Claim Missing Document
Check
Articles

Bilingualism of Hoho Characters in the Animated Series Ibra Berkisah: An Interactional Sociolinguistic Review Yanah, Rohmah Barokah Toriqul; Yarno, Yarno; Hermoyo, Panji
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i2.42161

Abstract

This research is motivated by the growing phenomenon of bilingualism in children's animated media, but has not been widely studied from an interactional sociolinguistic perspective. The animated series Ibra Berkisah, produced by Manara, was chosen as the object of research because it features the character Hoho, who uses two languages, namely Indonesian and English, in the context of Islamic boarding schools. The purpose of this study is to analyze the forms of bilingualism that appear in the Hoho character, including the phenomena of code-switching and code-mixing used in interactions between characters, and to explain their function in the formation of identity and character. This study uses a qualitative descriptive method with observation, documentation, and transcription of dialogue from eight representative episodes of the Ibra Berkisah series obtained from the official YouTube channel. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana through the processes of reduction, presentation, and conclusion. The results show that bilingualism in Hoho functions as a communication tool, a symbol of social status, a means of emotional expression, and a mechanism for adaptation to the Islamic boarding school environment. The shift from English to Indonesian dominance and the use of religious terms signify the internalization of spiritual values, leading to character transformation. Thus, the bilingualism in Ibra Berkisah not only reflects linguistic variation but also serves as a medium for social, moral, and identity learning for young audiences.
Analysis of Directive Speech Acts and Teacher Mitigation Strategies in Managing the Classroom Moh. Tito Ragil Dianang; R. Panji Hermoyo
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v8i1.11331

Abstract

Effective pedagogical communication requires a balance between delivering firm instructions and maintaining emotional relationships with students. This study aims to describe the forms of directive speech acts and mitigation strategies used by teachers in managing classroom interaction at SMP Negeri 1 Ngoro Jombang. This Research is motivated by the importance of teachers' pragmatic competence in minimizing potential Face Threatening Acts (FTA) when giving orders to adolescent students. The method used is descriptive qualitative. Data sources were obtained from the utterances of Indonesian, Mathematics, and Science teachers in grade VIII during the learning process. Data collection was carried out using the Listen-glze-free method, recording, and note-taking techniques. Data analysis examines Searle's speech act theory and Blum-Kulka's mitigation strategy through an interactive analysis model. The results showed that directive speech acts of commanding and requesting were the most dominant forms. However, teachers tended to soften these instructions using mitigation strategies. Two main mitigation patterns were found: (1) Internal modification using lexical politeness markers such as "please", "try", and interrogative modes; and (2) External modification through providing reasons (grounders) before instructions. Specific findings indicate the use of code-switching to Javanese and the particle "nggih" as a cultural strategy to build rapport. It is concluded that the application of appropriate mitigation strategies is effective in creating a conducive, humanistic classroom atmosphere and increasing student compliance without coercion.
KONFLIK BATIN DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL UMMI UNTUK GAMAL KARYA AQILA NILA Muhammad Anas; Ali Nuke Affandy; Panji Hermoyo
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2026): PENTAS: Mei 2026
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/pentas.v12i1.12734

