Burhanuddin Masy’ud
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB Jl. Raya Darmaga Kampus IPB Darmaga Bogor 16680; Telp. +62 251 8622642, +62 251 8622708

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

POTENTIAL OF INCOME INCREASE OBTAINED FROM VISITORS’ PERCEPTION AND BEHAVIOUR TOWARDS SERULINGMAS WILDLIFE RECREATION PARK BANJARNEGARA Wibiyanto Setiawan; Tutut Sunarminto; Burhanuddin Masyud
Media Konservasi Vol 26 No 1 (2021): MEDIA KONSERVASI VOL. 26 NO. 1 APRIL 2021
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.26.1.63-70

Abstract

The needs for a large amount of fund demand the conservation agency to be more creative and able to compromise the visitors` necessities as an effort to guarantee wildlife welfare by providing suitable environment and its infrastructure. The objective of this study is to obtain the data and information related to the potential of income increase gained from the visitors’ perception and behavior towards Serulingmas Wildlife Recreation Park (TRM) in order to optimize many resources owned through tourism service innovations offered to visitors. The data were collected by delivering questionnaires to 150 visitors. The data collected included characteristics, motivations, and perceptions of visitors toward animal collection which were categorized into four, i.e.knowledge about animal, visitor behavior towards animals, collection rating, and animals` condition. Moreover, the condition of facilities in Serulingmas TRM was also evaluated. Furthermore, the management will be able to find the recent condition of collection animals based on the current information obtained from visitors. Thus, the information could be used to improve the management and increase the attractiveness about the animals for visitors. The results showed that seeing animals was the most popular activity for visitors and tiger was the favorite animal selected by the visitors of Serulingmas TRM. Visitors had a perception that the existence of Serulingmas TRM could increase knowledge and positive behaviors towards animals supported by a good and attractive cage arrangement, healthy animal condition, good facilities and service condition. Moreover, the visitor's interest in seeing animals along with the willingness of visitors to pay the entrance fee by adding the animal attraction could increase the income estimation by 36.67% started from 2019 only if the management increased the entrance fee to Rp25,000.00 (based on visitors` Willingness to Pay value). The improvement of attraction that pays attention on the visitors` desire and needs by also considering animals` welfare can support a sustainable conservation agency. Key words: ex situ conservation, Serulingmas Wildlife Recreation Park Banjarnegara visitors` perception, willingness to pay
POLA DAN NILAI LOKAL ETNIS DALAM PEMANFAATAN SATWA PADA ORANG RIMBA BUKIT DUABELAS PROVINSI JAMBI Novriyanti Novriyanti; Burhanuddin Masy’ud; M. Bismark
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2014.11.3.299-313

Abstract

Orang Rimba merupakan salah satu etnis yang tinggal di dalam dan di luar kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Provinsi Jambi. Untuk mendukung cara  hidup berpindah dan berkelompok, Orang Rimba memanfaatkan bermacam jenis satwa dan memiliki pola pemanfataan yang beragam. Penelitian etnozoologiini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang jenis satwa yang dimanfaatkan Orang Rimba, peruntukan,cara memanfaatkan dan nilai-nilai yang terkandung dalam upaya mendapatkan satwa tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2013. Data dikumpulkan dengan cara wawancara terbuka padaOrang Rimba kelompok Makekal Tengah, Makekal Hilir, Air Hitam dan Terap. Hasil penelitianmenunjukkan ada 29 jenis satwa yang dimanfaatkan Orang Rimba sebagai sumber protein hewani(48,28%)bahan obat (20,69%), terlindungi adat (24,14%) dan dijual (6,90%). Daging merupakan bagian tubuh yang paling banyak dimanfaatkan (62%). Menurut aturan adat Orang Rimba, kegiatan berburu satwa bolehdilakukan di dalam hutan, kecuali di dalam hutan inti, yaitu zona inti Taman Nasional Bukit DuabelasProvinsi Jambi dan dilarang memburu satwa yang terlindungi adat
Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Konservasi Ex situ Cendrawasih Kecil (Paradisaea minor Shaw, 1809) Ken Dara Cita; Jarwadi Budi Hernowo; Burhanuddin Masy'ud
Buletin Plasma Nutfah Vol 25, No 1 (2019): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v25n1.2019.p13-24

