Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Aspek K3 Terhadap Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Pabrik Tahu di Klaten, Jawa Tengah Muhammad Abdul Basir; Rois Fatoni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.692 KB)

Abstract

Kelompok industri nonformal adalah kelompok yang rentan terhadapkecelakaan kerja. Industri tahu merupakan salah satu jenis industrinonformal. Terdapat banyak pabrik tahu di Kabupaten Klaten, JawaTengah. Dalam 3 tahun terakhir telah terjadi 2 kali kebakaran pabriktahu dikabupaten Klaten. Oleh karena itu diperlukan upaya untukpeningkatakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dipabriktahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahamanpekerja tentang Alat Pelindung Diri (APD) dan mengidentifikasipotensi bahaya kecelakaan kerja dipabrik tahu Kabupaten Klaten,Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dipabrik tahu Purnomoyang terletak di Dusun Bongkotan RT 15/ RW 08, Desa Tegal Ampel,Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Metodeyang digunakan adalah observasi dan wawancara, adapun metodeuntuk penilaian risiko potensi bahaya menggunakan metode HIRARC(Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control).Berdasarkan penilaian risiko yang telah dilakukan diperolehpersentse tingkat bahaya low risk 11,1 %, medium risk 81,1 %, danhigh risk 7,9 %. Tingkat bahaya high risk pada pabrik tahu initerdapat pada risiko ledakan boiler. Dapat disimpulkan bahwapabrik tahu Purnomo memiliki tingkat risiko bahaya medium riskDari hasil wawancara dan observasi dapat diketahui bahwapemahaman pekerja tentang penggunakan APD yang standar masihkurang..
PENGARUH VOLUME EKSTRAKSI DAN FIKSASI ZAT WARNA ALAM KULIT KAYU NANGKA (Artocarpus heterophylla Lamk.) TERHADAP ARAH DAN KETAHANAN LUNTUR WARNA PADA KAIN BATIK Nastiti Dyah Sekarini; Rois Fatoni; Agus Haerudin
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 39, No 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v39i2.7715

Abstract

Penggunaan zat warna sintetis lebih mudah berdampak negatif karena bersifat karsinogenik akibat kandungan logam berat pada pewarna sintetis. Untuk mencegah hal tersebut, penggunaan bahan alam sebagai pewarna alami pada kain batik ramah lingkungan yaitu kulit kayu nangka. Limbah kayu nangka yaitu kulit kayu nangka mengandung beberapa jenis senyawa, terutama yang bewarna kuning. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh volume ekstraksi dan fiksasi zat warna alami berbahan kayu nangka pada arah dan ketahanannya kelunturan warna di pewarnaan kain batik. Metode penelitian ini yaitu eksperimen dengan variasi volume ekstraksi dan jenis serta konsentrasi zat fiksasi. Hasil pengujian beda warna L*, a*, b* dan identiifikasi kode warna melalui encycolorpedia, arah warna yang dihasilkan pada masing-masing sampel yaitu warna oranye. Hasil pengujian ketahanannya luntur warna pada pencucian sabun dan sinar matahari yang paling bagus adalah  perbandingan ekstraksi 1:6 dengan zat fiksasi berupa tunjung.
The Effect of Variation of Types of Microbial Starters on The Physical Characteristics of Modified Cassava Flour (MOCAF) Rich in Beta-Carotene Habib Ra'uf Alfansuri; Rois Fatoni; Ahmad Fathoni; R. Haryo Bimo Setiarto; Ema Damayanti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 16, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jthp.v16i2.73249

