Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemilihan Supplier Bahan Baku Kain dengan Menggunakan Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solutions (TOPSIS) Fahra Andiani Sukma; Rakhmat Ceha; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.889 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.4169

Abstract

Abstract. CV. Mawa Heejra is a garment company that manufactures muslim apparel and worship items for both men and women. CV. Mawa Heejra is now facing product delivery delays to customers. This is due to a delay in the supply of raw materials from suppliers, which causes a temporary stop in manufacturing activity. The consequence of halted production activities is that the product completion schedule is incompatible with what was promised and agreed upon with customers. Efforts are being undertaken to solve these issues, namely by selecting suppliers based on CV Mawa Heejra's demands and interests. This technique is known as the Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solutions (TOPSIS). The results obtained are the supplier selection factors used by CV. Mawa Heejra in supplier assessment includes price, material quality, timeliness, delivery quantity accuracy, warranty policy, communication system, professional supplier, attitude, and geographical location. Furthermore, this research generates a recommended standard operating procedure for supplier selection so that the raw material procurement process may be carried out in a more structured manner, reducing the risk of production stoppage due to supplier delivery delays. This research also creates a supplier selection tool in Microsoft Excel to support in the execution of the procedures developed. Abstrak. CV. Mawa Heejra adalah perusahaan garmen yang memproduksi pakaian muslim dan perlengkapan ibadah untuk pria dan wanita. Saat ini CV. Mawa Heejra mengalami permasalahan keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan kedatangan bahan baku dari pemasok yang menyebabkan kegiatan produksi terhenti untuk sementara. Akibat dari kegiatan produksi yang terhenti yaitu jadwal penyelesaian produk yang tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan dan disepakati dengan konsumen. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan pemilihan pemasok sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan CV. Mawa Heejra. Metode yang digunakan adalah Technique for Others Reference by Similarity to Ideal Solutions (TOPSIS). Hasil yang diperoleh yaitu terdapat Sembilan kriteria yang dibutuhkan CV. Mawa Heejra dalam melakukan pemilihan supplier diantaranya harga, kualitas bahan, ketepatan waktu, ketepatan jumlah pengiriman, kebijakan garansi, sistem komunikasi, pemasok yang professional, attitude, dan letak geografis. Selain itu, penelitian ini menghasilkan usulan berupa standar operasional prosedur untuk pemilihan pemasok sehingga proses pengadaan bahan baku dapat dilakukan lebih terstruktur. Pada penelitian ini dibuat rancangan pemilihan pemasok menggunakan Microsoft Excel untuk mempermudah dalam melakukan pemilihan pemasok.
Perancangan Penerapan e-Commerce pada UMKM Keripik Singkong HIKMAH Sania Gusti Rahayu; Rakhmat Ceha; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.116 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i2.4274

