Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Perbedaan Penjualan, Harga dan Struktur Pasar Ternak Sapi Kurban Periode Sebelum, Awal dan Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Batang Firmansyah Firmansyah; Muhammad Hafidz Fajri; Wahyu Akbar; Fachroerrozi Hoesni; Afriani H; Farizal Farizal
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v7i1.1097

Abstract

This study aims to determine the differences in the number and price of sacrificial cattle sold before the pandemic and during the Covid-19 Pandemic and to analyze the market structure for sacrificial cattle in Batang Hari Regency based on the concentration of sellers. This study used a survey method by taking 50% of the total sub-districts in Batang Hari Regency. Then the data was obtained from a sample of sacrificial cattle traders who were taken by the census in the selected sub-districts. In this study seen from the concentration of sellers using the concentration ratio formula (Kr) and market share (market share). Data were analyzed using the data distribution normality test with the Kolmogorov-Smirnov test and the Shapiro-Wilk test. Test the difference using the Non-Parametric Test using the Kruskal Wallis Test followed by the Post Hoc Test using the Mann-Whitney Test. In conclusion, there was a difference in the number of sacrificial cattle sold by sacrificial cattle traders in Batang Hari District before the pandemic and during the Covid-19 Pandemic. There was a difference in the selling price of sacrificial cattle by cattle traders in Batang Hari District before the pandemic and during the Pandemic. Covid-19. The structure of the market for sacrificial cattle in Batang Hari Regency, based on the concentration of sellers, is an oligopoly of moderate concentration
Perbedaan Lama Perendaman Gill Net Terhadap Hasil Tangkapan Udang Mantis di Kelurahan Mendahara Ilir Suratinah Suratinah; Lisna Lisna; Fauzan Ramadan; Afriani H
Jurnal Kelautan Vol 16, No 1: April (2023)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v16i1.14702

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama perendaman alat tangkap gill net pada hasil tangkapan udang mantis (Harpiosquilla raphidea) di perairan Mendahara Ilir. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2022 sampai dengan 5 Januari 2022 di perairan Desa Mendahara Ilir. Metode yang digunakan adalah percobaan penangkapan ikan dengan 2 perlakuan yaitu 3 jam dan 4 jam perendaman. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan udang mantis pada perendaman 3 jam adalah 445 ekor dan 540 ekor pada perendaman 4 jam. Berdasarkan ukuran, jumlah udang mantis terbanyak terdapat pada grade C (sedang), yaitu 165 ekor pada perendaman 3 jam dan 187 ekor pada perendaman 4 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil tangkapan udang mantis pada perendaman 4 jam lebih tinggi daripada udang mantis pada perendaman 3 jam.Kata kunci: Lama Perendaman, udang mantis, gillnet.ABSTRACTThe purpose..of this study was to..determine the difference in the duration of immersion of gill net fishing gear on the catch of mantis shrimp (Harpiosquilla raphidea) in Mendahara Ilir waters. This research was conducted from December 5, 2022 to January 5, 2022 in the waters of Mendahara Ilir Village. The method used is experimental fishing with 2 treatments, namely 3 hours and 4 hours of immersion. Data analysis was performed using the T-test. The results of this study showed that the catch of mantis shrimp at 3 hours of immersion was 445 fish and 540 fish at 4 hours of immersion. Based on size, the highest number of mantis shrimp was found in grade C (medium), which amounted to 165 tails at 3 hours of immersion and 187 tails at 4 hours of immersion. The conclusion of this study is that the catch of mantis shrimp at 4 hours of immersion is more than that of mantis shrimp at 3 hours of immersion.Keyword : Immersing, mantis shrimp, gillnet.
ADOPSI INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH USAHA TERNAK SAPI Afriani H; Adriani Adriani; Firmansyah Firmansyah; Bagus Pramusintho
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i1.1072

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi menjadi pupuk organik padat, biourin, dan biogas, serta untuk menganalisis karakteristik inovasi yang mempengaruhi adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi. Tulisan ini menggunakan metode literature review.  Data dan pembahasan bersumber dari literatur, jurnal bereputasi, jurnal nasional terakreditasi dan hasil-hasil penelitian. Data-data yang telah terkumpul disajikan dalam  bentuk deskripsi dan selanjutnya dilakukan analisis dan sintesis literatur. Berdasarkan  pembahasan dapat disimpulkan bahwa adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi oleh peternak masih beragam mulai dari teknologi yang sederhana (pupuk kandang) hingga yang kompleks (kompos, biogas dan biourin). Karakteristik inovasi mempengaruhi adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi.
Minat Peternak Terhadap Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Menjadi Pupuk Kompos Di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Al Hafiz, Rafiq Al Hafiz; H, Afriani; Idris, Nahri; Firmansyah, Firmansyah
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat peternak terhadap pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tebing Tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey, data diperoleh dari sampel  peternak sapi yang telah dan belum melakukan pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang meliputi minat peternak untuk memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi kompos, karakteristik peternak, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Minat peternak dalam memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  dianalisis secara deskriptif, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat peternak digunakan analisis regresi linier berganda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat peternak yang telah memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  termasuk ke dalam kategori sedang (67,84%), sedangkan minat peternak yang belum memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  termasuk ke dalam kategori rendah (50,55%), dan faktor yang mempengaruhinya adalah pengalaman. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada perbedaan antara minat peternak yang telah dan yang belum memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Persepsi Peternak Sapi Potong Terhadap Inseminasi Buatan Di Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo Sihaloho, Vercelli Dwi Agustina; H, Afriani; Idris, Nahri
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.240

