Claim Missing Document
Check
Articles

Educational Policy Analysis: Examining Pesantren Policies and Their Implications on the Independence of Kyai and Pesantren in the Contemporary Era Nadhif Muhammad Mumtaz; Evi Muafiah; Doli Witro
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpai.v21i2.9612

Abstract

Purpose – This study aims to investigate the autonomy of “Kyai” (religious teachers) within Pesantren in making education policy. In examining these policies, it focuses on the evolution of teaching and the implementation of the “Asas Tunggal Pancasila” in Indonesian educational institutions, the struggles of Pesantren policies that led to the birth of Law No. 18 of 2019, and the dark side of the politicization of religion that has implications for educational policies. Design/methods/approach – This type of research uses qualitative research with a case study of two Islamic boarding schools in East Java (research objects). Primary data sources come from observation and interview results. Secondary data sources come from library sources such as laws, scientific articles (journals), books, etc. Data collection used observation techniques, semi-structured in-depth interviews, and documentation (document analysis). Data analysis techniques used qualitative data analysis techniques, namely data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Findings – The research reveals that the law empowers Pesantren and Kyai to shape their institutions in alignment with societal demands, traditions, and evolving times. Though the Kyai’s independence significantly affects the Pesantren’s trajectory, it does not singularly define its identity. The law underscores the imperative for contemporary teaching methods, curriculum evolution, and infrastructure enhancement, urging Kyai to eschew rigid and authoritarian stances. Research implications/limitations – The research has theoretical implications that two contrasting views concerning Pesantren policies’ influence on Kyai’s independence vis-à-vis political elites. Proponents (“Yes”) highlight Alignment of Interest, Empowerment and Development, and Community Engagement. Opponents (“No”) cite the Preservation of Autonomy, the potential for manipulation, and an inherent distrust of political parties. Originality/value – The research provides direction for the complex interplay between religious education and the political domain in Indonesia.
The Role of Female Lecturers of IAIN Ponorogo in Family Care During The Covid-19 Pandemic Period Muafiah, Evi; Susanto, Susanto; Sofiana, Neng Eri; Khasanah, Uswatul
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 7, No 2 (2023): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v7i2.14803

Abstract

This article identified female lecturers’ double burden along with the Covid-19 outbreak. During the plague, many people lost their jobs. Several families hardly struggled to fulfill their daily needs eventually forcing numerous women to work for gaining additional incomes. To diminish the Covid-19 virus transmission, working persons were directed to complete their duties from home. Furthermore, a child’s learning that used to be implemented at a school should be moved to the home, which then impacted parents’ role in assisting their kids’ education. This study uses qualitative methods which are analyzed using role theory. Data collection techniques used were interviews, google forms and documentation. This study concludes that women play a role in accompanying and helping children study at home online. On the other hand, women are also required to help meet family needs by working and domestic tasks. This shows the addition of the dual role of women during the Covid-19 pandemic. This dual role can be used as a compromise solution in family problems, especially for female lecturers at IAIN Ponorogo. The experiences of these female lecturers are varied, but many of them already have an equitable distribution of public and domestic roles as well as childcare between husband and wife.
Husbands Remain as Imāms: The Phenomenon of House Husband in Yogyakarta and Ponorogo, Indonesia Qibtiyah, Alimatul; Muafiah, Evi; Shina, Arya Fendha Ibnu; Tavip Hayati, Evi Septiani; Restendy, Mochammad Sinung
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 17 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2024.17205

