Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Online Learning in Elementary School Children: Efektifitas Pembelajaran Daring Pada Anak Sekolah Dasar Lailatul Marfu'ah; Istikomah Istikomah
Academia Open Vol. 4 (2021): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.4.2021.2744

Abstract

In the times of Pandemic Covid-19, E-learning has become an activities learning model that should be done by all educational institutions in Indonesia, no exception at MI Nurul Huda Ngampelsari Candi Sidoarjo, Which a an activities learning model where an interaction between teacher and student through internet media. The e-learning Implementation requires the readiness of a learning management system, a teacher and student ability to use other applications based internet (digital talent), and student learning independence. Therefore, the aim research are; first, to descriptive a Implementation e-learning policy at MI Nurul Huda, and; Second, analysis effectivity e-learning to students at MI Nurul Huda. This Research uses descriptive qualitative approach with Miles - Hubermen Techniques Analysis, and Gibson Effectiveness Analysis Approach. Result this research are; First, The provisions for e-learning at MI Nurul Huda is outlined in Head Madrasah Decision Letter Number: KB/94.B-205/VII/2020 where the implementation to the teacher council by utilizing applications available on social media and utilizing packages by the Ministry of Education and Culture on TVRI. Second, Gibson Effectiveness Analysis show that e-learning system at MI Nurul Huda is not Effective. This is obtained from the low achievement of aim learning around 40%, and the low fulfillment in an effective learning system, around 36,6%. The percentage achievements are measured by the fulfillment of several components in the standardization of effective learning by theachers.
Integrasi Sains dan Agama di Perguruan Tinggi Sebagai Upaya Mengikis dikotomi Ilmu Istikomah
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Prodi PAI STIT Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67114/tadrisuna.v2i1.18

Abstract

Integrasi ilmu di perguruan tinggi kini terus bergulir baik di perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi keagamaan . Konsep integrasi disini bukan berarti menyatukan kedua ilmu yakni agama dan ilmu umum menyadi suatu kesatuan, dan ini tidak mungkin terjadi karena sifat dan hakekat kedua ilmu yang berbeda. Konsep integrasi disini dimaksudkan adanya iklim akademis di universitas atau perguruan tinggi tersebut yang sudah tidak ditemui adanya dikotomi ilmu, dalam pengertian bahwa perguruan tinggi umum pada awalnya hanya terbatas pada kajian ilmu umum saja baik natural science, social science maupun humanities. Perguruan tinggi umum kini juga membuka prodi-prodi yang kajianya banyak bersinggungan dengan ilmu agama Islam seperti prodi Ekonomi Islam di Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang, Islamic Banking and Finance di Institut Teknologi Bandung, Ilmu Pendidikan Agama Islam di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung dan lainya. Begitu juga perguruan tinggi keagamaan Islam seperti IAIN yang semula hanya fokus pada kajian keagamaan semata dengan fakultas-fakultas agama seperti Tarbiyah, Dakwah ,Ushuluddin, Syari’ah dan Adab, di awal abad ke 21 IAIN melakukan fusi dan perubahan menjadi Universitas Islam Negeri dengan membuka Fakultas dan Prodi umum seperti Saintek, Teknik, Ekonomi dan Kesehatan. Dengan potret di atas maka di universitas atau perguruan tinggi di Indonesia kini telah terjadi integrasi ilmu dan secara otomatis dikotomi ilmu sudah tidak nampak lagi.
ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH KATEGORI TERPENCIL DI SD Muhammad Ghulam Saifullah; Istikomah Istikomah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9475

