Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP KADAR HDL (High density lipoprotein) DAN LDL (Low density lipoprotein) DARAH AYAM ULU JANTAN Maisaroh, Siti Maisaroh Siti; Siswanto, Siswanto; Fathul, Farida; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.1.157-163

Abstract

EFEKTIVITAS PEMBERIAN AMPAS TAHU DAN LIMBAH IKAN TERHADAP KADAR AIR, PROTEIN KASAR, DAN SERAT KASAR TEPUNG MAGGOT (Black Soldier Fly) Andika, Wahyu; Fathul, Farida; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.2.358-365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh pemberian ampas tahu dan limbah ikan dengan presentase berbeda, serta penggunaan presentase ampas tahu dan limbah ikan yang tepat terhadap BK, SK, dan PK maggot BSF yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari 2023, di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Jati Mulyo, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1: ampas tahu 25% BK + limbah ikan 75% BK; P2: ampas tahu 37,5 % BK + limbah ikan 62,5 % BK; P3: ampas tahu 50% BK + limbah ikan 37,5 % BK; P4: ampas tahu 62,5% BK + limbah ikan 37,5 % BK; P5: ampas tahu 75% BK+ limbah ikan 25% BK. Peubah yang diamati meliputi (kadar air, protein kasar, dan serat kasar) maggot bsf pada pemberian ampas tahu dan limbah ikan dengan presentasse yang berbeda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian persentase media tumbuh memberikan pengaruh sangat nyata terhadap serat kasar maggot BSF (P<0,01), memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, dan protein maggot BSF (P<0,01). Media tumbuh (P3) memberikan pengaruh terbaik terhadap nilai protein kasar, media tumbuh (P1) memberikan perngaruh terbaik terhadap nilai kadar air, dan media tumbuh (P4) memberikan pengaruh terbaik terhadap nilai serat kasar maggot BSF.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA FERMENTASI BATANG SINGKONG TERHADAP KADAR AIR, ABU DAN SERAT KASAR Anjarsari, Reny; Qisthon, Arif; Fathul, Farida; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.2.353-357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) pada fermentasi batang singkong terhadap kadar air, abu dan serat kasar. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai Juli 2023 di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah P0: batang singkong tanpa perlakuan, P1: batang singkong + jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) 3%, P2 : batang singkong + jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) 6%, P3 : batang singkong + jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) 9%. Hasil penelitian pada kadar air sebesar (P0 13,01%; P1 31,19%; P2 22,56%; P3 31,02%) pada kadar abu sebesar (P0 0,9%; P1 3,1%; P2 3,0%; P3 3,2%) dan pada serat kasar sebesar (P0 42,97%; P1 41,19%; P2 45,55%; P3 42,92%). Perlakuan dengan pemberian jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) 3% memiliki penurunan nilai kandungan serat kasar terbesar dibandingkan dengan P0 sehingga menjadi 41,19% dan perlakuan dengan pemberian jamur 3% memiliki nilai kadar air dan kadar abu tertinggi yaitu sebesar 31,19% dan 3,1%.
PENGARUH AMPAS TAHU DAN LIMBAH IKAN DENGAN PERSENTASE BERBEDA TERHADAP KADAR LEMAK KASAR DAN KADAR ABU MAGGOT BLACK SOLDIER FLY Abdul Fattah, Muhamad Faris; Fathul, Farida; Erwanto, Erwanto; Liman, Liman
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.2.347-352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ampas tahu dan limbah ikan dengan persentase berbeda terhadap kadar abu dan kadar lemak kasar maggot BSF yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2023, di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Jati Mulyo, Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1: ampas tahu 25% BK + limbah ikan 75% BK; P2: ampas tahu 37,5% BK + limbah ikan 62,5% BK; P3: ampas tahu 50% BK + limbah ikan 50% BK; P4: ampas tahu 62,5% BK + limbah ikan 37,5% BK; dan P5: ampas tahu 75% BK + limbah ikan 25% BK. Peubah yang diamati meliputi kandungan kadar abu dan kadar lemak yang terkandung pada maggot BSF. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian persentase media tumbuh memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar abu dan kadar lemak kasar maggot (P<0,01). Media tumbuh pada (P2) memberikan pengaruh terbaik terhadap kadar lemak kasar, sedangkan pada (P1) memberikan pengaruh terbaik terhadap kadar abu maggot BSF.
Supplementation of Azolla microphylla Flour in Broiler Feed Increases Antibody Titers against Avian Influenza and Newcastle Disease Ermawati, Ratna; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Hartono, Madi; Fathul, Farida; Hanafi, Riyan; Fauzi, Teo Achmad
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.19.2.59-67