Abstract

A house husband refers to the involvement of a husband or father in household and parenting tasks. This research aims to reveal the phenomenon of house husbands and examine the attitudes of government, religious, and community leaders toward this flexible gender role. This study employs mixed methods, including a survey of 100 respondents (50 men and 50 women), in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and documentation. The research found that the trend of house husbands is increasing. This indicates that the patriarchal culture, which assigns domestic and nurturing tasks exclusively to women, is becoming less relevant. The rising number of house husbands aligns with the increasing participation of women in economic activities. The self-concept of husbands and wives shows a significant positive correlation with their attitudes toward the house husband phenomenon. The more positive their attitudes are toward this phenomenon, the happier they tend to be. Religious, community, and government leaders generally do not object to husbands' participation in domestic and parenting tasks. However, most respondents still believe that the leader of the family is the male or husband, except in specific situations—such as when the husband is seriously ill—that necessitate the reversal of roles. [House husband (suami ‘rumahan’) mengacu pada keterlibatan seorang suami atau ayah dalam tugas-tugas rumah tangga dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena house husband dan menganalisis sikap pemerintah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat terhadap fenomena peran gender yang fleksibel ini. Penelitian ini menggunakan metode campuran, termasuk survei terhadap 100 responden (50 laki-laki dan 50 perempuan), wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren house husband mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya patriarki, yang menetapkan tugas domestik dan pengasuhan hanya sebagai tanggung jawab perempuan, semakin tidak relevan. Peningkatan jumlah house husband sejalan dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi. Konsep diri suami dan istri memiliki korelasi positif yang signifikan dengan sikap mereka terhadap fenomena house husband. Semakin positif sikap mereka terhadap fenomena ini, semakin tinggi tingkat kebahagiaan mereka. Para tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah pada umumnya tidak mempermasalahkan partisipasi suami dalam tugas-tugas rumah tangga maupun pengasuhan anak. Namun, sebagian besar responden masih berpendapat bahwa kepala keluarga adalah laki-laki atau suami, kecuali dalam situasi tertentu—seperti ketika suami mengalami sakit parah—yang mengharuskan peran tersebut diambil-alih oleh perempuan.]
KESIAPAN, KOMPLEKSITAS DAN HARAPAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH: PERSPEKTIF MAHASISWA IAIN PONOROGO Rohmanu, Abid; Muafiah, Evi Muafiah; Hakim, Arif Rahman; Damayanti, Vivi V. W.
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2020): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v11i2.7019

Abstract

Kebijakan penerapan pembelajaran jarak jauh (pembelajaran daring) yang diterapkan di IAIN Ponorogo memunculkan berbagai kompleksitas dan ambiguitas yang membutuhkan respon cepat dan tepat. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dilakukan survei pada 124 mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Pascasarjana IAIN Ponorogo. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana praktik pembelajaran daring di IAIN Ponorogo berjalan, faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap proses pembelajaran daring, dan bagaimana praktik pembelajaran masa pandemi bisa direfleksikan untuk penguatan pembelajaran daring di masa selanjutnya pasca pandemi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengalaman civitas akademika (dosen-mahasiswa) masa awal pandemi di IAIN Ponorogo masih dikurung oleh problem teknis (akses jaringan dan platform e-learning) dan belum masuk ke persoalan yang lebih substantif dalam pembelajaran daring (misalnya kurikulum pembelajaran daring) yang lebih bisa menggaransi interaksi pembelajaran yang bersifat produktif. Perlu adanya adaptasi teknologi dan informasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan baik pada masa pandemi maupun pasca pandemi bisa lebih efektif dan bermakna.
THE PARADIGM OF JUDGE'S THOUGHTS IN THE SETTLEMENT OF ISLAMIC INHERITANCE CASES AND THEIR IMPLICATIONS ON FAMILY LAW RENEWAL IN INDONESIA (Study on Supreme Court Decision Number 721 K/Ag/2015, Supreme Court Decision Number 218 K/Ag/2016, and Supreme Court Decision Number 331/K/AG/2018) Pradikta, Hervin Yoki; Faisal, F.; Pane, Erina; Muafiah, Evi
SMART: Journal of Sharia, Traditon, and Modernity Vol. 1 No. 2 December (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/smart.v1i2.11037

Abstract

Judges do not only act as mouthpieces of the law and carry out normative and procedural laws and regulations, but also promote a sense of justice in the community. Several Supreme Court decisions such as Supreme Court Decision Number 721 K/Ag/2015, Supreme Court Decision Number 218 K/Ag/2016, and Supreme Court Decision Number 331/K/AG/2018, have illustrated the existence of progressive ijtihad that does not only adhere to positivistic legal reasoning but also to progressive legal reasoning by using the legal discovery method in the form of legal interpretation with a philosophical, empirical and juridical approach. In practice, the decisions mentioned above can be used as permanent jurisprudence by judges in all judicial bodies. The legal values contained in jurisprudence can be used as legal rules in upholding justice and legal certainty. The judge's decision has two important dimensions. First, the decision is a solution for solving Islamic inheritance cases for the disputing parties and outside the parties. Second, as a legal regulation for the future (ius constituendum). Keywords:     Judge's Decision, Ijtihad, Progressive, Jurisprudence.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Beribadah Anak Usia Dini Di Ra Perwanida Dusun Pucangombo Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Nafiah, Siti; Muafiah, Evi
WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.768 KB) | DOI: 10.21154/wisdom.v1i1.2135

