Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Penutup Lahan Berbasis Citra Landsat Multitemporal Untuk Memprediksi Dampak Risiko Bencana Gempa Sesar Lembang Riki Ridwana
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk Kota Bandung baik secara alami maupun karena faktor urbanisasi berbanding lurus terhadap perubahan penutup lahan. Ketersediaan ruang kota yang terbatas meniscayakan ekspansi penduduk kota salah satunya ke arah Bandung bagian utara. Fenomena tersebut menarik untuk dikaji karena daerah utara Bandung merupakan kawasan rawan bencana gempa bumi sesar Lembang. Perubahan penutup lahan yang awalnya berupa vegetasi menjadi lahan terbangun pada jalur sesar Lembang dan sekitarnya berpotensi terhadap peningkatan dampak resiko bencana gempa bumi sesar Lembang. Mempertimbangkan dampak risiko bencana gempa bumi sesar Lembang, dibutuhkan informasi perubahan penutup lahan yang aktual dan akurat. Teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi perubahan penutup lahan adalah menggunakan citra satelit penginderaan jauh. Metode penelitian menggunakan teknologi penginderaan jauh yaitu citra landsat multitemporal, melalaui tahapan koreksi citra, masking citra, klasifikasi multispektral, deteksi perubahan penutup lahan, dan analisis dampak risiko gempa bumi sesar Lembang. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa perubahan penutup lahan banyak terjadi di kawasan sesar lembang yang semula non terbangun menjadi lahan terbangun. Dengan demikian banyaknya lahan terbangun di kawasan sesar Lembang akan berdampak pada peningkatan resiko bencana gempa.
Analisis Sebaran Suhu Permukaan Laut Di Laut Banda Tahun 2017 – 2019 Menggunakan Data Dari Sensor Amsr-2 Agil Akbar Fahrezi; Ervika Putri Wulandari; Muhammad Arrafi; Riki Ridwana; Shafira Himayah
Jurnal Kelautan Vol 15, No 1: April (2022)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v15i1.9357

Abstract

ABSTRACTSea Surface Temperature (SST) measurement is one of the ten key variable in ocean climate change variable. SST can be measure using earth observing satellite (EOS) using thermal infrared or microwave spectrum in instrument such as MODIS or AMSR-2, making way for much complex study regarding rising ocean temperature. Observations using microwave-based sensor, has proven to be useful to measure SST, especially because the sensor capability to penetrate cloud and ignore atmospheric biases. The purpose of this study is to analyze the distribution of SST in Banda Sea using AMSR-2 and OISST data which were processed using IDL software. The result of this study has shown that, the average temperature in Banda Sea is 26oC – 30oC in period of 2017 – 2019, the year 2019 has lower average temperature compare to the year 2017. The yearly temperature also shown that the month of December has the highest average temperature and the lowest temperature happen in the month of august. Keywords: Sea Surface Temperature, IDL, AMSR-2 Instrument, and Remote SensingABSTRAKPengukuran Suhu Permukaan Laut (SST) adalah salah satu dari sepuluh variabel kunci dalam variabel perubahan iklim lautan. SST dapat diukur dengan menggunakan satelit pengamat bumi (EOS) dengan menggunakan spektrum inframerah termal atau gelombang mikro dalam instrumen seperti MODIS atau AMSR-2, sehingga membuka jalan bagi studi yang jauh lebih kompleks terkait dengan kenaikan suhu laut. Pengamatan menggunakan sensor berbasis gelombang mikro, terbukti bermanfaat untuk mengukur SST, terutama karena kemampuan sensornya untuk menembus awan dan mengabaikan bias atmosfer. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sebaran SPL di Laut Banda dengan menggunakan data AMSR-2 dan OISST yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak IDL. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa dalam rentang 2017 – 2019, Suhu Permukaan Laut di Laut Banda memiliki rata – rata sebesar 26oC – 30oC dengan tahun 2019, memiliki suhu rata – rata yang lebih rendah, selain dari itu, pola tahunan suhu permukaan di Laut Banda adalah suhu tertinggi terjadi di bulan desember, dan suhu terendah terjadi di bulan agustus.  Kata Kunci: Suhu Permukaan Laut (SPL), IDL, Sensor AMSR-2, dan Penginderaan Jauh
Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Identifikasi Sebaran Kerapatan Vegetasi di Pangandaran Udin Wahrudin; Siti Atikah; Athiyyah Al Habibah; Qorry Pradnya Paramita; Hilman Tampubolon; Dede Sugandi; Riki Ridwana
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v3i2.1790

