Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Diri dan Sikap Flexibilitas Peran dalam Keluarga pada Bapak Rumah Tangga dan Ibu Bekerja Fendha, Arya; Hayati, Evi Septiani Thavip; Qibtiyah, Alimatul; Muafiah, Evi; Fatihah, Ridha
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 1 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i1.21878

Abstract

Budaya patriarki di Indonesia mengalami anomali, ditandai dengan peningkatan jumlah perempuan yang bekerja. Dampak dari semakin banyaknya perempuan menjadi penopang utama ekonomi keluarga adalah munculannya “bapak rumah tangga”, yaitu seorang bapak yang banyak meluangkan waktu atau bertanggung jawab sepenuhnya terhadap urusan domestik dan pengasuhan dalam keluarga. Bapak rumah tangga biasanya memiliki penghasilan lebih kecil dari pada istri atau bahkan tidak memiliki penghasilan sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan konsep diri terhadap sikap suami istri di dalam rumah tangganya dimana suami berperan sebagai bapak rumah tangga. Situasi suami yang bukan sebagai pencari nafkah utama atau bahkan tidak sebagai pencari nafkah akan mempengaruhi bagaimana suami dan istri memahami konsep dirinya. Konsep diri dalam keluarga yang demikian penting untuk dipelajari karena posisi suami yang tidak menjadi pencari nafkah utama berpotensi menimbulkan konsep diri negatif yang berakibat pula pada sikap yang negatif. Penelitian ini melibatkan 23 suami dan 24 istri dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ponorogo. Dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan sikap suami yaitu sebesar 0,498. Sedangkan konsep diri istri berhubungan positif signifikan terhadap sikap mereka sebesar 0,458.
IMPLEMENTASI Implementasi Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Tematik Siswa Kelas III SDN Kedungguwo Magetan: Think Pair Share, hasil belajar, pembelajaran tematik Shinta Mahatma Jaya; Evi Muafiah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 2 (2023): Penerapan Pembelajaran melalui Model dan Media Pembelajaran untuk SD/ MI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v3i2.2537

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu perwujudan dan peningkatan pendidikan merupakan hal yang harus dilakukan. Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tidak lepas dari tugas guru baik sebagai pendidik maupun sebagai pengajar. Belakangan ini hasil belajar yang dimiliki siswa mengalami penurunan disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang belum bervariasi sehingga pembelajaran yang berlangsung bersifat monton. Proses pembelajaran yang berlangsung di SDN Kedungguwo Magetan masih menggunakan model pembelajaran konvisional yang didominasi dengan metode ceramah sehingga siswa belum memperhatikan guru dan memilih berbincang dengan temannya siswa cenderung diam dan tidak bertanta mengenai materi yang belum dipahami, Proses pembelajaran yang dilakukan guru di SDN Kedungguwo Magetan terlihat kurang bervariasi sehingga guru hanya terpacu pada kurikulum dari pada mengembangkan potensi yang menyebabkan beberapa siswa memperoleh nilai yang belum mencapai KKM, Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan implimentasi model pembelajaran think pair share (TPS) dalam meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tematik siswa III di sdn Kedungguwo Magetan, untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran think pair share (TPS). Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas Kurt Lein. Penelitian ini dilaksankan dengan II siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa III di sdn kedungguwo magetanyang berjumlah 7 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa III di sdn kedungguwo magetan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa imlementasi model pembelajaran think pair share pada siklus I mencapai 57,1%. Pada siklus II presentase hasil belajar sebanyak 100%. Berdasarkan presentase tersebut dapat dinyatakan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Oleh karena itu implementasi model pembelajaran think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas III di SDN Kedungguwo Magetan. Kata Kunci: Think Pair Share, hasil Belajar, Pembelajaran Tematik
UPAYA GURU KELAS MENGHADAPI PESERTA DIDIK SLOW LEARNER DALAM SOCIAL ADJUSTMENT DI KELAS II SD TARBIYATUL ISLAM KERTOSARI BABADAN PONOROGO Lukluk’il Maynora Alfine; Evi Muafiah
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 4 No. 2 (2024): Pola Pembelajaran di Sekolah Untuk menumbuhkan Karakter Positif
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v4i2.3973

