Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Added value analysis of citronella oil processing using the hayami method Yulianto, Kiki; Anugrah, Teguh Mizwarni; Santosa, Santosa
Open Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.v4i1.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan minyak serai wangi menggunakan Metode Hayami. Minyak serai wangi merupakan komoditas penting dalam industri parfum dan kosmetik dengan nilai komersial yang signifikan. Metode Hayami digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur efisiensi dan dampak ekonomi dari proses pengolahan minyak serai wangi. Melalui survei lapangan, pengumpulan data, dan analisis statistik, penelitian ini mengidentifikasi berbagai tahap dalam proses pengolahan minyak serai wangi dan mengukur nilai tambah yang dihasilkan pada setiap tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan minyak serai wangi adalah Rp1.000/kg. Marjin yang diperoleh didistribusikan untuk masing-masing faktor, yaitu keuntungan sebesar 88%, tenaga kerja sebesar 12%, dan sumbangan input lain sebesar 0%. Temuan ini memberikan wawasan tentang manfaat ekonomi dari pengolahan minyak serai wangi dan memberikan informasi bagi perencanaan pengembangan industri berbasis serai wangi serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendukung pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan. This study aims to analyze the value-added generated from citronella oil processing using the Hayami Method. Citronella oil is an important commodity in the perfume and cosmetics industry with significant commercial value. The Hayami Method was used as an evaluation tool to measure the efficiency and economic impact of citronella oil processing. Through field survey, data collection, and statistical analysis, this study identified the various stages in the citronella oil processing stages and measured the value-added generated at each stage. The value-added resulted from citronella oil processing was IDR1,000/kg. The margins obtained were distributed to each factor, namely business profit at 88%, labor wages at 12%, and contribution of other inputs at 0%. The findings of this study provide insight into the economic benefits of citronella oil processing and inform development planning for citronella-based industries as well as efforts to improve the welfare of local communities, create new economic opportunities, and support the sustainable growth of this sector.
Perancangan Market Basket Analysis dengan Model Casual Loop Diagram untuk Pengembangan Restoran Aulia, Fauzan; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.27

Abstract

Penelitian ini mengusulkan integrasi antara Market Basket Analysis (MBA) dan Causal Loop Diagram (CLD) untuk mengatasi tantangan dalam pengelolaan restoran yang kompleks. Pendekatan ini bertujuan menggali pola pembelian pelanggan serta memahami dinamika sistem yang memengaruhi operasional restoran, seperti waktu tunggu dan kepuasan pelanggan. Data transaksi dianalisis menggunakan algoritma Apriori dengan parameter minimum support 0,01 dan confidence 0,50 untuk mengidentifikasi hubungan antar produk. Hasil MBA menjadi dasar pengembangan CLD yang memetakan interaksi kausal antar variabel utama, termasuk promosi, popularitas produk, dan laba restoran. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk optimalisasi promosi bundling, pengelolaan waktu tunggu, dan efisiensi perencanaan stok. Integrasi MBA dan CLD memberikan pendekatan holistik untuk meningkatkan laba serta kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Implementation of Artificial Neural Networks For Predicting Percentage Growth Goat Meat Production In Indonesia Yulianto, Kiki; Wardah, Siti; Baidawi, Taufik
Brahmana : Jurnal Penerapan Kecerdasan Buatan Vol 5, No 1 (2023): Edisi Desember
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/brahmana.v5i1.274

Abstract

When people are aware of the fulfillment of nutritious food, the demand for foods that are high in protein increases, such as milk, eggs, and meat. This study discusses the prediction of the percentage growth of goat meat production in Indonesia using an artificial neural network using the backpropagation method. This research data was taken from goat production data in 2016-2020. The data is taken from data from the Central Statistics Agency of Indonesia. The process uses 6 variables, namely 2015 (X1) data, 2016(X2) data, 2017(X3) data, 2018(X4) data as input data, and 2019(T) data as target data. While the testing process uses 6 variables, namely data for 2016(X1), data for 2017(X2), data for 2018(X3), data for 2019(X4) as input data, and data for 2020(T) as target data. The results of this study are predictions of the number of goat meat production data for the following year and the percentage growth of Indonesian goat meat production.
Analysis Quality Value of Rice Agro-Industry in Agam District Nofalia, Wira; Santosa; Yulianto, Kiki
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i1.637

