Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Udara Akibat Lumpur Lapindo dan Keluhan Kesehatan Masyarakat Rohmah, Salsa Maulida; Rachmaniyah, Rachmaniyah; Rusmiati, Rusmiati; Khambali, Khambali; Sulistio, Irwan
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v3i2.1804

Abstract

Latar Belakang: Semburan lumpur panas yang keluar akibat kesalahan kerja dari PT. Lapindo Brantas mengakibatkan keluarnya gas berbahaya salah satunya adalah gas amonia (NH3). Kadar gas yang melebihi standar dapat mengakibatkan efek terhadap penurunan kualitas kesehatan pada tubuh manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas udara akibat lumpur lapindo dan keluhan kesehatan masyarakat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan populasi sebanyak 110 responden dengan sampel 52 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah simple random sampling. Teknik ini digunakan karena seluruh populasi memiliki kesempatan yang sama untuk pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pengukuran lapangan, observasi dan wawancara. Hasil: Hasil pengukuran kualitas fisik udara rata-rata suhu mencapai 28,5oC yang telah memenuhi standar berdasarkan PMK No. 2 Tahun 2023, rata-rata kelembaban adalah 74,5% yang melebihi standar berdasarkan PMK No. 2 Tahun 2023 dan kecepatan angin sebesar 1,1 m/s dengan kategori angin sepoi-sepoi berdasarkan departemen kesehatan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan kadar gas amonia adalah 0,11 ppm berdasarkan Pergub Jatim No 10 Tahun 2009. Penelitian ini juga menunjukkan hasil pada keluhan iritasi tertinggi pada iritasi hidung dan terendah pada iritasi kerongkongan serta pada keluhan gangguan kesehatan didapatkan hasil tertinggi pada pusing dan terendah pada mual. Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kadar gas amonia yang memenuhi standar baku mutu dan masyarakat mengalami keluhan iritasi tertinggi dengan iritasi hidung dan keluhan gangguan kesehatan tertinggi dengan gangguan kesehatan pusing. Kata kunci : Lumpur lapindo, amonia, keluhan kesehatan
Mitigating the Risk of Organophosphate Pesticide Exposure through Community Empowerment of Farmers in Torongrejo Village, Batu City, East Java Khambali; Rachmaniyah; Iva Rustanti Eri Wardoyo; Mujiyono; Heru Subaris Kasjono; Adella Putri Auliah Hapsari
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v3i2.66

Abstract

East Java is one of the provinces that serve as major producers of food commodities, particularly rice. In 2023, a total of 9.59 million tons of rice were harvested, with a productivity rate per hectare reaching 56.90 quintals. Lamongan was the leading regency in production in 2023, achieving 797.02 thousand tons. It is undeniable that this success is closely linked to the use of chemical substances (pesticides). Improper use of pesticides can trigger poisoning. A 2008 study reported an organophosphate pesticide poisoning rate of 50% among farmers in Sumberejo. Indiscriminate use of pesticides can lead to neurological health issues and hormonal effects. The presence of organophosphate pesticides in the body can be identified by elevated levels of cholinesterase in the blood. The approach method used in this community service involves conducting outreach to enhance farmers' understanding and knowledge about the dangers of pesticides, thereby fostering behavioral changes for the better. The aim of this activity is to increase farmers' knowledge and understanding of the signs or symptoms of organophosphate pesticide poisoning, as well as its management, handling actions for poisoning, and preventive measures using Personal Protective Equipment (PPE). This activity certainly involves all relevant government and health institutions that support the initiative.
Strengthening the Tourism Village Program: Educational Tourism on Waste Bank and Clean and Healthy Living Behavior Khambali; Rachmaniyah; Fitri Rokhmalia; Yessy Dessy Arna
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 3 No. 3 (2024): September
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v3i3.73

