Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Kesantunan Berbahasa Pedagang Ikan di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu Nafri Yanti; Fina Hiasa
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.983

Abstract

This study discusses the application of politeness in the language of fish traders in the coastal area of Bengkulu city. The purpose of this study was to determine the implementation of the language politeness principle used by fish traders located in the coastal area of Bengkulu city. The research method used is descriptive quantitative method. The results of the study are a collection of quantitative data about the implementation of politeness in language in fish traders located in the Coastal Region of Bengkulu City. Based on the results of the study obtained the following data; the average value of politeness application in wisdom maxims is 2.58 or equal to 64%, maximal generosity is 2.27 or equivalent to 57%, maximal award is 2.38 or equal to 60%, maximal simplicity is 2.42 or equivalent with 61%, maximal agreement 2.50 or equal to 63%, maximal conclusion 2.15 or equivalent to 54%. The application of the six maxim politeness politeness is still in the less optimal category. Fish traders in the coastal area of the city of Bengkulu should pay more attention to the application of the six maxims in order to improve their positive image through the communication aspect. AbstrakPenelitian ini membahas tentang Implementasi kesantunan berbahasa pedagang ikan di kawasan pesisir kota Bengkulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi prinsip kesantunan berbahasa yang digunakan oleh pedagang ikan yang berada dikawasan pesisir kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitaif deskriptif. Hasil penelitian berupa sekumpulan data kuantitaif tentang Implementasi kesantunan berbahasa pada pedagan ikan yang berada di kawasan Pesisir Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data berikut; nilai rata-rata Implementasi kesantunan berbahasa pada maksim kebijaksanaan 2,58 atau setara dengan 64%, maksim kedermawanan 2,27 atau setara dengan 57%, maksim penghargaan 2,38 atau setara dengan dengan 60%, maksim kesederhanaan 2,42 atau setara dengan dengan 61%, maksim pemufakatan 2,50 atau setara dengan dengan 63%, dan maksim kesimpatian 2,15 atau setara dengan dengan 54%. Penerapan keenam maksim kesantunan berbahasa masih berada pada kategori kurang maksimal. Pedagang ikan di kawasan pesisir kota Bengkulu harus lebih memperhatikan Implementasi keenam maksim tersebut agar dapat meningkatkan citra positif mereka melalui aspek komunikasi.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif Digital Dengan Aplikasi Wordwall Bagi Guru Sma N 2 Kota Bengkulu Ajat Manjato; Muhammad Arifin; Fina Hiasa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.966

Abstract

Tantangan yang dihadapi guru-guru SMA N 2 Kota Bengkulu tidak hanya pengalaman belajar yang lebih menarik, mendalam, dan partisipatif bagi siswa.  Namun,  upaya  ini  harus diimbangi dengan desain yang matang, konten yang relevan, dan perhatian terhadap aspek aksesibilitas.   Dengan   implementasi yang tepat, media pembelajaran interaktif   dapat   menjadi   alat yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik di era digital yang terus berkembang. Maka dari itu, sebuah inisiatif penting pun muncul, yaitu pelatihan intensif bagi para guru dalam memanfaatkan model pembelajaran interaktif digital dengan memanfaatkan aplikasi wordwall. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berupa workshop ini, diawali dengan adanya diskusi dengan Kepala Sekolah SMAN 2 kota Bengkulu yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengajuan pengadaan pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif Digital dalam Bagi Guru SMA N 2 Kota Bengkulu. Pemanfaatan wordwall merupakan salah satu cara sederhana namun efektif untuk menjadikan pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tuntutan era digital. Guru dapat berperan sebagai fasilitator yang kreatif dengan memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil pengabdian pada guru di SMAN 2 Kota Bengkulu dapat mengetahui inovasi terbaru tentang penggunaan media pembelajaran interaktif dan para guru sudah dapat mengaplikasikan wordwall dengan mampu membuat materi ajar, media atau alat evaluasi sendiri dari aplikasi wordwall.
Language Learning Media Development Innovation: Maximizing the Use of Artificial Intelligence (AI) Technology Nafri Yanti; Arono Arono; Fina Hiasa; Agus Trianto; Rio Kurniawan; Desti Fatin Fauziyyah
Journal of Innovative Technology and Sustainability Education Vol. 2 No. 3 (2026): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jitse.2.3.210

