Kerusakan fisik pada buah stroberi selama penanganan pascapanen sering kali menurunkan nilai jualnya meskipun kualitas nutrisi dan sensorinya masih baik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bauran pemasaran produk milkshake stroberi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan stroberi cacat fisik ringan sebagai bahan baku bernilai tambah (upcycled food). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif studi kasus di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Pelaihari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 30 responden konsumen yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data mengintegrasikan pendekatan Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) serta kuantifikasi SWOT menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi stroberi cacat fisik ringan sebesar 10–20% dari total bahan baku mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi tanpa menurunkan kualitas sensori produk akhir. Matriks IFE menghasilkan skor total 2,80, sedangkan matriks EFE menghasilkan skor total 2,70. Posisi usaha berada pada Kuadran I (titik koordinat +0,30; +0,20), yang merekomendasikan Aggressive/Growth Strategy (Strategi SO). Implementasi strategi difokuskan pada optimalisasi bauran pemasaran (produk, harga, tempat, dan promosi) melalui penguatan keunikan rasa, edukasi nilai produk ramah lingkungan kepada konsumen, serta perluasan kemitraan pasokan bahanbaku secara konsisten.