Abstract

The development of beta-carotene-rich MOCAF flour as a functional food aims to increase its nutritional content and functional properties as an antioxidant for health. The development of beta-carotene-rich MOCAF flour can be optimized through good fermentation methods, especially with the use of starter. This study aims to further analyze the effect of using a type of starter on the MOCAF characteristics of cassava species rich in beta-carotene through a comparison of several types of starter. In this study, three types of starter were used, namely the Bimo-CF starter, the Berhasil starter and the BRIN starter. The results showed that the use of starter during fermentation affected the physicochemical properties of MOCAF flour in the form of differences in solubility, increased viscosity and decreased syneresis. Scanning Electron Microscope (SEM) was used to analyze the microstrutural of MOCAF flour using starter during fermentation resulted in a more massive reshuffling of starch granules and causes changes in the structure of starch granules that become irregular round in shape with increasingly non-uniform sizes. NIR (Near infrared) and proximate analysis of the content of MOCAF flour, showed that the use of the Bimo-CF starter, the Berhasil starter and the BRIN starter during fermentation affected the decrease in moisture content, protein content, ash content, fiber content, phosphorus, and increased fat and dry matter content.
The Effect of Fermentation Time on The Quality of Mocaf (Modified Cassava Flour) with Raw Material Bokor Genotype Cassava Erfa Kurnia Prastiwi; Rois Fatoni; Ahmad Fathoni; R. Haryo Bimo Setiarto; Ema Damayanti
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.12-26

Abstract

Cassava genotype Bokor has a fairly high content of beta carotene, which is beneficial for health and can also support the development of the functional food industry. MOCAF (Modified Cassava Flour) is a product made from cassava flour which is processed by modifying cassava cells through fermentation. This study aims to analyze the effect of long fermentation time on the characteristics of MOCAF from beta-carotene-rich cassava genotype Bokor. In this study, three variations of fermentation time were used, namely 15 hours, 24 hours and 40 hours. The research results showed that the time of fermentation affected the physicochemical properties of MOCAF. NIR analysis showed that the fermentation time affected the chemical composition of MOCAF. At 40 hours (last time of fermentation), there was a decrease in fat content with a value of 1.59% and an increase in water, protein and fibre content with a value of 13.71%, 3.94% and 2.28%, respectively. Proximate analysis showed that there was an effect of the length of fermentation time on the MOCAF content, namely at 40 hours, there was an increase in water content with a value of 10.10%, a decrease in dry matter, ash, protein, fat, fibre with a value of 89.90%, 0.60%, 0.78% respectively, 0.45%, and 1.29%. Scanning Electron Microscope (SEM) analysis shows the effect of fermentation time on the morphological properties of MOCAF starch granules. The longer the fermentation time, the more perforated or damaged the surface of the starch granules. Keywords:  Fermentation time, MOCAF flour, NIR (Near Infrared), Proximate, SEM (Scanning Electron Microscope) 
Analisis Serangan Sulfat pada Self Compacting Concrete (SCC) menggunakan Variasi Penambahan Silica fume dengan Metode Perubahan Panjang Solikin, Mochamad; Setiawan, Budi; Iqbal Rahmad Afani; Habdan Rizki Perdana; Nindya Sabrina; Rois Fatoni; Indah Pratiwi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1: April 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University and The Institut of ENgineering Indonesia (PII), Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.1.115-126

