Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA DAN KINETIKA ADSORPSI ZAT WARNA METIL ORANGE MENGGUNAKAN ADSORBEN CANGKANG KEMIRI Hanie, Nawardah; Meriatna, Meriatna; Zulmiardi, Zulmiardi; Ginting, Zainuddin
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13529

Abstract

Metil orange (MO) adalah senyawa organik yang dijadikan sebagai indikator untuk menentukan pH suatu larutan. Namun, dalam skala industri kimia, metil orange digunakan sebagai senyawa zat azo yang berfungsi untuk pewarna, sehingga apabila tidak ditanggulangi secara benar akan menjadi polutan yang akan mencemari lingkungan. Cangkang kemiri yang di furnace dengan suhu 500oC selama 70 menit menghasilkan senyawa karbon terikat yang tinggi sehingga digunakan sebagai karbon aktif untuk menyerap metil orange. Cangkang kemiri sangat banyak digunakan untuk mengadsorpsi limbah dan zat warna, namun terkhusus untuk zat warna metil orange sangat minim, sehingga penulis melakukan kajian studi ini Penelitian dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi metil orange aebesar 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm dan waktu adsorpsi yaitu 30, 40, 50, 60, dan 70 menit yang kemudian dianalisis persamaan keseimbangan dan model kinetika penyerapannya. Larutan akan ditambahkan penyerap sebanyak 4 gram lalu diaduk dengan variabel yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model persamaan Langmuir dan Orde Dua Semu adalah yang paling sesuai diaplikasikan untuk adsorpsi metil orange terhadap karbon aktif dari cangkang kemiri. Dari persamaan Langmuir diperoleh konstanta adsorsi sebesar 10.35808 L/g dan qmaks sebesar 0.258769 mg/g. Sedangkan untuk model Ho dan Mc Kay orde dua semu didapatkan konstanta laju reaksi (K2) yang cukup besar yaitu 1.2252 - 0.3091g/mg.min serta nilai koefisien determinasi (R2) yaitu 0.9701 - 0.9999 untuk variasi konsentrasi 10, 20, serta 30 ppm. Karena model Isotherm Langmuir dapat menjelaskan proses adsorpsi metil orange secara menyeluruh, maka sistem adsorpsi metil orange menggunakan karbon aktif dari cangkang kemiri dari penelitian ini adalah homogen dan monolayer. Kajian kinetika menunjukkan bahwa model persamaan orde dua semu yang paling sesuai diaplikasikan. Dari model orde dua semu, laju proses adsorpsi metil orange dikendalikan oleh adsorpsi kimiaa. 
Adsorption of Rhodamine B From Industrial Wastewater Using Bottom Ash Adsorbent from Palm Oil Mill Boiler Combustion: A Fixed-Bed Column Study Rianda, Rizki; Maulana, Muhammad Zikri; Kurniawan, Meutia; Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus; Salim, Muhammad Yahdi; Sylvia, Novi; Zulmiardi; Meriatna
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i2.10702

Abstract

Increased textile industry production increases water pollution, especially rhodamine B dyes that are difficult to degrade. Global efforts to reduce water pollution through the adsorption process have been carried out with various adsorbents, the utilization of bottom ash from palm oil mill boiler combustion waste is still very minimal. This study examines the effect of contact time and bottom ash adsorbent mass on the adsorption capacity and absorption efficiency of rhodamine B using a fixed bed column adsorption process. The results showed that the longer the adsorption time, the higher the absorption efficiency. In the rhodamine B adsorption process, the best absorption efficiency was 98.308% at 10 cm bed height for 120 minutes and the best absorption capacity was 0.474 mg/g at 12 cm bed height for 150 minutes. The R2 price of Langmuir isotherm was 0.9999. FTIR analysis showed the presence of -OH, C-H, C=C and C-O functional groups that play a role in the adsorption process. The surface area of bottom ash from SAA test was 94.517 m2 /g. The SEM-EDX test analysis results had dominant elements of C, O and Si which showed good adsorption activity. From the results of the study that bottom ash from the combustion of oil palm mill boilers can be used as an effective adsorbent in reducing rhodamine B.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP PRODUKSI COKLAT BUBUK Safrida, Riana; Meriatna, Meriatna; Muhammad, Muhammad; Muarif, Agam; ZA, Nasrul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12120

