Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN BRIKET DARI CAMPURAN KULIT BUAH DURIAN DAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Hasibuan, Khalil Gibran; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Ibrahim, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.13694

Abstract

Sebagai sumber bahan bakar alternatif itu murah dan mudah dibuat, briket merupakan biomassa padat. Kulit buah durian kaya akan lignin dan selulosa namun relatif rendah pati. Karena berat jenisnya yang tinggi dan kandungan karbon yang tinggi pada lignoselulosa yang terdapat pada cangkang kelapa sawit, bahan ini sangat cocok untuk digunakan sebagai arang. Mengetahui bagaimana penambahan getah pinus dan lateks karet pada kulit durian dan tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar air, kadar abu, laju pembakaran, dan nilai kalor cangkang kelapa sawit yang berkaitan dengan produksi briket. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi belum pernah dilakukan dengan menggunakan perekat getah karet, getah pinus dan perbandingan komposisi bahan baku. Briket dibuat dari kulit buah kelapa sawit dan durian dikarbonisasi pada suhu 400oC dan 500oC. Perbandingan kulit durian dan cangkang sawit adalah 40%:60%, 50%:50%, atau 60%:40%. Partikelnya berukuran 50 mesh, dan kandungan perekatnya masing-masing 10%, 15%, 20%, atau 25% untuk lateks karet dan resin pinus. Briket selanjutnya diukur dengan mengukur kapasitas panas, laju pembakaran, jumlah abu, dan jumlah air. Jumlah air yang optimal terhadap perekat lateks karet pada campuran 40%:60% adalah 1,08%, jumlah optimal perekat abu terhadap lateks karet pada campuran 40%:60% adalah 4,36%, laju pembakaran optimal adalah 0,186 gr/ menit pada campuran 60%:40% dengan perekat lateks karet 10%, dan nilai kalor optimal pada campuran 50%:50% dengan perekat lateks karet 25% adalah sebesar 7427,82 kal/g. Penelitian ini menemukan bahwa bahan briket terbaik adalah campuran 50% air, 50% abu, dan 25% perekat lateks karet. Laju pembakaran ideal adalah 0,306 gr/menit, dan nilai kalor sebesar 7427,82 kal/g. Kadar air 1,82%, kadar abu 6,05%, dan perekat lateks karet 25%.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI PADA PROSES PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM BROMELIN DAN RAGI ROTI Wulandari, Suci; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy; Ulfa, Raudhatul; Ibrahim, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.17952