Abstract

This study aims to describe the forms of internal conflict experienced by the main character, Insyira (Sisi), in Aqila Nila’s novel Ummi untuk Gamal and their relevance to character education values. Employing a literary psychology approach based on Kurt Lewin’s conflict theory, this descriptive qualitative research utilizes reading and note-taking techniques for data collection. The findings reveal three types of internal conflict: approach-approach (positive–positive), which is the most dominant; avoidance-avoidance (negative–negative); and approach-avoidance (positive–negative). These conflicts reflect the protagonist’s struggle between personal desires, moral obligations, and decision-making ambivalence. Furthermore, the results indicate that these internal dynamics are closely linked to character education values, including religiosity, responsibility, caring, hard work, and independence. It is concluded that internal conflict not only drives the plot but also serves as a vehicle for character building. This novel is highly relevant as a reflective and educative medium in literary learning, particularly for the younger generation.
VARIASI DIALEK BAHASA JAWA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ANGKATAN 2020 FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Rindiyani; Sujinah Sujinah; R. Panji Hermoyo
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 1 (2024): Proceeding Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.24070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan variasi dialek bahasa Jawa dalam bentuk fonologi dan leksikal yang digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2020 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Penelitian ini menggunakan kajian sosiolinguistik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan metode simak yakni teknik simak libat cakap, rekam, dan catat. Hasil penelitian yang terdapat di mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2020 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya pada variasi fonologi, yaitu berupa perubahan fonem vokal seperti /I/ dengan /ε/, /u/ dengan /U/, /i/ dengan /I/, dan /e/ dengan /a/, perubahan fonem konsonan seperti /ŋ/ dengan /k/ dan /m/ dengan /p/, serta penghilangan fonem konsonan seperti /w/, /ŋ/, dan /n/. Hasil penelitian yang terdapat di mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2020 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surabaya pada variasi leksikal sebanyak 26 kosakata seperti “asap” menjadi [asǝp] dan [bǝlU?], “baring” menjadi [barIŋ], [mlumah], dan [ŋleset] , “benih” menjadi [biji] dan [bibIt], “danau” menjadi [danau], [tǝlϽgϽ], dan [wadU?], “debu” menjadi [awu] dan [blǝdU?], “dekat” menjadi [cidǝ?], [εrǝ?], dan [parǝ?], “gali” menjadi [gǝdU?], [kǝrU?], dan [ndudU?], “garuk” menjadi [garU?], [kukUr], dan [ŋUkUr], “hantam” menjadi [antǝm] dan [gǝpU?], “hapus” menjadi [apUs] dan [busǝ?], “hisap” menjadi [isǝp], [sǝdϽt], dan [sǝsǝp], “hutan” menjadi [alas] dan [hutan], “ikat” menjadi [cancaŋ], [ikǝt], dan [tali], “jatuh” menjadi [cicIr], [nǝblϽ?], dan [tibϽ], “kepala” menjadi [ǝndas] dan [sirah], “kotor” menjadi [kϽtϽr], [rǝgǝt], dan [rusUh], “laut” menjadi [laUt] dan [sǝgϽrϽ], “lempar” menjadi [sawat] dan [uncal], “malam” menjadi [bǝŋi] dan [dalu], “matahari” menjadi [matahari] dan [srǝŋeŋe], “pasir” menjadi [pasIr] dan [wǝdi], “potong” menjadi [kǝtϽ?], [pϽtϽŋ], dan [tugǝl], “tarik” menjadi [batǝ?] dan [tarI?], “terbang” menjadi [mabUr], [mibǝr], dan [mUmbUl], “tikam” menjadi [juju], [sUdU?], dan [tUsU?], “tongkat” menjadi [tǝkǝn] dan [tϽŋkat].
Peningkatan Literasi pada Cerita Fiksi melalui Model Pembelajaran PBL dengan Pendakatan TaRL di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Dian Ayu Puspita Rini; R. Panji Hermoyo; Taufiqur Rahman
PROCEEDING UMSURABAYA Poceding Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan 2026 " Intregrasi Deep Learning dan Tekbnologi AI dal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pc.v1i1.28053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa dalam memahami cerita fiksi melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) di kelas VII A SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks fiksi karena dominasi budaya digital yang cenderung melemahkan keterampilan membaca mendalam. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Taggart dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan: pada siklus I, ketuntasan belajar siswa mencapai 80% dengan rata-rata nilai 87, dan meningkat menjadi 100% dengan rata-rata nilai 93 pada siklus II. Pembelajaran dengan PBL mendorong siswa untuk berpikir kritis dan aktif berdiskusi, sementara pendekatan TaRL memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Kombinasi kedua pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi fiksi dan keterlibatan siswa secara menyeluruh.
EGO DAN SHADOW TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AKU TAK MEMBENCI HUJAN KARYA SRI PUJI HARTINI (PERSPEKTIF PSIKOLOGI JUNGIAN) Eka Putri Febrianty Halimah Hs; Idhoofiyatul Fatin; R. Panji Hermoyo
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i2.290

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini memaparkan tentang dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel Aku Tak Membenci Hujan karya Sri Puji Hartini yang terbit pada tahun 2023. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis perkembangan karakter Karang dan Agha melalui perspektif psikologi, khususnya mengenai bagaimana pengalaman hidup membentuk pola pikir, perasaan, dan tindakan mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif serta pendekatan deskriptif-interpretatif, hasil penelitian ini berupa pemaparan dan penafsiran mendalam terhadap teks novel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat terhadap sumber data primer. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, tokoh Karang digambarkan sebagai representasi aspek ego yang penuh dengan kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab di tengah tekanan hidup. Kedua, munculnya tokoh Agha merupakan manifestasi dari sisi lain atau shadow yang menyimpan trauma, luka masa lalu, dan emosi yang tertekan. Ketiga, terdapat faktor-faktor signifikan yang memengaruhi perubahan kepribadian tokoh utama, yaitu faktor keluarga dan faktor lingkungan. Ketidakadilan serta kepahitan yang menimpa keluarga menjadi pemicu utama munculnya sisi gelap dan perubahan drastis dalam diri tokoh. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman hidup dan konflik batin yang dialami tokoh sangat menentukan mereka dalam memilih langkah untuk bertahan hidup. KATA KUNCI: Aku Tak Membenci Hujan; ego; Jungian; psikologi analitik; shadow >  THE EGO AND SHADOW OF THE MAIN CHARACTER IN SRI PUJI HARTINI'S NOVEL AKU TAK MEMBENCI HUJAN: A JUNGIAN PSYCHOLOGICAL PERSPECTIVE   ABSTRACT: This study examines the personality dynamics of the main characters in the novel Aku Tak Membenci Hujan by Sri Puji Hartini, published in 2023. The primary focus of this research is to analyze the character development of Karang and Agha from a psychological perspective, particularly regarding how life experiences shape their thoughts, emotions, and behaviors. Employing a qualitative method with a descriptive-interpretative approach, this study presents in-depth descriptions and interpretations of the novel's text. The data were collected through reading and note-taking techniques using the novel as the primary data source. The findings reveal several important points. First, the character of Karang is portrayed as a representation of the ego aspect, characterized by patience, sincerity, and responsibility amid life's pressures. Second, the emergence of Agha represents the manifestation of the shadow self, embodying trauma, painful past experiences, and repressed emotions. Third, there are significant factors influencing the personality changes of the main character, namely family and environmental factors. The injustice and hardships experienced by the family serve as the primary triggers for the emergence of the character’s darker side and the drastic transformation of their personality. This study demonstrates that life experiences and internal conflicts play a crucial role in shaping the characters' decisions and strategies for survival. KEYWORDS: Aku Tak Membenci Hujan; analytical psychology; ego; Jungian; shadow