Abstract

Bubuk cokelat merupakan produk bahan pangan yang biasa diolah menjadi makanan dan minuman. Bubuk cokelat merupakan salah satu olahan biji kakao yang banyak diminati industri. Bubuk cokelat terbuat dari biji kakao yang dipisahkan dari mentega kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan waktu penyangraian terhadap produksi coklat bubuk. Penelitian ini telah banyak dilakukan sebelumnya dan penelitian yang belum pernah dilakukan adalah pengaruh waktu fermentasi  selama 10 hari dan variasi waktu penyangrain selama 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Metode yang digunakan yaitu Ekstraksi, gravimetri, dan spektrofotometri UV/VIS.  Hasil analisa kandungan asam lemak coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 1,40gr, pada coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 2,44gr. Kandungan kadar air coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 0,32gr dan kadar air coklat bubuk fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 3,76gr. Kadar pH coklat bubuk tanpa fermentasi berkisar 6,6-6,7 dan pH coklat bubuk fermentasi berkisar 6,4 - 6,5. Kadar polifenol terbaik yaitu pada coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangrain 10 menit yaitu 20,31mg/gr.
Kinetika Reaksi Hidrolisis Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) Menjadi Glukosa Menggunakan Katalisator Asam Klorida. Sinaga, Ahmad Roihan; Meriatna, Meriatna; Sylvia, Novi; ZA, Nasrul; Ibrahim, Ishak; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15309

Abstract

Biji bunga matahari memiliki kandungan gula sebesar 2,62 gr dan kandungan karbohidrat sebesar 24 gram. Metode hidrolisis adalah proses pembentukan gula dari karbohidrat. Menggunakan asam klorida sebagai katalis dan menyesuaikan suhu dan waktu hidrolisis adalah metode yang digunakan untuk membuat penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kecepatan di mana pati diubah menjadi glukosa, mekanisme yang mendasari reaksi hidrolisis, dan bagaimana pati diekstraksi dari biji bunga matahari. Menggunakan katalis asam klorida, hidrolisis akan dilakukan dalam serangkaian alat hidrolisis. Penelitian ini pernah dilakukan dengan jenis katalis yang berbeda tetapi hanya menggunakan satu suhu dan waktu reaksi, maka untuk melihat perbandingan yang terjadi akan dibuat penelitian dengan variasi suhu dan waktu reaksi dan jenis katalis yang berbeda serta membuatnya kedalam studi kinetika reaksi. Beberapa variasi suhu reaksi yang akan digunakan adalah 75,80,85,90, dan 95 °C. Waktu hidrolisis dijalankan selama 30,45,65,75, dan 90 menit. Hidrolisis biji bunga matahari dengan asam klorida, menurut hasil peneltian yang telah dilakukan, adalah reaksi orde satu semu dengan konversi glukosa tertinggi didapat pada kondisi waktu selama 90 menit dan pada suhu hidrolisis 95 °C. Didapat energi aktivasi 17,806 J/mol dengan beberapa nilai konstanta kecepatan reaksi hidrolisis biji bunga matahari yaitu 1,88 x 10-3, 2,24 x 10-3, 2,38 x 10-3, 2,50 x 10-3, dan 2,69 x 10-3 menit-1. Tingkat glukosa tertinggi adalah 5,23 mg/ml dengan konversi tertinggi sebesar 34,83 %.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI KENTANG MERAH (Solanum Tuberosom L) DENGAN CARA FERMENTASI MENGGUNAKAN RAGI ROTI (saccharomyces cerevisiae) Fajar, Aidil; Muhammad, Muhammad; Meriatna, Meriatna; Hakim, Lukman; Nasrul ZA, Nasrul ZA; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20020