Abstract

Produk, Virgin Coconut Oil (VCO) sangat menguntungkan karena manfaat kesehatannya yang luar biasa bagi tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana waktu fermentasi berpengaruh serta penambahan ragi roti dan enzim bromelin terhadap kualitas virgin coconut oil (VCO). Kualitas tersebut diukur melalui laju kinetika, uji organoleptik (warna dan aroma), kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida dan bilangan iod. Proses penelitian ini dilakukan di Teknik Kimia, Universitas Malikussaleh, dengan metode ekperimental laboratorium. Penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun yang belum diteliti adalah pengaruh waktu fermentasi dengan perbandingan ragi roti dan enzim bromelin dengan metode fermentasi terhadap pembuatan virgin coconut oil (VCO), dimana penambahan ragi roti sebanyak 7, 9, 11, dan 13 gram, sedangkan penambahan enzim bromelin sebannyak 35, 40, 45, dan 50 gram dengan waktu fermentasi 24, 30, 36, dan 42 jam. Diperoleh hasil laju kinetika berada pada orde pertama, warna dan aroma yang dihasilkan dengan menggunakan metode fermentasi mengunakan ragi roti dan enzim bromelin telah memenuhi memenuhi standar SNI 7381:2008. Dengan penambahan ragi roti 0,01% pada 11 gram, kadar air VCO terbaik dicapai dengan waktu fermentasi 24 jam. Dengan menambah ragi roti ebanyak 7 gram,  asamlemak bebas mencapai tingkat yang optimal dengan waktu fermentasi 24 jam sebesar 0,1 %. Bilangan peroksida didapat sebesar <40 mg/kg pada sampel VCO yang menggunakan ragi roti dan enzim bromelin. Dan bilangan iod terbaik terdapat pada VCO menggunakan Ragi Roti sebesar 0,9130 gr iod/ 100 gr.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammaryllifolius) Sebagai Inhibitor Korosi pada Plat Baja ST 41 dalam Media Air Payau humairah, syarifah siti; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.16235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun pandan wangi sebagai inhibitor laju korosi pada plat baja ST 41 dalam air payau. Variasi konsentrasi ekstrak dan waktu perendaman dieksplorasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap laju korosi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, penelitian sebelumnya telah fokus pada pengaruh konsentrasi inhibitor terhadap laju korosi plat baja ST 41. Namun, masih ada beberapa variabel lain yang dapat dimasukkan ke dalam penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Seperti, waktu perendaman terhadap laju korosi juga dapat dieksplorasi. Metode ekstraksi maserasi digunakan untuk memperoleh filtrat ekstrak, yang kemudian diuji untuk menentukan kandungan tanin. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi memiliki potensi sebagai inhibitor korosi, dengan penurunan laju korosi seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan waktu perendaman. Efisiensi inhibisi tertinggi terjadi pada perendaman selama 16 hari dengan konsentrasi 12 gr/ml, mencapai 52,04%. Pengamatan menggunakan SEM juga mengkonfirmasi perubahan morfologi permukaan plat baja ST 41 akibat korosi, dengan tingkat kerusakan yang berkurang seiring dengan penambahan inhibitor. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang penting tentang potensi ekstrak daun pandan wangi sebagai agen anti-korosi dalam aplikasi praktis di lingkungan yang korosif.
Kajian Karakteristik Hydrohar Berbahan Baku Limbah Kulit Luar Biji Kopi (Eksocarp) Melalui Proses Karbonsasi Hidrotermal Saragih, Tamara Habibi; Ginting, Zainuddin; Ibrahim, Ishak; Kamar, Iqbal; Faisal, Faisal; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.16857

Abstract

Hydrochar ialah padatan berkarbon yang dihasilkan dari konversi biomassa dengan menggunakan metode karbonisasi hidrotermal (HTC). Waktu tinggal dan jenis pelarut yang digunakan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi karakteristik hydrochar yang dihasilkan. Penelitian sebelumnya digunakan variasi suhu dan waktu tinggal, sedangkan dalam penelitian ini digunakan variasi waktu tinggal dan konsentrasi pelarut.  Pada penelitian ini hydrochar dibuat dari limbah kulit luar biji kopi (Eksocarp) dengan proses hidrotermal menggunakan alat autoclave pada suhu 130°C  dan tekanan 2 bar. Proses hidrotermal dilakukan dengan pelarut NaOH dan variasi konsentrasi NaOH yaitu 0; 0,25; 0,5; 0,75 dan 1 Molar. Waktu tinggal yang digunakan divariasikan antara 60, 90, 120, 150 menit. Setelah proses hidrotermal dilanjutkan dengan penyaringan hydrochar padat dan cairannya. Hydrochar kemudian dilakukan pengeringan dalam oven selama 8 jam pada suhu 105°C untuk mengurangi kandungan airnya. Pengujian terhadap sampel meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon tetap, Analisa Gugus Fungsi Hydrochar dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Analisa Morfologi Hydrochar dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil pengujian kadar air yang diperoleh yaitu antara 2.22-6,52%, kadar abu berkisar antara 2,76-8,54%, kadar zat mudah menguap berkisar antara 51,11-62,47%, dan kadar karbon tetap berkisar antara 22,45-43,89%.
Pembuatan Biochart dari Ampas Tebu (Saccharum Officinarum L) dengan Menggunakan Metode Pirolisis Lambat Faisal; Iqbal Kamar; Irma Adenia; Ishak Ibrahim; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.23616

