Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Spasial Destinasi Disaster Tourism di Kabupaten Blitar dalam Penguatan Kapasitas Masyarakat Menghadapi Bencana Erupsi Gunungapi Kelud Priyono, Kuswaji Dwi; Fatoni, Rois; Rauf, Rusdin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas masyarakat Gunungapi Kelud di Kabupaten Blitar dalam menghadapi bencana erupsi melalui disaster tourism. Disaster Tourism atau pariwisata bencana menjadi model penguatan masyarakat karena mampu memberikan kontribusi dalam sektor ekonomi-pariwisata sebagai dampak positif dan menambah kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menggunakan metode survei yang bersifat explanatory atau confirmatory yang menjelaskan hubungan sebab-akibat (causal). Data yang dikumpulkan berupa data pengambilan titik-titik yang merepresentasikan obyek pariwisata Gunungapi Kelud di Kabupaten Blitar, yang kemudian dibuat peta Disaster Tourism dari area of interest. Model Disaster Tourism dapat diterapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar untuk upaya memberdayakan masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi bencana, yaitu melalui program pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana), standarisasi mitigasi kepada masyarakat dan informasi kunci (tokoh desa/ kepala desa dan tokoh berpengaruh lainnya), serta pengelolaan obyek pariwisata bencana yang berbasis masyarakat (Community Based Tourism). Model disaster tourism mampu memberikan kontribusi dalam sektor ekonomi-pariwisata sebagai dampak positif dan menambah kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Kajian Tekno-Ekonomis Pabrik Tahu di Kabupaten Sragen Jawa Tengah Nashiroh, Mufidah; Fatoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu menjadi sumber asupan protein yang berasal dari kedelai. Proses yang digunakan dalam pembuatan tahu menggunakan teknologi sederhana. Besarnya tingkat konsumsi tahu dan harganya yang relatif terjangkau menjadikan tahu sebagai komoditas pokok pangan yang mempengaruhi perekonomian Indonesia. Tungku merupakan alat penting yang digunakan dalam pemasakan bubur kedelai pada proses pembuatan tahu. Kinerja tungku yang maksimal dimulai dari awal api menyala hingga api mati. Namun, bahan bakar yang digunakan dalam pemanasan tungku tidak efisien dikarenakan terdapat panas yang terbuang sia-sia. Selain itu, munculnya asap yang dihasilkan dari proses pembakaran juga mempengaruhi rasa pada tahu. Alternatif pemasakan bubur kedelai adalah dengan menginjeksikan steam langsung ke bubur kedelai yang ada dalam tungku dengan menggunakan alat yang dinamakan boiler. Hal ini lebih menguntungkan bagi pengusaha pabrik tahu, karena penggunaan metode yang lebih modern dan pemasakan bubur tahu dengan waktu yang lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi mengenai kinerja metode pemasakan dan membandingkan efisisensi energi antara tungku dengan steam boiler.
