Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Pengaruh E-Commerce dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian melalui Kepercayaan sebagai Variabel Intervening pada Bisnis Ritel Syariah Busana Muslim di Kota Palembang Hendriansa, Hendriansa; Barkah, Qodariah; Hartini, Titin
Intelektualita Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v10i1.8908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besarnya keputusan pembelian pada bisnis ritel syariah busana muslim di Kota Palembang. Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner terhadap 100 orang di Kota Palembang menggunakan metode insidental sampling untuk mengetahui tanggapan responden dengan variabel yang ada. Analisis dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-commerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, e-commerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan, kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan, kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan dalam memediasi antara e-commerce terhadap keputusan pembelian dan kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan dalam memediasi antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian.
REKONSILIASI PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KAYUAGUNG Syari, Lara; Barkah, Qodariah; Ifrohati, Ifrohati; Bt. Shukor, Nur Sakina
Usroh Vol 8 No 1 (2024): Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ujhki.v8i1.23239

Abstract

Data di Pengadilan Agama Kayuagung menunjukkan minimnya perkara perceraian yang berakhir mencabut gugatannya lalu hidup rukun kembali, bahkan jika dipersentasekan dalam 3 tahun terakhir hanya 6,5% saja perkara perceraian yang berakhir mencabut gugatannya dari total keseluruhan perkara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja upaya rekonsiliasi dan faktor pendukung serta faktor penghambat dari rekonsiliasi di Pengadilan Agama Kelas 1B Kayuagung. Jenis penelitian ini adalah empiris normatif atau penelitian studi lapangan (field research), dengan menggunakan sumber data primer langsung dari narasumber, observasi, dokumentasi dan wawancara, untuk sumber data sekunder yang bersumber dari tulisan seperti Al- Qur’an, Hadis, Undang- Undang, buku, jurnal maupun artikel. Teknik analisis data yang digunakan ialah dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya rekonsiliasi pada perkara perceraian di pengadilan agama kayuagung, yaitu : 1) Upaya perdamaian dari hakim; 2) Mediasi; 3) Pemaafan. Adapun faktor pendukungnya yaitu : 1) Kembalinya kesadaran dari para pihak mengenai perdamaian dan tujuan perkawinan; 2) Kepiawaian mediator dalam mengungkap inti permasalahan diantara para pihak; 3) Masih adanya rasa saling menyayangi diantara para pihak; 4) Para pihak yang berperkara masih memikirkan masa depan anak; 5) Para pihak yang berperkara sudah saling memaafkan dan hidup rukun kembali; 6) Dukungan dari pihak keluarga. Sedangkan faktor penghambatnya adalah : 1) Kurangnya pemahaman para pihak akan tujuan perkawinan dan pentingnya perdamaian; 2) Hati para pihak yang sudah terkunci; 3) Ketidakhadiran pihak tergugat; 4) Pihak ketiga; 5) Egois. Kata Kunci : Rekonsiliasi; Perceraian; Pengadilan Agama  
ANALISIS NILAI KEMASLAHATAN DALAM PEMBERIAN HAK ASUH ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ KEPADA AYAH PASCA PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 1365/PDT.G/2021/PA.PLG) Riana, Devi; Barkah, Qodariah; Wijaya, Sandy
JURNAL RISET INDRAGIRI Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Lembaga Marwah Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61069/juri.v3i1.82

Abstract

Based on Article 105 of the Compilation of Islamic Law, children who are not yet mumayyiz have parental rights to the mother, and those who have mumayyiz are free to choose to follow the father or mother. However, in reality, the decision in the Class 1A Palembang Religious Court Number 1365/Pdt.G/2021/PA.Plg, children who are not yet mumayyiz, their parental rights fall to the father. This study aims to analyze the basis for the judge's consideration in giving custody of children who are not yet mumayyiz to the father and analyzing the value of its benefits. This research was conducted using the normative juridical method. The data sources used are primary data sources in the form of Palembang Religious Court decisions and secondary data sources in the form of previous literature, books, articles and related journals. Furthermore, the data was analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the judge decided with a contrario decision by considering the sociological aspect, seeing where the child's condition was better and the judge made ijtihad in deciding this case. The analysis of the value of the benefit, with the theory of mashlaḥah mursalah and included in the mashlaḥah dharūrīyat and included the category of fiqh rules that harm should be eliminated. The judge also considered that fulfilling the five main objectives of Islamic law for the benefit of children includes three important things, namely in order to preserve the soul (Ḥifzh Al-Nafs), preserve the mind (Ḥifzh Al-'Aql), and preserve religion (Ḥifzh Al-Dīn)
Politik Hukum Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Pesta Rakyat Resi Jatri; Paisol Burlian; Qodariah Barkah
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v1i3.359

