Claim Missing Document
Check
Articles

Diversifikasi Transmisi Bahasa Agama Dalam Konteks Politik; Tinjauan Linguistik Strukturalis Terjemah Kata “Auliya’” Huda, Muhammad Muchlis; Qalyubi, Syihabuddin; Ahmadi, Ahmadi; Evi Muafiah, Evi Muafiah; Jailani, Mohammad
Kalimatuna: Journal of Arabic Research Vol. 2 No. 1 (2023): Kalimatuna: Journal of Arabic Research
Publisher : Department of Arabic Education - Faculty of Educational Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kjar.v2i1.32896

Abstract

In the last few decades, especially after the fall of the New Order regime, the political constellation in Indonesia has been quite dynamic and tends to be populist. Many people consider that the populism aspirations of Muslims as the majority religion embraced by Indonesian citizens in several aspects of political life are experiencing a strengthening trend. One of the precedents that indicates the strengthening trend of Islamic populism is the case of blasphemy and the emergence of the 212 movement. This movement emerged after the 2017 DKI Jakarta election campaign where one of the candidate pairs at that time was suspected of insulting Islam by quoting Tarjamah Surah al-Maidah Verse 51 for pragmatic purposes of electoral politics. The question is, how do translation institutions in Indonesia that are considered authoritative translate this verse, especially the word "auliya". This study focuses its discussion on the presentation of tarjamah data for the word "Auliya'" which is contained in the work of Tarjamah Ministry of Religion of the Republic of Indonesia and Tarjamah Tafsiriyah M. Thalib. The results of this study indicate that the differences that occur between the translations of the two translations are very diametrical. The translation of the word "auliya'" in the Tarjamah M. Talib uses a more fundamental diction when compared to the tarjamah of the Indonesian Ministry of Religion. The Tarjamah Ministry of Religion of the Republic of Indonesia chose to use the term "friend". Tarjamah M. Talib prefers to use the term "leader".
Konsep Diri dan Sikap Flexibilitas Peran dalam Keluarga pada Bapak Rumah Tangga dan Ibu Bekerja Fendha, Arya; Hayati, Evi Septiani Thavip; Qibtiyah, Alimatul; Muafiah, Evi; Fatihah, Ridha
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 1 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i1.21878

Abstract

Budaya patriarki di Indonesia mengalami anomali, ditandai dengan peningkatan jumlah perempuan yang bekerja. Dampak dari semakin banyaknya perempuan menjadi penopang utama ekonomi keluarga adalah munculannya “bapak rumah tangga”, yaitu seorang bapak yang banyak meluangkan waktu atau bertanggung jawab sepenuhnya terhadap urusan domestik dan pengasuhan dalam keluarga. Bapak rumah tangga biasanya memiliki penghasilan lebih kecil dari pada istri atau bahkan tidak memiliki penghasilan sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan konsep diri terhadap sikap suami istri di dalam rumah tangganya dimana suami berperan sebagai bapak rumah tangga. Situasi suami yang bukan sebagai pencari nafkah utama atau bahkan tidak sebagai pencari nafkah akan mempengaruhi bagaimana suami dan istri memahami konsep dirinya. Konsep diri dalam keluarga yang demikian penting untuk dipelajari karena posisi suami yang tidak menjadi pencari nafkah utama berpotensi menimbulkan konsep diri negatif yang berakibat pula pada sikap yang negatif. Penelitian ini melibatkan 23 suami dan 24 istri dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ponorogo. Dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan sikap suami yaitu sebesar 0,498. Sedangkan konsep diri istri berhubungan positif signifikan terhadap sikap mereka sebesar 0,458.
IMPLEMENTASI Implementasi Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Tematik Siswa Kelas III SDN Kedungguwo Magetan: Think Pair Share, hasil belajar, pembelajaran tematik Shinta Mahatma Jaya; Evi Muafiah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 2 (2023): Penerapan Pembelajaran melalui Model dan Media Pembelajaran untuk SD/ MI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v3i2.2537

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu perwujudan dan peningkatan pendidikan merupakan hal yang harus dilakukan. Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tidak lepas dari tugas guru baik sebagai pendidik maupun sebagai pengajar. Belakangan ini hasil belajar yang dimiliki siswa mengalami penurunan disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang belum bervariasi sehingga pembelajaran yang berlangsung bersifat monton. Proses pembelajaran yang berlangsung di SDN Kedungguwo Magetan masih menggunakan model pembelajaran konvisional yang didominasi dengan metode ceramah sehingga siswa belum memperhatikan guru dan memilih berbincang dengan temannya siswa cenderung diam dan tidak bertanta mengenai materi yang belum dipahami, Proses pembelajaran yang dilakukan guru di SDN Kedungguwo Magetan terlihat kurang bervariasi sehingga guru hanya terpacu pada kurikulum dari pada mengembangkan potensi yang menyebabkan beberapa siswa memperoleh nilai yang belum mencapai KKM, Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan implimentasi model pembelajaran think pair share (TPS) dalam meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tematik siswa III di sdn Kedungguwo Magetan, untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran think pair share (TPS). Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas Kurt Lein. Penelitian ini dilaksankan dengan II siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa III di sdn kedungguwo magetanyang berjumlah 7 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa III di sdn kedungguwo magetan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa imlementasi model pembelajaran think pair share pada siklus I mencapai 57,1%. Pada siklus II presentase hasil belajar sebanyak 100%. Berdasarkan presentase tersebut dapat dinyatakan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Oleh karena itu implementasi model pembelajaran think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas III di SDN Kedungguwo Magetan. Kata Kunci: Think Pair Share, hasil Belajar, Pembelajaran Tematik
UPAYA GURU KELAS MENGHADAPI PESERTA DIDIK SLOW LEARNER DALAM SOCIAL ADJUSTMENT DI KELAS II SD TARBIYATUL ISLAM KERTOSARI BABADAN PONOROGO Lukluk’il Maynora Alfine; Evi Muafiah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 2 (2024): Pola Pembelajaran di Sekolah Untuk menumbuhkan Karakter Positif
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v4i2.3973

