Claim Missing Document
Check
Articles

WOMEN AND NETWORKING AUTHORITY IN BOARDING SCHOOL: THE BACKGROUND AND LIFE HISTORY PERSPECTIVE Evi Muafiah; Lutfiana Dwi Mayasari; Ulfa Wulan Agustina
Kodifikasia Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v16i2.5327

Abstract

Kepemimpinan boarding school identik dengan peran seorang kyai. Masyarakat yang patriarki, dan narasi ekstrimis yang melegitimisasi konsep domestikasi meletakkan perempuan sebagai masyarakat kelas dua. Begitu juga dengan nyai, diposisikan sebagai pendampaing kyai dan pengatur kebutuhan dometik di boarding school saja. Dengan latar kondisi yang sedemikian rupa, maka keberadaan nyai sebagai sosok baru dalam boarding school dewasa ini menarik untuk dianalisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi gender. Adapun perspektif life history digunakan untuk menjelaskan persoalan individual dan bagaimana relevansinya dalam pembentukan budaya dan masyarakat secara umum. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, perempuan dan jejaring kekuasaan di boarding school dimulai dari diadakannya kongres KUPI pertama pada 2017. Kedua, kecakapan perempuan dalam memimpin boarding school Mahasina didukung oleh keterlibatan nyai dalam politik praktis, pendidikan formal dan informal, serta pengalaman tergabung dengan NGO yang bergerak dalam pemberdayaan perempuan. Perempuan dan jejaring kekuasaan yang dibangun di boarding school ini membentuk kesadaran masyarakat. Bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama dalam kepemimpinan termasuk didalamnya kepemimpinan agama. [The leadership of the boarding school is identical to the role of a kyai. A patriarchal society, and extremist narratives that legitimize the concept of domestication place women in a second-class society. Likewise, nyai are positioned as kyai's companion and regulator of domestic needs in boarding schools. With the background of such conditions, the existence of nyai as a new figure in boarding schools today is interesting to analyze. This study uses a gender anthropological approach. The life history perspective is used to explain individual problems and how they are relevant to the formation of culture and society in general. Methods of data collection are done by using an interview and observation. The results showed that women and power networks in boarding schools started from holding the first KUPI congress in 2017. Second, women's skills in leading the Mahasina boarding school are supported by the involvement of nyai in practical politics, formal and informal education, as well as their experience of joining NGOs engaged in empowering women. Women and the power network built in this boarding school form public awareness. That women and men have equal rights in leadership, including religious leaders. Keywords: boarding school network; woman; student; KUPI
Gender Equality and Social Inclusion (GESI) Pada Dua Sekolah Inklusi Di Ponorogo Evi Muafiah; Ayunda Riska Puspita; Vivi Vellanita Wanda Damayanti
Musawa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2020.192.141-156

Abstract

Sekolah Luar Biasa (SLB) yang didirikan untuk membantu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam mengakses pendidikan, ternyata di sisi lain menjadikan anak-anak ini terkelompokkan berdasar pada kategorisasi kekhususannya, sehingga mereka menjadi eksklusif. Hal ini berbeda dengan pendidikan inklusif yang memberikan kesempatan kepada semua anak untuk belajar bersama-sama di sekolah umum. Kesempatan belajar tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan keragaman dan kebutuhan serta peran gender masing-masing individu. Paperini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran bernuansa Gender Equality and Social Inclusion ( GESI)di sekolah inklusi di Ponorogo. Analisis difokuskan pada aspek akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat dalam pembelajaran di sekolah tersebut. Tahapan paperdimulai dari pengumpulan data (observasi, wawancara, dan dokumentasi), analisis data yang meliputi tahapan reduksi data, paparan data dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran bernuansa GESI diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan cara memperhatikan kebutuhan dan kemampuan siswa yang beragam terutama pada siswa berkebutuhan khusus dan tanpa membeda-bedakan antara peran laki-laki dan perempuan.[The Special School (SLB), which was established to assist Children with Special Needs (ABK) in accessing education,  in fact makes these children were grouped into their specificity so that they become exclusive. This is different with  inclusive education, which provides opportunities for all children to learn together in public schools. These learning opportunities are implemented by considering each individual’s diversity and needs and gender roles. This study aims to describe learning process with Gender Equality and Social Inclusion (GESI) in inclusive schools in Ponorogo. The analysis focuses on access, participation, control, and benefits in learning at the school. The research stages began with data collection (observation, interviews, and documentation), data analysis that included data reduction, data exposure, data verification, and conclusion. The study results  that GESI-style learning is applied in learning by paying attention to students’ various needs and abilities, especially students with special needs, without differentiating between men’s and women’s roles.]
Bina Ketahanan Keluarga Ojek Online Di Kabupaten Ponorogo Pada Masa Pandemi Covid-19 Ulin Nadya Rif'atur Rohmah; Evi Muafiah; Neng Eri Sofiana; Bagus Fajar Adryanto
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2022.211.95-107