Abstract

Penelitian ini mengkaji Politik Hukum Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Pesta Rakyat. Permasalahan pada penelitian yaitu bagaimana politik hukum pembentukan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Pesta Rakyat di Kabupaten Musi Rawas Utara, faktor-faktor apa yang mempengaruhi terbentuknya Peraturan Daerah dan bagaimana prosesnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research), yang dalam mengumpulkan datanya dilakukan secara langsung dari lokasi penelitian yaitu di Kabupaten Musi Rawas Utara. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diperoleh langsung dari wawancara kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daearah Kabupaten Musi Rawas Utara, sekretaris dewan, tokoh agama dan tokoh masyarakat mengenai Peraturan Daerah Tentang Pesta Rakyat terkait larangan pesta malam. Sumber data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh dari catatan-catatan atau buku-buku yang terkait pada permasalahan yang penulis kaji. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara adalah salah satu produk peraturan perundang-undangan tingkat daerah yang dibentuk oleh Kepala Daerah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Kewenangan daerah dalam membentuk Peraturan Daerah secara legalitas ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang pemerintahan Daerah dan secara teknis diatur lebih lanjut dalam Peraturan Perundang-undangan lainnya. Dalam pembentukan daerah tidaklah mudah karena memerlukan pengetahuan dan pemahaman yang cukup terutama tentang teknik pembentukannya, sehingga Peraturan daerah yang dibentuk tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan kepentingan umum.
Kedudukan Wali Nikah Dalam The Moroccan Family Code/Moudawana Qodariah Barkah; Muhammad Royhan; Ari Azhari
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v2i1.421

Abstract

Reformasi hukum keluarga yang terjadi diberbagai negara muslim membuktikan bahwa negara telah mengakomodir perbedaan aliran mazhab dalam perundang-undnagan yang berlaku di negara tersebut. Hal ini antara lain  terlihat dari undang-undang yang berlaku di negara Maroko (The Moroccan Family Code/Moudawana) tentang kedudukan wali nikah bagi perempuan. Pada undang-undang tersebut mengatur bagi seorang perempuan yang telah dewasa atau berusia 18 tahun boleh menikahkan dirinya sendiri tanpa menggunakan wali nikah.  Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis  kedudukan wali nikah dalam The Moroccan Family Code Moudawana 2004 dan faktor penyebab terjadinya reformasi terhadap kedudukan wali nikah dalam undang-undang tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode library research. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan bahan hukum primer dan sekunder.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi. Dan teknik analisis data pada penelitian ini yaitu content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  Kedudukan wali nikah dalam The Moroccan Family Code/Moudawana telah dihapus, karena wali bukan termasuk ke dalam rukun dan syarat pernikahan di Maroko. Dalam The Moroccan Family Code/Moudawana, seorang perempuan yang telah berusia dewasa (18 tahun) dan cakap hukum tidak membutuhkan izin wali dan boleh menikahkan dirinya sendiri dengan laki-laki yang ingin dinikahinya. Faktor penyebab terjadinya reformasi terhadap kedudukan wali nikah dalam The Moroccan Family Code/Moudawana disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti perkembangan penduduk Maroko dan faktor eksternal seperti pengaruh globalisasi, dan perjanjian Internasional dalam mewujudkan kesetaraan gender bagi laki-laki dan perempuan, menghilangkan diskriminasi terhadap kaum perempuan, dan mengangkat derajat kaum perempuan.
KEBIJAKAN KRIMINALISASI DALAM REFORMASI HUKUM KELUARGA DI INDONESIA Barkah, Qodariah
Nurani Vol 17 No 1 (2017): Nurani: jurnal kajian syari'ah dan masyarakat
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/nurani.v17i1.1345

Abstract

The family law reform policy has been started since 1937 the Dutch colonial government drafted a modern marriage bill called the Marital Recording Ordinance. This step was taken at the urging of the existing women's organizations, and then the international community made efforts to reform family law since the 1970s, known as the UN women's convention. So human equality is seen as essential for justice, but this leaves plenty of room for different views on the fairest way to accommodate differences. However, family law reform efforts, especially in Indonesia continue to roll from 1974 until now.
SANKSI PIDANA BAGI PELAKU TERORISME DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM Finka Safira, Mutiara; Barkah, Qodariah; Jumanah, Jumanah
Tazir Vol 8 No 2 (2024): Ta'zir: Jurnal Hukum Pidana
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tazir.v8i2.25729