Abstract

The rice agro-industry is a business that carries out post-harvest handling activities in the form of drying processes, processing grain into rice, and marketing rice. In the grain drying process, it is necessary to pay attention to the moisture content so that the rice produced is of high quality. The grain moisture content that must be achieved for grain storage and milling is 14%. This study aims to analyze the quality characteristics of rice in Agam Regency. This research used a purposive sampling method. The results showed that the water content of rice in Agam Regency ranged from 12.05- 13.41% and the quality of rice in Agam Regency was classified as medium rice with a head grain range of 76-82%, while the SNI 6128 2020 standard for premium rice on the head grain was at least 85%. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 8: Decent Work and Economic GrowthSDG 9: Industry, Innovation, and InfrastructureSDG 12: Responsible Consumption and ProductionSDG 17: Partnerships for the Goals
Analisis Pemilihan Coffee Shop Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Tamin, Zulfiqar Rahadian; Yulianto, Kiki; Malonga, Win Ariga Mansur
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 4 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i4.3660

Abstract

Persaingan antar coffee shop di Sumbawa kian berkembang, masing-masing coffee shop punya ciri khas tersendiri baik itu dari kemasan penyajian kopi ataupun dari inovasi menu kopi guna menjaga usaha tetap bisa bersaing ditengah berkembangnnya industri kopi dan juga yang tidak kalah pentingnya dengan semakin banyaknya pesaing pelaku usaha kopi harus meningkatkan strategi marketing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui urutan prioritas konsumen dalam melakukan keputusan pembelian produk kopi di Kecamatan Sumbawa dan untuk mengetahui coffee shop yang menjadi prioritas konsumen untuk dipilih. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan jumlah sampel 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan prioritas konsumen dalam melakukan keputusan pembelian produk kopi adalah yang pertama kriteria harga dengan bobot 0,427, yang ke-dua kriteria kualitas produk dengan bobot 0,304, yang ke-tiga kriteria sosial dengan bobot 0,210 dan yang ke-empat yaitu kriteria gaya hidup dengan bobot 0,059. Coffee shop yang menjadi prioritas konsumen adalah yang pertama coffee shop Thousand Sunny, yang ke-dua coffee shop Oase Sumbawa, yang ke-tiga adalah coffee shop Serasa dan yang ke-empat adalah coffee shop Tiang Besi. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk meneliti penikmat kopi secara luas atau masyarakat umum serta menambahkan variabel lainya seperti diskon harga, desain interior, online customer review dll.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA USAHA KULINER MBAK NUR DI KABUPATEN SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Yulianto, Kiki
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1362

Abstract

Business, Economy, Mentoring, Service, MSMEsCommunity service activities are aimed at transferring and applying science and technology directly to society. This aims to help people's lives improve and develop, including owners of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). This community service and assistance was carried out at Mbak Nur's Culinary MSMEs located in Sijunjung Regency, West Sumatra with the theme of creating a Business Model Canvas (BMC). The activity aims to obtain the right business model to support the sustainability of Mbak Nur's Culinary, whose main product is shrimp sweet potato crackers. Apart from that, it is hoped that new ideas will be found to support business development. Activities are carried out in a hybrid manner, namely online and offline. Overall, the implementation of service and mentoring activities for Culinary Mbak Nur was carried out through several stages which included socialization, tutorials, implementation of focus group discussions, direct practice, and evaluation of BMC preparation activities. During the Zoom Meeting, it appeared that MSME owners were enthusiastic about listening to the material presented and the discussion also went well. The results of creating a business model as described previously are felt to be very helpful for shrimp sweet potato cracker business owners in analyzing the business. This business model can also offer new ideas and forms of development, for example in terms of more flexible marketing through digital marketing. Apart from that, BMC also provides business owners with an understanding that running a business requires analysis and modeling which are the basic strategies for developing their business. This program was successful in helping Mbak Nur Culinary develop the nine elements of BMC and determine rational targets related to business development.
Community Service Helps Businesses Development in Creating a Business Model Canvas for the PTL Coffee in South Solok Regency, West Sumatra: Pengabdian Kepada Masyarakat Membantu Usaha Berkembang dalam Pembuatan Business Model Canvas pada Usaha PTL Coffee di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Yulianto, Kiki
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.17750