Abstract

Sawahan Village, Watulimo Subdistrict, Trenggalek Regency, is one of the tourist village areas developed by the local community. Several tourism programs have been established by the local tourism awareness groups, including durian forest tourism. In 2023, a chlorine diffuser technology was implemented to support the development of the tourist village, ensuring access to clean water. This appropriate technology is not only designed to produce clean water but also serves as a strategy to meet the requirements of Clean and Healthy Behavior (CHB). In 2024, community service has focused more on waste management through a waste bank. The methods employed include Focus Group Discussions (FGD) on educational tourism through waste banks, education on the separation of organic and inorganic waste, and community assistance with Clean and Healthy Behavior (CHB). The activities conducted resulted in increased community knowledge about waste banks, from 10 people (10%) to 48 people (96%). Not only did the community's knowledge improve, but their behavior also changed, with the creation of separate waste containers for organic and inorganic waste increasing from 3 people (6%) to 38 people (76%). Additionally, the community's behavior regarding clean and healthy living improved, with handwashing facilities available in every home and throughout the tourist area, reaching 50 people (100%). These changes in knowledge and behavior indicate that community service activities can only succeed with the community's willingness and ability to achieve sustainability and self-sufficiency.
Intensitas Kebisingan, Ambang Dengar dan Keluhan Subjektif Tenaga Kerja Bagian Pencucian Ruang Laundry Rumah Sakit di Surabaya Iftitah, Berliana; Rachmaniyah, Rachmaniyah; Nurmayanti, Demes; Khambali, Khambali; Winarko, Winarko
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i2.1909

Abstract

Ruang laundry rumah sakit Surabaya pada bagian pencucian menimbulkan sumber kebisingan melebihi NAB yang telah ditetapkan yakni sebesar 85,37 dBA. Berdasarkan observasi awal, tenaga kerja mengaku merasa terganggu akibat kebisingan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas kebisingan, ambang dengar, dan keluhan subjektif tenaga kerja ruang laundry pada bagian pencucian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan populasi sebanyak 10 tenaga kerja, besar sampel yang digunakan sama dengan jumlah populasi (total sampling). Variabel yang diteliti adalah intensitas kebisingan, ambang dengar, dan keluhan subjektif. Teknik pengumpulan data dengan cara pengukuran dan menggunakan lembar kuesioner, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata intensitas kebisingan yang didapat sebesar 75,78 dBA. Sebanyak 20% tenaga kerja dengan masa kerja lama dan tidak menggunakan APT mengalami penurunan ambang dengar sedangkan sebanyak 100% tenaga kerja, baik masa kerja lama ataupun baru dengan perilaku tidak menggunakan APT mengalami keluhan subjektif kategori sedang dan tinggi. Intensitas kebisingan pada bagian pencucian ruang laundry rumah sakit Surabaya sudah memenuhi NAB yang telah ditetapkan yakni dibawah 80 dBA, kebisingan yang terjadi tidak sampai berdampak pada penurunan ambang dengar namun berdampak pada gangguan non pendengaran (keluhan subjektif). Saran yang dapat diberikan adalah melakukan pemantauan intensitas kebisingan, perawatan pada mesin secara berkala, dan penggunaan APT pada tenaga kerja
Kondisi Sanitasi Mesjid di Wilayah Desa Kejapanan Kabupaten Pasuruan Alindia, Hiska Tri Ulan; Hermiyanti, Pratiwi; Winarko, Winarko; Rusmiati, Rusmiati; Rachmaniyah, Rachmaniyah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i2.1958

