Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN WASPADA DEMAM BERDARAH (Jaga diri, keluarga, dan lingkungan dari virus dengue dengan melakukan 3M plus) Shulystiawaty Desy Resky; Nurhidayah tiasya Sanas; Erlina HB; Yusrianto; Muhammad Syafri; Karlyna Bte. Muhammad; Anna Maria Daud; Ma'rifat Istiqa Mukti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (JUPENGMAS) Vol 1 No 2 (2024): 10 Juni 2024
Publisher : CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jupengmas.v1i2.84

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan serius di berbagai negara, terutama di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Penyuluhan kesehatan tentang DBD bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyebab, gejala, pencegahan, dan penanganan awal penyakit ini. Dalam penyuluhan ini, metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Ceramah memberikan informasi mendetail tentang siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, tanda dan gejala DBD, serta pentingnya upaya pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kelambu atau obat nyamuk. Diskusi interaktif memungkinkan partisipan untuk bertanya dan berbagi pengalaman, sementara demonstrasi praktik langsung, seperti cara memeriksa dan menguras tempat penampungan air, membantu memperjelas informasi yang diberikan. Hasil dari penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang DBD. Masyarakat menjadi lebih proaktif dalam melakukan langkah-langkah pencegahan di rumah dan lingkungan sekitar. Penyuluhan ini diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan insidensi kasus DBD dan peningkatan kesehatan masyarakat secara umum.
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA Muhammad Syafri
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.284

Abstract

Tingginya angka kematian anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kekurangan gizi. Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017, secara nasional prevalensi gizi buruk sebesar 3,8% dan gizi kurang sebesar 14,0%. Kekurangan gizi pada anak dapat menimbulkan pengaruh yang tidak baik karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Status gizi balita dapat dipengaruhi oleh penerapan sadar gizi dan pengetahuan gizi ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan sadar gizi, pengetahuan gizi ibu, dan status gizi balita di Desa Karassing Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita berumur 12-59 bulan dan sampel sebanyak 65 orang diperoleh secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pungukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat penerapan sadar gizi dengan kategori baik sebesar 16,9% dan kategori tidak baik sebesar 83,1%. Pengetahuan gizi ibu dengan kategori baik sebesar 83,1% dan kategori kurang sebesar 16,9%. Umumnya balita memiliki status gizi baik berdasarkan indeks BB/U dan status gizi normal berdasarkan indeks TB/U dan BB/TB. Namun masih ada balita dengan status gizi kurang sebesar 12,8%, status gizi sangat pendek sebesar 7,7%, status gizi pendek sebesar 20,0%, dan status gizi kurus sebesar 7,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan kepada pihak puskesmas perlu meningkatkan penyuluhan mengenai pentingnya menimbang berat badan balita secara teratur, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk makan makanan beraneka ragam, dan pentingnya memberikan ASI eksklusif.
Gambaran Perilaku Ibu Dan Status Gizi Balita Pasca Program Pemulihan Gizi Di Kota Makassar Tahun 2017 Muhammad Syafri
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.309

Abstract

Program pemulihan gizi merupakan salah satu upaya penanggulangan anak gizi buruk dengan melibatkan ibu atau keluarga. Para ibu dibekali pengetahuan agar ibu menjadi mandiri dalam merawat dan memberikan makanan tambahan yang telah diberikan maupun dianjurkan pihak puskesmas. Selama tiga bulan berlangsung, masih ada anak yang tidak mengalami perubahan status gizi yaitu sangat kurus, dan hanya beberapa anak yang mengalami perubahan status gizi menjadi kurus dan normal. Jenis penelitian ini adalah survei dengan desain penelitian cross sectional dan bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku ibu dan status gizi balita pasca program pemulihan gizi di Kota Makassar Tahun 2017. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada ibu menggunakan kuesioner. Berat badan anak diukur menggunakan timbangan injak dan tinggi badan anak menggunakan papan pengukur dan microtoise. Status gizi diukur dengan indikator BB/TB. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 balita yang mengikuti program pusat pemulihan gizi berusia 0-59 bulan di empat wilayah Kota Makassar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori cukup sebanyak 80,4%, sikap ibu dalam kategori cukup 66,1%, tindakan ibu dalam kategori cukup 58,9%. Pada saat pasca program, anak sudah mengalami perubahan status gizi yang lebih baik dimana anak yang status gizi sangat kurus 37,5%, kurus 26,8% dan normal 35,7%. Petugas diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan ibu melalui penyebarluasan informasi mengenai pusat pemulihan gizi, melakukan sosialisasi mengenai anak gizi buruk, MP-ASI, Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) dan pemberian motivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu terhadap status gizi balita. Kader perlu diberdayakan untuk pemantauan pemberian makanan tambahan dengan menggunakan formulir konsumsi makanan.
Hubungan Penggunaan Popok Bayi dan Perilaku Ibu terhadap Kelainan Kulit pada Bayi 0-12 Bulan di Desa Tobadak II Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat Asmiana Saputri Ilyas; Adi Hermawan; Muhammad Syafri
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.326