Abstract

Abstract: The objectives of this study are (1) to describe the discipline profile of early childhood worship in RA Perwanida, Pucangombo Hamlet, Tegalombo Pacitan; (2) to describe the role of the teacher as a guide in improving the discipline of early childhood worship at RA Perwanida, Pucangombo Hamlet, Tegalombo Pacitan; (3) to describe the teacher's role as a supervisor in improving the discipline of early childhood worship in RA Perwanida, Pucangombo Hamlet, Tegalombo Pacitan. This study uses a qualitative approach to the type of case study research. The results of this study are: (1) Discipline profile for children of age in RA Perwanida Pucangombo Hamlet Tegalombo Pacitan in general is included in the category of lack of discipline. (2) The role of the teacher as a guide, the teacher collaborates with parents of parents to take part in implementing / implementing regulations has been determined by the school institution in the sense that parents should support the child. 3) The role of the teacher as a supervisior, being a model / example in applying the discipline of worship to early childhood continuously, the teacher provides supervision
Diversifikasi Transmisi Bahasa Agama Dalam Konteks Politik; Tinjauan Linguistik Strukturalis Terjemah Kata “Auliya’” Huda, Muhammad Muchlis; Qalyubi, Syihabuddin; Ahmadi, Ahmadi; Evi Muafiah, Evi Muafiah; Jailani, Mohammad
Kalimatuna: Journal of Arabic Research Vol. 2 No. 1 (2023): Kalimatuna: Journal of Arabic Research
Publisher : Department of Arabic Education - Faculty of Educational Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kjar.v2i1.32896

Abstract

In the last few decades, especially after the fall of the New Order regime, the political constellation in Indonesia has been quite dynamic and tends to be populist. Many people consider that the populism aspirations of Muslims as the majority religion embraced by Indonesian citizens in several aspects of political life are experiencing a strengthening trend. One of the precedents that indicates the strengthening trend of Islamic populism is the case of blasphemy and the emergence of the 212 movement. This movement emerged after the 2017 DKI Jakarta election campaign where one of the candidate pairs at that time was suspected of insulting Islam by quoting Tarjamah Surah al-Maidah Verse 51 for pragmatic purposes of electoral politics. The question is, how do translation institutions in Indonesia that are considered authoritative translate this verse, especially the word "auliya". This study focuses its discussion on the presentation of tarjamah data for the word "Auliya'" which is contained in the work of Tarjamah Ministry of Religion of the Republic of Indonesia and Tarjamah Tafsiriyah M. Thalib. The results of this study indicate that the differences that occur between the translations of the two translations are very diametrical. The translation of the word "auliya'" in the Tarjamah M. Talib uses a more fundamental diction when compared to the tarjamah of the Indonesian Ministry of Religion. The Tarjamah Ministry of Religion of the Republic of Indonesia chose to use the term "friend". Tarjamah M. Talib prefers to use the term "leader".
Konsep Diri dan Sikap Flexibilitas Peran dalam Keluarga pada Bapak Rumah Tangga dan Ibu Bekerja Fendha, Arya; Hayati, Evi Septiani Thavip; Qibtiyah, Alimatul; Muafiah, Evi; Fatihah, Ridha
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 1 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i1.21878

Abstract

Budaya patriarki di Indonesia mengalami anomali, ditandai dengan peningkatan jumlah perempuan yang bekerja. Dampak dari semakin banyaknya perempuan menjadi penopang utama ekonomi keluarga adalah munculannya “bapak rumah tangga”, yaitu seorang bapak yang banyak meluangkan waktu atau bertanggung jawab sepenuhnya terhadap urusan domestik dan pengasuhan dalam keluarga. Bapak rumah tangga biasanya memiliki penghasilan lebih kecil dari pada istri atau bahkan tidak memiliki penghasilan sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan konsep diri terhadap sikap suami istri di dalam rumah tangganya dimana suami berperan sebagai bapak rumah tangga. Situasi suami yang bukan sebagai pencari nafkah utama atau bahkan tidak sebagai pencari nafkah akan mempengaruhi bagaimana suami dan istri memahami konsep dirinya. Konsep diri dalam keluarga yang demikian penting untuk dipelajari karena posisi suami yang tidak menjadi pencari nafkah utama berpotensi menimbulkan konsep diri negatif yang berakibat pula pada sikap yang negatif. Penelitian ini melibatkan 23 suami dan 24 istri dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ponorogo. Dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan sikap suami yaitu sebesar 0,498. Sedangkan konsep diri istri berhubungan positif signifikan terhadap sikap mereka sebesar 0,458.
IMPLEMENTASI Implementasi Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Tematik Siswa Kelas III SDN Kedungguwo Magetan: Think Pair Share, hasil belajar, pembelajaran tematik Shinta Mahatma Jaya; Evi Muafiah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 2 (2023): Penerapan Pembelajaran melalui Model dan Media Pembelajaran untuk SD/ MI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v3i2.2537