Abstract

Abstract. The MSME sector is growing over time, as more people get interested in becoming MSME actors. The number of business actors establishing MSMEs creates competition. Currently, MSME actors are using the internet in their businesses in order to increase revenues. HIKMAH is an MSME that was created in 2011 that manufactures a variety of snacks, including cassava chips in spicy, salty, 'balado', orange, and original flavors. Observations were carried out to understand the ongoing business processes and challenges faced in HIKMAH, namely that the relationship between suppliers and HIKMAH did not operate smoothly in terms of the flow of information and goods, decreased product sales, and decreased marketing activities. There have been no marketing or sales initiatives through digital media. The e-commerce prototype is based on the requirements of 'HIKMAH'. Interviews with the owner were conducted to gain an understanding of the proposed business process. The proposed business process entails increasing system engagement by developing technologies to facilitate 'HIKMAH' interactions with other supply chain actors, including cassava suppliers (raw material procurement operations) and retailers/distributors/consumers (product sales activities). This study generates an e-commerce concept design based on the supply chain process flow, beginning with the process of sourcing raw materials from suppliers to 'HIKMAH' and ending with the sales process to retailers and customers. The design of e-commerce implementation can add value to the movement of products, information and money in the supply chain. Abstrak. Sektor UMKM berkembang dari waktu ke waktu, karena semakin banyak orang yang tertarik untuk menjadi pelaku UMKM. Banyaknya pelaku usaha yang mendirikan UMKM menimbulkan persaingan. Saat ini para pelaku UMKM memanfaatkan internet dalam usahanya untuk meningkatkan pendapatan. HIKMAH merupakan UMKM yang berdiri sejak tahun 2011 yang memproduksi aneka jajanan, antara lain keripik singkong dengan rasa pedas, asin, balado, jeruk dan original. Observasi dilakukan untuk memahami proses bisnis yang sedang berjalan dan tantangan yang dihadapi di HIKMAH, yaitu bahwa hubungan antara pemasok dan HIKMAH tidak berjalan lancar dari segi arus informasi dan barang, penurunan penjualan produk, dan penurunan aktivitas pemasaran. Belum ada inisiatif pemasaran atau penjualan melalui media digital. Prototype e-commerce didasarkan pada persyaratan HIKMAH. Wawancara dengan pemilik dilakukan untuk mendapatkan pemahaman tentang proses bisnis yang diusulkan. Proses bisnis yang diusulkan memerlukan peningkatan keterlibatan sistem dengan mengembangkan teknologi untuk memfasilitasi interaksi 'HIKMAH' dengan pelaku rantai pasokan lainnya, termasuk pemasok singkong (operasi pengadaan bahan baku) dan pengecer/distributor/konsumen (kegiatan penjualan produk). Penelitian ini menghasilkan rancangan konsep e-commerce berdasarkan alur proses rantai pasok, dimulai dengan proses pengadaan bahan baku dari pemasok ke HIKMAH dan diakhiri dengan proses penjualan ke pengecer dan pelanggan. Rancangan implementasi e-commerce dapat menambah nilai pergerakan produk, informasi dan uang dalam rantai pasok.
Efisiensi Penggunaan Air Bersih pada Penyamakan Kulit Asep Nana Rukmana; Reni Amaranti; Aviasti Aviasti; Chaznin R. Muhammad; Ari Ramdani; Deva Akbar Faturohman
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i2.5129

Abstract

Industri penyamakan kulit membutuhkan banyak air dan berbagai macam bahan kimia terutama pada proses beamhouse. Hal ini akan menghasilkan banyak limbah cair yang mengandung zat berbahaya yang berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu upaya yang dapat mengurangi limbah cair yang dibuang adalah dengan mengurangi penggunaan air pada penyamakan kulit terutama pada proses beamhouse. Penelitian ini dilakukan untuk meng­analisis efisiensi penggunaan air pada proses penyamakan kulit skala kecil. Tahapan penelitian dilakukan dengan meng­identifikasi volume air yang digunakan dan tahapan mana pada proses beam­house yang memungkinkan untuk dilakukan reuse air tanpa mempengaruhi kualitas kulit tersamak. Hasil analisis menghasilkan dua alternatif reuse air pada proses beamhouse. Alternatif pertama yaitu menggunakan kembali air pada proses liming (washing 1 dan washing 2) dan pada proses pickling (re-washing dan deliming). Alternatif kedua yaitu menggunakan kembali air pada proses limming (washing 1 dan washing 2) dan pada proses pickling (re-washing, deliming, dan washing pasca deliming). Alternatif pertama meng­hasilkan penghematan penggunaan air sebesar 33% pada proses liming dan 78% pada proses pickling. Alternatif kedua menghasilkan efisiensi peng­gunaan air sebesar 33% pada proses liming dan 84% untuk proses pickling. Reuse air tidak hanya mengurangi penggunaan air bersih secara signifikan, akan tetapi juga mengurangi limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan. Hal ini memberikan dampak positif pada upaya perlindungan lingkungan dan untuk terwujudnya industri hijau dengan melakukan kegiatan industri tanpa menimbulkan dampak negatif pada lingkungan.
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Gudang PT. X Vini Aulia Zakiah Sodikin; Reni Amaranti; Djamaludin
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.344 KB) | DOI: 10.29313/jrti.v1i1.141