Abstract

Popok bayi merupakan alat yang digunakan dan diciptakan untuk menyerap urine dan menampung feses yang didesain untuk menjaga kulit tetap kering sehingga terhindar dari pakaian, tempat tidur dan lingkungan sekitar bayi secara langsung. Popok bayi terdiri dari dua jenis yaitu popok kain dan popok sekali pakai, yang pada proses pembuatannya memiliki perbedaan. Pada proses pembuatan popok sekali pakai ada proses pemutihan dengan menggunakan bahan kimia seperti klorin, yang berbahaya jika perilaku ibu dalam penggunaannya tidak benar karena dapat menyebabkan kelainan kulit pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan popok bayi dan perilaku ibu terhadap kelainan kulit pada bayi 0-12 bulan di Desa Tobadak II Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. Jenis penelitian ini bersifat analitik kuantitatif. Populasi dan sampel responden adalah seluruh bayi 0-12 bulan yang menggunakan popok bayi yang berjumlah 64 orang. Metode pengukuran perilakunya menggunakan metode scoring dan untuk pengolahan data menggunakan analisis univariate dan bivariate. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu yang sudah baik sebanyak 60,9%, sikap ibu yang baik 54,6%, tindakan ibu yang baik sebanyak 31,3%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu terhadap kelainan kulit pada bayi (p value= 0,648), tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu terhadap kelainan kulit pada bayi (p value= 0,256), namun ada hubungan yang signifikan antara tindakan ibu terhadap kelainan kulit pada bayi (p value= 0,045). Saran untuk semua ibu untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan mengenai popok bayi yang sesuai dengan kondisi si bayi
HUBUNGAN ANTARA PAPARAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI LINGKUNGAN KERJA DAN RISIKO KESEHATAN PADA PEKERJA INDUSTRI Nanang Rahmadani; Muhammad Syafri
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.482

Abstract

Latar belakang: Paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja dapat terjadi melalui beberapa rute, seperti inhalasi, kontak kulit, dan konsumsi tidak sengaja. Beberapa bahan kimia ini, seperti pelarut organik, logam berat, dan bahan kimia industri lainnya, telah terbukti berhubungan dengan risiko kesehatan yang serius, termasuk gangguan sistem pernapasan, sistem saraf, dan kanker. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja dan risiko kesehatan pada pekerja industri. Metode: Penelitian ini akan menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hubungan antara paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja dan risiko kesehatan pada pekerja industri Hasil: Berdasarkan data yang dikumpulkan dari survei, pengukuran paparan, wawancara, dan analisis catatan kesehatan, hasil penelitian menunjukkan temuan: Profil Paparan Bahan Kimia, Pekerja di industri yang diteliti terpapar berbagai bahan kimia berbahaya, termasuk pelarut organik (seperti toluen dan benzena), logam berat (seperti timbal dan merkuri), dan bahan kimia industri lainnya (seperti formaldehida). Kesimpulan: Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah pencegahan yang baik dan peningkatan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan untuk melindungi kesehatan pekerja di industri. Upaya kolaboratif antara manajemen industri, pekerja, dan pembuat kebijakan diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
Analysis of Factors Affecting Broad Money of Five ASEAN Countries Bara' Tiku, Intan; Abd. Rahim; Sri Astuty; Diah Retno Dwi Hastuti; Muhammad Syafri
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v4i1.1291