Abstract

Slow Learner merupakan suatu istilah yang lebih memperhalus perasaan dari pada mental deficiency, yang termasuk dalam kategori ini anak-anak yang terbelakang dalam mata pelajaran tertentu di sekolah seperti anak terlambat khusus dalam hal membaca, menulis, atau membaca-menulis, maupun berhitung, bicara dan sebagainya. Hal demikian perlu adanya strategi pembelajaran khusus yang dilakukan oleh guru agar seluruh proses pembelajaran dapat tersampaikan kepada peserta didik dan terdapat kesetaraan penerimaan materi dengan anak-anak reguler dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas upaya guru kelas menghadapi peserta didik slow learner dalam social adjustment di kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari, karena demikian dapat mempengaruhi motivasi maupun minat belajar peserta didik tersebut dan tentunya akan mempengaruhi juga Social Adjustment atau kemampuan individu dalam penyesuaian sosial serta kemampuan berpartisipasi dalam kelompok sosial. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan bentuk slow learner di Kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo, 2) Mendeskripsikan cara guru kelas dalam menghadapi peserta didik slow learner dalam social adjustment di Kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo, 3) Mendeskripsikan karakteristik social adjustment di kelas II SD Tarbiyatul Islam Kertosari Babadan Ponorogo. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif, Dimana data diperoleh dari orang dan perilaku yang dapat diamati melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Apabila dilihat dari segi tempat penelitian, maka penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research) yang berusaha meneliti atau melakukan studi observasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan di SD Tarbiyatul Islam Kertosari, Babadan, Ponorogo, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bentuk slow learner di kelas II yaitu terdiri dari 3 bentuk yaitu aspek intelegensi, aspek Bahasa, dan aspek moral. (2) Cara guru kelas dalam menghadapi peserta didik slow learner adalah melatih masing-masing anak untuk membaca, menulis, serta berhitung dengan menambah waktu belajar, memfasilitasi adanya majalah dinding, pojok baca pada tiap-tiap kelas. (3) Karakteristik social adjustment di kelas II menunjukkan bahwa mereka masih belum bisa untuk menyesuaikan diri terhadap guru, teman sekelasnya maupun lingkungan sekolah, mereka belum mampu mereaksi tuntunan sosial secara tepat dan wajar serta belum mampu berpartisipasi dalam kelompok sosial dan menyenangkan orang lain.
Discovering the Presence of Fathers: A Study on Fathers’ Involvement in Childcare in Madiun Residency Muafiah, Evi; Afifah, Anis; Mayasari, Lutfiana Dwi; Mujib, Ahmad
Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture, and Social Studies Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro'

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53754/2ftev555

Abstract

The evolving understanding of fatherhood has drawn increasing scholarly attention to paternal involvement as a key dimension of child development. In Indonesia, cultural expectations and economic pressures often restrict fathers’ direct participation in daily childcare, raising questions about how they negotiate their presence and involvement under such conditions. This study explores the nature of father involvement in the Madiun Residency, addressing the gap in understanding how limited physical time may be balanced by the quality of interaction. Using a mixed-methods design, quantitative data on the amount of daily father–child interaction were combined with qualitative interviews exploring fathers’ perceptions, emotional engagement, and caregiving styles. The analysis examined how time and quality relate to children’s developmental outcomes. The findings indicate that while physical interaction time is relatively limited, quality engagement plays a crucial role in supporting emotional and social development, whereas physical development correlates more directly with time spent together. Three typologies of fathering have been identified: permissive, democratic, and democratic–permissive. Each typology represents a distinct approach to paternal involvement and responsiveness, particularly within the constraints of time. The study concludes that effective paternal involvement in contemporary Indonesian families extends beyond the dimension of duration and is better understood through the quality, emotional resonance, and intentionality of fathers’ interactions with their children. These insights have practical implications for family education and policy initiatives aimed at strengthening meaningful father–child relationships.
Gender Harmony and Family Resilience on Online Motorcycle Drivers in Ponorogo Regency During the Covid-19 Evi Muafiah; Ulin Nadya Rif ’atur Rohmah; Neng Eri Sofiana; Maslathif Dwi Purnomo
MUWAZAH : jurnal kajian gender Vol 14 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/muwazah.v14i1.487