Analisis Aspek K3 Serta Perancangan Ulang Tata Letak Industri Tahu di Kabupaten Sragen Widie Pramesty, Sarah Handari; Fatoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentral Tahu Bisnis merupakan kawasan industri yang bergerak dalam pembuatan tahu. Banyak sekali mesin-mesin modern yang sekarang dijadikan sebagai alternative pemasakan demi menunjang produktivitas di perusahaan, seperti ketel uap yang digunakan dalam proses produksi di industri tahu. Pada beberapa industri dalam kasus kejadiannya, ketel uap memiliki potensi bahaya ledakan dan potensi lainnya jika kurang diperhatikan. Selain itu tata letak yang berdekatan dengan ketel uap dapat menambah potensi bahaya dan juga panjang lintasan produksi yang cukup panjang dapan menurunkan efektivitas produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya dan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dari ketel uap maupun pekerja, serta analisa tata letak fasilitas untuk meminimalisir bahaya dan membuat pendek panjang lintasan agar tercapainya produktivitas. Adapun metode penelitian secara kualitatif dengan cara studi lapangan dan studi pustaka mengenai K3, sedangkan untuk perancangan tata letak menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP) dengan objek yang diamati adalah sistem K3 pada steam boiler dan kondisi tata letak fasilitas pabrik tahu milik Bapak Bandrio, Bapak Heru dan Ibu Sumarni dengan memperhatikan posisi steam boiler dan panjang lintasan perpindahan bahan proses produksi. Hasil dari penelitian dengan 3 tempat industri yang berbeda didaptkan perlunya perhatian khusus pada ketel uap dan untuk rekomendasi tata letak yang diperoleh memiliki panjang lintasan diantaranya 8.5m, 8.5m, dan 9m hasil ini lebih efisien dari tata letak awal
Kajian Tekno Ekonomis Pabrik Tahu Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Susiantara, Ghanis Dwiki; Fatoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan dasar dari pembuatan tahu yaitu kacang kedelai,sehingga untuk diolah menjadi tahu dibutuhkan bahan penggumpal untuk menggumpalkannya.Tahu digemari oleh berbagai kalangan dan usia karena tahu adalah makanan yang enak dan harganya relatif murah. Pengusaha Tahu telah menyebar di indonesia misalnya pada kabupaten sukoharjo,jawa tengah.Tahu dapat dibuat dengan menggunakan dua metode yaitu metode dengan menggunakan Tungku dan dengan menggunakan Steam.Penelitian ini dilakukan di 6 pabrik tahu yang terdiri dari tiga pabrik tahu dengan menggunakan metode Tungku dan tiga pabrik tahu menggunakan metode Steam boiler. Pada penelitian kajian tekno ekonomis pabrik tahu ini dilakukan analisis mengenai biaya bahan baku,biaya bahan bakar dan biaya karyawan,pada enam pabrik tahu dikabupaten sukoharjo .Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan steam boiler dapat memangkas biaya produksinya. Yaitu dari hasil analisis pada pemanas metode tungku didapatkan persentase bahan bakarnya sebesar 7% sedangkan pada steam boiler sebesar 3%.Penggunaan pada metode steam boiler mempunyai keuntungan yang lebih tinggi (per 100 kg) yaitu sebesar Rp 609.167/hari.Bila dibandingkan dengan pemanas tungku yang hanya sebesar Rp.506.350/hari.
Analisis Penilaian Risiko Keselamatan Steam Boiler Pabrik Tahu di Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah Istiqomah, Mifta Amalia; Fatoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan analisis penilaian risiko terhadap kecelakaan kerja pada area kerja boiler di Pabrik Tahu Sari Klaten dan Pabrik Tahu Pak Bero Sukoharjo. Penelitian yang dilakukan oleh penulis termasuk penelitian observasional. Steam boiler merupakan objek utama dari penelitian ini. Subjek dari penelitian adalah mandor dan operator sistem boiler. Data primer dilakukan dengan mengobservasi dan pelaksanaan wawancara/survey, sedangkan data sekunder didapat dari data-data pabrik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Data yang sudah didapatkan kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif dan hasilnya dipaparkan dalam bentuk narasi, tabulasi dan gambar. Pengolahan dan analisis dihubungkan dengan pembuatan risk assessment.Hasil penelitian menyajikan bahwa boiler di pabrik 1 dan 2 memilki masing-masing 1 unit. Dari hasil identifikasi bahaya didapatkan 10 temuan bahaya oleh pengoperasian boiler. Temuan bahaya tersebut diantaranya kebisingan mesin, cuaca panas, percikan api, terbentur, bocoran uap air, tekanan tinggi, arus listrik, kontak dengan pipa uap air yang panas, ceceran minyak, terpapar asap dan terpeleset. Penilaian risiko pada pabrik 1 didapatkan nilai terkecil 2 dengan kategori low risk pada bahaya kebisingan dan tertinggi 10 kategori high risk pada bahaya terpapar asap dan pabrik 2 nilai terkecil tingkat risiko sebesar 4 dengan kategori medium risk potensi bahaya yaitu terbentur dan nilai tertinggi yaitu 15 dengan kategori extreme risk dengan potensi bahaya terpapar asap. Penilaian pengendalian risiko terbesar pada pabrik 1 sebesar 90% dengan implementasi sangat baik pada potensi bahaya ceceran minyak dengan nilai sisa risiko 0, sedangkan terkecil adalah 65% dengan implementasi cukup baik pada bahaya kebocoran uap air, sisa risiko didapat 3. Pabrik 2 penilaian pengendalian risiko terbesar sebesar 60% dengan implementasi cukup baik pada potensi bahaya cuaca panas, nilai sisa risiko sebesar 3. Sementara nilai terendah sebesar 35% dengan implementasi tidak baik pada potensi bahaya arus listrik dan sisa risiko sebesar 5.