Abstract

Kentang merah (Solanum Tuberosum L.) berfungsi sebagai sumber penghasil bioetanol. Bioetanol merupakan bahan bakar terbarukan, dipilih sebagai bahan baku karena kandungan karbohidratnya yang signifikan. Kentang merah ini mengandung gula, selulosa, dan pati. Dibandingkan bahan bakar fosil lainnya, pemanfaatan bioetanol lebih bermanfaat bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penggunaan kentang merah sebagai sumber energi alternatif untuk produksi bioetanol dan menganalisis bagaimana variasi waktu dan jumlah ragi berdampak pada kuantitas bioetanol yang dihasilkan. Pada percobaan ini kentang merah diolah dengan ukuran 80 mesh, menggunakan ragi sebanyak 4 gram, 6 gram, 8 gram, dan 10 gram. Lama fermentasi yang diteliti adalah 2, 4, 6, dan 8 hari. Teknik yang digunakan meliputi hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Penelitian ini mengukur hasil, kepadatan, dan konsentrasi bioetanol. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rendemen dan kepadatan optimal terjadi pada lama fermentasi 8 hari dengan 10 gram ragi, menghasilkan masing-masing 6,962 dan 0,8182, sedangkan konsentrasi bioetanol tertinggi juga tercatat pada 8 hari fermentasi dengan massa ragi sebesar 10 gram. Tingkat konsentrasi dipengaruhi oleh durasi fermentasi dan jumlah ragi yang digunakan.
Edible Coating Berbasis Pektin Pisang Cavendish (Musa Acuminata Cavendish) dan Plasticizer Sorbitol untuk Memperpanjang Masa Simpan Stroberi (Fragaria x Ananassa) Alvira Rosa; wusnah; Rizka Nurlaila; Iqbal Kamar; Suryati; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23487

Abstract

Stroberi merupakan buah yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat kandungan air tinggi dan struktur kulit yang tipis, penggunaan edible coating untuk mempertahankan kesegaran buah stroberi merupakan salah satu metode yang yang dibuat dengan bahan pelapis yang dapat dimakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbandingan pektin pisang:sorbitol terhadap karakteristik stroberi selama masa penyimpanan. Edible coating diformulasikan dengan pektin 4% dan sorbitol 3%, kemudian diaplikasikan dengan perbandingan yang ditetapkan.Parameter yang dianalisis meliputi susut bobot, vitamin C, seta uji organoleptic terhadap warna, bentuk dan kontaminasi jamur menggunakan metode Kruskall-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating secara signifikan meningkatkan stabilitas fisik dan kimiawi stroberi. Perbandingan pektin:sorbitol (90:10) % menghasilkan hasil terbaik dengan susut bobot 0,75% dan vitamin C 0,08 % pada hari ke-12 penyimpanan dibandingkan dengan kontrol yaitu 0,92 % dan 0,04%. Efektivitas coating didukung oleh kemampuan pektin membentuk struktur pelindung dan sorbitol dalam meningkatkan fleksibilitas, namun kadar sorbitol yang berlebih dapat menyebabkan porositas lapisan yang menurunkan efektivitas perlindungan.
ISOLASI TANIN DARI DAUN KETAPANG (TERMINILIA CATAPPA) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM TIMBAL PB2+ DENGAN AKTIVATOR NAOH Dwi Dear Asrianda Damanik; Meriatna; Masrullita; Wiza Ulfa Fibarzi; Raudhatul Ulfa; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.23769

