p-Index From 2021 - 2026
7.392
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

TRADISI ZIARAH MAKAM PADA MASYARAKAT MELAYU DI DESA BINTAN BUYU KABUPATEN BINTAN Desti, Rita Sintiya; Wahyuni, Sri; Elsera, Marisa
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 13, No 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v13i2.56180

Abstract

This study aims to determine the significance of the grave pilgrimage tradition in Bintan Buyu Village, Bintan Regency. This study uses a qualitative research methodology with a descriptive approach with primary data sources, namely interviews with informants, caregivers, local communities, external communities, and traditional leaders, using targeted sampling. Data collection techniques were performed through observation, discussions, and documentation. Based on the results of this study, it can be seen that in the practice of the pilgrimage to the grave there are meanings in it, namely as a form of respect for ancestors, increasing community solidarity and strengthening values that exist in society such as religious values and the value of tranquility. The process of implementing the tomb pilgrimage tradition has 2 processes, namely the preparation process and the implementation process. In the tradition of the pilgrimage to graves, media such as pulut kuning, red eggs and yellow rice are used.
Sosialisasi Penyusunan Perencanaan Desa dan Anggaran Responsif Gender di Desa Duara, Kabupaten Lingga Kepulauan Riau Wahyuni, Sri; Elsera, Marisa; Niko, Nikodemus
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 4 (2023): December
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v2i4.267

Abstract

Law Number 6 of 2014 concerning Villages, it can be said that the government's commitment to improve village development by improving the quality of life of rural communities. This law has mandated the government to allocate village funds as a source of funds to manage the potential of villages. Although it has seen a positive impact on the Village Fund program so far, gender issues are often overlooked. In the implementation of the Village Fund program, it is also necessary to pay attention to the relationship between men and women, especially in the management of programs allocated from the Village Fund. Therefore, the Community Service (PKM) activities that we carry out are socialization of village planning preparation and gender responsive budgets in Duara village, Lingga district. The method of implementing community service activities is in the form of socialization activities with material on the preparation of a gender-responsive budget for village funds. If a village program held has considered gender equality in meeting the practical needs and strategic needs of both men and women, it can be said that the program has been successful and gender responsive.
Perubahan Perilaku Masyarakat Setelah Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Khadijah, Siti; Elsera, Marisa
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.10978

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon masyarakat terhadap program pemerintah mengatasi pemukiman kumum di Kota Tanjungpinang. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bertujuan untuk mengatasi kumuh tanpa menggusur. Penelitian ini menggunakan teori behaviorisme sosiologi dari B. F. Skinner tentang perilaku masyarakat berdasarkan lingkungan nya dan tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, program Kotaku di Kampung Bugis tidak dikenal oleh masyarakat, sehingga kebiasaan masyarakat membuang sampah di laut tetap dilakukan meskipun program ini telah ada sejak 2016. Sementara itu, untuk Program Kotaku di Senggarang dan Tanjung Unggat telah ada penanganan sampah dengan memasang jaring agar sampah tidak sampai ke permukiman warga. Namun ketiga daerah itu menunjukkan tidak belum cukup berhasil program Kotaku di Tanjungpinang.
Pariwisata Dan Pelacuran Anak: Sebuah Input Bagi Pengambil Kebijakan Elsera, Marisa
Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) Vol 4 No 1 (2016): Juni, 2016
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism and prostitution like ants and sugar, as inseparable. Where there is a growing tourism destination, there helped grow prostitution. Prostitution is happening in the area of tourism destinations often do not grow with the unintended, but also grow naturally. These days, children and young women prostituted in Indonesia are increasingly being published. Young women trapped in prostitution is growing like mushrooms in the rainy season. Riau Islands Province (Riau) as one of the provinces which become the leading tourist destinations in Indonesia also inseparable from the phenomenon of prostitution. Causes of child prostitution in Riau diverse, ranging from geographic location Kepri near neighboring countries, Riau Islands as a tourist destination, economic pressure, entangled syndicates pimp, child prostitution orientation shifted into the temptation of fun and luxury. Pleasure (fun), meaning they are prostituting themselves not for economic reasons but rather to want to have fun. This occurs due to the interpretation of children and adolescents who deviate (from the morals and values of society Indonesia) towards virginity and illicit sexual relations. Then, some are prostituting themselves because of the temptation for luxury and life style.
KONDISI MASYARAKAT RISIKO PASCA TAMBANG BAUKSIT DI KELURAHAN TEMBELING-TANJUNG KECAMATAN TELUK BINTAN KABUPATEN BINTAN Aldi Sahputra; Marisa Elsera; Nanik Rahmawati
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.7