Kajian Tekno-Ekonomis Pabrik Tahu Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Rizqi Pradana, Amalia; Fatoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu merupakan salah satu makanan dari biji kedelai dandigemari oleh masyarakat Indonesia sebab memiliki protein yangtinggi serta hargannya yang murah. Proses pemasakan tahu dapatdilakukan dengan metode tungku sederhana maupun metode steamboiler. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan biayaproduksi antara pabrik tahu metode tradisional dengan steam boiler.Penelitian dilakukan pada 4 pabrik tahu di Kabupaten Boyolali, JawaTengah dan metode yang digunakan yaitu deskriptif studi kasus.Kajian tekno-ekonomis dilakukan dengan cara menganalisis biayaproduksi dari bahan baku, karyawan, dan bahan bakar. Hasil daripenelitian didapatkan bahwa penggunaan steam boiler sebagaipemanas dapat menghemat biaya bahan bakar sebanyak 50%. Rataratakeuntunganyangdidapatkanolehpabrikdenganpemanassteam boiler sebesar Rp1.732.611,21/100kg kedelai sedangkan denganpemanas tungku tradisional yaitu sebesar Rp56.3357,14/100kgkedelai.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Perancangan Tata Letak Pabrik Tahu dengan Metode 5S di Kabupaten Boyolali Afifah Sahara, Jihan; Fatoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain fasilitas produksi merupakan salah satu faktor terpentingyang mempengaruhi kinerja pabrik. Hal ini dikarenakan tata letakfasilitas yang kurang baik bisa mengakibatkan aliran material yangburuk, serta pergerakan material, produk, informasi, peralatan dantenaga kerja yang relatif tinggi akan menyebabkan keterlambatandalam penyelesaian produk dan meningkatkan biaya produksi. Dibeberapa pabrik tahu, steam boiler berpotensi menyebabkan bahayaledakan dan jika tidak dilakukan perawatan dapat menyebabkanbahaya lain. Penelitian ini menerapkan metode 5S pada tata letakfasilitas pabrik tahu untuk mendapatkan tata letak yang lebih rapi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya danK3 pada steam boiler dan pekerja, serta menganalisis tata letak fasilitas untuk meminimalkan bahaya dan memperpendek lintasanuntuk mencapai produktivitas. Hasil dari penelitian pada industriyang berbeda didapatkan perlunya perhatian khusus pada ketel uapdan untuk rekomendasi tata letak yang diperoleh memiliki panjanglintasan yang hasilnya lebih efisien dari tata letak awal.