Abstract

Dampak Covid 19 bagi ojek online sebagai salah satu pekerja informal yang terkena dampak penurunan ekonomi akibat Covid-19 yang selanjutnya berpengaruh juga pada ekonomi keluarga. Krisis ekonomi yang dirasakan tidak hanya berpengaruh secara fisik saja, namun juga secara sosial dan psikologis. Penelitian ini bertujuan menjawab bagaimana pengupayaan ketahanan keluarga terhadap berbagai problematika kehidupan keluarga ojek online di Kabupaten Ponorogo pada masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif atau penelitian lapangan dengan data yang didapatkan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori ketahanan keluarga dengan metode analisa deskriptif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa seluruh keluarga telah menunjukkan adaptasi yang positif terhadap berbagai problematika yang sedang dihadapi. Adapun strategi koping yang dilakukan melalui penerapan komunikasi yang efektif dan komitmen yang tinggi serta diimbangi pula oleh spiritualitas keluarga. [The impact of Covid 19 for online motorcycle taxis as one of the informal workers affected by the economic decline due to Covid-19 which in turn also affects the family economy. The perceived economic crisis does not only affect physically, but also socially and psychologically. This study aims to answer how to strive for family resilience against various problems of online motorcycle taxi family life in Ponorogo Regency during the Covid-19 pandemic. This type of research is qualitative or field research with the data conducted by interview, observation, and documentaion. The theory used is the theory of family resilience and the analysis method is analysis description. This research concludes that the whole family has shown positive adaptation to the various problems they are facing. The coping strategies are carried out through the application of effective communication and high commitment and are also balanced by family spirituality.]
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH ALAM PADA MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI MI PELANGI ALAM PONOROGO) khoiri robihatul musayadah; Evi Muafiah
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 1 No. 01 (2021): Excelencia : Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v1i01.115

Abstract

Pendidikan memiliki dua tujuan penting yaitu untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan dan membuat seseorang menjadi lebih baik. Pendidikan sebagai salah satu sarana dalam mentransfer nilai-nilai serta pembentukan karakter bagi masyarakat. Sekolah alam merupakan sekolah inklusi dengan pembelajaran yang dilakukan dengan mengintegrasikan karakter-karakter tertentu yang ingin dibentuk sesuai dengan tujuan instansi pendidikan. Masa pandemi menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi sekolah alam dalam membentuk karakter siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter di MI Pelangi Alam Ponorogo pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini mengunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Temuan yang dihasilkan dari penelitian ini antara lain: pelaksanaan pembelajaran karakter di MI Pelangi Alam pada masa pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan berbasis modul, memaksimalkan peran orang tua, pemilihan media belajar dan tema disesuaikan dengan kondisi pada masa pandemi, serta evaluasi dilaksanakan secara langsung dan online.
MEMBENTUK PERILAKU KEAGAMAAN MELALUI MANAJEMEN MUATAN LOKAL ASWAJA DI MADRASAH ALIYAH PUTRI MA’ARIF PONOROGO Ilham Alfa Rizqi; Evi Muafiah
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 1 No. 01 (2021): Excelencia : Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v1i01.203