Abstract

Industri Pasca Tambang Bauksit Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Di kelola oleh perusahaan Ex Tambang.Pada saat mereka melakukan aktivitas tambang bauksit terdapat berbagai macam efek negatif yang timbul di lingkungan masyarakat dan timbulnya dampak setelah Pasca Tambang bauksit tersebut.Peneliti melihat adanya indikasi risiko seperti risiko lingkungan.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Kondisi Masyarakat Berisiko Terbentuk Pasca Tambang Bauksit Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan Lokasi penelitian di KelurahanTembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.Penentuan informan secara purposive sampling yaitu sampel yang dipilih secara senagaja dengan pertimbangan bahwa informan yang dipilih dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan.metode pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi.Metode analisis data menggunakan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukan adanya dampak negatif yang timbul dimasyarakat Kelurahan Tembeling-Tanjung seperti dampak ecological risk yaitu adanya bekas tambang bauksit yang sebagian tidak di reklamasi membuat masyarakat tidak nyaman dengan berbagai efek yang ditimbulkan dan ditinggalkan.Kerusakan yang ditinggal pasca tambang membuat masyarakat menjadi tidak nyaman dan hal ini diperkuat dengan teori metabolic riftyaitu bentukakibat kerusakan lingkungan karena adanya proses kerja sosial metabollic.Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.
KONDISI MASYARAKAT RISIKO PASCA TAMBANG BAUKSIT DI KELURAHAN TEMBELING-TANJUNG KECAMATAN TELUK BINTAN KABUPATEN BINTAN Aldi Sahputra; Marisa Elsera; Nanik Rahmawati
Jurnal Neo Societal Vol. 8 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i2.7

Abstract

Industri Pasca Tambang Bauksit Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Di kelola oleh perusahaan Ex Tambang.Pada saat mereka melakukan aktivitas tambang bauksit terdapat berbagai macam efek negatif yang timbul di lingkungan masyarakat dan timbulnya dampak setelah Pasca Tambang bauksit tersebut.Peneliti melihat adanya indikasi risiko seperti risiko lingkungan.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Kondisi Masyarakat Berisiko Terbentuk Pasca Tambang Bauksit Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan Lokasi penelitian di KelurahanTembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.Penentuan informan secara purposive sampling yaitu sampel yang dipilih secara senagaja dengan pertimbangan bahwa informan yang dipilih dianggap mampu memberikan informasi yang dibutuhkan.metode pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi.Metode analisis data menggunakan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukan adanya dampak negatif yang timbul dimasyarakat Kelurahan Tembeling-Tanjung seperti dampak ecological risk yaitu adanya bekas tambang bauksit yang sebagian tidak di reklamasi membuat masyarakat tidak nyaman dengan berbagai efek yang ditimbulkan dan ditinggalkan.Kerusakan yang ditinggal pasca tambang membuat masyarakat menjadi tidak nyaman dan hal ini diperkuat dengan teori metabolic riftyaitu bentukakibat kerusakan lingkungan karena adanya proses kerja sosial metabollic.Di Kelurahan Tembeling-Tanjung Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan.
HYBRID GOVERNANCE IN INDONESIA’S NATION BRANDING: M4 WORLD CHAMPIONSHIP 2023 Glory Yolanda Yahya; Listari Noviyanti; Desri Gunawan; Marisa Elsera; Hadli Lidya Rikayana
Intermestic: Journal of International Studies Vol 10 No 2 (2026)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/intermestic.v10n2.6

Abstract

This study examines the dynamics of hybrid governance in Indonesia’s nation branding practices through the 2023 M4 World Championship. The global esports tournament was organized by Moonton as a multinational private company, while the Indonesian government acted as a facilitator through policy support, institutional legitimacy, and symbolic involvement. This study employed an interpretivist qualitative approach with a single-case study strategy. Data were collected from policy documents, official press releases, government statements, organizer publications, and credible media coverage. Previous studies still limited research that specifically analyzes the 2023 M4 World Championship as a global esports event organized by a multinational corporation from the perspective of hybrid governance. This study addresses that gap by examining how the interaction between state and private actors constructs nation branding practices in Indonesia within a hybrid governance structure. The findings show that Indonesia’s nation branding through M4 was formed within a hybrid governance configuration. Moonton controlled the operational and production aspects of the event, while the state utilized the event as a strategic platform to project Indonesia’s national image. Indonesia was represented through narratives and symbols emphasizing modernity, tourism, digital entertainment, and the creative economy. The novelty of this study lies in its use of hybrid governance theory to explain nation branding practices in global esports events managed primarily by multinational private actors. This research demonstrates that nation branding in the digital era is no longer fully state-led, but emerges through collaborative governance between governments and global corporations in transnational digital spaces.
Attitudes of Poverty Aid Recipients in Kelurahan Melayu Kota Piring Rahmawati, Nanik; Solina, Emmy; Elsera, Marisa; Wahyuni, Sri; Anggriawan, Dedi
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 5, No 1 (2021): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v5i1.62087