Abstract

Objetive: This research aims to develop viewing learning media that instill a sense of caring, responsibility, honesty, discipline, and independence in junior high school students, thereby forming a strong foundation for their future personality. This also supports the digitalization of learning and the independent curriculum program that the government has launched. Method: The research method used is qualitative, focusing on the development of learning media in the form of animated videos. The research design, as articulated by Creswell (2009), facilitates an in-depth exploration of the phenomenon of AI implementation in language learning media. Results: Leonardo AI is a platform that creates artificial intelligence characters combined with art, allowing users to easily and quickly create various characters according to their wishes. By using AI, researchers can integrate educational values including religiousness, integrity, responsibility, caring, discipline, humility, courage, patience, obedience, optimism, and hard work. Novelty: The research findings suggest that, in the future, teachers will be able to proactively explore various sources of information to increase their capacity to use AI to create learning media. Apart from that, schools are also expected to provide special training facilities for teachers to understand and operate AI to support the learning process.
PEMANFAATAN ATRIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PENINGKATAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU SMA N 8 KOTA BENGKULU Lazfihma Lazfihma; Meli Afrodita; Fina Hiasa; Muhammad Abdullah Nur Amar; Chendrina Fujimayu; Bintang Fachris Tio
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5581

Abstract

Abstrak Canva menyediakan fitur-fitur atau kegunaannya untuk pendidikan, menjelaskan bahwa Canva ialah alat bantu kreativitas dan kolaborasi untuk semua kelas. Satu-satunya platform desain yang dibutuhkan dalam kelas. Ada beberapa kelebihan aplikasi Canva yakni memudahkan seseorang dalam membuat desain yang diinginkan atau diperlukan, seperti; pembuatan poster, sertifikat, infografis, template video, presentasi, dan lain sebagainya yang disediakan dalam aplikasi Canva. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebagian besar guru SMAN 8 kota Bengkulu belum seluruhnya menggunakan apilikasi Canva untuk membuat video pembelajaran di kelas. Literasi digital hadir untuk mengatasi problematika guru dalam pembuatan video pembelajaran di kelas serta siswa diharapkan menjadi mudah memahami materi yang diberikan oleh guru di semua mata pelajaran. Hasil pengabdian ini diharapkan semua guru mengetahui cara membuat video pembelajaran dengan aplikasi Canva. Kata Kunci: Canva, Literasi digital, Guru Abstract Canva provides features or uses for education, explaining that Canva is a creativity and collaboration tool for all classes. The only design platform required in the classroom. There are several advantages of the Canva application, namely that it makes it easier for someone to create the design they want or need, such as; creating posters, certificates, infographics, video templates, presentations, and so on provided in the Canva application. Based on the results of observations made, most of the teachers at SMAN 8 in Bengkulu City have not all used the Canva application to create learning videos in class. Digital literacy is here to overcome teachers' problems in making learning videos in class and students are expected to easily understand the material provided by teachers in all subjects. As a result of this service, it is hoped that all teachers will know how to make learning videos using the Canva application.Keywords: Written in 1 line, maximum 5 words, separated by commas using TNR font, Sentence case, 12 pt, justified. Keywords: Canva, Digital literacy, Teacher
Reinterpretasi Cerita Rakyat menjadi Cerita Anak untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Kreatif Mahasiswa Meli Afrodita; Fina Hiasa; Lazfihma; Dwi Ismawati; Dwi Lyna Sari; Nafri Yanti; Yayah Chanafiah
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 24 No. 2 (2025): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 24 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.242.01

Abstract

This study aims to develop literary learning to improve students' creative writing skills in internalizing local cultural values through the reinterpretation of folk tales into children's stories. This study uses a Classroom Action Research approach with two cycles. Each cycle involves planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study indicate that the application of a learning model based on the reinterpretation of folk tales into children's stories is effective in improving children's literary writing skills rooted in local cultural values. This is evidenced by the improvement in students' work from the pre-cycle, cycle I, to cycle II, with average scores of 68.3, 76.4, and 85.2, respectively. A total of 28 children's stories were produced, each containing local cultural values in a relevant and easily understandable form for children. Students not only improved technically in terms of writing structure, language, and characters but also demonstrated the ability to creatively and contextually incorporate local cultural values. This learning process encouraged them to reflect on their regional cultural heritage and channel it through educational and engaging children's literature