Claim Missing Document
Check
Articles

Kekerasan di Layar: Analisis Simulacra dalam Representasi Anak di Media Online Elsera, Marisa
Regalia: Jurnal Riset Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2024): Juli, 2024
Publisher : Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan, Gender, dan Anak UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jga.v3i1.7622

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk representasi kekerasan pada anak melalui media online. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori simulacra dari Jean Baudrillard. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan kekerasan di media online mempengaruhi representasi kekerasan pada anak. Akhirnya anak bukan hanya merepresentasikan kekerasan yang ada tapi juga menginternalisasi citra dan narasi yang diproduksi oleh media. Proses imitasi, citra atau duplikasi dari representasi realitas kekerasan kemudian melampui realitas yang ada sehingga membentuk realitas baru. Kasus-kasus kekerasan anak yang disebabkan oleh media online dapat menggunakan game online, media sosial, film dan televisi hingga aktivitas kreatif yang sering diakses anak. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa desensitisasi terjadi pada anak karena paparan yang berulang.
Perjuangan Kelompok Minoritas: Studi Gerakan Waria Di Tanah Melayu Tanjungpinang Elsera, Marisa; Wahyuni, Sri
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 1 No 1 (2017): Mei, 2017
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v1i1.1663

Abstract

Keberadaan waria (Wanita-Pria) di tanah Melayu menuai pro dan kontra. Norma, nilai dan agama yang dianut oleh masyarakat Melayu Kota Tanjungpinang membuat keberadaan waria di kota ini terkategori pada perilaku menyimpang. Alhasil, perlakuan yang diterima oleh para waria di Kota Tanjungpinang cenderung diskriminatif. Berangkat dari hal itulah maka waria di Kota Tanjungpinang berkeinginan untuk memperjuangkan hak mereka yakni mendapatkan pengakuan dari masyarakat akan identitas mereka sebagai waria. Perjuangan itu diawali dengan membentuk komunitas waria yang dikenal dengan Forum Komunikasi Rumpun Waria Sehati (FKRWS) Kota Tanjungpinang. Untuk itu dibutuhkan suatu analisa akademis melalui landasan penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dimana yang diteliti adalah gambaran kehidupan dan tindakan manusia dalam interaksi sosialnya. Untuk mendapatkan data-data deskriptif (memaparkan, menuliskan, melaporkan) berupa data tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati atau informasi yang dapat membantu mengetahui bagaimana perjuangan kelompok minoritas: studi gerakan waria di Tanjungpinang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teridentifikasi bentuk-bentuk perjuangan waria agar diakui dalam masyarakat Tanjungpinang meskipun mereka dalam kelompok minoritas. Adapun upaya yang dilakukan adalah dengan bergabung dalam FKRWS Kota Tanjungpinang, bergabung dengan kegiatan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS, membuka usaha yang dimodali oleh pemerintah Kota Tanjungpinang, mengikuti perlombaan dalam bidang olahraga seperti volli dan senam di Kota Batam, serta terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti mengikuti perayaan kemerdekaan Indonesia, menggalang bantuan untuk Rohingya dan menggalang kegiatan donor darah. Kegiatan yang dilakukan oleh waria FKRWS adalah bentuk dari perwujudan eksistensi mereka sebagai kelompok minoritas di tanah Melayu.
Strategi Adaptasi Budaya Para Ekspatriat di Tanjungbalai Karimun Imelda, Dinda; Elsera, Marisa
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v2i1.1688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi adaptasi budaya para ekspatriat di Tanjungbalai Karimun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi serta dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari empat orang ekspatriat, yaitu ekspatriat yang berasal dari India dan Malaysia, kemudian dua orang karyawan lokal, dan dua orang masyarakat lokal. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa strategi yang dilakukan oleh ekspatriat adalah, pertama, belajar bahasa setempat; kedua, mempelajari dan mengikuti nilai dan norma yang berlaku; dan ketiga, berkomunkasi dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Dalam penelitian ini terdapat perbedaan-perbedaan strategi adaptasi yang dilakukan oleh eskpatriat yang bekerja yang berasal dari India dan Malaysia, namun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu agar mereka bisa bertahan dan tinggal di Tanjungbalai Karimun, serta dapat di terima oleh masyarakat Tanjungbalai Karimun, sampai waktu yang ditetapkan oleh perusahaan.
Pengeseran Makna Kecantikan Dalam Budaya Melayu Situmorang, Tri Fena Febri; Wahyuni, Sri; Elsera, Marisa
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v3i1.1698