Abstract

Community service is a form of activity to transfer and apply knowledge and technology directly to help people's lives improve and develop, including owners of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). This community service program was carried out for PTL Coffee MSMEs located in Nagari Lubuk Gadang Selatan, Sangir District, South Solok Regency, West Sumatra Province, with the theme of creating a Business Model Canvas (BMC). This service aimed to find out the right business model for the sustainability of the PTL Coffee. Besides, it is expected that new ideas can be found to support the development of PTL Coffee through analysis of existing businesses. Activities were conducted online through presenting material using Zoom Meetings and offline by visiting PTL Coffee to help make BMC. The discussion during the Zoom Meeting proceeded smoothly, and the attendees appeared excited to listen to the materials delivered. Overall, PTL Coffee was able to compile the nine components of BMC successfully, which allowed it to assess the business's strengths and weaknesses. It also helped PTL Coffee set reasonable and targeted goals for the company's future growth.
Analisis Permasalahan Agroindustri Kopi Menggunakan Kubus Masalah dan Fishbone Diagram Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.41

Abstract

Agroindustri kopi di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam pengambilan keputusan strategis yang melibatkan banyak variabel dan ketidakpastian. Untuk mengidentifikasi akar permasalahan secara sistematis dan mengelola kompleksitas tersebut, dibutuhkan pendekatan analitis yang tepat. Artikel ini mengkaji penerapan dua metode analisis utama, yaitu Fishbone Diagram dan Kubus Masalah, dalam konteks pengelolaan mutu dan proses produksi agroindustri kopi, khususnya pada tahapan fermentasi. Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama dari penurunan mutu produk berdasarkan enam kategori: manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen. Sementara itu, Kubus Masalah digunakan untuk menganalisis kompleksitas permasalahan melalui dimensi ketidakpastian, jumlah kriteria, dan keterkaitan antar variabel. Integrasi kedua pendekatan ini terbukti efektif dalam memberikan gambaran menyeluruh terhadap persoalan yang dihadapi, sekaligus merumuskan solusi yang lebih terstruktur dan berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Fishbone Diagram dan Kubus Masalah mampu meningkatkan ketepatan analisis serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan rasional dalam pengembangan agroindustri kopi.
Analisis Perencanaan Waktu Proyek Agroindustri Kopi Menggunakan Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki; Santosa, Santosa
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.42

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu aspek paling krusial dalam keberhasilan proyek agroindustri, termasuk dalam pembangunan pabrik pengolahan kopi yang kompleks dan melibatkan banyak aktivitas terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) dalam merencanakan dan mengendalikan jadwal proyek secara efisien. Pendekatan studi literatur digunakan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah dan data stimulatif proyek, serta menghitung estimasi waktu dan jalur kritis melalui metode PERT/CPM. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari aktivitas desain pabrik, pembangunan fisik, instalasi mesin, dan uji coba produksi dengan estimasi total durasi 23,17 minggu. Penerapan metode ini memberikan manfaat strategis berupa identifikasi aktivitas prioritas, efisiensi sumber daya, dan mitigasi risiko keterlambatan. Dengan demikian, integrasi metode PERT dan CPM dapat meningkatkan akurasi perencanaan waktu dan efektivitas pengendalian proyek agroindustri secara keseluruhan.
Analisis Permasalahan Penurunan Produksi Bengkuang di Kota Padang Menggunakan Fishbone Diagram dan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Saputra, Aan; Yulianto, Kiki; Azrifirwan, Azrifirwan
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.43

Abstract

Penurunan produksi bengkuang di Kota Padang menjadi isu krusial dalam keberlanjutan agroindustri lokal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor utama yang menyebabkan menurunnya produksi bengkuang dan merumuskan alternatif solusi berdasarkan pendekatan logis dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah studi literatur untuk mengidentifikasi permasalahan yang selanjutnya dipetakan menggunakan Fishbone Diagram (Diagram Tulang Ikan) untuk mengungkap akar penyebab. Hasil identifikasi menunjukkan lima faktor utama yaitu: kurangnya inovasi produk, dukungan pemerintah yang terbatas, permintaan pasar yang rendah, rantai pasok yang tidak stabil, dan alih fungsi lahan. Dari kelima faktor tersebut, dirumuskan tiga alternatif solusi yaitu: pelatihan petani (A), promosi lokal & booth khusus (B), serta pembentukan pusat budidaya dan logistik bengkuang (C). Metode Multiple Attribute Decision Making (MADM) dengan pendekatan Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menentukan solusi terbaik berdasarkan bobot kriteria dan skoring alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif C (Pusat Budidaya & Logistik) merupakan solusi yang paling tepat dengan skor akhir tertinggi sebesar 0,825. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan dalam penguatan agroindustri bengkuang secara berkelanjutan di Kota Padang.