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu perwujudan dan peningkatan pendidikan merupakan hal yang harus dilakukan. Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tidak lepas dari tugas guru baik sebagai pendidik maupun sebagai pengajar. Belakangan ini hasil belajar yang dimiliki siswa mengalami penurunan disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang belum bervariasi sehingga pembelajaran yang berlangsung bersifat monton. Proses pembelajaran yang berlangsung di SDN Kedungguwo Magetan masih menggunakan model pembelajaran konvisional yang didominasi dengan metode ceramah sehingga siswa belum memperhatikan guru dan memilih berbincang dengan temannya siswa cenderung diam dan tidak bertanta mengenai materi yang belum dipahami, Proses pembelajaran yang dilakukan guru di SDN Kedungguwo Magetan terlihat kurang bervariasi sehingga guru hanya terpacu pada kurikulum dari pada mengembangkan potensi yang menyebabkan beberapa siswa memperoleh nilai yang belum mencapai KKM, Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan implimentasi model pembelajaran think pair share (TPS) dalam meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tematik siswa III di sdn Kedungguwo Magetan, untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran think pair share (TPS). Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas Kurt Lein. Penelitian ini dilaksankan dengan II siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa III di sdn kedungguwo magetanyang berjumlah 7 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa III di sdn kedungguwo magetan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa imlementasi model pembelajaran think pair share pada siklus I mencapai 57,1%. Pada siklus II presentase hasil belajar sebanyak 100%. Berdasarkan presentase tersebut dapat dinyatakan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Oleh karena itu implementasi model pembelajaran think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas III di SDN Kedungguwo Magetan. Kata Kunci: Think Pair Share, hasil Belajar, Pembelajaran Tematik
UPAYA GURU KELAS MENGHADAPI PESERTA DIDIK SLOW LEARNER DALAM SOCIAL ADJUSTMENT DI KELAS II SD TARBIYATUL ISLAM KERTOSARI BABADAN PONOROGO Lukluk’il Maynora Alfine; Evi Muafiah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 2 (2024): Pola Pembelajaran di Sekolah Untuk menumbuhkan Karakter Positif
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v4i2.3973

Abstract

Slow Learner merupakan suatu istilah yang lebih memperhalus perasaan dari pada mental deficiency, yang termasuk dalam kategori ini anak-anak yang terbelakang dalam mata pelajaran tertentu di sekolah seperti anak terlambat khusus dalam hal membaca, menulis, atau membaca-menulis, maupun berhitung, bicara dan sebagainya. Hal demikian perlu adanya strategi pembelajaran khusus yang dilakukan oleh guru agar seluruh proses pembelajaran dapat tersampaikan kepada peserta didik dan terdapat kesetaraan penerimaan materi dengan anak-anak reguler dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas upaya guru kelas menghadapi peserta didik slow learner dalam social adjustment di kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari, karena demikian dapat mempengaruhi motivasi maupun minat belajar peserta didik tersebut dan tentunya akan mempengaruhi juga Social Adjustment atau kemampuan individu dalam penyesuaian sosial serta kemampuan berpartisipasi dalam kelompok sosial. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan bentuk slow learner di Kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo, 2) Mendeskripsikan cara guru kelas dalam menghadapi peserta didik slow learner dalam social adjustment di Kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo, 3) Mendeskripsikan karakteristik social adjustment di kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif, Dimana data diperoleh dari orang dan perilaku yang dapat diamati melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Apabila dilihat dari segi tempat penelitian, maka penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research) yang berusaha meneliti atau melakukan studi observasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan di SD Tarbiyatul Islam Kertosari, Babadan, Ponorogo, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bentuk slow learner di kelas II yaitu terdiri dari 3 bentuk yaitu aspek intelegensi, aspek Bahasa, dan aspek moral. (2) Cara guru kelas dalam menghadapi peserta didik slow learner adalah melatih masing-masing anak untuk membaca, menulis, serta berhitung dengan menambah waktu belajar, memfasilitasi adanya majalah dinding, pojok baca pada tiap-tiap kelas. (3) Karakteristik social adjustment di kelas II menunjukkan bahwa mereka masih belum bisa untuk menyesuaikan diri terhadap guru, teman sekelasnya maupun lingkungan sekolah, mereka belum mampu mereaksi tuntunan sosial secara tepat dan wajar serta belum mampu berpartisipasi dalam kelompok sosial dan menyenangkan orang lain.