Abstract

Beton adalah salah satu material yang sering dijumpai pada struktur konstruksi. Hal ini menjadikan beton harus memiliki ketahanan terhadap kondisi lingkungan sekitar, baik dalam kondisi kering maupun basah. Tak sedikit di lingkungan sekitar terdapat bahan agresif seperti sulfat yang dapat menurunkan durabilitas dan sifat mekanis beton. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan bahan tambah silica fume untuk meningkatkan ketahanan pada beton terhadap serangan sulfat. Dalam penelitian ini, rancangan campuran beton dibuat menurut metode ACI dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Pengujian ketahanan beton terhadap serangan sulfat dilakukan dengan perendaman benda uji siklus kering-basah pada larutan Natrium Sulfate (Na2SO4) dengan konsentrasi 5% dengan variasi penambahan silica fume 0%, 8%, dan 10%. Benda uji berupa silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk menguji kuat tekan beton dan kehilangan berat setelah direndam dalam larutan sulfat. Sedangkan untuk pengujian perubahan panjang menggunakan benda uji balok mortar dimensi 285 mm x 25 mm x 25 mm. Hasil pengujian didapatkan kadar optimum penambahan silica fume sebesar 8% pada beton dengan perendaman larutan sulfat yang berkontribusi meningkatkan nilai kuat tekan beton sebesar 44,91% dan mengurangi efek ekspansi pada mortar hingga 53,39%, sedangkan kadar 10% mengurangi kehilangan berat hingga 0,15% dibandingkan beton tanpa bahan tambah silica fume.
Kajian Tekno-Ekonomis Pabrik Tahu di Karawang Jawa Barat Utami, Sekar Ayu Giri; Fatoni, Rois
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2023: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu merupakan salah satu jenis olahan makanan yang berasal dari hasil koagulasi susu kedelai yang dilanjutkan dnegan proses pengepresan, sehingga memiliki wujud yang menyerupai keju lunak yang berwarna putih. Jenis makanan ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, praktis, mudah didapat dan harga relatif terjangkau sehingga banyak digemari oleh kalangan masyarakat. Industri tahu di Indonesia terdapat bermacam-macam ada yang skala rumahan maupun skala industri menengah. Teknologi yang digunakan biasanya dengan teknologi tungku maupun boiler. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan perbandingan untuk mengetahui kinerja dan efisiensi dari dua metode pembuatan tahu kemudian melihat dari hasil lebih efisien yang mana dari kedua teknologi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi secara langsung, wawancara dengan pihak terkait, kemudian menganalisis dari hasil pengamatan. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan pemanas boiler dalam pembuatan tahu lebih efisien dibanding dengan menggunakan pemanas tungku, hal tersebut dianalisa berdasarkan tiga jenis, yaitu biaya bahan baku, biaya bahan bakar dan biaya karyawan.
Pembuatan dan Evaluasi Parfum Eau de Toilette dari Minyak Nilam (Pogostemon cablin) dan Adas (Foeniculum vulgare) dengan Wewangian Buah Chairunnisa, Maurizka; Kusala, Katrin Vidya; Lestari, Ulfa Putri; Fatoni, Rois; Gusmiatun, G; Harismah, Kun
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2023: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak atsiri merupakan cairan yang berasal dari proses ekstraksi tanaman atau bagian tanaman aromatis yang biasanya memiliki kandungan terpenoid yang mudah menguap. Minyak ini memiliki ciri khas bau dari masing-masing tanaman dikarenakan perbedaan dari senyawa penyusunnya. Minyak atsiri memiliki banyak aktivitas farmakologi seperti antioksidan dan antibakteri. Minyak atsiri memiliki berbagai macam jenis seperti minyak nilam dan minyak adas yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum. Minyak wangi atau parfum merupakan campuran minyak, senyawa aromatis, dan pelarut yang digunakan untuk memberikan aroma wangi pada tubuh manusia, ruangan, maupun objek. Minyak wangi biasanya dilarutkan dengan menggunakan pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembuatan parfum dari beberapa minyak atsiri yang digunakan sebagai bahan pembuatan parfum eau de toilette. Parfum eau de toilette merupakan parfum yang beraroma ringan dan memiliki kandungan alkohol cukup tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu metode yang mencampurkan formulasi masing-masing bahan dengan minyak nilam sebagai base note, apel sebagai middle note dan adas sebagai top note dengan 6 formulasi yang memiliki perbedaan pada setiap konsentrasi formulasinya dan dilakukan pencampuran dengan etanol 96% sebanyak 10 mL. Analisis yang dilakukan berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh dari setiap panelis. Dari hasil analisis menunjukkan sebanyak 15 responden menyukai formula parfum E5. Menurut SNI 16-4949-1998, parfum eau de toilette dari minyak atsiri ini telah memenuhi persyaratan mutu dan cocok dijadikan parfum dengan ketahanan wangi yang cukup lama.
Analisis Aspek K3 serta Perancangan Ulang Tata Letak Industri Tahu di Kota Semarang “Sukses Sejatera” Firda Aulia Nisawati; Rois Fatoni
Jurnal Syntax Admiration Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v6i1.2013