Abstract

Biochart merupakan istilah baru yang digunakan untuk menggambarkan arang (arang yang berserbuk halus) berpori terbuat dari berbagai biomassa. Pada penelitian ini menggunakan limbah ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pirolisis terbaik yang dapat menghasilkan biochart, menilai pengaruh variasi ukuran partikel terhadap karakteristik biochart yang dihasilkan dari ampas tebu, dan mengidentifikasi interaksi antara waktu pirolisis dan variasi ukuran partikel dalam mempengaruhi kualitas biochart. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan kadar karbon terikat. Proses pirolisis dilakukan dengan memasukkan ampas tebu kedalam alat pirolisis dengan suhu 300°C dengan variasi waktu 1jam, 2jam, 3jm dan 4jam. Lalu arang tesebut di haluskan, kemudian diayak menggunakan variasi mesh 40, 60, 80 dan 100. Uji kualitas biochart mengacu pada standart SNI 06-3730-1995 dengan fokus pada kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pirolisis 300°C dan ukuran partikel 100 mesh menghasilkan biochart dengan kualitas terbaik pada waktu 4 jam, yakni kadar air terendah yaitu 1,082%, kadar abu tertinggi yaitu 10,572%, zat volatil terendah yaitu 2,730%, dan karbon terikat tertinggi yaitu 85,616%.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI DARI BUNGA PINUS SEBAGAI ADSORBEN DENGAN AKTIVATOR NaOH Elsa Simbolon; Muhammad; Rizka Mulyawan; Ishak Ibrahim; Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.25217

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi aktivator NaOH terhadap sifat serta kemampuan adsorpsi karbon aktif yang terbuat dari bunga pinus dalam menyerap zat warna Eriochrome Black T (EBT). Bunga pinus dikarbonisasi selama dua jam pada temperatur 500°C, kemudian diikuti aktivasi kimia menggunakan NaOH dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0,5, 1, dan 1,5 N. Karakterisasi karbon aktif meliputi uji kadar air, kapasitas adsorpsi, efisiensi penyerapan, serta analisis kinetika dan isoterm adsorpsi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Temuan penelitian ini menunjukkan kadar air karbon aktif berada pada kisaran 5,35–5,85% dan memenuhi standar SNI. Karbon aktif teraktivasi NaOH 1,5 N menunjukkan efisiensi penyerapan maksimal sebesar 76,13% serta kapasitas penyerapan 0,386 mg/g pada waktu kontak optimal 40 menit. Analisis kinetika sesuai dengan model Pseudo Orde Dua (R² = 0,925), sedangkan isoterm adsorpsi sesuai dengan model Freundlich (R² = 0,9574), menunjukkan mekanisme penyerapan multilayer. Hasil ini membuktikan bahwa bunga pinus berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam proses pembuatan karbon aktif yang ekonomis dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah pewarna industri.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital bagi Santri Pesantren Modern Ta'dib Al-Syakirin Kecamatan Medan Johor Syofyan Anwar Syahputra; Zainuddin Ginting; Zetta Fazira; Ishak Ibrahim; Eryanti Novita; Yunida Berliana; Budhi Santri Kusuma; Darianto; Gustam Harahap; Muhammad Fadlan Siregar
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut lembaga pesantren untuk adaptif dalam mentransformasikan metode pembelajaran konvensional ke arah digital. Pesantren Modern Ta'dib Al-Syakirin di Kecamatan Medan Johor memiliki potensi infrastruktur yang baik, namun pemanfaatan perangkat digital oleh para santri masih terbatas untuk aktivitas hiburan dan belum dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran agama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis santri dalam memanfaatkan media pembelajaran digital sebagai sarana penguatan keilmuan agama dan dakwah kreatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Experiential Learning yang meliputi tahapan analisis situasi, persiapan instrumen, pelaksanaan pelatihan intensif berbasis praktik langsung (hands-on), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan ini adalah 50 santri pesantren tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pemahaman dan keterampilan teknis peserta sebesar 85% berdasarkan hasil analisis skor post-test. Selain itu, para santri berhasil memproduksi ragam media pembelajaran digital berbasis keagamaan yang interaktif secara mandiri. Kegiatan ini berimplikasi pada kesiapan santri dalam menghadapi tantangan era digital serta mempercepat akselerasi digitalisasi ekosistem pendidikan di lingkungan pesantren.
Pembuatan Briket dari Campuran Batu Bara Aceh dan Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera) dengan Menggunakan Metode Karbonisasi Seni Laurentia; Zainuddin Ginting; Ishak Ibrahim; Novy Sylvia; Narul ZA; Zetta Fazira
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.20718