Abstract

  The COVID-19 pandemic has significantly impacted the economic stability of informal workers, including motorbike taxi drivers, affecting not only their financial well-being but also their social and psychological resilience. This study examines the role of gender harmony in reinforcing family resilience among motorbike taxi drivers in the Ponorogo Regency during the crisis. Using a qualitative descriptive approach, data was collected through in-depth interviews and analyzed within the framework of gender harmony theory. The findings reveal that gender harmony played a crucial role in mitigating economic, social, and psychological challenges. Families that adopted a dual-income model, allowing both spouses to contribute financially, exhibited greater economic resilience. Social resilience was fostered through cooperation in domestic and public roles, enhancing marital satisfaction. Psychological resilience was reinforced by effective communication, mutual support, and religious values that provided coping mechanisms during the crisis. However, gender inequality persisted in some families where women faced a double burden of financial and domestic responsibilities. These findings highlight the importance of gender-responsive strategies in strengthening family resilience amid crises. Future research should explore long-term implications of gender harmony on economic and psychological well-being in post-pandemic recovery.
Gerakan Jender Dalam Islam: Kesetaraan Relasi Perempuan dan Laki-laki menurut al-Qur'an Evi Muafiah
Justicia Islamica Vol 2 No 2 (2005)
Publisher : Faculty of Sharia UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concept of gender equality in Islam based on the perspective of the Qur'an. The method used is qualitative with a thematic interpretation approach, through a literature review of Qur'anic verses, hadiths, and classical and contemporary scholars' thoughts on the relationship between women and men. The results showed that the Qur'an emphasizes the principle of equality in rights and responsibilities between men and women, despite contextual differences in roles. The concept of gender justice in Islam is oriented towards a balance of rights and obligations without demeaning either party. This study emphasizes that the gender movement in Islam must be based on the values of the Qur'an and Islamic objectives, thus producing harmonious and fair relationships in social life.
Development of Islamic Education Curriculum Instruments for Early Childhood through Semester Learning Plans (RPS) for Gender Responsive Islamic Courses Muafiah, Evi; Mujib, Ahmad; Arif, Syaiful
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.025 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v17i1.6126

Abstract

This study aims to test the feasibility of gender responsive semester learning plans (RPS) according to gender responsive learning experts, learning design experts, and the effectiveness of using gender responsive RPS in Islamic Religious Colleges (PTKI). This research is developmental by using the instructional system model of Thiagarajan, Semmel and Semmel (1974) with a modified 4-D model. The 4-D model consists of Define, Design, Develop and Disseminate. In this study, modification of the 4-D model was carried out, namely simplification from four stages to three stages. The results showed that the RPS was gender responsive from the development of the 4-D model in the subjects of Al-Qur'an Studies, Hadith Studies, Introduction to Islamic Studies, and the History of Islamic Civilization are considered appropriate according to gender responsive learning experts and learning design experts. The limited trial showed a very satisfactory response based on the assessment of observer lecturers and PIAUD students who had participated in this study.
Toward a Holistic Pedagogy of Qur’anic Tilāwah: Insights from Fushûl fî Tadrîs al-Tarbiyah al-Islâmiyyah Zennanta Agustia; Mastiyah, Iyoh; Basuki, Basuki; Muafiah, Evi; Khafidhoh, Khafidhoh
TA`DIBUNA Vol 15 No 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v15i2.22545