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping the character of students to be faithful, pious, and noble. However, its implementation in elementary schools, especially in areas with limited resources, still faces various obstacles. This study aims to analyze the problems of Islamic Religious Education (IRE) learning at SDN 2 Gebang Sidoarjo, which is classified as a school in the 3T (remote, outermost, disadvantaged) category. The research focuses on identifying problems in PAI learning in terms of teacher human resources, learning facilities and infrastructure, learning methods, and student interest and participation. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out through participant observation, in-depth interviews with the principal, IRE teachers, and students, as well as analysis of learning documents. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive model, which includes the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that PAI learning at SDN 2 Gebang Sidoarjo faces various interrelated problems, including the limited number and competence of PAI teachers who must also serve as classroom teachers, the lack of learning support facilities and infrastructure, the dominance of conventional learning methods due to the multi-grade system, and low student interest and participation influenced by a lack of learning variety and family support. The conclusion of this study emphasizes that improving the quality of PAI learning requires comprehensive improvement efforts through strengthening teacher competence, providing adequate facilities and infrastructure, applying contextual and innovative learning methods, and strengthening collaboration between schools, parents, and the community. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Namun, pelaksanaannya di sekolah dasar, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber daya, masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 2 Gebang Sidoarjo yang tergolong sebagai sekolah dengan kategori 3T (terpencil, terluar, tertinggal). Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi permasalahan pembelajaran PAI yang ditinjau dari aspek sumber daya manusia (SDM) guru, sarana dan prasarana pembelajaran, metode pembelajaran, serta minat dan partisipasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik, serta analisis dokumen pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di SDN 2 Gebang Sidoarjo menghadapi berbagai problematika yang saling berkaitan, antara lain keterbatasan jumlah dan kompetensi guru PAI yang harus merangkap sebagai guru kelas, minimnya sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, dominasi metode pembelajaran konvensional akibat sistem kelas rangkap, serta rendahnya minat dan partisipasi siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya variasi pembelajaran dan dukungan lingkungan keluarga. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran PAI memerlukan upaya perbaikan yang komprehensif melalui penguatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana yang memadai, penerapan metode pembelajaran yang kontekstual dan inovatif, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.  
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMP Hilmi Hidayatulloh Poetra Azhar; Istikomah Istikomah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9502

Abstract

Principal leadership plays a crucial role in improving the quality of national education, but is often hampered by a purely administrative approach. This study focuses on an in-depth analysis of the principal's strategic role in improving teacher professionalism at SMPN 2 Jabon by identifying various indicators of effective and adaptive leadership. Using a descriptive qualitative approach, the research was systematically implemented, including data collection through field observations, in-depth interviews with school stakeholders, and documentation studies, which were then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results revealed that leadership effectiveness in this institution is realized through the systematic integration of transformational, instructional, and participatory styles. Key findings indicate a significant improvement in the aspects of sustainable teacher competency development, stable work motivation, and the implementation of a more transparent and constructive performance evaluation system. A humanistic leadership style oriented towards empowering human resources has been proven to create a conducive work climate and accelerate pedagogical innovation among educators. The main conclusion of the study confirms that the figure of a principal who is able to adapt various leadership styles according to the unique context of the school makes a major contribution to strengthening teacher professionalism and improving the quality of school education in order to create a superior generation that has character, is intelligent, competitive, and is ready to face all the dynamics of the global era. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah berperan krusial dalam mendongkrak mutu pendidikan nasional, namun sering kali masih terkendala oleh pendekatan yang bersifat administratif semata. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai peran strategis kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMPN 2 Jabon melalui identifikasi berbagai indikator kepemimpinan yang efektif dan adaptif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, tahapan penelitian dilaksanakan secara sistematis meliputi pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan sekolah, serta studi dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian mengungkap bahwa efektivitas kepemimpinan di institusi ini terwujud melalui integrasi gaya transformasional, instruksional, serta partisipatif secara sistematis. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan nyata dalam aspek pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan, motivasi kerja yang stabil, serta implementasi sistem evaluasi kinerja yang lebih transparan dan konstruktif. Gaya kepemimpinan yang humanis serta berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia terbukti mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif sekaligus memicu akselerasi inovasi pedagogik para pendidik. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa figur kepala sekolah yang mampu mengadaptasi berbagai gaya kepemimpinan sesuai konteks unik sekolah memberikan kontribusi besar terhadap penguatan profesionalisme guru dan perbaikan mutu pendidikan sekolah demi terciptanya generasi unggul yang berkarakter, cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi seluruh dinamika zaman global.  
Manajemen Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Rochmatul Umamah; Istikomah Istikomah
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.9069