Abstract

Biosorben merupakan material padat yang pada umumnya berpori, yang digunakan untuk menyerap molekul adsorbat dalam suatu proses adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi tanin dari daun ketapang (Terminalia catappa) dan mengkaji efektivitasnya sebagai biosorben dalam penyerapan logam berat timbal (Pb²⁺) dengan aktivasi menggunakan NaOH. Proses aktivasi dilakukan dengan merendam serbuk tanin dalam larutan NaOH 0,1 N selama 24 jam, kemudian dianalisis karakteristik biosorben menggunakan FTIR dan SEM untuk mengetahui gugus fungsi aktif serta morfologi pori-pori. Variabel bebas yang diuji adalah massa biosorben (0,2; 0,4; 0,6; 0,8 dan 1 gram) dan waktu kontak (30, 45, 60, 75, 90 menit), sementara variabel terikat meliputi kapasitas penyerapan, persen penyerapan, dan isoterm adsorpsi. Analisis konsentrasi Pb²⁺ dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan massa biosorben dan waktu kontak meningkatkan efisiensi penyerapan Pb²⁺ hingga mencapai 99,45% dengan kapasitas maksimum 12,20 mg/g pada massa 1 gram dan waktu 90 menit. Kurva isoterm Langmuir (R² = 0,9999) lebih sesuai menggambarkan mekanisme adsorpsi dibandingkan isoterm Freundlich (R² = 0,9149), menandakan adsorpsi berlangsung secara monolayer pada permukaan homogen. Aktivasi kimia dengan NaOH berhasil meningkatkan luas permukaan dan porositas biosorben yang mendukung penyerapan logam Pb²⁺. Studi ini menegaskan bahwa tanin daun ketapang yang teraktivasi secara kimia merupakan biosorben yang efektif dan potensial untuk aplikasi pengolahan limbah cair mengandung logam berat.
Optimization of Tensile Strength in Pineapple Leaf Fiber Composites: A Study of Fiber Volume Fractions with Clear Polyester Resin Fatimah Zahra; Ferri Safriwardy; Muhammad Habibi; Zulmiardi Zulmiardi; Muhammad Nuzan Rizki
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.1086

Abstract

The utilization of pineapple leaf fiber is still relatively small, only used as a basic material for various types of furniture products, fabrics for fashion products, crafts and composites as forming materials. This study aims to analyze the tensile strength of pineapple leaf fiber composites with variations in volume fractions using clear polyester resin. In this study, composites were made using three different volume fractions, namely 60% fiber: 40% resin, 70% fiber: 30% resin, and 85% fiber: 15% resin. After the test specimen manufacturing process, the specimens were then tested for tensile strength on each volume fraction. The results of this study indicate variations in tensile strength on each volume fraction used, where using a volume fraction of 85% fiber: 15% resin produces higher tensile strength compared to the volume fraction of 60% fiber: 40% resin and 70% fiber: 30% resin. Pineapple leaf fiber reinforced composites with variations in the volume fraction of pineapple leaf fiber 60%: resin 40%, pineapple leaf fiber 70%: resin 30%, and pineapple leaf fiber 85%: resin 15%. From the percentage variations, the highest tensile strength is in pineapple leaf fiber 85%: resin 15% with an average value of 105.69 MPa, elastic modulus strength of 1571 MPa, and elongation of 6.74%. While the lowest tensile strength value is in pineapple leaf fiber 60%: resin 40%, with an average value of 74.30 MPa, elastic modulus strength of 1231 MPa, and elongation of 6.04%, it can be concluded that the higher the percentage of fiber, the higher the tensile strength value. Variations in the volume fraction of pineapple leaf fiber can affect the mechanical properties of clear polyester resin composites. The composite strength value often increases with the increase in the fiber volume fraction. However, a high fiber volume fraction does not always have a good effect on the strength of the composite. The strength of the composite is not only influenced by the number of fibers but is also influenced by the binding factor, namely the matrix.
Effect of washing and torrefaction pretreatments on fuel properties of rice husk-based bio-pellets Alchalil Alchalil; Rizky Iskandar; Adi Setiawan; Zulmiardi Zulmiardi; Athiyah Rana; Azhar Syahputra
Jurnal Polimesin Vol 24, No 3 (2026): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i3.9120