Abstract

Populasi cendrawasih kecil saat ini telah mengalami penurunan yang disebabkan tingginya perburuan, perusakan habitat, penyempitan habitat, dan konversi habitat. Sementara itu, upaya konservasi ex situ cendrawasih kecil saat ini masih sangat terbatas dengan tingkat keberhasilan yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifkasi dan menganalisis komponen yang berpengaruh penting dan relevan sebagai penentu keberhasilan konservasi ex situ cendrawasih kecil. Penelitian dilakukan pada bulan Maret–Mei 2016 di Taman Burung TMII, Mega Bird and Orchid Farm (MBOF), Taman Margasatwa Ragunan, Kebun Binatang Bandung, dan Al Wabra Wildlife Conservation, Qatar. Data yang diambil meliputi aspek internal dan eksternal biologis satwa, teknik penangkaran, serta aspek sosial, dan dianalisis menggunakan metode Analisis Komponen Utama (AKU). Hasil uji statistik menggunakan AKU menunjukkan bahwa terdapat lima komponen penentu keberhasilan konservasi ex situ cendrawasih kecil dengan komponen yang paling utama yaitu umur dewasa kelamin, pakan, dan kemampuan keeper.
Pengaruh Pengunjung terhadap Perilaku dan Pola Konsumsi Rusa Timor (Rusa timorensis de Blainville 1822) di Penangkaran Hutan Penelitian Dramaga Dewi Ayu Amiati; Burhanuddin Masyud; R. Garsetiasih
Buletin Plasma Nutfah Vol 21, No 2 (2015): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v21n2.2015.p47-60

Abstract

Timor deer (Rusa timorensis de Blainville 1822) known as java deers are native Indonesian fauna, mostly found ex situ. Deers in captivity can be an attraction object of tourism. The research was conducted from March to April 2013 at Dramaga Research Forest, Situ Gede Village, Bogor City. Dramaga research forest was build on 1956 as an arboretum with 127 tree species. The purpose of this research was to identify deer feed given by visitors in captivity, changes in behavior and consumption patterns. The feed given by visitors to deer was about 89% convolvulus, 8% carrots, 2% leaves, and 1% wild grasses. The feed meets the basic needs of a deer with convolvulus containing 8,93% protein and carrots containing 19,99% protein. The results of statistical test by chi-square indicate that no real influence on the behavior and consumption patterns of the deers in captivity, but nominally show some changes decrease of persentation. Consumption pattern and social behaviour increased, while resting, locomotion, and ruminational behaviours decreased. AbstrakRusa timor (Rusa timorensis de Blainville 1822) merupakan rusa asli Indonesia yang populasinya banyak ditemukan di luar habitat aslinya, khususnya di penangkaran. Rusa dapat menjadi daya tarik wisata di penangkaran, karena tampilannya yang menarik. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai April 2013 di Hutan Penelitian (HP) Dramaga, Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Hutan Penelitian Dramaga dibangun tahun 1956 dengan tujuan sebagai koleksi tanaman dengan 127 jenis pohon. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pakan rusa yang diberikan pengunjung di penangkaran Dramaga, perubahan perilaku dan pola konsumsi. Metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung di lapang dengan focal animal sampling dan metode pengambilan data one-zero sampling terhadap perilaku dan pola konsumsi rusa, wawancara dengan pengunjung serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan yang diberikan oleh pengunjung meliputi 89% kangkung, 8% wortel, 2% daun-daun, dan 1% rumput lapang. Jenis pakan memiliki nilai gizi yang dapat mencukupi kebutuhan rusa di penangkaran. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian pakan oleh pengunjung tidak berpengaruh terhadap perubahan perilaku dan pola konsumsi harian rusa. Tetapi secara nominal menunjukkan adanya perubahan perilaku makan dan sosial yang meningkat, perilaku istirahat, lokomosi, dan mamah biak yang menurun. Perubahan tersebut berpengaruh pada kegiatan biologis rusa, dan diduga dapat mengganggu kesehatan.
MANFAAT SOSIAL EKONOMI PENANGKARAN RUSA SAMBAR (RUSA UNICOLOR) DI KHDTK AEK NAULI, SUMATERA UTARA Sutan Sahala Muda Marpaung; Burhanuddin Masy’ud; Tutut Sunarminto
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i1.1966