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pengelolaan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terarah dan bermutu di sekolah dasar Islam, terutama karena praktik di lapangan masih menghadapi keterbatasan waktu, metode yang belum menarik, serta tantangan dalam menjaga konsistensi mutu bacaan siswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana manajemen pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi dilaksanakan di MI Muhammadiyah 2 Kedungbanteng melalui empat tahapan utama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran disusun secara kolaboratif dan mengacu pada pedoman resmi metode Ummi, pengorganisasian berjalan melalui pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan mengikuti tahapan baku metode Ummi dengan penyesuaian pada kondisi siswa, dan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui penilaian harian, EBTA, serta supervisi internal maupun eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, kelengkapan sarana, serta konsistensi pembinaan. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan kapasitas pendidik, ketersediaan fasilitas pendukung, serta perlunya supervisi yang lebih intensif agar standar mutu pembelajaran Al-Qur’an dapat dipertahankan di setiap kelas. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan Islam yang ingin memperbaiki pengelolaan pembelajaran Al-Qur’an secara lebih efektif dan berkesinambungan.
Problematika Wali Murid Sekolah Muhammadiyah dalam Mendampingi Belajar Daring di Masa Pandemi Covid-19 Istikomah Istikomah; Taufik Churahman; Dzulfikar Akbar Romadlon
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v15i2.3813

Abstract

One of the effects of the Covid-19 pandemic is on the education sector with the implementation of the SFH policy which makes all teaching and learning activities carried out online. This study aims to determine the problems of guardians of elementary level Muhammadiyah school students in Sidoarjo Regency in accompanying online learning. This research uses a case study approach, the main research subject is the guardian of Muhammadiyah school students. The data collection method used is the Google Form questionnaire and interviews. The data analysis technique in this study consisted of three activity lines, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that there were 5 problems faced by the guardians of the students, namely: First, difficulties in mentoring. Second, the student's learning load is heavy. Third, internet quota and network problems. Fourth, the limitations of online learning media. Fifth, it is difficult to condition the children at Home.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE QIRAATI DI TPQ FASTABIQUL KHOIROT DI DESA BLURU KIDUL SIDOARJO Ayu Sofi; Istikomah Istikomah
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): MARCH
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v8i1.2903

Abstract

The purpose of this study is to analyze the problems of  learning the Qur'an using the Qiraati method at TPQ Fastabiqul Khoirot in Bluru Kidul Village in Sidoarjo and to identify the factors causing these problems. This study used a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that Al-Qur'an learning using the Qiraati method has been implemented in accordance with the learning stages, but several problems were still found, including differences in the reading abilities of students, lack of concentration during learning, limited learning time, and irregular attendance of students. In addition, the problems were also influenced by factors related to teachers, students, and parents, including the fact that there were still female teachers who did not have Qiraati certificates, so that the learning process was not yet running optimally.
Natural and Sosial Science Learning Management Using an Inquiry Model (Manajemen Pembelajaran IPAS dengan Model Inkuiri) Cicik Yana; Istikomah
Pubmedia Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ptk.v3i3.2620

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran dengan menerapkanmodel inkuiri. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif guna mengeksplorasi, menggambarkan dan memahami fenomena yang terjadi sesuai dengan keadaan di lingkungan sekolah. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI At Taqwa Sidoarjo. Sebagai proses pemahaman dari data tersebut, penulis menggunakan analisis yang kemudian diseleksi serta digabungkan menggunakan analisis yang deduktif sehingga dapat ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar kerja siswa . Dalam pengumpulan data primer, penulis menggunakan pendekatan observasi dan wawancara bersama wakil kepala humas, salah satu guru IPAS dan beberapa murid di MI At Taqwa Sidoarjo. Pengelolaan program pembelajaran di dalam kelas menitikberatkan pada beberapa aspek, yaitu perencanaan pembelajaran, pengaturan proses belajar mengajar serta aktivitas belajar, dan mengevaluasi hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian terdapat peningkatan hasil belajar pada siswa. Aktifitas siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan seperti lebih kreatif dan bebas berpendapat. Dengan demikian manajemen pembelajaran model inkuiri dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar IPAS.