Abstract

This study evaluates the factors that influence the broad money of five ASEAN countries. Global economic uncertainty due to financial crises, geopolitical conflicts and pandemics has affected the region's economic stability. Central banks have a role in controlling broad money through monetary policy, but its effectiveness is affected by other factors such as GDP, interest rates and inflation. Moreover, the relationship between GDP growth, inflation, and interest rates with broad money is a major concern, as the trend of broad money growth in the 5 ASEAN countries continues to increase every year. The balance between broad money and price stability is crucial to prevent economic stress that could lead to a recession. Therefore, this study focuses on an in-depth analysis of the factors that influence money supply to help the government make decisions. The research sample consists of 100 data with five ASEAN countries, namely Vietnam, Indonesia, Thailand, Philippines and Malaysia with a time series of 2004-2023. This methodology uses a mixed approach, namely quantitative with secondary data from the World Bank & IMF with LSDV analysis. It was found that the adjusted r square value was 97%, which means that GDP, interest rates, and inflation used were able to explain the money supply of 5 ASEAN countries by 97% and 3% was influenced by other factors outside this study. GDP was found to have no significant effect while interest rates have a significant negative effect and inflation has a significant positive effect on the broad money of 5 ASEAN countries. The government is expected to better analyze the policies and actions taken, such as managing monetary policy wisely, especially in maintaining the stability of inflation and interest rates so that the money supply can be well controlled.
STRIVING FOR EQUILIBRIUM: THE LEADERSHIP TRANSITION FROM JOKOWI TO ANIES AND THE DYNAMIC INTERPLAY OF DEMOCRACY AND LEGAL JUSTICE Manap , Abdul; Nahot Tua Parlindungan Sihaloho; Muhammad Syafri; Adie Nurjana Resma; Trusti Dhiani Henartiwi
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study meticulously examines the intricate interplay between democracy and legal justice during the leadership transition from Jokowi to Anies in Country X, aiming to achieve governance equilibrium. The investigation encompasses a rich historical context, delving into the factors that have shaped the political landscape leading to this pivotal moment. Leveraging insights from a comprehensive public sentiment survey, the research captures the pulse of the population, discerning their expectations and concerns. The unprecedented approval ratings enjoyed by Jokowi became a focal point, not merely as a measure of personal popularity but as a broader endorsement of democratic processes. As Anies assumes leadership, the study aims to evaluate the continuity or evolution of democratic principles, offering insights into the democratic legacy established by Jokowi. The intrinsic link between democracy and legal justice forms a central theme, exploring how these elements converge or diverge during the transition. Comparative analyses with international cases enrich the study by providing global perspectives on governance dynamics. Critical evaluations of existing research identify gaps, paving the way for future scholarly inquiries. This research seeks to contribute a nuanced understanding of the dynamic relationship between democracy and legal justice, offering valuable insights into political science, governance studies, and leadership dynamics globally.
Dekonstruksi Derrida dan Pengaruhnya pada Kajian Pangan Muhammad Syafri; Arlin Adam; Syamsu A. Kamaruddin
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i2.5009

Abstract

Deconstruction was introduced by a French philosopher born in Algeria, Jacques Derrida. This theory challenges the centralized and rounded mode of meaning as might be desired by the text or which is deliberately made clear by the logical relationship of the text. The “unspeakable” power of the text is the logic that is trivialized or underestimated as a secondary meaning that at times endangers the structure of the text or produces ambiguous paradoxes, which will erode the reader. Deconstruction aims to dismantle the Western metaphysical tradition such as Husserlin's phenomenology, Saussurean structuralism, structuralism. Derrida's deconstruction method is better known as metaphorical deconstruction. Metaphor here is not understood as an aspect of the expressive function of language but as an essential condition of speech. Metaphor represents one way of constructing discourse and strongly influences the understanding of various texts. Deconstruction is carried out on metaphorical texts composed by the author. Deconstruction can occur in the text itself or vice versa, we who deconstruct a text. In conclusion, deconstruction can be applied in everyday life by recognizing that other people's views on a topic and perspective may have different meanings from ours.
Resonant Leadership Style As A Moderating Variable Of The Influence Of Human Resource Information System On Employee Performance Muhammad Risal Tawil; Teguh Setiawan Wibowo; Rasty Yulia; Dikky Mooy; Muhammad Syafri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.763

Abstract

This study is a quantitative study with an explanatory approach, namely an approach that relies on research to the nineteenth, twentieth, and twenty-first as the main material for building research foundations, building hypotheses, and proving hypotheses in this study. The data used in this study is quantitative data that researchers obtain directly or are also commonly referred to as primary data obtained from Zuri Group hotel employees spread throughout Indonesia as many as two hundred and fifty employees. The data obtained by the researcher were distributed through an online questionnaire containing ten questions with five choices including the choice of strongly agree, the choice of agree, the choice of so-so, the choice of disagree, and the choice of strongly disagree. The data obtained by the researcher were analyzed using the smart PLS 4.0 analysis tool. The result in this article show that the Human Resource Information System variable can have a positive relationship direction and significant influence on Employee Performance and the Resonant Leadership Style variable can strengthen the influence of the Human Resource Information System variable on Employee Performance. The results of the second row of the third table above show that the Human Resource Information System variable can have a positive relationship direction and significant influence on Employee Performance can be accepted because the P-Values ​​are positive and below the significance level of 0.05, namely 0.004. Based on these results, it can be concluded that the higher the Human Resource Information System, the higher the Employee Performance. In the next row, the Resonant Leadership Style variable can also moderate the influence of the Human Resource Information System variable on Employee Performance because the P-Values ​​are positive and below the significance level of 0.05, namely 0.000, more significant than direct testing of 0.004. Thus it can be concluded that the first and second hypotheses in this article can be accepted.
Analisis Dampak Pelatihan dan Pengembangan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Karyawan Ni Kadek Suryani; Delyana Rahmawany Pulungan; Itot Bian Raharjo; Yamolala Zega; Muhammad Syafri
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 1 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i1.6758

Abstract

This study aims to determine the effect of training and development, job satisfaction, and organizational commitment on employee performance. Data collection techniques using observation, interviews and questionnaires to 52 respondents with census techniques. The research method uses causal research. The results of this study are training and development have a positive and significant effect on employee performance. Job satisfaction has a positive effect on employee performance. Organizational commitment has a positive and significant effect on employee performance.