Abstract

Briket merupakan jenis bahan bakar padat yang memiliki unsur karbon tinggi, memiliki nilai kalor yang tinggi serta dapat menyala dalam waktu yang lama.  Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi berat campuran batubara Aceh dan tempurung kelapa dengan variasi perbandingan perekat tepung tapioka serta untuk menganalisis karakteristik briket dari campuran batubara Aceh dan tempurung kelapa terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Pada penelitian ini batubara Aceh dikarbonisasi dengan suhu 500ËšC selama 60 menit dan tempurung kelapa dikarbonisasi dengan suhu 400ËšC selama 90 menit. Batubara Aceh dan tempurung kelapa sebagai bahan baku briket masing masing dihaluskan dan diayak hingga lolos ayakan 80 dan tertahan di 100 mesh selanjutnya dicampur dengan variasi persentase komposisi bahan baku batubara Aceh:tempurung kelapa (0:100, 25:75,  50:50,  75:25 dan 100:0). Selanjutnya campuran serbuk briket dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk silinder. Kualitas briket yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat serta nilai kalor briket berdasarkan SNI 01-6235-2000. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbandingan bahan baku 50:50 gram antara batubara Aceh dan tempurung kelapa dengan perekat 5% menghasilkan kadar air terendah yaitu 2,384%, kadar abu terendah didapat pada perbandingan 0:100 gram dengan perekat 5% yaitu 1,432%, kadar zat menguap terendah tercapai pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 7,799%, kadar karbon terikat tertinggi pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 88,300% dan nilai kalor tertinggi pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 7007,892 cal/gr.
Pembuatan Bioetanol dari Air Limbah Cucian Beras Menggunakan Metode Hidrolisis Enzimatik dan Fermentasi Damayanti; Syamsul Bahri; Eddy Kurniawan; Fikri Hasfita; Ishak Ibrahim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.23721