Abstract

Salah satu upaya untuk menjaga kelestarian rusa sambar (Rusa unicolor) dan pengembangan pemanfaatannya secara berkelanjutan adalah penangkaran. Penangkaran juga dapat dimanfaatkan sebagai wahana wisata edukasi sehingga diharapkan memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis manfaat sosial ekonomi penangkaran rusa sambar sebagai wahana edukasi bagi masyarakat. Data lapang dikumpulkan pada bulan Juni-Juli 2020. Data lapang baik aspek teknis penangkaran rusa maupun manfaat sosial ekonomi dikumpulkan dengan cara observasi lapang dan pengukuran, wawancara dengan pengelola, anggota masyarakat sebagai tenaga kerja maupun pedagang, serta wawancara dengan pengunjung, serta penelaahan dokumen. Data manfaat sosial ekonomi yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan skala Likert untuk menentukan manfaat sosial dan menghitung besarnya kontribusi ekonomi bagi masyarakat. Penangkaran rusa sambar ini juga dinilai masyarakat telah memberikan manfaat sosial dan berdampak positif sebagai sarana pendidikan dan obyek wisata menarik yang ditunjukkan oleh peningkatan jumlah dan frekeunsi kunjungan wisatawan. Adapun manfaat ekonominya antara lain ditunjukkan oleh bertambahnya anggota masyarakat sekitar yang berdagang di areal penangkaran yakni hanya seorang tahun 2018 menjadi 21 orang tahun 2020, kontribusi pendapatan ekonomi terhadap pengeluaran rumah tangga mencapai 85,71%. One of the efforts to conserve the Sambar deer (Cervus unicolor) and to develop its sustainable use is captivity. Captivity can also be used as an educational tourism facility so that it is expected to provide socio-economic benefits for the community. This research was conducted with the aim of analyzing the social and economic benefits of Sambar deer breeding as an educational facility for the community. Field data were collected in June-July 2020. Field data, both technical aspects of deer breeding and socio-economic benefits, were collected through field observations and measurements, interviews with managers, community members as workers and traders, as well as interviews with visitors, and document review. The collected data on socioeconomic benefits were analyzed descriptively qualitatively using a Likert scale to determine social benefits and calculate the amount of economic contribution to society. The Sambar deer was also considered by the community to haveprovided social benefits and had a positive impact as a means of education and attractive tourism objects, as shown by the increase in the number and frequency of tourist visits. The economic benefits were shown, among others, through increasing members of the surrounding community who trade in the captive area (only one person in 2018 to 21 people in 2020), contribution of economic income to household expenditure reaching 85,71%.
SLEEPING TREE PREFERENCE OF SIAMANG IN THE BUFFER ZONE OF DOLOK SIBUAL-BUALI NATURE RESERVE Meylia, Safira Arda; Abdul Haris Mustari; Burhanuddin Masy'ud
Media Konservasi Vol. 28 No. 2 (2023): Media Konservasi Vol 28 No 2 Agustus 2023
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sleeping trees are one of the important components in the siamang habitat as an arboreal primate. The purpose of this study was to analyze the characteristics and preferences of the siamang sleeping tree and the parameters that influence it. This research was conducted in the buffer zone of the Dolok Sibual-buali Nature Reserve, North Sumatra from April to May 2022. Data collection was carried out by direct observation, recording, and measurement. The characteristics of the siamang sleeping tree generally include three parameters, namely biotic, physical, and anthropogenic activity factors. There are 12 species of trees identified as siamang sleeping trees. Based on the results of PCA, obtained 6 parameters that have the most influence on the selection of siamang sleeping trees, namely activity from cultivated land, the canopy vertical length, NDVI, distance from feeding plants, distance from settlements, and slope direction. Siamang in habitats that intersect with anthropogenic activity based on the Neu index tends to prefer the location of sleeping trees with a distance of 222,9 – 268,71 m from cultivated land and 1573,5 – 1904,29 m from settlements. Key words: Characteristics, preference, sleeping tree, siamang