Abstract

ABSTRACT Background: The mosque in Kejapanan Village, Pasuruan Regency has sanitation problems in the form of inadequate physical buildings. Based on a preliminary survey, there was 1 mosque using well water which had an E.Coli content of 650 compared to the required level of 0/100 ml. The aim of this research is to describe the sanitary conditions of mosques in the Kejapanan Village area, Pasuruan Regency. Method: The design of this research is descriptive observational research, with a cross-sectional approach. The variables studied included the sanitary conditions of mosques and E.Coli parameters of well water in the Kejapanan Village area, Pasuruan Regency. Data collection techniques use observation. The data collected was then analyzed descriptively through table analysis. Results: Mosque sanitation assessments have been carried out, in the 4 mosques in Kejapanan Village, Pasuruan Regency, there are still mosques that do not meet the requirements. The mosque studied did not have facilities such as prayer carpets and trash cans with lids. Mosque well water samples tested by the UPTD Regional Health Laboratory, resulted in an Escherichia coli (E.Coli) content of 25 - 650 from a maximum level of 0/100 ml so it did not meet clean water quality standards. Conclusion: Mosque sanitation in Kejapanan Village, Pasuruan Regency, there are still mosques that do not comply with sanitation requirements. For mosque managers, efforts need to be made to improve mosque sanitation and for future researchers, they can carry out research using input variables that are thought to cause contamination of mosque sanitation and sources of clean water for ablution in mosques. Keywords: Mosque Sanitation, Well Water Microbiology
The Effect Of Carbon Monoxide Gas Exposure Levels On Oxygen Saturation In Parking Attendants Dewi Lia Listyawati; Rachmaniyah; Marlik; Khambali; Edza Aria Wikurendra
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 3 (July 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v7i2.1281

Abstract

Parking attendants are susceptible to health problems due to their ongoing exposure to vehicle-related air pollution. A significant contaminant called carbon monoxide (CO) binds to hemoglobin 200 times more strongly than oxygen, forming carboxyhemoglobin (COHb) and causing a decrease in blood oxygen saturation. This study aims to investigate how CO exposure affects the oxygen saturation levels of parking attendants at Surabaya's Kapasan Market. The study uses a cross-sectional methodology and quantitative analysis. Thirteen people made up the study's sample size, including all parking attendants at Kapasan Market in Surabaya. The concentration of CO gas, the workday length, and the oxygen saturation levels were the variables examined. The Spearman's rank correlation test was used to examine the data. The average CO gas level was 3.53 PPM, the average workday for the attendants was 7.5 hours, and the average oxygen saturation was 95%, according to the findings. CO levels and oxygen saturation showed a strong correlation (p = 0.010), as did work time and oxygen saturation (p = 0.005). It is advised that parking attendants take frequent breaks from their duties to breathe in fresh air, take vitamins and supplements, eat a healthy diet, and engage in little physical activity.
Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan Dan Keberadaan Bakteri E.Coli Pada Air Rendaman Tahu Narwati Narwati; Lidya Nurdiyati Sri Winarie; Rachmaniyah Rachmaniyah
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/grbpw021

Abstract

Latar Belakang: Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri merupakan sentral industri tahu yang dalam penerapan personal hygiene ditemukan penjamah yang merokok dan penjamah tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap seperti penutup kepala, sarung tangan serta pakaian kerja. Sanitasi lingkungan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dengan kondisi kotor, tak terawat, berdebu, tidak difasilitasi sarana cuci tangan dan suplai air yang digunakan adalah sumur bor dengan jarak < 10 meter dari septic tank dan kedalaman sumur < 5 meter. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui personal hygiene, sanitasi lingkungan dan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu di Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri. Metode: : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan personal hygiene penjamah seluruhnya sebanyak 12 penjamah (100,0%) adalah baik, sanitasi lingkungan sebagian besar sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah kurang baik dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air rendaman tahu sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah tidak memenuhi syarat. Kesimpulan: Personal hygiene penjamah dan sanitasi lingkungan IRTP berpotensi menyebabkan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu yang dapat mempengaruhi keamanan pangan pada produk tahu yang dihasilkan sehingga berpotensi mengakibatkan foodborne disease bagi yang mengkonsumsinya.
Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan Dan Keberadaan Bakteri E.Coli Pada Air Rendaman Tahu Lidya Nurdiyati Sri Winarie; Narwati Narwati; Rachmaniyah Rachmaniyah; Marlik Marlik; Ernita Sari
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/3q8ayb63