Abstract

Kerapatan vegetasi merupakan presentase suatu spesies vegetasi atau tumbuhan yang hidup di suatu luasan tertentu. Kerapatan vegetasi salah satunya dapat diketahui dengan menggunakan teknik NDVI. Teknik yang dapat digunakan untuk keperluan menganalisis vegetasi. Informasi data kerapatan vegetasi, luas lahan, dan keadaan dilapangan dapat dideteksi dari penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hasil identifikasi kerapatan vegetasi daerah Kabupaten Pangandaran menggunakan metode klasifikasi terbimbing minimum distance dan menguji hasil interpretasinya menggunakan confussion matrix. Salah satu manfaat informasi data kerapatan vegetasi ini ialah dapat memberikan gambaran mengenai ketersediaan ruang terbuka di Kabupaten Pangandaran. Klasifikasi kerapatan vegetasi pada citra Landsat 8 dengan kombinasi RGB 753 menghasilkan warna ungu dengan yang berarti sangat rapat, oranye yang berarti rapat, kuning yang berarti cukup rapat, hijau dengan vegetasi jarang, dan biru yang berarti vegetasi sangat jarang. Total hasil akurasi pada confussion matriks bernilai 64% yang  berarti tingkat akurasi peta cukup rendah karena biasanya nilai yang diterima dan diharapkan itu lebih dari 85%.Hal ini dikarenakan oleh keadaan di lapangan yang dinamis karena sebagian besar kerapatan vegetasi di lapangan berkurang akibat pengalihfungsian lahan. 
Penggunaan Metode Unsupervised (ISO Data) untuk Mengkaji Kerapatan Vegetasi di Kecamatan Pangandaran Agung Dwi Rahmawan; Dini Adha Pawestri; Rafifah Adinda Fakhriyah; Habibie Daud Syafaat Pasha; Muhamad Ferryandy; Dede Sugandi; Riki Ridwana; Lili Somantri
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v8i1.22752

Abstract

Pengindraan jauh saat ini sudah mulai dikembangkan dan dimanfaatkan untuk berbagai bidang keilmuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengindraan jauh) di Kecamatan Pangandaran untuk mengetahui kesesuaian kerapatan vegetasi dengan hasil interpretasi. Menggunakan citra Landsat 8 dengan metode Unsupervised Classification Iso Data dan dalam pengolahannya menggunakan softwareEnvi 5.0 dan Arcgis 10.4. Analisis yang digunakan yaitu analisis spasial dan membandingkan hasil interpretasi dengan hasil data di lapangan, dan melakukan uji akurasi. Uji akurasi dilakukan untuk menemukan besaran kesesuaian metode dengan data yang dilakukan. Maka akan dapat diketahui bahwa metode klasifikasi yang digunakan kurang tepat untuk mengidentifikasi kerapatan vegetasi karena memiliki banyak data yang tidak sesuai dengan yang ada di lapangan. Dengan mengidentifikasi kerapatan vegetasi, maka dapat membantu mengetahui perencanaan ruang terbuka hijau yang tepat untuk wilayah kecamatan Pangandaran. 
Pemanfaatan Citra Sentinel-2 Untuk Analisis Vegetasi Di Wilayah Gunung Manglayang El Syifa Putri; Anita Widia Sari; Rizal Aldian Karim; Lili Somantri; Riki Ridwana
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v9i2.35357