Abstract

Abstract. PT. X is a textbook publishing and printing company that produces according to customer requests. In supporting these production activities, the company has a raw material warehouse. Currently, inventory data collection activities in the raw material warehouse are carried out on different physical documents, so that changes in the amount of material inventory cannot be known automatically when goods enter or leave. This causes the decision-making process in material replenishment to be hampered and ultimately affects the production process. An alternative that can be done in solving the problem is to design a company warehouse management information system that can provide accurate information on the availability of raw materials. The research stages follow the stages of system development with the Throwaway Prototyping Method which consists of four main stages, namely planning, analysis, design, and implementation. The results obtained are a warehouse management information system in the form of an application prototype which consists of the administration of receiving goods, the status of inventory in the warehouse and the administration of releasing goods from the warehouse. The prototype was built based on the needs and desires of the company. The results of the prototype test showed that information on the amount of raw material inventory can be known in real time so the prototype development can proceed to the design and implementation stages of the actual system. Abstrak. PT. X merupakan perusahan penerbitan dan percetakan buku pelajaran yang melakukan produksi sesuai dengan permintaan pelanggan. Dalam mendukung kegiatan produksi tersebut, perusahaan memiliki gudang bahan baku. Saat ini aktivitas pendataan persediaan di gudang bahan baku dilakukan pada dokumen fisik yang berbeda, sehingga perubahan jumlah persediaan material tidak memungkinkan diketahui secara otomatis saat barang masuk atau keluar. Hal ini menyebabkan proses pengambilan keputusan dalam pengisian kembali material menjadi terhambat dan pada akhirnya berpengaruh juga pada proses produksi. Alternatif yang dapat dilakukan dalam menyelesaikan masalah adalah merancang sistem informasi manajemen gudang perusahaan yang dapat memberikan informasi ketersediaan bahan baku secara akurat. Tahapan penelitian mengikuti tahapan-tahapan pengembangan sistem dengan Metode Throwaway Prototyping yang terdiri dari empat tahapan utama yaitu perencanaan, analisis, perancangan, dan implementasi. Hasil yang diperoleh yaitu sistem informasi manajemen gudang dalam bentuk prototype aplikasi yang didalamnya terdiri dari administrasi penerimaan barang, status persediaan barang di gudang dan administrasi pengeluaran barang dari gudang. Prototype dibangun berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan dari pihak perusahaan. Hasil pengujian prototype didapatkan bahwa informasi jumlah persediaan bahan baku dapat diketahui secara real time sehingga pengembangan prototype dapat dilanjutkan ke tahap perancangan dan implementasi pada sistem yang sebenarnya.
Reduksi Jumlah Stasiun Kerja yang Mengalami Bottleneck pada Produksi Sarung Tenun Menggunakan Theory Of Constraint (Studi Kasus: CV. Patma Jaya Textile) Daffa’ Muhammad Amjad; Nita Puspita Anugrah HIdayat; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.6477