Abstract

Latar Belakang: Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri merupakan sentral industri tahu yang dalam penerapan personal hygiene ditemukan penjamah yang merokok dan penjamah tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap seperti penutup kepala, sarung tangan serta pakaian kerja. Sanitasi lingkungan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) dengan kondisi kotor, tak terawat, berdebu, tidak difasilitasi sarana cuci tangan dan suplai air yang digunakan adalah sumur bor dengan jarak < 10 meter dari septic tank dan kedalaman sumur < 5 meter. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui personal hygiene, sanitasi lingkungan dan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu di Kampung Tahu Tinalan Kota Kediri. Metode: : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan personal hygiene penjamah seluruhnya sebanyak 12 penjamah (100,0%) adalah baik, sanitasi lingkungan sebagian besar sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah kurang baik dan keberadaan bakteri Escherichia coli pada air rendaman tahu sebanyak 8 sampel (66,7%) adalah tidak memenuhi syarat. Kesimpulan: Personal hygiene penjamah dan sanitasi lingkungan IRTP berpotensi menyebabkan keberadaan bakteri E.coli pada air rendaman tahu yang dapat mempengaruhi keamanan pangan pada produk tahu yang dihasilkan sehingga berpotensi mengakibatkan foodborne disease bagi yang mengkonsumsinya.
Impact of Work Environment Noise on Cardiovascular Conditions: A Study of Blood Pressure and Heart Rate in Workers (Heavy Equipment Manufacturing) in East Java Permana Adhenan Samudra; Rachmaniyah; Putri Arida Ipmawati; Suprijandani; Ambarwati; Anni Ilma Rosyidah; Wisnu Prayogo
Public Health Research Development Vol. 1 No. 2 (2024): Public Health Research Development (On Progress)
Publisher : Indonesian Association Environmental Health of West Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/phrd.v1i2.8