Abstract

This study aims to analyze the attitude of the community in terms of receiving poverty assistance. This research was conducted because it was found in the community that the number of people who were helped by looking at the integrated basic data (BDT) did not decrease even though the assistance provided was numerous and varied. UDB is used as a basis for disbursing government assistance to reduce poverty. Including, the poverty rate shows that there is no significant reduction in the poverty rate, and even tends to remain unchanged. The names of the same beneficiaries always appear from year to year. This study aims to determine how the attitude of the community in receiving the assistance. Using qualitative methods, it is used to analyze the attitudes of recipients of poverty assistance. some people still survive as recipients of poverty assistance, even though they are economically capable, and continue to remain in active status in the government database.
Perilaku Konsumtif Fandom ARMY Bangtan Boys (BTS) Melalui Akun Influencer Indonesia di Aplikasi Instagram dengan Perspektif Analisis Teori Adorno Camelia Syapitri; Uchi Erma Safira; Rahma Sarita; Marisa Elsera
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 8 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/wwb5h727

Abstract

Fenomena konsumsi dalam fandom K-Pop, khususnya ARMY (penggemar BTS), menunjukkan adanya pergeseran dari sekadar bentuk apresiasi menjadi praktik konsumtif yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif tersebut melalui perspektif teori industri budaya Theodor W. Adorno, dengan fokus pada peran influencer di Instagram sebagai mediator dalam membentuk pola konsumsi penggemar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka (library research) yang mengkaji berbagai literatur ilmiah terkait fandom, media sosial, dan perilaku konsumtif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku konsumtif dalam fandom ARMY tidak muncul secara alami, melainkan hasil konstruksi industri budaya yang memanfaatkan loyalitas emosional penggemar sebagai sumber keuntungan ekonomi. Influencer di Instagram berperan penting dalam membentuk standar konsumsi melalui visualisasi gaya hidup fandom, sehingga mendorong terjadinya imitasi dan tekanan sosial dalam komunitas. Selain itu, konsep pseudo-individualitas menunjukkan bahwa kebebasan dalam memilih produk sebenarnya bersifat semu, karena pilihan tersebut telah distandarisasi oleh industri.
A Qualitative Case Study of School Dropout Among the Laut Ethnic Group in Kampung Baru, Tajur Biru Village, Lingga Regency, Riau Islands, Indonesia Karini; Kartini Sri Rahayu; Amanda Junianti; Marisa Elsera
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 15 No 1 (2026): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (June)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/m8j1g415

Abstract

This qualitative case study aims to analyze the factors contributing to school dropout among children from the Laut ethnic group in Kampung Baru, Tajur Biru Village, Lingga Regency. Data were collected through in-depth interviews with five informants, comprising two community leaders and three school dropouts, as well as field observations and documentation. The findings indicate that school dropout among Laut children is a multidimensional phenomenon influenced by interconnected economic, cultural, familial, and social factors. The primary contributing factors include the economic instability of traditional fishing households, limited parental awareness of the importance of formal education, and strong maritime cultural values that prioritize seafaring skills over schooling. Furthermore, stigma, discriminatory treatment, and social labeling within the school environment create psychological pressure and social exclusion, increasing the likelihood of students leaving school prematurely. The study recommends strengthening household economic resilience, expanding scholarship opportunities, and promoting inclusive, stigma-free school environments to reduce school dropout and improve educational participation among the Laut ethnic community.
Co-Authors Adha, Agustari Agus, Fitri Alda, Alda Aldi Sahputra Amanda Junianti Anggaunitakiranantika Anggriawan, Dedi Anif Fatma Chawa Annisa Valentina Annisa Valentina Annisa Valentina Ayu Efritadewi Bonita Silalahi Camelia Syapitri Casiavera Ciciana Darsono Wisadirana Desri Gunawan Desti, Rita Sintiya Devi Syafitri Edi Kuswandoro, Wawan Edison Edison Elfa Oprasmani Emmy Solina Endri Endri Estariani Iskandar Ester Febiola Intan Saputri Fatimah Nur Hidayah Fatma Chawa, Anif Febi Putri Tampubolon Fitri Agus Hadli Lidya Rikayana Hairun Normayani Hanim, Havizathul Heni Widiyani Imelda, Dinda Joana Evelin Karini Kartini Sri Rahayu Khoirun Nisa Kuswandoro, Wawan Edi Listari Noviyanti Madinatul Munawarah Mardiana Mardiana Muhammad Irwies Muhammad Jova Febrianto Nanik Rahmawati Neverandle Kadingga Wardhana Nika Purnama Sari Nikodemus Niko, Nikodemus Normayani, Hairun Nurul Fadilah Oksep Adhayanto Pery Rehendra Sucipta Puspita Ramayanti Rahma Sarita Rahma Syafitri Rahmawati, Nanik Rahmawati, Nanik Ranti Miranda Uliarta Manalu Renaldi Renaldi Resky Supratama Rut Natalia Sihombing Ruth Celline Deon Br Galingging Safitri, Dian Prima Santi Purnamasari Sari, Sherly Ayu Puspita Sigalingging, Novrianti Frederika Siti Arieta Siti Khadijah Siti Nurhaliza Situmorang, Tri Fena Febri Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Syafiti, Rahma Syafitri, Rahma Syakila Syakila Taufiqqurrachman Taufiqqurrachman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Uchi Erma Safira Ulqadri, Ulqadri VEGAWATI, CLARIS Yahya, Glory Yolanda Yusril Dimas Taris