Abstract

Penginderaan jauh merupakan sebuah ilmu untuk mendapatkan Informasi melalui analisa sebuah data tanpa berhubungan langsung dengan objek. Penginderaan jauh banyak dimanfaatkan dalam analisis penyelesaian suatu masalah. Penelitian ini untuk dilakukan untuk mengkaji spesifikasi citra sentinel, melihat akurasi citra sentinel dalam pemanfaatan analisis vegetasi, menganalisis kesesuaian metode NDVI yang dapat diaplikasikan oleh citra Sentinel-2 untuk menganalisis vegetasi. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index, dan data yang digunakan adalah citra Sentinel-2. Metode ini merupakan perhitungan band pada citra yang digunakan untuk mengetahui tingkat kehijauan. Hasil dari perhitungan tersebut disajikan dalam bentuk peta kerapatan vegetasi dan grafik dari hasil perhitungan metode Normalized Difference Vegetation. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa penggunaan citra Sentinel-2 untuk analisis vegetasi memiliki nilai 0,03 sampai tinggi 1 pada wilayah kawasan Gunung Manglayang. Nilai ini menunjukan bahwa kawasan Gunung Manglayang memiliki kerapatan vegetasi yang rapat hingga yang mendekati jarang.
KEMAMPUAN CITRA SPOT 7 UNTUK IDENTIFIKASI KENAMPAKAN PERMUKIMAN TIDAK LAYAK HUNI DI KECAMATAN PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Anisa Dalilah; Riki Ridwana
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i2.15390

Abstract

Banyaknya masyarakat pendatang dan juga meningkatnya jumlah pembangunan, termasuk permukiman serta bertambahnya jumlah penduduk di kecamatan Padalarang merupakan beberapa faktor penyebab ketidak layak hunian suatu tempat. Tujuan dari penelitian ini untuk melengkapi kajian tentang analisis kenampakan Citra SPOT 7 untuk analisis permukiman tidak layak huni dan analisis aspek-aspek terhadap permukiman tidak layak huni di kecamatan Padalarang. Identifikasi permukiman tidak layak huni dilakukan menggunakan Citra SPOT 7 dengan memakai berbagai variabel penelitian seperti kerapatan permukiman, tata letak permukiman, serta di dukung dengan beberapa variabel lain seperti asosiasi, kekontrasan atap dan lebar atap, lalu di uji akurasi dengan cara survei lapangan menggunkan variabel kondisi bangunan dan kondisi lingkungan sekitar serta data pendukung lainnya yaitu data kepadatan penduduk supaya data yang dihasilkan lebih akurat. Metode yang digunakan yaitu interpretasi visual dengan menggunakan digitasi pada layar (On-Screen Digitization Method) untuk mengetahui persebaran permukiman tidak layak huni dan buffer analysis untuk mengetahui jarak permukiman tidak layak huni terhadap aspek – aspek struktur ruang. Terdapat 16 titik permukiman tidak layak huni di kecamtan Padalarang yang nampak pada citra SPOT 7 akan  tetapi setelah di uji akurasi dengan cara survei lapangan yang masuk kriteria permukiman tidak layak huni terdapat 14 titik, 2 titik yang tidak masuk kriteria diantaranya sebagian besar permukiman permanen dan kondisi lingkungannya sudah bersih. Jarak permukiman tidak layak huni terhadap struktur ruang sebagian besar dekat dengan jalan utama, sungai, kawasan perkantoran dan kawasan perdagangan dan jasa, akan tetapi sedang atau cukup dekat dengan kawasan industri.
Pemanfaatan Citra Landsat 8 untuk Identifikasi Sebaran Vegetasi di Kecamatan Pangandaran Ridwan Saidi; Nisvi Nur’adqiah; Yusifa Muzri; Lu’lu’ Izzatul Fawziah; Reza Pahlawan; Dede Sugandi; Riki Ridwana
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v7i1.7607