Abstract

This study aimed to determine the level of protection provided by supplementation of Azolla microphylla flour in broiler feed against the antibody titers profile of Avian Influenza and Newcastle Disease. The research was conducted over two months (July-August 2021) at the broiler unit of the Integrated Field Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The experimental design was a Completely Randomized Design with four treatments and five replications. Each replication consisted of five Cobb CP707 strain broilers, resulting in 100 broilers. Azolla microphylla flour supplementation in the feed was administered at different doses: P0=100% commercial feed (control); P1=97.5% commercial feed + 2.5% Azolla microphylla flour; P2=95% commercial feed + 5% Azolla microphylla flour; P3=92.5% commercial feed + 7.5% Azolla microphylla flour. Serum samples were collected from 30-day-old broilers, with one sample taken from each replication, totalling 20 samples. The samples were analyzed for Avian Influenza and Newcastle Disease antibody titers at AGRILab Vaksindo Laboratory using the Hemagglutination Inhibition test. Each treatment's antibody titer data for Avian Influenza and Newcastle Disease were tabulated and presented in histograms to facilitate descriptive analysis. Antibody titers (log2 X) of Avian Influenza 4.00±0.71 and Newcastle Disease 4.60±2.07 from P2 were included in the protection level based on the WOAH Standard. The study concluded that supplementing 5% Azolla microphylla flour in broiler feed increases the antibody titers against Avian Influenza and Newcastle Disease to protective levels.
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) DALAM RANSUM TERHADAP TOTAL LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT DARAH AYAM JOPER Nabila, Amara; Suharyati, Sri; Fathul, Farida; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.4.641-651

Abstract

This study is aimed to determine the effect of maggot flour on total leukocytes and differential leukocytes of joper chickens. This research was conducted in January–March 2022 at the Joper Daffa Chicken Farm, Labuhan Dalam, Tanjung Senang District, Bandar Lampung City. Examination of total leukocytes and differential leukocytes was carried out at the Pathology Laboratory, Lampung Veterinary Center, and Animal Reproduction Physiology Laboratory, Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture, Lampung University. The experimental design used was 4 treatments and 5 replications. The treatments were ration without supplementation of maggot flour (P0), ration with 5% maggot flour supplementation (P1), ration with 10% maggot flour supplementation (P2), and ration with 15% maggot flour supplementation (P3). The data obtained were arranged in the form of simple tabulations and displayed in the form of histograms for descriptive analysis. The results showed that the treatment with suplementation of maggot flour was able to maintain an average of total leukocytes and an average of differential leukocytes in the normal range. The value of total leukocytes obtained was 22.59–25.07 x 103/mm3; heterophils was 27–29%; eosinophils was 4–6.75%; basophils was 1.25–2%; lymphocytes was 53.5–57%; and monocytes was 9.6–11.4%.
PENGARUH PERSENTASE ANTARA AMPAS TAHU DAN LIMBAH IKAN SEBAGAI MEDIA TUMBUH MAGGOT (Black Soldier Fly) Arifin, M. Deni; Fathul, Farida; Farda, Firia Tsani; Liman, Liman
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2024.8.4.712-721