Abstract

Workplace noise is one of the physical factors that is often overlooked, although long-term exposure can have serious impacts on cardiovascular health. In workers exposed to noise, blood pressure and heart rate often increase as the body's response to physical stress. This physiological mechanism triggered by prolonged noise can result in an increased risk of cardiovascular disorders, including hypertension and heart rhythm disorders. The purpose of this study was to analyze the effect of noise on increasing blood pressure and heart rate in workers in the workshop area, especially the dynotest room. This type of research is observational with a cross-sectional research design. Conducted in December - May 2024 with the object of research on workers exposed to noise in the workshop area, especially the dynotest room. Data were analyzed using the Logistic Regression test. The total sample was 40 workers in the workshop area and dynotest room. Data were collected from observations, room noise measurements, blood pressure, and heart rate. Based on the results of the study, the average results for the dynotest area were 83.5 dBA, while for the dynotest room, the average results were 117.8 dBA. The results of statistical tests of blood pressure and pulse rate in workers obtained a sig value = 0.001. These results indicate an increase in blood pressure and pulse rate due to noise. It is recommended for the Company to monitor workers to find out the disorders caused by noise.
Jenis Air Rendaman pada Singkong (Manihot esculenta) Terhadap Penurunan Kadar Asam Sianida (HCN) Fadlilah, Hidayatul; Narwati, Narwati; Rachmaniyah, Rachmaniyah; Marlik, Marlik; Mirasa, Yudied Agung
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No 2 (2022): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava naturally contains cyanogenic glycosides, which have the potential to become hydrogen cyanide (HCN) toxic. Cassava can be safer to be consumed if it is conducted pre-processing and processing. One of example of pre-processing is soaking. The objective of this research was to comprehend the effect of soaking water type in cassava on the hydrogen cyanide (HCN) reduction level. This research was a pre-experimental research with After Only Design. The objects of research was cassavas with a total of 18 samples. The types of soaking water was in the form of 10% of table salt solution concentration, 10% calcium hydroxide solution concentration, and PDAM water (control) with an initial temperature of 55ºC. The soaking time was conducted for 120 minutes. The method of hydrogen cyanide examination level using a titrimetric method. The data that had obtained was then analyzed using an Anova test. The result of while cassavas’ HCN level after soaking with table salt solution was 63 mg/kg, calcium hydroxide solution was 70 mg/kg, and PDAM water was 175 mg/kg. The Anova test indicated that there was a difference in hydrogen cyanide level value from three types of soaking water in cassava (p < 0.05). The conclusion of this research is that there is an effect of soaking water type on hydrogen cyanide (HCN) level value which is contained in cassava
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abibatus Solichah Adella Putri Auliah Hapsari Adhenan Samudra, Permana Agustin Wulansari Aini Ahmad Alindia, Hiska Tri Ulan Amalia, Winny Amanda Evi Rochmawati Ambarwati Ambarwati Ananto, Pradevi Milafitri Farista Andang Prasetya Anni Ilma Rosyidah Ardhiana, Nuriska Dwi Rinasifa AT. Diana Nerawati Bahri, Rizal Bambang Sunarko Budi Yulianto Chatarina Umbul Wahyuni Darjati Darjati Darjati Darjati, Darjati Demes Nurmayanti Dessy Arna, Yessy Devisnaini Rahmah Devy, Ayu Puspita Dewi Lia Listyawati Dwijo Warsito Edi, Anggya Rahayu Edi, Imam Sarwo Edza Aria Wikurendra Ema Restanti Erna Triastuti Estim, Abentin Fadillah Rachmadtina Fadlilah, Hidayatul Fahma Tanzila Lahudin Faradillah Gita Amiroh Fauzi Udianto Febri Meliawati Ferdian Akhmad Ferizqo Ferry Kriswandana Fitriyanti Darmawan, Devina Hadi Suryono Hariono Djuni Sasmito Hermiyanti, Pratiwi Heru Subaris Kasjono Hilmi Yumni Iftitah, Berliana Ilmiyatul Asroriyah Imam Thohari Imam Thohari Imandini, Farha Ariba Irtifaun Nisa’ Istiqomah Farah Novita Devi Suwarno Iva Rustanti Eri Wardojo Jessika Juan Pramudita Khambali Khambali Khambali, Khambali khusnul khotimah Kiki Ayu Pratiwi Laila Muzdalifatul A Laili Purwaningsih Lembunai Tat Alberta Lidya Nurdiyati Sri Winarie Mardhatillah Intan Shafarina Marlik Merlita Novia Veronica Mirasa, Yudied Agung Mujayanto Mujiyono Narwati Narwati Narwati Narwati Narwati Narwati Narwati Ngadino, Ngadino Nisfatul Laela Nur Zumairotul Muna Nurika Octa Permana Adhenan Samudra Putri Arida Ipmawati, Putri Arida rachma - azzavira Rahmadiah Ayu Vidyanti Rahmani, Nur Maulidah Dina Rakhmawati, Siska Widya Ratih Nurul Azizah Rochmawati, Amanda Evi Rohmah, Salsa Maulida Rokhmalia, Fitri Rosyidah, Anni Ilma RR. Ella Evrita Hestiandari Ruly Hariyanti Rusmiati Rusmiati Rusmiati Rusmiati Rusmiati S B Ekowarno Sahabat Sutanto Samudra, Permana Adhenan Santoso, Rezki Amalia Sari Cahayaningtyas, Afifah Kartika Sari, Ernita Setiani, Isna Wahyu Setiawan Sevi Dwi Pratiwi sevi Shelli Aprilia Stanza Ardini Shelly Rahmanike Putri Sherawali Siti Fanisya Afifah Siti Surasri Sonu Kumar Sri Anggraeni Sri Mardoyo Suci Chintia Ivana Suharno Sulistio, Irwan Suroso Bambang Eko Warno Taufik Anwar Teguh Mubawadi Thohari, Imam Tri Oktaviana, Rosalia Tri Suhartiwi, Yuli Triana, Cecillia Martha Udianto, Fauzi Umi Rahayu Vegi Salsabila Vivin Elvionita winarko, winarko Wisnu Istanto Wisnu Prayogo Wisnu Prayogo