Abstract

Rice husk is an abundant agricultural waste in Indonesia and has potential as a biomass fuel for co-firing in steam power plant boilers. This study investigated the effects of washing and torrefaction pretreatments on the fuel properties of rice husk-based bio-pellets to reduce ash content and improve calorific value. Rice husk was washed using water at 70 ± 5°C under two conditions, with stirring and without stirring, while untreated rice husk was used as a control. Torrefaction was conducted at 260°C, and the treated biomass was pelletized using tapioca starch as a binder at 30% of the raw material weight. The results showed that the lowest ash content (26.362%) was obtained from bio-pellets produced from rice husk washed without stirring, indicating that washing was effective in reducing ash content. The highest calorific value (4456.4 kcal/kg) was recorded in bio-pellets produced from untreated rice husk, while the highest combustion rate (0.504 g/min) was observed in the washed and torrefied samples. The findings indicate a trade-off between ash reduction and energy performance, depending on the pretreatment combination. However, all samples showed relatively high ash content (26%–36%), which may limit their direct suitability for co-firing without further ash reduction treatment.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KATALIS KULIT BUAH CEMPEDAK (ARTHOCARPUS INTEGER) DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI Siti Khairunnisa Tambunan; Meriatna; Fikri Hasfita; Eddy Kurniawan; Zulnazri; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 03 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i03.25034

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan limbah kulit buah cempedak (Artocarpus integer) sebagai katalis heterogen dalam reaksi transesterifikasi minyak jelantah untuk menghasilkan biodiesel. Variasi yang digunakan meliputi rasio mol minyak terhadap metanol (1:6–1:10) dan konsentrasi katalis (11–14%). Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada rasio 1:6 dengan katalis 12%, menghasilkan Yield 68,61%, densitas 0,881 g/ml, viskositas 3,51 mm²/s, bilangan asam 0,5 mg-KOH/gr, serta nilai kalor 9.469 kkal/kg yang memenuhi standar SNI. Analisis XRD katalis menunjukkan fase utama Butschliite (K₂Ca(CO₃)₂), sementara FTIR mengkonfirmasi terbentuknya gugus ester pada biodiesel.
Co-Authors Abdul Rahman Abubakar Dabet Adi Setiawan Agam Muarif Ahmad Nayan Alchalil Alchalil Alvira Rosa Asnawi Asran Asran Athiyah Rana Auliani Auliani Auliani Auliani, Auliani Azhar Syahputra Azhari, Nur Jannah Bakhtiar Burhanuddin Chairunnisa Chairunnisa Devi, Sri Marlia Dion Aidil Putra Dwi Dear Asrianda Damanik Eddy Kurniawan Eka Intan Kumala Putri Ezwarsyah Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar Fajar, Aidil Fatimah Zahra Ferri Safriwardy Ferry Safriwardi Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hafita Fikri Hasfita Fikri Hasfita Fikri Hasfita Fitriani Fitriani Gita Padusy Mantoffani Hadi, Dodi Alfarasi Hanie, Nawardah Hery Widijanto Ibrahim, Ishak Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Jalaluddin Kamar, Iqbal Kurniawan, Meutia Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lukman Hakim Lukman Hakim Lutvia, Faiza Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Meriatna Meriatna Meriatna Muhammad Habibi Muhammad Habibi Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Nuzan Rizki Muhammad Sayuthi Muhammad Zakaria Muhammad, M Mulyawan, Rizka Munawar Khalil Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Novi Sylvia Nurlaila, Rizka Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Pradesti, Salsa Putra, Reza Rahmadhani Rahmadhani Raudhatul Ulfa Rianda, Rizki Rina Afriani Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizky Iskandar Rosdiana Rosdiana Safrida, Riana Safriwardi, Ferri Salim, Muhammad Yahdi Sanda Mulia Utari Selamat Meliala Sinaga, Ahmad Roihan Siti Khairunnisa Tambunan Sofiyani, Nurwardina Sulhatun Sulhatun Suri Atika Suryadi, S Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syamsul Bahri Syukriah Syukriah Syukriah, Syukriah Taufiq Taufiq Teuku Multazam Trisna Trisna, Trisna Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah Wusnah, Wusnah Yasir Amani Yohana Dian Putri Yudistira Yudistira Yusuf, Edy Zainuddin Ginting Zukhrufi Dina Nasution Zulnazri, Z Zuraida Zuraida