Abstract

This study aims to analyze Occupational Health and Safety (OHS) aspects and redesign the layout of the "Sukses Sejahtera" tofu industry in Semarang City. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, involving field observations, interviews, and literature studies. The findings reveal that workers' knowledge regarding the use of Personal Protective Equipment (PPE) is limited, and there is a lack of training on the potential hazards of steam boiler operation. In the layout redesign, the third proposal was selected due to its material handling efficiency of 11.60 meters, reduced hazard potential, and improved inter-process connectivity in production. This research provides recommendations to enhance operational safety and facility layout efficiency in the tofu industry.
The Effect of Temperature and Solvent Concentration on Chemical and Physical Properties of Carrageenan from Gracilaria gracilis Erawati, Emi; Fatoni, Rois; Hamid, Hamid; Noviasari, Tri
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol. 14 No. 1 (2025): Edition January-April 2025
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.2025.014.01.695

Abstract

Carrageenan is a polysaccharide extracted from seaweed sap using either air or an alkaline solution, such as Gracilaria gracilis. It functions as a thickening, emulsifying, suspending, and stabilizing agent. This paper reports the effect of KOH concentrations and temperatures on the extraction, in addition to determining the physical and chemical properties of the seaweed. A dried G. gracilis was soaked in distilled water for 24 hours and heated at 85°C for two hours. It was found the fat content was 3.56%, protein content 17.68%, moisture content 1.984%, and ash content of 26.547%. The highest values for water holding capacity (WHC) were 4.07 g/g, oil holding capacity (OHC) 3.539 g/g, swelling capacity (SC) at 1.894 mL/g, solubility index (SI) at 10.843 g/100g, emulsifying activity (EA) at 73.483%, and pH at 7.520.
Analisis Serangan Sulfat pada Self Compacting Concrete (SCC) menggunakan Variasi Penambahan Silica fume dengan Metode Perubahan Panjang Solikin, Mochamad; Setiawan, Budi; Iqbal Rahmad Afani; Habdan Rizki Perdana; Nindya Sabrina; Rois Fatoni; Indah Pratiwi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 1: April 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.1.115-126

Abstract

Beton adalah salah satu material yang sering dijumpai pada struktur konstruksi. Hal ini menjadikan beton harus memiliki ketahanan terhadap kondisi lingkungan sekitar, baik dalam kondisi kering maupun basah. Tak sedikit di lingkungan sekitar terdapat bahan agresif seperti sulfat yang dapat menurunkan durabilitas dan sifat mekanis beton. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan bahan tambah silica fume untuk meningkatkan ketahanan pada beton terhadap serangan sulfat. Dalam penelitian ini, rancangan campuran beton dibuat menurut metode ACI dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Pengujian ketahanan beton terhadap serangan sulfat dilakukan dengan perendaman benda uji siklus kering-basah pada larutan Natrium Sulfate (Na2SO4) dengan konsentrasi 5% dengan variasi penambahan silica fume 0%, 8%, dan 10%. Benda uji berupa silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk menguji kuat tekan beton dan kehilangan berat setelah direndam dalam larutan sulfat. Sedangkan untuk pengujian perubahan panjang menggunakan benda uji balok mortar dimensi 285 mm x 25 mm x 25 mm. Hasil pengujian didapatkan kadar optimum penambahan silica fume sebesar 8% pada beton dengan perendaman larutan sulfat yang berkontribusi meningkatkan nilai kuat tekan beton sebesar 44,91% dan mengurangi efek ekspansi pada mortar hingga 53,39%, sedangkan kadar 10% mengurangi kehilangan berat hingga 0,15% dibandingkan beton tanpa bahan tambah silica fume.