Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Gambaran Harapan Pada Ibu Yang Memiliki Anak Down Syndrome Septiantirini Pratiwi Nugraha; Kurniati Zainuddin; Muhammad Nur Hidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harapan ibu yang memiliki anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan analisis fenomenologi interpretatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tiga orang ibu yang berusia 36, 51, dan 52 tahun. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ibu memiliki harapan untuk kemajuan dan perkembangan anak-anaknya. Responden mengungkapkan keinginan agar anak-anaknya memperoleh keterampilan, mencapai kemandirian, menjadi panutan, dan memiliki usaha yang dapat menghasilkan di masa depan. Para ibu melakukan berbagai strategi untuk memenuhi harapan tersebut, antara lain memberikan terapi, melatih kemandirian, mencari informasi, menyekolahkan anaknya, dan mengikutsertakan mereka dalam lomba peragaan busana untuk anak difabel. Dukungan luar biasa dari keluarga, sesama orang tua anak down syndrome, tetangga, dan orang tua anak difabel yang menyekolahkan anaknya sangat berperan dalam menjaga harapan para ibu tersebut. Sehingga, implikasi dalam penelitian ini mampu memberi masukan pada ibu yang memiliki anak down syndrome agar dapat mempunyai harapan untuk perkembangan anak di masa depan.
PELAKSANAAN ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN TARUNA/I PIP MAKASSAR Melinda Melinda; Nurfitriany Fakhri; Kurniati Zainuddin; Muhammad Nur Hidayat Nurdin; Sahril Buchori
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.46949

Abstract

One of the most essential aspects in determining the quality of service received is the satisfaction of customers. Through this program, partners will be helped to learn about and comprehend the cadets' opinions of the PIP Makassar services that have been rendered. The activity was carried out by providing surveys to 582 PIP Makassar cadets via Google form. The SPSS tool was then used to evaluate the questionnaire responses. Based on the findings of descriptive analysis, it is possible to conclude that PIP Makassar cadets are satisfied with the services provided at PIP Makassar.
Membangun Resiliensi Psikologis Perantau Melalui Pemberdayaan Komunitas Daerah Berbasis Psikoedukasi Fadillah Fira Firmanilah; Perdana Kusuma; Muh. Nur Hidayat Nurdin; Basti Tetteng; Andi Syahriana Asdar
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86723

Abstract

Abstrak. Kegiatan program pengabdian pada masyarakat (PPM) untuk membangun resiliensi psikologis perantau melalui pemberdayaan komunitas daerah berbasis psikoedukasi bertujuan untuk menguatkan kompetensi personal dan kuat menghadapi tekanan beban fisik dan psikologis di perkotaan. Pencapaian tujuan tersebut diukur dengan efektivitas pelaksanaan kegiatan psikoedukasi sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa program terlaksana dengan lancar, sukes dan efektif agar tujuan selanjutnya akan dicapai dengan mudah. Metode pelaksanaan kegiatan psikoedukasi dilakukan secara interaktif, yaitu penyampaian materi, diskusi dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan psikoedukasi berjalan lancar, sukses dan efektif terlihat dari kehadiran, keaktifan dan antusiasme peserta yang secara kualitatif menunjukkan kategori baik. Implikasi hasil pelaksanaan psikoedukasi adalah psikoedukasi menjadi sarana transfer pengetahuan kesehatan mental, serta menjadi medium transformasi kesadaran serta penguatan resiliensi individu dan kelompok dalam menghadapi dinamika kehidupan komunitas di daerah urban. Merujuk pada implikasi hasil pelaksanaan kegiatan psikoedukasi tersebut, maka disarankan pelaksanaanya akan lebih efektif jika terlebih dahulu dilakukan penguatan kapasitas fasilitator psikoedukasi, materi psikoedukasi mengintegrasikan nilai lokal dan budaya komunitas, pelaksanaan psikoedukasi melibatkan kolaborasi multi-pihak, dan melakukana monev berkelanjutan. Kata Kunci: Resiliensi, Pemberdayaan Komunitas
Perbedaan Presentasi Diri Siswa dan Siswi di SMAN 2 Makassar Gunawan Jufri; Muh. Nur Hidayat Nurdin; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15195