Abstract

Menjadi cantik merupakan dambaan setiap perempuan tanpa terkecuali. Makna cantik dalam suatu ruang lingkup masyarakat tentunya tidak terlepas dari konstruksi yang ada ditengah-tengah masyarakat. Masyarakat Melayu memiliki ciri khas tersendiri dalam memaknai kecantikan, namun seiring dengan berkembangnya zaman, makna kecantikanpun seolah ikut berkembang. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai penyebab terjadinya pergeseran dalam makna kecantikan bagi perempuan Melayu, yang kemudian dianalisis menggunakan teori Hegemoni dari Antonio Gramsci dalam bukunya Sejarah dan Budaya. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dalam menentukan informan, dengan jumlah informan 8 orang, diantaranya 7 orang perempuan Melayu serta 1 orang Tokoh Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang. Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan ialah dengan observasi, wawancara bertahap, serta dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, adapun penyebab terjadinya pergeseran makna kecantikan dalam Budaya Melayu, yaitu faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan pertemanan, keinginan untuk mendapat pasangan, tuntutan pekerjaan, serta tidak memiliki rasa percaya diri
Kehidupan Sosial dan Budaya Suku Laut di Pulau Senang, Kabupaten Lingga Elsera, Marisa; Hanim, Havizathul; Casiavera; Annisa Valentina
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 6 No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v6i1.4413

Abstract

Masyarakat Suku Laut yang mendiami Pulau Senang, Kabupaten Lingga sudah berdiam di daratan dan menetap di rumah-rumah yang sudah dibangun oleh pemerintah dalam program RTLH. Oleh karena Pulau Senang di Desa Temiang dipilih sebagai tempat pembangunan rumah masyarakat suku laut, mereka terpisah dari masyarakat tempatan. Penelitian ini menggunakan metode kuliatatif dengan tipe deskriptif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik keagamaan dan praktik sosial budaya masyarakat Suku Laut di Pulau Senang berjalan layaknya masyarakat pesisir lainnya. Hanya saja, ada perbedaan pada peletakan sesajen sebagai bentuk akulturasi budaya dalam praktik beragama.
Tradisi Ritual Ladang Padi Masyarakat Desa Solok Kabupaten Pelalawan Adha, Agustari; Wahyuni, Sri; Elsera, Marisa
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 7 No 1 (2023): Mei, 2023
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v7i1.5691

Abstract

Desa Sungai Solok merupakan lumbung padi Kabupaten Pelalawan, maka dari itu pemerintah memberikan bantuan seperti alat mekanik seperti mesin perontok, mesin traktor, mesin combin dan teknologi biologi seperti pupuk, pestisida dan bibit unggul, tujuannya untuk terus meningkatkan hasil padi . Namun masyarakat Desa Sungai Solok masih mempercayai ritual dan pantangan ritual sawah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena penelitian ini berusaha mendeskripsikan, mengungkapkan, dan menjelaskan bagaimana masyarakat Desa Sungai Solok memaknai ritual sawah adat di Desa Sungai Solok. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Pemilihan informan yang diwawancarai menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sungai Solok melakukan ritual adat sawah untuk melindungi sawahnya dari hama dan penyakit hewan seperti tikus, burung dan babi. Prosesi ritual sawah dimulai dari pembukaan lahan, hingga masa panen. Dalam melaksanakan ritual ini terdapat pantangan yang dilakukan oleh masyarakat dan hal tersebut tidak boleh dilanggar seperti tidak boleh makan pisang, tidak boleh membuang nasi, dan tidak boleh bersiul pada malam hari dan peraturan tersebut harus dipatuhi. oleh masyarakat agar terhindar dari penyakit dan hewan yang dapat merusak tanaman padi. Baik masyarakat desa Sungai Solok maupun masyarakat luar desa yang bekerja di ladang. melanggar tabu, musuh seperti tikus, hama, dan babi tidak akan menggunakan ladang. Pantangan yang dilarang oleh masyarakat Desa Sungai Solok.
FENOMENA OVERSHARING DI INSTAGRAM PADA GENERASI MUDA DI KOTA TANJUNG PINANG Sigalingging, Novrianti Frederika; Elsera, Marisa; Syafitri, Rahma
Jurnal Empirika Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sriwijay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/je.v8i2.141