Abstract

Bioetanol adalah etanol yang dibuat dengan fermentasi bahan baku nabati. Penggunaan bioetanol tidak hanya dapat mengurangi tingkat polusi tetapi juga dapat menghemat lebih banyak bahan bakar fosil. Air limbah cucian beras yang mengandung karbohidrat dapat diubah menjadi etanol. Jika dikelola dengan baik, air limbah cucian beras ini dapat menjadi salah satu sumber bahan baku potensial untuk produksi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi, densitas, dan tingkat bioetanol tertinggi, melihat bagaimana volume enzim glukoamilase meningkatkan kadar glukosa, dan menghitung jumlah bioetanol yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, air cucian beras 300 mililiter digunakan dengan enzim glukoamilase 6 gram, 9 gram, dan 12 gram, serta massa ragi 4 gram dengan waktu fermentasi 2, 4 dan 6 hari. Metode yang digunakan adalah hidrolisis, fermentasi dan distilasi. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kadar glukosa, densitas dan kadar bioetanol. Hasil penelitian ini didapatkan kadar glukosa pada enzim glukoamilase 12 gram sebanyak 22% , densitas terbaik yaitu pada waktu fermentasi 144 jam sebesar 0,7893 %. Dan kadar bioetanol tertinggi dicapai pada lama fermentasi yang sama yaitu 144 jam sebesar 15,7633 %. peningkatan enzim glukoamilase dengan adanya penambahan massa ragi dan durasi fermentasi akan mempercepat proses fermentasi.
Sosialisasi Potensi dan Mitigasi Risiko Bahaya Listrik di Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Paloh Lada Asri Asri; Ezwarsyah Ezwarsyah; Teuku Multazam; Fakhruddin Ahmad Nasution; Muhammad Ikhwanus; Muhammad Muhammad; Ishak Ishak
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini.  Dalam penggunaan listrik, baik di industri maupun di rumah tangga, tentu ada bahaya listrik yang berupa sengatan listrik. Pada konsumen rumah tangga, banyak juga ditemui kasus kecelakaan listrik, baik kasus tersengat maupun kebakaran.   Penyebab utama adalah kurangnya pengetahuan akan bahaya listrik dan kelalaian, instalasi listrik yang tidak sesuai standar pemasangan merupakan salah satu faktor penyebab bahaya listrik dan gangguan hubung singkat.  Permasalahan bahaya listrik dapat menimbulkan resiko serius jika tidak ditangani dengan tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran tiap individu tentang potensi bahaya yang ada pada listrik rumah tangga dan upaya mitigasi agar dampak yang ditimbulkan  bisa diminimalisir. Kegiatan sosialisasi pengabdian ini dilakukan bekerja sama dengan Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Paloh Lada Dewantara Aceh Utara. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 03 Februari 2024. Topik yang disampaikan mengenai Potensi dan Mitigasi Bahaya listrik Rumah Tangga, yang dihadiri oleh peserta sebanyak 20 orang siswa Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur.
Co-Authors - Darmadi AA Sudharmawan, AA Agam Muarif Alfathan Anshori Amanda Fitria Rahmadani Nasution Amri Aji Ananda Monarita Anisyah Padang Annisa Ramadina Asri Asri Azhari Azhari Azhari Muhammad Budhi Santri Kusuma Chairina Chairina Chalisna Wildani Cut Sisin Mehita Dahliana Abdullah Damayanti Darianto Darianto Dede Ibrahim Muthawali Eddi Kurniawan Eddy Kurniawan Eka Intan Kumala Putri Elsa Simbolon Elviana, Suci Eryanti Novita Ezwarsyah Ezwarsyah Faisal Faisal Fakhruddin Ahmad Nasution Fikri Hasfita Fitra Rahmatika Fitriyani Sirait Gustam Harahap Hasibuan, Khalil Gibran humairah, syarifah siti Ida Riski Indah Aprilla Iqbal Kamar Iqbal Kamar Iqbal Kamar Irma Adenia Israwati Israwati Israwati Israwati Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Lailatul Munouwarah Lukman Hakim Luvia, Indal M Anjes Laudi M syarief Hidayatullah Mahaziva Putri Maghfirah Tambunan Masrullita Masrullita Meriatna Meriatna Mira Aulia Muazzinah Muazzinah Muhammad Muhammad - Muhammad Muhammad Akbar Riza Muhammad Fadlan Siregar Muhammad Ikhwanus Muhammad Ilyas Muhammad Muhammad Muhammad Rifaldi Nadia Prisca Putri Nadiratun Nabiwa Nani Lidia Narul ZA Nasrul ZA Nilva Mutia Novi Sylvia Novy Sylvia Nurdina Hayati Nurfarida - Nurfarida Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Nurul Safriani Pasaribu, Josua Purwoko, Agus Rahmat Rizky Raudhatul Ulfa Rauzatul Jannah Z Rauzatun Jannah Retno Atika Putri Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rosmayuni Rosmayuni Rozanna Dewi Safwan Azlani Saiful Akmal Saiful Akmal Saragih, Tamara Habibi Sekar Aulia Seni Laurentia Sri Rahayu Retnowulan Suci Wulandari Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Susi Yanti Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syofyan Anwar Syahputra Taufiq Taufiq Teuku Multazam Ulfa, Raudhatul Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Yopi Aji Akbar Yunida Berliana Zainuddin Ginting Zetta Fazira Zetta Fazira Zulfa, Rahmita Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi