedaan pada ketiga subjek. Ketiga subjek memiliki persamaan pada aspek kontrol impuls, optimisme, analisis kausal, empati dan jangkauan. Perbedaan ketiga subjek terdapat pada aspek regulasi emosi dan efikasi diri. Pada faktor eksternal, ketiga subjek memiliki persamaan pada pengalaman masa kecil, hubungan dengan lingkungan dan dukungan dari keluarga. Perbedaan pada faktor eksternal terletak pada adanya panutan. Pada faktor internal ketiga subjek memiliki persamaan pada keyakinan pada diri sendiri dan hubungan interpersonal. Perbedaan ketiga subjek pada faktor internal terdapat pada karakteristik diri, harga diri yang tinggi, dan penyelesaian masalah.
EFEK INTERPERSONAL DARI EKSPRESI EMOSI KECEWA TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KECAMATAN GAMBUT Rahimi, Ria Novita; Erlyani, Neka; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 2, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v2i2.1676

Abstract

Kecamatan Gambut dapat digolongkan sebagai daerah sub urban dimana pada daerah ini perilaku prososial masyarakatnya cenderung lebih tinggi daripada masyarakat daerah perkotaan. Perilaku prososial berkenaan dengan tindakan sukarela yang berniat untuk membantu atau dapat menguntungkan posisi orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial yaitu karakteristik orang yang ditolong. Ekspresi emosi kecewa yang ditampilkan seseorang sering dikaitkan dengan kurangnya kontrol atas situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek interpersonal dari ekspresi emosi kecewa terhadap perilaku prososial siswa sekolah menengah atas di kecamatan Gambut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan merupakan penelitian replikasi dengan jumlah subjek sebanyak 90 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok penelitian. Pada kelompok eksperimen, subjek diberikan skenario tertulis yang berisikan situasi ketika mereka diminta untuk menolong seseorang yang menampilkan ekspresi emosi kecewa kepada subjek pada saat meminta pertolongan, sedangkan pada kelompok kontrol ekspresi emosi yang ditampilkan adalah ekspresi tanpa emosi. Setelah itu subjek diberikan posttest yang bertujuan untuk mengukur perilaku prososial mereka dan pertanyaan terkait manipulasi ekspresi emosi yang diberikan. berdasarkan hasil uji-t sampel independen didapat nilai t sebesar 3,087 dan nilai signifikansi sebesar 0,003. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa bahwa siswa yang dimintai pertolongan yang disertai dengan ekspresi emosi kecewa berbeda secara signifikan dalam menampilkan perilaku prososial dengan siswa yang dimintai pertolongan yang disertai dengan ekspresi tanpa emosi. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa nilai rata-rata perilaku prososial siswa yang dimintai pertolongan yang disertai dengan ekspresi emosi kecewa lebih tinggi jika dibandingkan dengan perilaku prososial siswa yang dimintai pertolongan yang disertai dengan ekspresi tanpa emosi.
HUBUNGAN ANTARA RELATION SAVORING DENGAN KEPERCAYAAN PADA PASANGAN DEWASA AWAL YANG MENJALANI PERNIKAHAN JARAK JAUH DI KOTA BANJARABRU Wangi, Putri Sekar; Erlyani, Neka; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1379

Abstract

Pernikahan jarak jauh menggambarkan situasi terpisahnya pasangan secara fisik, yaitu salah satu pergi ke tempat lain karena kepentingan lain, dan pasangan yang lain tetap tinggal di rumah, akibatya timbul kecemasan, emosi tidak stabil, kesepian, dan ragu terhadap pasangan. Untuk mengatasinya dibutuhkan saling percaya diantara pasangan, melalui relation savoring, yaitu masing-masing fokus menikmati peristiwa positif yang pernah dirasakan, sehingga dapat meminimalisir kondisi psikologis negatif yang muncul saat berjauhan dengan pasangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara relation savoring dengan kepercayaan pada pernikahan jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian jenis kolerasi. Teknik yang digunakan purposive sampling. Hasil analisis uji kolerasi menggunakan prodact moment dari Kalr Pearson menunjukkan terdapat hubungan positif antara relation savoring dengan kepercayaan pada dewasa awal yang menjalani pernikahan jarak jauh di kota Banjarbaru, r = 0,675; n = 40; p 0,000 (< 0,05). Kesimpulannya bahwa semakin tinggi relation savoring, maka semakin tinggi pula kepercayaan yang terbangun, dan sebaliknya.
Social Maturity Difference Among Male and Female Student in Senior Boarding School at North Hulu Sungai Regency Fahrin, Zulfi; Istiqomah, Ermina; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 5, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v5i1.3561

Abstract

The purpose of this study was to find out the difference in social matority between male and female in senior boarding school at North Hulu Sungai Regency. The hypothesis proposed is there are difference or there are no difference between male and female student in senior boarding school at North Hulu Sungai Regency. The sample of this study is students who study in senior boarding school at North Hulu Sungai Regency each of 74 male student and 125 female student and total of the subjects was 199. This study uses a quantitative research design with sluster technique of sampling. Methods data collection is using social maturity scale and data analysis in this study was carried out by the t-test. The results of this study is there are no difference between male and female student in social maturity. Even so, on average, the average value of social maturity in female student are higher than male student (129.22 > 126.65) as indicated by t-score value < t-table(1.440 < 1.65263). So it can be concluded that in addition, there are many factors that affect social maturity student in senior boarding school such as phsyical factor and school facility that are not examined in depth in this study. Keywords : Social Maturity, Senior Boarding School.
Hubungan Kepuasan Siswa terhadap Kondisi Lingkungan Sekolah dengan Penyesuaian Diri Santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Putera Martapura Islami, Alfin; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1449

Abstract

Masalah penyesuaian diri pada santri di Pondok Pesantren sering terjadi pada santri dalam melakukan aktivitas keseharian mereka. Segala kegiatan setiap harinya dilakukan di tempat baru mereka selama 24 jam penuh. Faktor kepuasan siswa terhadap kondisi lingkungan sekolah tentunya berpengaruh terhadap penyesuaian diri pada santri pondok pesantren tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan siswa terhadap kondisi lingkungan sekolah dengan penyesuaian diri pada santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Putera. Subjek pada penelitian ini berjumlah 146 santri. Metode pengumpulan data menggunakan skala kepuasan siswa terhadap kondisi lingkungan sekolah dengan skala penyesuaian diri, sedangkan analisis data menggunakan korelasi product moment Karl Person. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara kepuasan siswa terhadap kondisi lingkungan sekolah dengan penyesuaian diri memiliki korelasi 0,561 dan taraf signifikansi sebesar 0,000. Nilai ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan kuat dan positif antara kedua variabel, artinya semakin tinggi kepuasan siswa terhadap kondisi lingkungan sekolahnya, semakin tinggi juga penyesuaian dirinya, begitupula sebaliknya. Kepuasan siswa terhadap kondisi lingkungan sekolah membereikan sumbangsih 31,4% pada faktor penyesuaian diri, sedangkan 68,6% sisanya adalah sumbangan dari variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Perbedaan Pemecahan Masalah dalam Mengatasi Bencana Kebakaran Lahan Gambut pada Warga di Desa Gunung Raja dan Kelurahan Landasan Ulin Selatan Yodita, Ananda Maudi; Erlyani, Neka; Achmad, Rendy Alfianoor
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1394

Abstract

Kalimantan Selatan merupakan daerah yang memiliki lahan gambut yang terbakar setiap tahunnya dengan wilayah yang paling luas adalah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut. Warga yang bermukim di sekitar wilayah bencana kebakaran lahan gambut diharapkan mampu melakukan pemecahan masalah agar bencana kebakaran tidak terjadi, oleh karena itu pengetahuan warga akan bencana dan pemecahan masalah akan menjadi faktor dari perilaku warga sekitar bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pemecahan masalah dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut pada warga di desa Gunung Raja dan kelurahan landasan Ulin Selatan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan pemecahan masalah dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut pada warga di desa Gunung Raja dan kelurahan landasan Ulin Selatan. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purpossive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi pemecahan masalah. Metode analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai sebesar t = 3, 086 < t tabel 1,984 hal ini menunjukkan terdapat perbedaan pemecahan masalah dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut di desa Gunung Raja dan kelurahan Landasan Ulin Selatan
HUBUNGAN ANTARA LOKUS KONTROL DENGAN PERILAKU ALTRUISME PADA MASYARAKAT DI WILAYAH TAMBANG BATUBARA ASAM-ASAM Tambunan, Tio SM Bey; Erlyani, Neka; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i2.1556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lokus kontrol dengan perilaku altruisme pada masyarakat di wilayah tambang batubara Asam-Asam. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 58 orang masyarakat RT 17 Desa Asam- Asam yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa skala lokus kontrol dan skala perilaku altruisme. Metode analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan nilai r = 0,513 sebesar 0,000 (p< 0,05), yang artinya nilai (r) positif ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara variabel lokus kontrol dengan perilaku altruisme. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara lokus kontrol dengan perilaku altruisme pada masyarakat di wilayah tambang batubara Asam-Asam. Hubungan lokus kontrol dengan perilaku altruisme yang didapatkan dalam penelitian ini sebesar 26,3% sedangkan 73,7% sisanya adalah dari faktor-faktorjlain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
LOCUS OF CONTROL PADA WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI DI PANTI SOSIAL BINA WANITA MELATI BANJARBARU Elmayandari, Novita; Akbar, Sukma Noor; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v1i1.1380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui locus of control pada wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) ditinjau dari faktor pembentuk, dan ciri internal eksternal. Menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive hingga mendapatkan empat subjek. Tehnik penggalian data menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditinjau dari faktor pembentuk berupa faktor penguatan, stimulus respon, keluarga, motivasi, dan pelatihan telah dimiliki oleh keempat subjek. Ditinjau dari ciri internal berupa kontrol perilaku diri yang baik, perilaku dalam bekerja positif, aktif mencari informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan kondisi, memiliki self-esteem tinggi, memiliki kemampuan mengatasi stress dan kesulitan, meyakini reward dan punishment yang diterima berhubungan dengan kinerja yang dihasilkan, dan memiliki kepuasan kerja tinggi dimiliki oleh keempat subjek namun pada subjek pertama dan ketiga kurang mampu mengontrol diri dan pada subjek ketiga kurang memiliki self-esteem. Ditinjau dari ciri eksternal berupa cenderung mudah menyerah, memiliki tingkat kecemasan tinggi, penyesuaian sosial kurang baik, konformitas terhadap otoritas, mudah mengalami frustasi, menyandarkan harapan dan bergantung kepada orang lain, tidak berdaya menghadapi tekanan, mudah menyerah dan putus asa saat menerima masalah tidak dimiliki keempat subjek, pada subjek ketiga termasuk orang yang pasif dalam bergaul, pada subjek keempat masih bergantung terhadap orang tua karena tidak bekerja.