Abstract

Penelitaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ampas tahu dan limbah ikan dengan persentase berbeda sebagai media tumbuh terhadap kualitas morfologi (warna, panjang, lebar), produksi per ekor, dan produksi segar maggot black soldier fly yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2023, di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Jati Mulyo, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1: ampas tahu 25% BK + limbah ikan 75% BK; P2: ampas tahu 37,5% BK + limbah ikan 62,5% BK; P3: ampas tahu 50% BK + limbah ikan 50% BK; P4: ampas tahu 62,5% BK + limbah ikan 37,5% BK; dan P5: ampas tahu 75% BK + limbah ikan 25% BK. Peubah yang diamati meliputi morfologi maggot black soldier fly (warna, panjang, lebar), produksi per ekor, dan produksi segar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian persentase media tumbuh memberikan pengaruh sangat nyata terhadap panjang, lebar, produksi per ekor dan produksi segar maggot (P<0,01), sedangkan pada warna maggot (P<0,05) tidak nyata. Media tumbuh pada persentase ampas tahu 50% + limbah ikan 50% (P3) memberikan pengaruh terbaik terhadap panjang, lebar, produksi per ekor dan produksi segar maggot black soldier fly.
Physical and Chemical Quality of Corn Husks with Ammoniation, Biofermentation and Ammonia Fermentation Processing Farda, Fitria Tsani; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Fathul, Farida; Ramadhan, Doni
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v11i3.p201-214

Abstract

This study aimed to evaluate the processing of ammoniated, biofermented and amorphous corn husks on physical quality, dry matter, ash content, crude protein (CP), ether extract (EE), crude fiber (CF), and nitrogen free extract (NFE). This study used a completely randomized design (CRD) which consisted of 4 treatments and 4 replications. The treatments given were P1: untreated corn husks (control), P2: ammoniated corn husks (2% urea), P3: fermented corn husks (5% Aspergillus niger), and P4: amofered corn husks (2% urea + 5% Aspergillus niger). The variables observed included physical quality and nutrient content (dry matter, ash, crude protein, ether extract, crude fiber, and nitrogen free extract). The data obtained  analyzed using Analysis of Variety and followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results of the study had a significant effect on the physical quality, dry matter, ash, crude protein, ether extract, crude fiber and nitrogen free extract (P<0,05), but had no effect (P>0,05) on the ash content. Amopheric processing has the best effect on physical quality, crude protein and crude fiber content of corn husks. Fermentation processing gives the best effect on ether extract and nitrogen free extract.
DISEMINASI BIOTEKNOLOGI HIJAUAN PAKAN DAN FORMULASI PAKAN DI DESA MARGOMULYO KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Fathul, Farida; Muhtarudin, Muhtarudin; Erwanto, Erwanto; Tantalo, Syahrio
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i1.336

Abstract

Desa Margomulyo salah satu desa di Kecamatan Jati Agung dengan matapencaharian utama dalah bertani dan beternak. Potensi lahan pertanian dan peternakan cukup luas. Namun, permasalahan yang terjadi hingga saat ini adalah budaya beternak di Desa Margomulyo yang masih menggunakan sistem tradisional. Persoalan utama yang menjadi prioritas Peternak di Desa Margomulyo adalah kemampuan peternak untuk menyusun ransum pakan sapi potong masih rendah, pemanfaatan teknologi pengolahan pakan untuk meningkatkan kualitas nutrisi makanan ternak masih rendah, serta usaha peternakan yang belum mampu mendongkrak perekonomian peternak.Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Margomulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan antara lain adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan teknik pembuatan ransum sapi potong berbasis sumber daya pakan lokal, memberikan penyuluhan pembuatan silase dan amoniasi untuk limbah pertanian, memberikan penyuluhan tentang strategi usaha bidang peternakan. Kegiatan yang akan dilaksanakan menggunakan metode Participation Rural Apraisal (PRA). Hasil kegiatan yang diperoleh yaitu sebelum dilakukan kegiatan tingkat pengetahuan peternak tentang jenis dan kebutuhan pakan adalah 25,7%, pengetahuan tentang penyusunan ransum sebelum dilakukan kegiatan pengabdian terdata 11,4%, pengetahuan peternak tentang pengawetan pakan hijauan 13,8% dan pengetahuan peternak tentang perbaikan kualitas limbah pertanian sebelum dilakukan kegiatan pengabdian terdata 13,1%. Setelah kegiatan dilakukan masing-masing meningkat menjadi, 63,2%, 52,6%, 34,2%, dan 47,3%. Disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak di Desa Margomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kata kunci: Desa Margomulyo, Formulasi Pakan, Jati Agung