Abstract

Persepsi adalah proses menerima serangkaian informasi atau stimulus dari lingkungan, kemudian mengubahnya ke dalam kesadaran psikologis yang dapat tergambar atau terwujud dalam bentuk tindakan dari respon tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peternak sapi potong terhadap inseminasi buatan dan mengetahui perbedaan persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan dan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode stratified random sampling yang dibagi menjadi 2 strata, sedangkan penentuan responden digunakan metode Simple Random Sampling  sebanyak 30% dari jumlah peternak baik yang menggunakan inseminasi buatan maupun tidak menggunakan inseminasi buatan. Persepsi peternak dihitung berdasarkan persentase tingkat persepsi dan hasil yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan kategori, selanjutnya dianalisis secara deskriptif, sedangkan untuk mengetahui perbedaan persepsi digunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan persepsi peternak sapi yang menggunakan inseminasi buatan di Kecamatan Pasar Muara Bungo tergolong kategori sangat baik, sedangkan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan persepsinya tergolong kategori cukup baik. Hasil Uji Perbedaan Independent Sample T Test diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,0000,05, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan dengan persepsi peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan. Disimpulkan bahwa persepsi peternak yang menggunakan inseminasi buatan lebih baik dibanding peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan.
MENINGKATKAN AKSES PERMODALAN KELOMPOK TANI TEMAN ABADI KEPADA LEMBAGA KEUANGAN UNTUK USAHA TERNAK SAPI H, Afriani; Firmansyah; Farizal
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v2i2.34

Abstract

Kelompok Tani Teman Abadi yang berada di wilayah Kelurahan Mudung Laut Kecamatan Pelayangan Kota Jambi menghadapi permasalahan yaitu sulitnya untuk mengakses sumber-sumber modal kelembaga keuangan karena keterbatasan informasi, pengetahuan dan kemampuan menembus sumber modal tersebut. Kelompok tani dituntut menyajikan proposal usaha yang feasible atau layak usaha dan menguntungkan. Disamping itu lembaga keuangan bank mensyaratkan kelompok tani harus bankable atau dapat memenuhi ketentuan bank. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan mengetahuan dan keterampilan pengurus dan anggota Kelompok Tani Teman abadi dalam membuat laporan keuangan dan proposal usaha untuk pengajuan kredit ke bank. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi : sosialisasi, diskusi, penyuluhan, serta pelatihan dan bimbingan penyusunan laporan keuangan dan proposal usaha. Kegiatan ini mendapat respon dan tanggapan yang baik dari pengurus dan anggota kelompok, karena pada umumnya peternak sapi di daerah ini mendapat modal hanya bersumber dari bantuan pemerintah, sementara itu kelompok juga belum mampu melakukan penguatan modal, karena terkendala dengan sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh pihak bank. Pada kegiatan diskusi dilakukan pengumpulan data hal ini penting dilakukan karena sistem pencatatan data kelompok belum tertata dengan baik dan masih dilakukan secara manual. Data tersebut diperlukan dalam pembuatan laporan keuangan dan proposal kelayakan usaha. Selanjunya dilakukan kegiatan penyuluhan dengan mengkombinasikan antara metode ceramah, diskusi dan demonstrasi, dan untuk meningkatkan keterampilan, pengurus kelompok dilatih cara mengoperasikan program komputer tentang laporan keuangan dan dibimbing dalam menyusunan proposal usaha ternak sapi. Melalui kegiatan ini pelaporan keuangan kelompok menjadi lebih baik, dan kelompok dapat membuat proposal usaha sebagai persyaratan mengajukan kredit kepada lembaga keuangan. Kata Kunci : Akses Permodalan, Lembaga Keuangan, Usaha Ternak Sapi
Minat Peternak Terhadap Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Menjadi Pupuk Kompos Di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Al Hafiz, Rafiq Al Hafiz; H, Afriani; Idris, Nahri; Firmansyah, Firmansyah
Baselang Vol 4, No 2: OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat peternak terhadap pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tebing Tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode survey, data diperoleh dari sampel  peternak sapi yang telah dan belum melakukan pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang meliputi minat peternak untuk memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi kompos, karakteristik peternak, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Minat peternak dalam memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  dianalisis secara deskriptif, dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat peternak digunakan analisis regresi linier berganda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat peternak yang telah memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  termasuk ke dalam kategori sedang (67,84%), sedangkan minat peternak yang belum memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos  termasuk ke dalam kategori rendah (50,55%), dan faktor yang mempengaruhinya adalah pengalaman. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada perbedaan antara minat peternak yang telah dan yang belum memanfaatkan limbah ternak sapi menjadi pupuk kompos di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Differences in Eel (Monopeterus albus) Catch Results Using Fishing Gear Traps with Different Baits in Lopak Alai Village, Kumpeh Ulu District Alfebrianti, Dhea; H, Afriani; Magwa, Rizky Janatul; Pramunsintho, Bagus; Arfiana, Bs Monica; Bareta, Ainun Rohmawati
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i3.7120