Abstract

Saat ini, di Indonesia, banyak perilaku keagamaan umat beragama yang dapat mengganggu negara dan ketentraman negara. Dalam menghadapi problematika yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, penanaman aspek spiritual siswa dianggap sebagai salah satu solusi dalam mencegah perpecahan dalam sebuah negara. Lembaga pendidikan ma’arif merupakan salah satu lembaga dengan ciri khas penyelenggaraan pendidikan dengan fokus pada penanaman pengetahuan dan akhlakul karimah (spiritual) yang disesuaikan dengan ahlus sunnah wal jama’ah melalui pembelajaran muatan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan,pelaksanaan,dan evaluasi kurikulum muatan lokal dalam membentuk perilaku keagamaan di Madrasah Aliyah Putri Ma’arif Ponorogo. Penelitian ini mengunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Temuan yang dihasilkan dari penelitian ini antara lain: 1) perencanaan muatan lokal yang dikembangkan di MA Putri Ma’arif Ponorogo dengan menentukan mata pelajaran, menetapkan guru, serta menetapkan sumber dana dan sumber belajar ; 2) Pelaksanaan kurikulum muatan lokal di MA Putri Ma’arif Ponorogo termanifestasi dalam bentuk kegiatan yang dilakukan oleh guru seperti mengkaji silabus, menyusun RPP, dan menyusun penilaian. Untuk memperdalam materi yang ada, terdapat kegiatan pembiasaan-pembiasaan yang dilaksanakan dalam jangka harian, mingguan, bulanan, dan tahunan seperti pembacaan surat-surat Jami’as-Syarif dan sholawat, sholat Dhuha dan sholat Dhuhur berjama’ah, khataman al-Qur’an, ziarah makam, istighosah, dll; 3) Evaluasi kurikulum muatan lokal di MA Putri Ma’arif Ponorogo dilakukan melalui evaluasi program muatan lokal dan evaluasi hasil belajar muatan lokal. Evaluasi program muatan lokal terdiri atas evaluasi reflektif, formatif, dan sumatif. Sedangkan evaluasi hasilbelajar muatan lokal terdiri atas tes tertulis dan tes lisan.
MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM PENINGKATAN MUTU LULUSAN PADA MADRASAH DINIYAH HIDAYATUL MUBTADIIN PAGOTAN Anwar Christianto; Evi Muafiah
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 1 No. 01 (2021): Excelencia : Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v1i01.216

Abstract

Banyak masalah timbul akibat rendahnya mutu lulusan. Di antara penyebab rendahnya mutu lulusan adalah belum diterapkannya manajemen peserta didik yang baik. Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan keagamaan tengah berupaya berinovasi agar tidak tertinggal. Manajemen peserta didik diperlukan dalam upaya mengoptimalkan pengaturan terhadap peserta didik mulai dari masuk hingga kelulusan, guna meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di madrasah diniyah. Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadiin Pagotan telah menerapkan pengaturan peserta didik berdasarkan manajemen peserta didik dalam meningkatkan mutu lulusannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan manajemen peserta didik serta kontribusi pelaksanaan manajemen peserta didik dalam peningkatan mutu lulusan pada Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadiin Pagotan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah single case study. Prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis menurut Miles Matthew dan A. Michael Huberman. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan manajemen peserta didik meliputi empat tahap, yaitu planning meliputi analisis kebutuhan peserta didik menyesuaikan daya tampung, penyusunan program; organizing meliputi rekruitmen dengan pembentukan panitia dan pembuatan brosur; actuating meliputi penerimaan dengan sistem promosi dan seleksi, seleksi menggunakan tes tulis, lisan dan praktik, orientasi dilakukan sehari dengan pemberian informasi dan arahan terakit aturan dan tata tertib madrasah, pengelompokkan dengan sistem kelas, pembinaan dan pengembangan meliputi kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler; controlling yang meliputi pencatatan kehadiran dan ketidakhadiran dalam buku absensi, pencatatan dan pelaporan ditulis dalam formulir pendaftaran, buku induk, klapper, buku nilai, rapot dan ijasah; kontribusi pelaksanaan manajemen peserta didik yakni meningkatkan prestasi akademik, prestasi non akademik dan kualitas lulusan.
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Siswa dalam Memilih Sekolah di SMAN 1 Pulung Naning Sri Rahayu; Evi Muafiah
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 2 No. 01 (2022): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v2i01.574