Abstract

Abstrack. CV. Patma Jaya Textile is a company that produces various types of woven sarongs is plain, motifs and dobbies. The production process of woven scabbards pass through seven workstations is Spinning, Weaving, Pelicinan, Cutting, Sewing and Packaging Workstations. Based on the order data for woven sheaths in the time span of August 2021 to January 2022, the company has been unable to fulfill these orders several times. This phenomenon occurs because of a workstation that experiences a bottleneck, namely the Weaving Workstation. This caused constraints on the weaving scabbard production line, thus hindering the production process of woven scabbards to be less than optimal. The theory of constraint (TOC) approach is used to solve the problem by applying TOC measures is identification, exploitation, subordination to other sources and elevation constraint. At the stage of subordination to other sources, the methods used are drum buffer rope (DBR) and production scheduling using backward scheduling with FCFS rules. Based on the application of the TOC, it can be seen that by implementing the proposed improvement in the form of overtime, the order for woven scabbards can be fulfilled according to the predetermined time and is able to increase the maximum amount of throughput. Abstrak. CV. Patma Jaya Textile merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai jenis sarung tenun yaitu sarung tenun polos, motif dan dobby. Proses produksi sarung tenun perlu melewati tujuh stasiun kerja yaitu Stasiun Kerja Pemintalan, Tenun, Pelicinan, Pemotongan, Penjahitan dan Pengemasan. Berdasarkan data pesanan sarung tenun pada rentang waktu Agustus 2021 sampai dengan Januari 2022, dapat diketahui bahwa perusahaan beberapa kali tidak dapat memenuhi pesanan tersebut. Fenomena tersebut terjadi karena adanya stasiun kerja yang mengalami bottleneck yaitu pada Stasiun Kerja Tenun. Hal tersebut menyebabkan adanya constraint pada lini produksi sarung tenun, sehingga menghambat proses produksi sarung tenun menjadi tidak optimal. Pendekatan theory of constraint (TOC) digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara menerapkan langkah-langkah TOC yaitu identifikasi constraint, eksploitasi constraint, subordinasi ke sumber lainnya dan elevasi constraint. Pada tahapan subordinasi ke sumber lainnya, metode yang digunakan yaitu drum buffer rope (DBR) dan penjadwalan produksi menggunakan backward scheduling dengan aturan FCFS. Berdasarkan penerapan TOC dapat diketahui bahwa dengan menerapkan usulan perbaikan berupa overtime, pesanan sarung tenun dapat terpenuhi sesuai waktu yang telah ditentukan dan mampu meningkatkan jumlah throughput maksimal.
Upaya Mengurangi Biaya Persediaan Bahan Baku Pada Strategi Hybrid (Make to Stock dan Make to Order) di PT T Sarah Citrawati; Chaznin R Muhammad; Reni Amaranti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i1.7056

Abstract

Abstract. PT. T is a company in Bandung engaged in the food sector. PT. T produces bread, pastries, sauces, tarts, cakes, and processed meats. PT. T sells production in stores (MTS strategy) and accepts consumer orders (MTO strategy). PT. T orders the same number of raw materials for each order—meanwhile, the raw materials used by PT. T is food raw materials that have characteristics with a certain shelf life. Based on the problems in PT. T, a procedure is proposed to determine the number of raw materials that must be prepared to reduce the Total Inventory Cost by considering the expiration date of raw materials in companies implementing a hybrid strategy. The procedure is to determine the Decoupling Point, calculate forecasting, prepare a Master Production Schedule (MPS), and calculate Material Requirement Planning (MRP). After calculating the proposed procedure, the Total Inventory Cost for the EOQ method is IDR. 224.225.833, and the Total Inventory Cost on the EOQ method, which considers expiration is IDR. 213.412.375. This shows that by using the proposed EOQ procedure and considering the expiration date, the company can reduce the Total Inventory Cost by IDR. 95.724.293. Abstrak. PT T merupakan perusahaan di Bandung yang bergerak di bidang makanan. PT T memproduksi roti, kue kering, soes, tart, bolu, dan daging olahan. PT T menjual hasil produksi di toko (strategi MTS) dan menerima pesanan dari konsumen (strategi MTO). PT T memesan bahan baku dalam jumlah yang sama untuk setiap pemesanan. Sedangkan bahan baku yang digunakan oleh PT T adalah bahan baku makanan yang memiliki karakteristik dengan umur simpan tertentu.Berdasarkan permasalahan di PT T, diusulkan prosedur untuk menentukan jumlah bahan baku yang harus disiapkan untuk menekan Total Inventory Cost dengan memperhatikan tanggal kadaluwarsa bahan baku di perusahaan yang menerapkan strategi hybrid. Prosedurnya adalah menentukan Decoupling Point, menghitung forecasting, menyusun Master Production Schedule (MPS), dan menghitung Material Requirement Planning (MRP). , dan Total Inventory Cost pada metode EOQ yang mempertimbangkan kadaluarsa adalah Rp 213.412.375 Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan prosedur EOQ yang diusulkan dan mempertimbangkan tanggal kadaluwarsa, perusahaan dapat menurunkan Total Inventory Cost sebesar Rp. 95.724.293.
Upaya Mengurangi Biaya Persediaan Bahan Baku pada Strategi Hybriddi PT. T Sarah Citrawati; Chaznin R. Muhammad; Reni Amaranti
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v3i1.1976