Abstract

The use of social media for the majority of the younger generation is in the stage of adjusting to society's life. When using a smartphone and connected to the internet, social media users can freely interact without being hindered by time and place. This causes oversharing in the younger generation, oversharing, namely individual behavior that is excessive in sharing something on their social media accounts, with this oversharing the young generation in Tanjungpinang City has a pattern in uploading photos or videos on Instagram accounts. Researchers used a type of qualitative research method, with the technique of determining the informant, namely purposive sampling technique. Researchers took as many as 6 informants. With data collection techniques using observation, interviews, and documentation as well as data analysis techniques in this study using concepts related to symbols, existence and taste. The results of this study show that there are young people in Tanjungpinang City who upload photos or videos through symbols and display activities that show the existence and tastes of the account owner.
Pengobatan Tradisional Masyarakat Sungai Guntung Kabupaten Indragiri Hilir Elsera, Marisa; Normayani, Hairun; Wahyuni, Sri
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i4.7876

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana makna yang terkandung dalam tradisi pemberian asam jawa sebagai obat tradisional bagi masyarakat di wilayah Sungai Guntung, Desa Tagaraja, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini, teknik penentuan informan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih melakukan pengobatan tradisional, pengobatan tradisional ini dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit jika proses yang dilakukan mengikuti semua aturan pengobatan. Masyarakat percaya bahwa prosesi ini mengandung nilai-nilai, dan diyakini bahwa kesehatan akan membaik dan penyakit tidak akan kembali
Symbolic Interactions in Traditional Medicine Practice Normayani, Hairun; Elsera, Marisa; Wahyuni, Sri
BELIEF: Sociology of Religion Journal Vol. 1 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/belief.v1i2.6483

Abstract

This study aims to explain the symbolic interaction in traditional medicine of the Sungai Guntung community. The traditional treatment in question is the administration of salt acid. Giving salt acid from the patient to the shaman is still preserved and believed by the community as the key to treatment. The theory used to analyse is Herbert Blumer's Symbolic Interactionism. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The determination of informants was carried out by purposive sampling technique or method. Based on the results of this study, the Sungai Guntung Village community still practises traditional medicine. This research resulted in the finding that the administration of salt acid is a spiritual phenomenon where the illness comes from physical, psychological and magical sources. The meaning of tradition depends on social interaction, so the continuity of meaning is also very dependent on changes in social interaction. The symbolic interaction in this treatment is reflected in the symbol of bonding between the shaman and the patient, the symbol of the patient's trust in the shaman, the symbol of gratitude from the patient to the shaman, the symbol of the key to treatment, the symbol of the belief that illness and treatment are spiritual phenomena.
Toxic Relationship as Dating Violence: An Examination in the Sociology of Religion Alda, Alda; Elsera, Marisa
BELIEF: Sociology of Religion Journal Vol. 2 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individuals need other individuals to realize their potential. One of them is the need to socialize with other individuals. However, in a dating relationship, there are many conflicts including forms of dating violence such as verbal violence. Verbal violence and economic violence still happen a lot among students in Tanjungpinang. This study aims to determine how students perceive toxic relationships. To find out the social factors that cause dating violence and the social impact, this study uses a descriptive-qualitative method by examining the phenomenon of dating violence among university students by analyzing George Herbert Mead's Symbolic Interactionism theory.   Qualitative data in this study was obtained through in-depth interviews. The results showed that Toxic Relationship is internal violence. Students who are victims of dating violence do not realize they are trapped in a toxic relationship.