Abstract

Dalam konteks sekolah, presentasi diri menjadi fenomena yang sangat relevan karena sekolah merupakan ruang sosial yang memiliki struktur, aturan, dan ekspektasi perilaku yang jelas. Selain faktor situasional, presentasi diri siswa juga dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik sosial, salah satunya adalah jenis kelamin. Siswa dan siswi berada dalam proses sosialisasi yang berbeda sehingga berpotensi menampilkan pola presentasi diri yang tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan presentasi diri siswa dan siswi di SMAN 2 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 300 siswa yang terdiri dari kelas X, XI, dan XII yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan ialah modifikasi Skala Presentasi Diri yang dikembangkan oleh Evisetiawati. Analisis data dilakukan menggunakan statistik nonparametrik, yaitu uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara presentasi diri siswa dan siswi di SMAN 2 Makassar (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun siswa dan siswi berada dalam konteks sosial yang sama, yaitu lingkungan sekolah, mereka menampilkan dan mengelola diri dengan pola yang berbeda, yaitu siswa lebih aktif dan ekspresif, sedangkan siswi lebih menjaga hubungan sosial berdasarkan norma yang berlaku.
The Effect of Upward Comparison on Body Dissatisfaction Among Female Patients in Aesthetic Clinics Muhammad Nur Hidayat Nurdin; Kurniati Zainuddin; Yusfitri Nursyahwalni Mangarengi; Zahir Alfattah Darussalam
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4488

Abstract

Abstract This study aims to examine the effect of upward comparison on body dissatisfaction among female patients at aesthetic clinics. The research employed a quantitative correlational method with a population consisting of female aesthetic clinic patients. The sample included 150 women aged 18–25 years, selected using an incidental sampling technique. Data were collected through the adapted versions of The Upward and Downward Appearance Comparison Scale (UDACS) and the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scale (MBSRQ-AS). The collected data were analyzed using a simple linear regression test. The results revealed a significant effect of upward comparison on body dissatisfaction among female aesthetic clinic patients. Furthermore, the findings showed a positive direction of influence, with an effective contribution of 19.6%. This indicates that the higher the level of upward comparison, the higher the level of body dissatisfaction.
The Influence of Social Comparison on Psychological Distress Among Users Who Engage in Sarcasm on Social Media Muhammad Nur Hidayat Nurdin; Yusfitri Nursyahwalni Mangarengi; Perdana Kusuma
Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.daengku4490

Abstract

Social media users are increasingly vulnerable to engaging in social comparison with others, a behavior that may contribute significantly to the emergence of psychological distress. In managing the negative emotions that arise from such comparisons, individuals often resort to sarcasm as a coping strategy. This study aims to examine the influence of social comparison on psychological distress among individuals who exhibit sarcastic behavior on social media, with the expectation that the findings will provide valuable insights into this phenomenon. Utilizing a quantitative research method, the study involved 150 respondents aged 18–40 who engage in sarcastic behavior online. The results revealed a statistically significant effect, with a p-value of < 0.001 and a coefficient of determination (R²) of 0.192, indicating that the social comparison variable accounts for 19.2% of the variance in psychological distress. The remaining variance is attributable to other factors not examined in this study. These findings indicate a significant relationship between social comparison and psychological distress among sarcastic social media users. The implications of this study emphasize the importance of educational initiatives to raise awareness about the negative psychological impacts of social comparison in digital environments and underscore the need to foster more adaptive coping strategies to mitigate these risks.
Hubungan Antara Intensitas Penggunaan Media Sosial Tiktok pada Citra Tubuh Remaja di Sulawesi Selatan Nur Annisa; Muh. Nur Hidayat Nurdin; Tri Sulastri
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.8623

Abstract

This study aims to analyze the impact of TikTok social media usage intensity on body image among adolescents in Sulawesi Selatan. In the current digital era, social media, particularly TikTok, has become a popular platform among teenagers, often showcasing visual content that can influence their perceptions of body image. The research method employed is a survey involving 223 adolescents aged 15 to 17 as respondents. Data were collected through a questionnaire measuring TikTok usage intensity and body image using. The results of the analysis showed that there was a significant negative relationship between the intensity of TikTok social media use and body image in adolescents, with a significance value of p = 0.000 or p <0.05. The correlation coefficient of -0.397 or is classified as weak and indicates that the intensity of TikTok use is negatively related to body image. This study can provide a basis for the development of psychology programs that aim to increase awareness and control in the use of social media to maintain a positive body image among adolescents.