Abstract

Abstract. PT. T is a company in Bandung engaged in the food sector. PT. T produces bread, pastries, sauces, tarts, cakes, and processed meats. PT. T sells production in stores (MTS strategy) and accepts consumer orders (MTO strategy). PT. T orders the same number of raw materials for each order—meanwhile, the raw materials used by PT. T is food raw materials that have characteristics with a certain shelf life. Based on the problems in PT. T, a procedure is proposed to determine the number of raw materials that must be prepared to reduce the Total Inventory Cost by considering the expiration date of raw materials in companies implementing a hybrid strategy. The procedure is to determine the Decoupling Point, calculate forecasting, prepare a Master Production Schedule (MPS), and calculate Material Requirement Planning (MRP). After calculating the proposed procedure, the Total Inventory Cost for the EOQ method is IDR. 224.225.833, and the Total Inventory Cost on the EOQ method, which considers expiration is IDR. 213.412.375. This shows that by using the proposed EOQ procedure and considering the expiration date, the company can reduce the Total Inventory Cost by IDR. 95.724.293. Abstrak. PT T merupakan perusahaan di Bandung yang bergerak di bidang makanan. PT T memproduksi roti, kue kering, soes, tart, bolu, dan daging olahan. PT T menjual hasil produksi di toko (strategi MTS) dan menerima pesanan dari konsumen (strategi MTO). PT T memesan bahan baku dalam jumlah yang sama untuk setiap pemesanan. Sedangkan bahan baku yang digunakan oleh PT T adalah bahan baku makanan yang memiliki karakteristik dengan umur simpan tertentu.Berdasarkan permasalahan di PT T, diusulkan prosedur untuk menentukan jumlah bahan baku yang harus disiapkan untuk menekan Total Inventory Cost dengan memperhatikan tanggal kadaluwarsa bahan baku di perusahaan yang menerapkan strategi hybrid. Prosedurnya adalah menentukan Decoupling Point, menghitung forecasting, menyusun Master Production Schedule (MPS), dan menghitung Material Requirement Planning (MRP). , dan Total Inventory Cost pada metode EOQ yang mempertimbangkan kadaluarsa adalah Rp 213.412.375 Hal ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan prosedur EOQ yang diusulkan dan mempertimbangkan tanggal kadaluwarsa, perusahaan dapat menurunkan Total Inventory Cost sebesar Rp. 95.724.293.
Perbaikan Pengendalian Persediaan pada Bahan Baku Menggunakan Metode Q dan Metode P di UKM Roti Citepus Anggraeni, Silviana Diah Mulya; Prasetyaningsih, Endang; Amaranti, Reni
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8844