Abstract

Eel (Monopterus albus) is one of the freshwater fishery products that has high economic value which is widely caught in Lopak Alai Village, Kumpe Ulu District using bubu fishing gear. This study aims to determine the differences in eel catches using bubu fishing gear with different baits in Lopak Alai Village, Kumpe Ulu District. This research was conducted in Lopak Alai Village, Kumpeh Ulu District on January 12th - February 07th, 2025. The research method used was the experimental method. The total of bubu used in this study was 60 bubu with each placement of 5 meters, the size of the bubu used was 100 cm which consisted of 2 treatments, namely using earthworm bait and golden snail bait weighing 10 grams, each bait was placed into 30 bubu with 20 repetitions. The results of the study showed that the total of eel catches (Monopterus albus) with earthworm bait was 123 with an average weight of 611 g and an average length of 45 cm, while with golden snail bait it was 204 with an average weight of 1,393 g and an average length of 49 cm. The results of the t-test analysis showed that there were differences in the catches of eels with earthworm and golden snail bait.
Analysis of the Utilization Level of Port Facilities at Belawan Samudera Port Manurung, Ester; Firmansyah, Firmansyah; Wulandari, Wulandari; H, Afriani; hariski, M; Roiska, Riris
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 2 (2025): ECOLOGY AND ENVIRONMENTAL HEATLH
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belawan Ocean Fishing Port (PPS) is one of the largest fishing ports in North Sumatra. PPS Belawan aims to increase the income of fishing communities through the provision of fishing port facilities and infrastructure. The study aims to analyze the optimization of the level of utilization of basic, functional and supporting facilities at the Belawan Ocean Fishing Port and to determine the condition of these facilities. The latest conditions in the field through field surveys show that there are several facilities whose utilization levels are not optimal and whose conditions are not good, such as the port pool. The study was conducted at PPS Belawan, North Sumatra from December 15, 2024 to January 15, 2025. The method used in this study is the survey method. The data collected in the study are primary data in the form of interviews with several sources whose daily activities are related to port facilities, namely basic facilities, functional facilities, and supporting facilities. The data analysis used is descriptive which explains the condition of the port facilities and the level of utilization of port facilities from several facilities which can be calculated systematically. The results of the research show that the Belawan ocean fishing port facilities whose level of utilization can be calculated are still not optimal, even far from optimal, while the conditions of all the facilities required to be in ocean fishing ports, namely those divided into basic facilities, functional facilities and supporting facilities are in quite good condition, and can support port operations quite well.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Hasil Tangkapan Ikan dengan Menggunakan Alat Tangkap Gillnet di Kelurahan Kampung Nelayan Nurcholifah, Nadilla; Akmal, Akmal; Hariski, M; H, Afriani; Idris, Nahri; Magwa, Rizky Janatul
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.18062

Abstract

The dominant fishing gear operated by fishermen in Kampung Nelayan Village is a gillnet. Fishing with gillnets to be optimal needs to pay attention to the production factors used. The purpose of this study is to find out the factors that affect the production of fish catches using gillnets in Kampung Nelayan Village, Tungkal Ilir District, Tanjung Jabung Barat Regency. The method used in this research is a survey, a sampling method using purposive sampling based on the criteria, namely gillnet fishermen who use 0-5 GT boats and are still actively fishing with the number of samples used is 41 fishermen. The data analysis used is multiple linear regression. The results of the study show that cumulatively all the factors used have a significant influence on the production of catches, but partially the factors that affect the production of fish catches using gillnet fishing equipment are only the length of the net, the height of the net, the size of the net and the distance of the fishing area, while the strength of the machine and the length of soaking the net do not have a significant influence on the production of fish catches with using gillnet fishing gear in the Kampung Nelayan Village.