Abstract

This study aims to determine: (1) the density of vegetation in Pangandaran district. (2)the result of comparison of vegetation density from digital image interpretation using the NDVI transformation with the results of validation. This research was done in pangandaran regency, which is located at coordinates 108º 41 - 1090 East Longitude and 07o 41-07 07 50 South Latitude has an area of up to 61 km². This research was conducted in several stages, namely: (1) the preparation of tools and data, (2) digital data processing, (3) field data collection, and (4) data analysis. Thanks to the density of vegetation can be done quickly by way of digital image interpretation using NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) transformation. The purpose of this research is to know the land arrangement in Pangandaran District and for vegetation index of residential area in Pangandaran District. The object of this research is residential area in Pangandaran District. The data used are Landsat Image 8 year 2018. The software used is ENVI 5.1 and ArcGIS 10.3 software. The method used is the classification of land use and the calculation of NDVI in ENVI which then classified based on the range of NDVI index values. The results showed that the density of vegetation in Pangandaran District was dominating  classified and as quite dense but it needed a lot of updating of its digital image and data so that the accuracy rate increased between imagery and field data. Vegetation in Pangandaran Subdistrict is mostly dominated by teak, waru, coconut, Chinese petai, goat, santigi, and ketapang. Based on the results of the interpretation accuracy test, obtained an accuracy value for the entire sample of 57% so that the results of image interpretation and field checks regarding vegetation density cannot be accepted because the expected level of interpretation accuracy is 85%, while the accuracy test results get a value of 57%. To get a complete picture of the availability of green open space in Pangandaram Regency, fast and relatively more accurate analysis of high spatial resolution is needed. The satellite imagery used in this study is Landsat 8 Imagery which has never been used in previous studies. Analysis of these images uses a vegetation index / NDVI that can directly distinguish plants from non-plants. The results of this image analysis also produce digital data that can be processed quantitatively for further research purposes.
Analisis Bentuk Lahan Pangandaran Berbasis Citra Satelit Landsat 08 OLI Ayi Sopandi; Wina R. Dewi; Annisa Nurjanah; Muhaimin F. Rohman; Ruhby Ilham; Dede Sugandi; Riki Ridwana
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1082

Abstract

Pembuatan data mengenai bentang lahan di kecamatan Pangandaran perlu dilakukan demi kebermanfaatan lahan daerah Pangandaran, masyarakat yang memanfaatkan lahan di kecamatan Pangandaran rata-rata bermata pencaharian perkebunan di dataran tingginya sehingga peta geomorfologi perlu dibuat. Penelitian yang kami lakukan menggunakan metode interpretasi visual yang dilihat melalui citra pangandaran melalui aplikasi ENVI yang sudah di komposit dengan band RGB 546, komposit band tersebut menghasilkan campuran warna yang menonjolkan bentang lahan dan batuan tertentu. Setelah melakukan interpretasi visual tahap selanjutnya melakukan analisis karakter wilayah secara langsung atau groundcheck yang dilaksanakan untuk mengetahui objek landscape langsung dilapangan. Pengecekan akurasi data yang ada di lapangan dan interpretasi citra yang sudah di analisis sebelumnya harus di cocokan kembali guna mengetahui bentang lahan geomorfologi di kecamatan pangandaran.
Pengukuran Topografi Untuk Pembangunan Penampungan Air Bersih (Studi Kasus: Daerah Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat) Mochammad Rizky Miftah Fauzan; Jupri Jupri; Riki Ridwana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.68 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v6i1.5141