Abstract

Abstract. UKM Roti Citepus is a company that produces various types of plain bread products. These implement Make-To-Stock and Make-To-Order market response strategies. The number of product sales isn’t fixed because consumer and company are not bound by a contract, so incoming orders cannot be ascertained. This affects the procurement of raw materials where excess or shortages of materials occurs. Excess materials causes a longer shelf life so that quality of material affects quality of bread. While material shortages can cause production delays so orders are processed the next day. This can cause consumers to cancel orders. Both of these conditions can lead to a decrease in revenue. Based on the problems occurred, the proposal made is to improve inventory control with minimum inventory costs. Due to uncertain demand, the proposed is given by applying the probabilistic inventory methods, namely Q method and P method. The result of q method, order quantity is 186sacks, reorder point is 70sacks, and safety stock is 14sacks. While the result of p method, time interval is 11days, expected maximum inventory amount is 211sacks, and safety stock is 3sacks. There are difference in the two methods, but the proposed policy with the smallest total inventory cost expectation is fulfilled by the P method. In the proposed policy, total fee of Rp1.081.008.117 is obtained, which is smaller than the current policy of Rp1.092.638.559. (Reduction in cost with a percentage of 1,06% from total cost of the current policy inventory). Abstrak. UKM Roti Citepus merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai jenis produk roti tawar. UKM ini menerapkan strategi respon pasar Make To Stock (MTS) dan Make To Order (MTO). Jumlah penjualan produk tidak tetap karena konsumen dengan perusahaan tidak terikat kontrak, sehingga pesanan yang masuk tidak dapat dipastikan. Ketidakpastian permintaan ini mempengaruhi pengadaan bahan baku yang sering terjadi kelebihan maupun kekurangan bahan baku. Kelebihan bahan baku menyebabkan masa simpan lebih lama sehingga kualitas bahan baku akan mempengaruhi kualitas roti. Apabila terjadi kekurangan bahan baku dapat menyebabkan penundaan produksi sehingga pesanan konsumen akan diproses keesokan harinya. Hal ini dapat menyebabkan konsumen membatalkan pesanan. Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan pendapatan perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan diatas, dilakukan perbaikan pengendalian persediaan bahan baku dengan biaya persediaan minimum. Dikarenakan permintaan yang tidak pasti sehingga pengendalian persediaan di UKM Roti Citepus dilakukan dengan menerapkan metode persediaan probabilistik yaitu metode Q dan metode P. Hasil metode Q, kuantitas pemesanan (q) sebesar 186 sak, reorder point sebesar (r) 70 sak, dan safety stock (ss) sebesar 14 sak. Sedangkan hasil metode P, interval waktu (T) selama 11 hari, jumlah persediaan maksimum yang diharapkan (R) sebesar 211 sak, dan safety stock (ss) sebesar 3 sak. Terlihat perbedaan pada kedua metode, namun kebijakan usulan dengan ekspektasi ongkos total persediaan terkecil dipenuhi oleh metode P. Pada kebijakan usulan diperoleh total ongkos sebesar Rp.1.081.008.117, lebih kecil dibandingkan kebijakan saat ini sebesar Rp.1.092.638.559. (Penurunan ongkos dengan persentase sebesar 1,06% dari ongkos total persediaan kebijakan saat ini).
Penerapan Pengukuran Kinerja Untuk Peningkatan Daya Saing dengan Menggunakan Metode SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System Mardian Anggini Rachmawati; Nugraha; Amaranti, Reni
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8927