Abstract

Penelitian ini, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya dan seberapa besar pengaruh empat variabel dari teori bauran pemasaran yang dikemukakan oleh Philip Kotler, terhadap keputusan siswa memilih untuk melanjutkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Pulung, secara parsial ataupun secara simultan. Empat variabel yang dimaksud adalah Product/Produk, Price/Harga, Place/Tempat/Lokasi, dan Promotion/Promosi. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMA Negeri 1 Pulung, mulai kelas X-XII tahun pelajaran 2020/2021, yang berjumlah 734 siswa. Karena populasi yang berjumlah banyak, sebagai objek penilitian digunakan teknik random sampling dengan jumlah 15% dari populasi, yaitu sebanyak 110 siswa sebagai responden. Setelah melakukan uji prasyarat yaitu uji homogenitas dan linieritas data, kemudian baru dilakukan proses uji Hipotesis dengan menggunkan regresi linier sederhana dan berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 16. Dan didapatklan hasil bahwa secara parsial/terpisah, hanya 3 variabel yang memiliki pengaruh terhadap keputusan siswa memilih sekolah di SMAN 1 Pulung yaitu variabel Product/Produk (31.9%), Place/Tempat (56.1%), dan Promotion (45.6%). Sedangkan variabel Price/Harga tidak ada pengaruhnya. Kemudian secara simultan, variabel bauran pemasaran, memiliki pengaruh terhadap keputusan siswa memilih sekolah di SMAN 1 Pulung sebesar 35.3%.
Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Lingkungan Pesantren Ani Kurniawati; Evi Muafiah
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 3 No. 01 (2023): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v3i01.1478

Abstract

Isu mengenai keadilan dan kesetaraan gender masih menjadi isu yang sensitif untuk dibahas dalam Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia, contohnya pada Lembaga pondok pesantren. Anggapan bahwa perempuan tidak memiliki kesempatan yang sama seperti laki-laki karena adanya tradisi sosial yang telah mendarah daging dan masih dipegang teguh sehingga perempuan masih dikucilkan ketika memberikan pendapat. Hal ini tentu menjadi perhatian di beberapa pesantren seperti di Pondok Pesantren Darussalam Bangunsari Ponorogo. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi ini bertujuan untuk mengelaborasi implementasi keadilan dan kesetaraan gender di pondok pesantren tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Bangunsari Ponorogo telah menerapkan nilai keadilan dan kesetaraan gender dalam kegiatan sehari-hari. Hal tersebut diketahui melalui wawancara kepada pengasuh dan santri mengenai pemahaman keadilan dan kesetaraan gender, kemudian berbagai kegiatan yang ada di pondok tersebut menggambarkan bahwa tidak adanya ketimpangan gender yang terjadi.
Exploring the Influence of Work-Family Balance and Burnout on Working Mothers' Character-Building Efforts in a Post-Pandemic World Evi Muafiah; Neng Eri Sofiana; Maulida Nurhidayati
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/igcj.v6i1.3623

Abstract

Even though the pandemic has ended, working mothers face challenges in achieving work-family balance so that children's character education goes well. This paper looks at the effect of Work-Family Balance (WFB) and burnout on working mothers in carrying out character education for children after the COVID-19 pandemic. The method used is a quantitative method with a survey design. Data was collected from distributing questionnaires on the Google form filled in by female lecturers at the Islamic University in Indonesia. The findings of this study indicate that there is an effect of WFB and burnout on post-pandemic children's character education. Female lecturers at Islamic universities can be categorized as working mothers who can achieve WFB and educate their children well so there are no born-outs. This research shows that even as working mothers, lecturers at an Islamic university can carry out their role in children's education well.
Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual dalam Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPS Kelas 4 MI Ma’arif Polorejo Babadan Ponorogo Vicky Fitriani Herdiana; Evi Muafiah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2022): Wujud Peran Guru dan Orang Tua dalam Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah maupun
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v2i1.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pelaksanaan model pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran IPS kelas 4 MI Ma’arif Polorejo, (2) Mengetahui penggunaan model pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan proses dan hasil belajar pada mata pelajaran IPS kelas 4 MI Ma’arif Polorejo. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas Kemmis&MCTaggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan proses belajar belajar siswa. Hal ini diketahui dari hasil observasi pemahaman konsep belajar siswa. Pada tahap pra siklus persentase pemahaman konsep siswa sebesar 60,74% meningkat pada siklus I menjadi 84,6% kemudian mengalami peningkatan lagi pada siklus II sebesar 86,9%. (2) Model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut diketahui dari adanya peningkatan hasil belajar pada setiap siklusnya. Pada tahap pra siklus nilai hasil belajar yang berada dalam kategori tuntas sebesar 19,3% kemudian mengalami peningkatan menjadi 35% pada siklus I, kemudian mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 88,5% pada siklus II dari total jumlah siswa di kelas. Maka dengan demikian penerapan atau implementasi model pembelajaran kontekstual terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.