Kajian Tekno-Ekonomi Metode Pemanasan Tradisional Dan Steam Boiler Pabrik Tahu di Mataram, Nusa Tenggara Barat Widowati, Trias; Fatoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu merupakan salah satu makanan berprotein tinggi yang terbuatdari bahan baku kedelai dan sangat digemari masyarakat dariberbagai kalangan. Tahap proses pembuatan tahu terdiri dari prosespemasakan bubur kedelai dan penambahan koagulan untukmembentuk gel tahu. Metode pemanasan bubur kedelai menjadisalah satu bahasan yang penting untuk dilakukan dalam peningkatanteknologi. Studi tekno-ekonomi pabrik tahu bertujuan untukmembandingkan dan mengkaji biaya produksi berbasis metodepemanasan yang digunakan yakni metode pemanasan tradisional dansteam boiler. Studi dilakukan terhadap 4 pabrik tahu di KotaMataram, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan metodedeskriptif studi kasus. Berdasarkan analisis perhitungan yang telahdilakukan di Kota Mataram didapatkan nilai keuntungan dariprodusen tahu tradisional dengan basis 100kg kedelai dengan nilaikeuntungan Rp603.452,38 lebih kecil dari nilai keuntungan produsentahu steam boiler yaitu sebesar Rp770.855,38. Hal ini menunjukkanpeningkatan nilai keuntungan yang didapatkan 22% lebih banyakuntuk penggunaan metode pemanasan steam boiler.
Analisis Aspek K3 Terhadap Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Pabrik Tahu di Klaten, Jawa Tengah Abdul Basir, Muhammad; Fatoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok industri nonformal adalah kelompok yang rentan terhadapkecelakaan kerja. Industri tahu merupakan salah satu jenis industrinonformal. Terdapat banyak pabrik tahu di Kabupaten Klaten, JawaTengah. Dalam 3 tahun terakhir telah terjadi 2 kali kebakaran pabriktahu dikabupaten Klaten. Oleh karena itu diperlukan upaya untukpeningkatakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dipabriktahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahamanpekerja tentang Alat Pelindung Diri (APD) dan mengidentifikasipotensi bahaya kecelakaan kerja dipabrik tahu Kabupaten Klaten,Jawa Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dipabrik tahu Purnomoyang terletak di Dusun Bongkotan RT 15/ RW 08, Desa Tegal Ampel,Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Metodeyang digunakan adalah observasi dan wawancara, adapun metodeuntuk penilaian risiko potensi bahaya menggunakan metode HIRARC(Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control).Berdasarkan penilaian risiko yang telah dilakukan diperolehpersentse tingkat bahaya low risk 11,1 %, medium risk 81,1 %, danhigh risk 7,9 %. Tingkat bahaya high risk pada pabrik tahu initerdapat pada risiko ledakan boiler. Dapat disimpulkan bahwapabrik tahu Purnomo memiliki tingkat risiko bahaya medium riskDari hasil wawancara dan observasi dapat diketahui bahwapemahaman pekerja tentang penggunakan APD yang standar masihkurang..
Analisis Potensi Risiko Bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Metode Hirarc Fauzi, Muhammad Rizki; Romadhoni, Layla Fitri; Fatoni, Rois
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2021: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.665 KB)

Abstract

Laboratorium adalah tempat dimana teori ilmiah diterapkan, pengujian teoritis, eksperimen terbukti, penelitian dan lain-lain dengan menggunakan alat bantu yang menjadi penunjang dari fasilitas dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada laboratorium dinilai masih minim karena dapat dilihat masih banyak memiliki risiko bahayabahaya yang terjadi. Untuk mengetahui identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko pada Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan metode Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control (HIRARC). Bersifat deskriptif dilakukan dengan metode yang digunakan analisis kualitatif melalui pendekatan observasional dan wawancara. Objek penelitian adalah kegiatan/proses yang memiliki potensi bahaya pada Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada hasil didapatkan bahwa terdapat 16 kegiatan yang memiliki potensi risiko bahaya pada Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta. Persentase potensi risiko bahaya tingkat rendah yaitu 56%, tingkat sedang yaitu 38%, dan tingkat tinggi yaitu 6%. Laboratorium bahan perkerasan menjadi laboratorium dengan hasil identifikasi bahaya yang paling banyak dan berbahaya diantara laboratorium lain, karena memiliki 5 potensi risiko bahaya dengan 2 kegiatan/proses memiliki risk rating sedang dan 1 kegiatan/proses memiliki risk rating tinggi.