Abstract

Slow Learner merupakan suatu istilah yang lebih memperhalus perasaan dari pada mental deficiency, yang termasuk dalam kategori ini anak-anak yang terbelakang dalam mata pelajaran tertentu di sekolah seperti anak terlambat khusus dalam hal membaca, menulis, atau membaca-menulis, maupun berhitung, bicara dan sebagainya. Hal demikian perlu adanya strategi pembelajaran khusus yang dilakukan oleh guru agar seluruh proses pembelajaran dapat tersampaikan kepada peserta didik dan terdapat kesetaraan penerimaan materi dengan anak-anak reguler dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas upaya guru kelas menghadapi peserta didik slow learner dalam social adjustment di kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari, karena demikian dapat mempengaruhi motivasi maupun minat belajar peserta didik tersebut dan tentunya akan mempengaruhi juga Social Adjustment atau kemampuan individu dalam penyesuaian sosial serta kemampuan berpartisipasi dalam kelompok sosial. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan bentuk slow learner di Kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo, 2) Mendeskripsikan cara guru kelas dalam menghadapi peserta didik slow learner dalam social adjustment di Kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo, 3) Mendeskripsikan karakteristik social adjustment di kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif, Dimana data diperoleh dari orang dan perilaku yang dapat diamati melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Apabila dilihat dari segi tempat penelitian, maka penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research) yang berusaha meneliti atau melakukan studi observasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan di SD Tarbiyatul Islam Kertosari, Babadan, Ponorogo, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bentuk slow learner di kelas II yaitu terdiri dari 3 bentuk yaitu aspek intelegensi, aspek Bahasa, dan aspek moral. (2) Cara guru kelas dalam menghadapi peserta didik slow learner adalah melatih masing-masing anak untuk membaca, menulis, serta berhitung dengan menambah waktu belajar, memfasilitasi adanya majalah dinding, pojok baca pada tiap-tiap kelas. (3) Karakteristik social adjustment di kelas II menunjukkan bahwa mereka masih belum bisa untuk menyesuaikan diri terhadap guru, teman sekelasnya maupun lingkungan sekolah, mereka belum mampu mereaksi tuntunan sosial secara tepat dan wajar serta belum mampu berpartisipasi dalam kelompok sosial dan menyenangkan orang lain.
Discovering the Presence of Fathers: A Study on Fathers’ Involvement in Childcare in Madiun Residency Muafiah, Evi; Afifah, Anis; Mayasari, Lutfiana Dwi; Mujib, Ahmad
Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro'

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53754/2ftev555

Abstract

The evolving understanding of fatherhood has drawn increasing scholarly attention to paternal involvement as a key dimension of child development. In Indonesia, cultural expectations and economic pressures often restrict fathers’ direct participation in daily childcare, raising questions about how they negotiate their presence and involvement under such conditions. This study explores the nature of father involvement in the Madiun Residency, addressing the gap in understanding how limited physical time may be balanced by the quality of interaction. Using a mixed-methods design, quantitative data on the amount of daily father–child interaction were combined with qualitative interviews exploring fathers’ perceptions, emotional engagement, and caregiving styles. The analysis examined how time and quality relate to children’s developmental outcomes. The findings indicate that while physical interaction time is relatively limited, quality engagement plays a crucial role in supporting emotional and social development, whereas physical development correlates more directly with time spent together. Three typologies of fathering have been identified: permissive, democratic, and democratic–permissive. Each typology represents a distinct approach to paternal involvement and responsiveness, particularly within the constraints of time. The study concludes that effective paternal involvement in contemporary Indonesian families extends beyond the dimension of duration and is better understood through the quality, emotional resonance, and intentionality of fathers’ interactions with their children. These insights have practical implications for family education and policy initiatives aimed at strengthening meaningful father–child relationships.
Gender Harmony and Family Resilience on Online Motorcycle Drivers in Ponorogo Regency During the Covid-19 Evi Muafiah; Ulin Nadya Rif ’atur Rohmah; Neng Eri Sofiana; Maslathif Dwi Purnomo
MUWAZAH : jurnal kajian gender Vol 14 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v14i1.487

Abstract

  The COVID-19 pandemic has significantly impacted the economic stability of informal workers, including motorbike taxi drivers, affecting not only their financial well-being but also their social and psychological resilience. This study examines the role of gender harmony in reinforcing family resilience among motorbike taxi drivers in the Ponorogo Regency during the crisis. Using a qualitative descriptive approach, data was collected through in-depth interviews and analyzed within the framework of gender harmony theory. The findings reveal that gender harmony played a crucial role in mitigating economic, social, and psychological challenges. Families that adopted a dual-income model, allowing both spouses to contribute financially, exhibited greater economic resilience. Social resilience was fostered through cooperation in domestic and public roles, enhancing marital satisfaction. Psychological resilience was reinforced by effective communication, mutual support, and religious values that provided coping mechanisms during the crisis. However, gender inequality persisted in some families where women faced a double burden of financial and domestic responsibilities. These findings highlight the importance of gender-responsive strategies in strengthening family resilience amid crises. Future research should explore long-term implications of gender harmony on economic and psychological well-being in post-pandemic recovery.