Abstract

Abstract. Cicalengka Dreamland is a natural tourist attraction located in Tanjungwangi Village, Cicalengka and has a land area of 69 hectares and 24 rides in it. Based on the data obtained from the observations, it is known that the number of visitors to this natural tourist spot has not increased. This also affects the amount of company revenue and the process of providing incentives to employees. The cause of this phenomenon is because the company does not innovate or add much to the rides in tourist areas. Apart from that, competitor tourist attractions have also started to appear in the area so that the competitiveness of natural tourism in Cicalengka Dreamland has also decreased. A performance measurement approach using the SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System model is used to solve these problems and integrate the company's needs from both financial and non-financial aspects. The identification process between the target and the actual condition of the company is carried out in accordance with the steps of the SMART System, namely the identification stage of objective strategies and key performance indicators (KPI), the KPI structuring stage based on 9 SMART System perspectives, the KPI weighting stage using Expert Choice 11 software, and the performance appraisal stage using the Objective Matrix (OMAX) score calculation system. By measuring performance using the SMART System, companies can identify aspects that need improvement in order to increase employee competitiveness and performance. Abstrak. Cicalengka Dreamland merupakan tempat wisata alam yang berada di Desa Tanjungwangi, Cicalengka dan memiliki luas lahan 69 hektar serta 24 wahana didalamnya. Berdasarkan data yang didapat dari hasil observasi diketahui bahwa jumlah pengunjung di tempat wisata alam ini tidak kunjung mengalami peningkatan. Hal tersebut juga mempengaruhi jumlah pendapatan perusahaan serta proses pemberian insentif pada karyawan. Penyebab terjadinya fenomena tersebut dikarenakan pihak perusahaan yang tidak banyak melakukan inovasi maupun penambahan pada wahana di kawasan wisata. Selain itu juga mulai bermunculan tempat wisata pesaing yang berada di kawasan tersebut sehingga daya saing wisata alam Cicalengka Dreamland inipun ikut menurun. Pendekatan pengukuran kinerja dengan model SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan mengintegrasikan antara kebutuhan perusahaan baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Proses identifikasi antara target dan kondisi aktual perusahaan ini dilakukan sesuai dengan langkah-langkah SMART System yaitu tahap identifikasi strategi objektif dan key performance indicator (KPI), tahap penstrukturan KPI berdasarkan 9 perspektif SMART System, tahap pembobotan KPI dengan menggunakan bantuan software Expert Choice 11, dan tahap penilaian kinerja dengan menggunakan sistem perhitungan skor Objective Matrix (OMAX). Dengan pengukuran kinerja menggunakan SMART System ini maka perusahaan bisa mengetahui aspek yang membutuhkan perbaikan guna meningkatkan daya saing dan kinerja karyawan.
Penerapan Konsep Lean Manufactuting untuk Mengurangi Pemborosan (Waste) pada Proses Produksi di PT. Kayo Makmur Indonesia Thalitha, Inas Ayu; Prasetyaningsih, Endang; Amaranti, Reni
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8942

Abstract

Abstract. PT Kayo Makmur Indonesia is a company engaged in the production of spare parts for refrigerators, freezers and showcases. In carrying out the production process there are several activities that cause waste, namely the presence of defective products, rework, excessive amounts of products produced, unnecessary operator movements, transportation activities, and long production processes at the end enlargement workstation. The waste that occurs can result in the company taking longer to complete the products it produces. This research uses the Lean Manufacturing approach as an effort to reduce waste. Based on the results of waste identification using Value Stream Mapping (VSM) and E-DOWNTIME form, there are three highest types of waste, namely transportation, waiting, and defects. The waste is identified to determine the factors that cause waste. Recommendations for improvement proposals that will be made are the addition of production process transfer tools, redesigning production layouts, and designing visual work standardization. If the recommendations are implemented, the total production lead time will decrease from 16,987.98 seconds to 15,695.18 seconds. In addition, the Process Cycle Efficiency (PCE) value has increased from 51,02% to 55,22%. Abstrak. PT. Kayo Makmur Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi suku cadang untuk lemari es, freezer, dan showcase. Dalam melakukan proses produksi terdapat beberapa aktivitas yang menyebabkan pemborosan, yaitu adanya produk cacat, rework, jumlah produk yang diproduksi berlebihan, gerakan operator yang tidak diperlukan, aktivitas transportasi, serta proses produksi yang lama di stasiun kerja pembesaran ujung. Pemborosan yang terjadi dapat mengakibatkan perusahaan memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan produk yang dihasilkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Lean Manufacturing sebagai upaya untuk mengurangi pemborosan. Berdasarkan hasil identifikasi pemborosan dengan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan formulir E-DOWNTIME, terdapat tiga jenis pemborosan tertinggi yaitu transportasi, waiting, dan defect. Pemborosan tersebut diidentifikasi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya pemborosan. Rekomendasi usulan perbaikan yang akan dilakukan yaitu penambahan alat bantu pemindahan proses produksi, perancangan ulang layout produksi, dan perancangan standarisasi kerja secara visual. Apabila rekomendasi usulan perbaikan tersebut diimplementasikan, maka akan menghasilkan total production lead time yang menurun dari 16.987,98 detik menjadi 15.695,18 detik. Selain itu, nilai Process Cycle Efficiency (PCE) mengalami peningkatan dari 51,02% menjadi 55,22%.