Abstract

Abstrak: Peta merupakan gambaran kecil atau miniatur kenampakan dari suatu permukaan bumi yang direpresentasikan dalam bidang datar yang meliputi kenampakan alamiah maupun buatan manusia dan memiliki ukuran yang disebut skala. Saat ini perkembangan pembangunan semakin pesat, kebutuhan peta semakin meningkat. Peta sangat penting untuk perencanaan suatu pembangunan. Belum terpetakanya sumber mata air di Rajamandala membuat pengelolaan sumber mata air di kawasan tersebut tidak efektif. Agar pengelolaanya efektif dan efisien dibutuhkan peta topografi di kawasan sumber mata air untuk digunakan sebagai rencana pembangunan penampungan sumber mata air. Peta topografi merupakan peta yang menampilkan gambaran permukaan bumi baik alamiah maupun buatan manusia dan unsur relief disajikan dalam bentuk garis kontur. Pengambilan data dalam pengukuran topografi ini menggunakan metode pengukuran terestris yang dilakukan langsung dilapangan dengan alat seperti ETS, meteran, GPS, prisma, statif, dan jalon. Pengukuran BM dilakukan dengan menggunakan GPS Handheld Trimble. Terdapat dua BM yang menjadi titik referensi pemetaan. Hasil dari pengukuran ini yaitu peta topografi skala 1: 500 yang pemanfaatnya digunakan untuk rencana pembangunan penampungan sumber mata air di Rajamandala. Kata kunci: Peta Topografi, Pengukuran Topografi, Sumber Mata Air Abstract: Map is a small picture or miniature of the appearance of a surface of the earth that is represented in a flat area that includes both natural and man-made, and has a measure called scale. Nowadays, current development of developmental is growing rapidly, the needs for map used are increased. Maps are a crucial things for planning a development. With the uncharted springs in Rajamandala making the management of the springs in the area ineffective. In order to be effective and efficient management, a topographic map in the spring area is needed to be used as a plan for the establishment of a spring source. Topographic map is a map that displays a picture of the earth's surface both natural and man-made and relief elements are presented in the form of contour lines. Data collection in this topographic measurement is using terrestrial measurement methods carried out directly in the field with tools such as ETS, meter, GPS, prism, stative, and jalon.BM measurements are carried out using Trimble GPS Handhelds. There are two BMs that become the reference point for mapping. The results of this measurement are a 1: 500 scale topographic map, the use of which is used for the construction of a spring water reservoir in Rajamandala. Keywords: topographical map, topographical measurement, water source (springs
Analisis Perubahan Land Surface Temperature Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Pekanbaru Riau Tahun 2000 dan 2020 Abyan Hilmy; Ayi Susandi; Bella Melania Damanik; Leo Widdyusuf; Riki Ridwana; Shafira Himayah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 6 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.012 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v6i1.5197