Abstract

Terrorism is an extraordinary crime and sanctions must also be extraordinary because acts of terrorism are politically motivated and the targets of terrorism can be civilian or non-civil, acts of terrorism are aimed at intimidating and influencing government policies, and acts of terrorism are carried out through acts that do not respect international law and ethics. However, in the decision Number: 5/Pid.Sus/2022/PT DKI, the defendant Taufiq Bulaga was only exiled for 19 years. Therefore, the researcher is interested in analyzing the Judge Decision Number: 5/Pid.Sus/2022/PT DKI in the Perspective of Islamic Criminal Law. This research is a library research, which is research conducted by examining library materials in the form of books, books, journals, and other sources. The technique in this study is a literature study, while the data collection is a secondary approach. The research approach used is an empirical normative approach, namely with a library research approach, which is a form of research whose data is obtained from the library. At this stage, the researcher seeks the theoretical basis of the research problem so that what is carried out is not a "trial and error" activity. Based on the results of the research, it was concluded that Decision Number: 5/Pid.Sus/2022/PT DKI according to the Islamic Criminal Law is a sentence of exile for the defendant Taufiq Bulaga, including in the act of hirabah where the defendant received a sentence of 19 years. In Islamic criminal law, participation in or direct commission of this criminal act of terrorism is not justified, because in essence it contains elements of dzoliman against fellow human beings. The defendant's motive for participating in the bombing was an element of revenge from the defendant because his family died during the bombing in Poso. While in Islam this is not justified. Because in Islam it is explained that between fellow humans must love each other and also stay in touch. So that there is a help in a good deed. Keywords: Sanctions, Terrorism, Islamic Criminal Law.
The Manipulation of Religion and The Legalization of Underage Marriages in Indonesia Barkah, Qodariah; Cholidi, Cholidi; Rochmiyatun, Siti; Asmorowati, Sulikah; Fernando, Henky
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 7, No 1 (2023): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v7i1.13316

Abstract

Cases of underage marriage have continued to increase, supported by religious law, and accepted by Indonesian Muslims. To analyze this phenomenon, this study is an empirical legal study using a qualitative descriptive approach. The data was obtained through observation, interviews, and a search for religious texts/arguments. The analysis was constructed to explain the relationship between the practice of early marriage and the use of the texts of the Qur'an and Hadith as the main sources in Islamic law. It shows that this exegetical approach has helped perpetuate the practice of underage marriage, as it not only promotes a partial and purely textual understanding of Islam's teachings regarding marriage but is also easily manipulated to promote certain views, as a form of religious manipulation of underage marriages. As a result, marriage is taught and understood from a purely doctrinal perspective, without considering the health and well-being of the married couple. Instead, this study recommends using an integrated approach that continuously strives to prevent the underage marriage, one capable of obtaining a comprehensive understanding that recognizes the interests of all stakeholders including underage couples. Only then can a comprehensive understanding of religious teachings and experiences be obtained
Desain Model Database Layanan Reservasi Studio Foto dengan Menerapkan Database Life Cycle Mutamassikin, Mutamassikin; Jasmine, Nabilla; Bangsa, Mhd. Theo Ari; Barkah, Qodariah
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 14, No 1 (2025): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v14i1.7027

Abstract

Pentingnya Database di dalam sistem tidak bisa di rancang secara sembarangan dan hanya sebatas kebutuhan biasa di dalam sistem, baik nya sebuah sistem di tentunkan juga oleh rancangan database yang baik. Obejk penelitian ini adalah sistem reservasi studio foto dimana studio foto merupakan tempat konsumen untuk orang mendokumentasikan gambar melaui kamera digital, beragam jenis jasa layanan foto yang ada di studio tersebut adalah seperti pas foto, foto wisuda, foto keluarga, foto ulang tahun, foto group, foto produk, serta sewa studio. Informasi akan layanan tersebut dan pemesanannya sebagian besar masih mengacu secara semi digital belum terdigitalisasi sepenuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah bagian dari tahap awal dalam pembangunan sistem reservasi pada studio foto yaitu merancangan database yang dibutuhkan oleh studio foto. Adapun model dari database ini nantinya dapat digunakan menjadi acuan dari developer perangkat lunak untuk membangun sistem reservasi studio foto. Untuk analisis dan perancangan dari model basis data menggunakan metode Database Life Cycle (DBLC) yang berfokus pada desain data konseptual, desain basis data logis, dan desain basis data fisik. Hasilnya di dapatkan database yang relasional terdiri dari 7 tabel dan 4 relasi.
Dampak Ekonomi Fintech dalam Perspektif Maqasid Al-Syariah Maftukhatusolikhah Maftukhatusolikhah; M. Iqbal; Qodariah Barkah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 2 No. 2: Januari-Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v2i2.3166

Abstract

There is a deeply gap in credit distribution that could distributed by the bank escpecially in the covid pandemic era. From Rp1.600 billion credits existing in society is only Rp 600 bankable. The rest (Rp 1.000 billion) is unbankable and has potential FinTech business overdraft. A big question rises to this research is how impact of FinTech in the economic growth’s frame work and how impact of FinTech in the maqasid al-Syariah’s perspectif. Diver from previous research that mainly explored the FinTech from economic and finance perspectives, this research is likely as a basic exploration that explores the FinTech in the sense of economics growth and maqasid al-Syariah. A deeply elaboration on FinTech issues related to economic growth frame works and Maqasid al-Syariah in more systimatic ways. FinTech has a positive impact on 4 (four) component namely, on consument, individual investor, firms, and goverment.