Abstract

Qur’anic learning represents an Islamic educational system composed of interrelated components designed to support the realisation of educational objectives. These components include the goals, fundamental principles, and methodological steps. This study explores the Qur’anic tilâwah learning model conceptualised by Hasan Ja‘far al-Khalîfah and Kamâl al-Dîn Muhammad Hâsyim. This study employs library research, with the primary source being the book Fushûl fî Tadrîs al-Tarbiyah al-Islâmiyyah authored by Hasan Ja‘far al-Khalîfah and Kamâl al-Dîn Muhammad Hâsyim. Through content analysis, it was found that the model of tilâwah al-Qur’an learning encompasses seven learning objectives, seven fundamental principles that integrate technical, spiritual, and contextual dimensions, and five sequential methodological steps (opening, demonstration, discussion and explanation, practice, and evaluation). These components emphasise mastery of correct technical recitation while simultaneously internalising spiritual values and actualising the meanings of verses in real-life situations. The model of al-Khalîfah and Hâsyim reflects relevance and applicability in the contemporary era, particularly in addressing low Qur’anic literacy through a holistic and systematic approach that can be adapted to digital technology, social inclusion, and community-based initiatives.
Work-Life Balance of Regional Midwife During the Covid-19 Pandemic Time Muafiah, Evi; Sofiana, Neng Eri
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2022): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i2.13518

Abstract

Perempuan pekerja pada masa kini mulai banyak, begitu pula pada profesi dalam bidang seperti seorang bidan yang di Indonesia hanya menilai seorang perempuan saja.Seorang bidan yang bekerja di puskesmas dan membuka praktik sendiri di rumah sangat rentan terhadap virus. Wabah COVID-19 yang telah hidup bersama masyarakat selama hampir tiga tahun ini menjadi ancaman nyata bagi setiap orang, khususnya tenaga kesehatan. Apa saja bidan tersebut juga merupakan bidan wilayah yang memiliki tanggung jawab kesehatan satu wilayah desa atau kelurahan. Selain beban, sebagai seorang perempuan yang selalu dilekatkan dengan pekerjaan domestik menjadikkannya beban ganda. Tulisan ini akan melihat bagaimana seorang bidan wilayah menyeimbangkan dan menganalisis terhadap WLB (Work-Life Balance).Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya, seorang bidan wilayah dapat mencapai keseimbangan kehidupan-kerja atau WLB (Work-Life Balance) sehingga mampu memenuhi faktor-faktor WLB seperti adanya keseimbangan waktu, keterlibatan, dan kepuasan. Dalam tulisan, bidan wilayah yang menjadi objek kajian mampu mencapai WLB sebab mampu mengatasi faktor-faktor tersebut.
PENGASUHAN ANAK USIA DINI BERPERSPEKTIF GENDER DALAM HUBUNGANNYA TERHADAP PEMILIHAN PERMAINAN DAN AKTIVITAS KEAGAMAAN UNTUK ANAK Muafiah, Evi; Fadly, Wirawan
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3188

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan yang terjadi di lembaga Penelitian ini bertujuan mengetahui pola pengasuhan yang terjadi di lembaga PAUD maupun dalam lingkungan keluarga serta hubungannya terhadap pemilihan permainan dan aktivitas keagamaan AUD. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain concurrent embedded. Penelitian dilaksanakan di eks-karesidenan Madiun dengan pemilihan sampel melalui purposive sampling pada data yang diperoleh menggunakan metode kualitatif dan random sampling pada data kuantitatif. Data tersebut dikumpulkan menggunakan angket, observasi, dan wawancara yang kemudian dianalisis berdasarkan karakteristiknya melalui deskriptif kualitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan Pertama masyarakat telah responsif gender pada pengasuhan AUD dan cenderung bebas pada aspek stereotipe, subordinasi, dan marginalisasi, Kedua, pemahaman responsif gender dalam pemilihan pemainan yang dimiliki guru lebih baik daripada orang tua/pengasuh, sedangkan pemilihan aktivitas keagamaan tidak ada perbedaan, dan Ketiga adanya hubungan signifikan antara pola asuh dalam lingkungan keluarga dan lembaga PAUD terhadap pemilihan permainan, namun berbeda pada pemilihan aktivitas keagamaannya dimana hubungan signifikan hanya pada lingkungan keluarga.Kata Kunci: Pengasuhan Anak, Berperspektif Gender, Pemilihan Permainan, Aktivitas Keagamaan