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu permasalahan serius yang sampai saat ini masih belum dapat penanganan yang baik. Pulau Sumatera merupakan salah satu pulau dengan kejadian bencana kebakaran hutan yang sering terjadi, salah satunya di Provinsi Riau. Kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan. Kondisi ini juga berdampak pada peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan Kota Pekanbaru. Kenaikan suhu permukaan akan menyebabkan peningkatan suhu udara yang dapat berdampak pada tidak nyamannya aktivitas di Kota Pekanbaru. Penggunaan teknik Penginderaan Jauh dapat digunakan untuk memantau (monitoring) pada daerah yang luas. Melalui pemanfaatan data penginderaan jauh yang ada, maka dapat diketahui perubahan suhu yang terjadi pada suatu wilayah. Beberapa contoh data penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk mengestimasi suhu permukaan tanah (Land Surface Temperature) adalah citra satelit Landsat 7 dan Landsat 8. Pengolahan data citra dilakukan menggunakan software ArcGIS. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebaran temperatur permukaan di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, suhu permukaan tanah Kota Pekanbaru tahun 2000 – 2020 meningkat pada beberapa titik, seperti pada bagian barat laut kota ini. Namun pada wilayah lain tidak terdapat perubahan yang cukup signifikan. Abstract : Forest and land fires are one of the serious problems that have yet to be handled properly. Sumatra Island is one of the islands with frequent forest fire disasters, one of which is in Riau Province. Forest fires that occurred in Riau Province caused environmental changes. This condition also has an impact on increasing surface temperature in the urban area of ​​Pekanbaru City. The increase in surface temperature will cause an increase in air temperature which can have an impact on uncomfortable activities in Pekanbaru City. The use of remote sensing techniques can be used to monitor (monitoring) in a large area. Through the use of existing remote sensing data, it can be seen the temperature changes that occur in an area. Some examples of remote sensing data that can be used to estimate the land surface temperature are Landsat 7 and Landsat 8 satellite imagery. Image data processing is performed using ArcGIS software. This research was conducted to produce the distribution of surface temperature in Pekanbaru City. The results showed that the land surface temperature of Pekanbaru City from 2000 to 2020 increased at several points, such as in the northwestern part of the city. However, in other areas there are no significant changes.
Co-Authors A Sediyo Adi Nugraha Abyan Hilmy Adhil Nur Muhammad Adi Firmansyah Adi Syahrul Mubarik Adifa, Safitri Fara Adilla Musyafa Aditya Candra Taruna Agil Akbar Fahrezi Agung Dwi Rahmawan Agung Mi'raj Fajar Ahmad Lugina, Izma Maulana Ahmad Yani ahmad yani Ahmad Yani Al Kautsar, Azhari Aliyan, Silmi Afina Alvian Aji Purboyo Alvien Hanif Ramadhan Alya Sekar Hapsari Andara Aulia Andien - Rahmalia Anisa Dalilah Anisa Dalilah Anita Widia Sari ANNISA JOVIANI ASTARI Annisa Nurjanah Ar'rafi Malika Ardy Arcita Rizara Arif Ismail Arrasyid, Riko Arry Sakti Al Faridzi Permana Asep Mulyadi Assem Abdelmonem Ahmed Mohamed Astri Indriyani Athiyyah Al Habibah Atikah, Siti Ayi Sopandi Ayi Susandi Ayu Innadya Azhari Al Kautsar Bagja Waluya bagja waluya, bagja Bella Melania Damanik Budhi L.S, Chandra Dalilah, Anisa Dede Rohmat Dede Sugandi Dini Adha Pawestri Dwi Yanti Dwi Yanti Efri Triana Nur Arifin Eka Wahyu Ningsih El Syifa Putri Elva Ni’matal Ummah Enok Maryani Erika Octyana Dewi Ervika Putri Wulandari Eva Safitri Fahmi Subhan Fauzan Fakhra Annaba Piawai Fakhriyah, Rafifah Adinda Fauzan Fajarrahman Zulfikri Fauzia, Alda Febriansyah Dharma Fahreza Ferryandy, Muhamad Ghina Yusriyyah Salma Habibah, Athiyyah Al Habibie Daud Syafaat Pasha Hakiki, Fikri Nurwan Hangga Aria Rahmawan Tisna Harum Khusnul Khotimah Hilman Tampubolon Himayah, Shafira Ihsan, Ashlah Afdlalul Ilham Maulana Ilham Nurfalah Indri Megantara Ismail, Jalu Rafli Iwan Setiawan Izma Maulana Ahmad Lugina Jalu Rafli Ismail Jupri Jupri Jupri Jupri Kamaluddin, Muhammad Rinaldi Karim, Rizal Aldian Keylila Hanan Zhafrani Khansa, Tasya Alifah Leo Widdyusuf Lili Somantri Lu’lu’ Izzatul Fawziah M Yusup M. Dede Sugandi M. Farizi Fernanda Mega Nurzihan, Yanti Melina Rosyana miftah Kurnia Hayu Mochammad Fauzan Mutawally Mochammad Rizky Miftah Fauzan Muh Fiqri Abdi Rabbi Muhaimin F. Rohman Muhamad Aditya Nugraha Muhamad Akbar Muhamad Ferryandy Muhammad Arrafi Muhammad Arrafi Muhammad Ihsan Nandi Nandi, Nandi Naufal Azmi Nisvi Nur’adqiah Nulhakim, Diki Lukman Paramita, Qorry Pradnya Pasha, Habibie Daud Syafaat Pawestri, Dini Adha Putri, El Syifa Putri, Indri Megantara Qorry Pradnya Paramita Rabbi, Muh Fiqri Abdi Rafifah Adinda Fakhriyah Rahma, Isma Yullia Rahmat Al Fauzi Rahmawan, Agung Dwi Raihan Cahara Winaya Adiwiria Ramadhan, Zidan Reza Pahlawan Ridwan Saidi Rinzani, Alayka Rizal Aldian Karim Roihan Muhammad Derajat Ruhby Ilham Sabila Meiwanda Sakti, Anjar Dimara Salma, Ghina Yusriyyah Sari, Anita Widia Sephana, Rafi'i Diva Setio Galih Mariyono Shafira Fairuz Siti Atikah Sri Sumiati Sudrajat, Daffa Rizal Fauzan Sugito, Nanin Trianawati Supriadi, Apip Syahnie Pratama Syahrial Fahmi Syahrial Fahmi Syauqi Izzul Syifa Aprilianti Tampubolon, Hilman Tia Ardiani, Gusti Udin Wahrudin Ummah, Elva Ni'matal Vina Aulia Nafisyah Wahrudin, Udin Wijaya, Muhamad Akbar Wina R. Dewi Yakub Malik, Yakub Yanti Yohana Sinambela Yesi Sopariah Yusifa Muzri