Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Community Service Helps Businesses Development in Creating a Business Model Canvas for the PTL Coffee in South Solok Regency, West Sumatra: Pengabdian Kepada Masyarakat Membantu Usaha Berkembang dalam Pembuatan Business Model Canvas pada Usaha PTL Coffee di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Yulianto, Kiki
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.17750

Abstract

Community service is a form of activity to transfer and apply knowledge and technology directly to help people's lives improve and develop, including owners of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). This community service program was carried out for PTL Coffee MSMEs located in Nagari Lubuk Gadang Selatan, Sangir District, South Solok Regency, West Sumatra Province, with the theme of creating a Business Model Canvas (BMC). This service aimed to find out the right business model for the sustainability of the PTL Coffee. Besides, it is expected that new ideas can be found to support the development of PTL Coffee through analysis of existing businesses. Activities were conducted online through presenting material using Zoom Meetings and offline by visiting PTL Coffee to help make BMC. The discussion during the Zoom Meeting proceeded smoothly, and the attendees appeared excited to listen to the materials delivered. Overall, PTL Coffee was able to compile the nine components of BMC successfully, which allowed it to assess the business's strengths and weaknesses. It also helped PTL Coffee set reasonable and targeted goals for the company's future growth.
Analisis Permasalahan Agroindustri Kopi Menggunakan Kubus Masalah dan Fishbone Diagram Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.41

Abstract

Agroindustri kopi di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam pengambilan keputusan strategis yang melibatkan banyak variabel dan ketidakpastian. Untuk mengidentifikasi akar permasalahan secara sistematis dan mengelola kompleksitas tersebut, dibutuhkan pendekatan analitis yang tepat. Artikel ini mengkaji penerapan dua metode analisis utama, yaitu Fishbone Diagram dan Kubus Masalah, dalam konteks pengelolaan mutu dan proses produksi agroindustri kopi, khususnya pada tahapan fermentasi. Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama dari penurunan mutu produk berdasarkan enam kategori: manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan manajemen. Sementara itu, Kubus Masalah digunakan untuk menganalisis kompleksitas permasalahan melalui dimensi ketidakpastian, jumlah kriteria, dan keterkaitan antar variabel. Integrasi kedua pendekatan ini terbukti efektif dalam memberikan gambaran menyeluruh terhadap persoalan yang dihadapi, sekaligus merumuskan solusi yang lebih terstruktur dan berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Fishbone Diagram dan Kubus Masalah mampu meningkatkan ketepatan analisis serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan rasional dalam pengembangan agroindustri kopi.
Analisis Perencanaan Waktu Proyek Agroindustri Kopi Menggunakan Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) Azizah, Nuraini; Yulianto, Kiki; Santosa, Santosa
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.42

Abstract

Manajemen waktu merupakan salah satu aspek paling krusial dalam keberhasilan proyek agroindustri, termasuk dalam pembangunan pabrik pengolahan kopi yang kompleks dan melibatkan banyak aktivitas terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM) dalam merencanakan dan mengendalikan jadwal proyek secara efisien. Pendekatan studi literatur digunakan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah dan data stimulatif proyek, serta menghitung estimasi waktu dan jalur kritis melalui metode PERT/CPM. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari aktivitas desain pabrik, pembangunan fisik, instalasi mesin, dan uji coba produksi dengan estimasi total durasi 23,17 minggu. Penerapan metode ini memberikan manfaat strategis berupa identifikasi aktivitas prioritas, efisiensi sumber daya, dan mitigasi risiko keterlambatan. Dengan demikian, integrasi metode PERT dan CPM dapat meningkatkan akurasi perencanaan waktu dan efektivitas pengendalian proyek agroindustri secara keseluruhan.
Analisis Permasalahan Penurunan Produksi Bengkuang di Kota Padang Menggunakan Fishbone Diagram dan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Saputra, Aan; Yulianto, Kiki; Azrifirwan, Azrifirwan
GreenTech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v1i2.43

Abstract

Penurunan produksi bengkuang di Kota Padang menjadi isu krusial dalam keberlanjutan agroindustri lokal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor utama yang menyebabkan menurunnya produksi bengkuang dan merumuskan alternatif solusi berdasarkan pendekatan logis dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah studi literatur untuk mengidentifikasi permasalahan yang selanjutnya dipetakan menggunakan Fishbone Diagram (Diagram Tulang Ikan) untuk mengungkap akar penyebab. Hasil identifikasi menunjukkan lima faktor utama yaitu: kurangnya inovasi produk, dukungan pemerintah yang terbatas, permintaan pasar yang rendah, rantai pasok yang tidak stabil, dan alih fungsi lahan. Dari kelima faktor tersebut, dirumuskan tiga alternatif solusi yaitu: pelatihan petani (A), promosi lokal & booth khusus (B), serta pembentukan pusat budidaya dan logistik bengkuang (C). Metode Multiple Attribute Decision Making (MADM) dengan pendekatan Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menentukan solusi terbaik berdasarkan bobot kriteria dan skoring alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif C (Pusat Budidaya & Logistik) merupakan solusi yang paling tepat dengan skor akhir tertinggi sebesar 0,825. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan dalam penguatan agroindustri bengkuang secara berkelanjutan di Kota Padang.
Analisis Bibliometrik Green Supply Chain Aulia, Fauzan; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i1.44

Abstract

Green Supply Chain (GSC) adalah pendekatan inovatif yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan rantai pasok. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik untuk mengevaluasi tren, pola kolaborasi, dan tema utama penelitian GSC dalam lima tahun terakhir (2019–2024). Data diperoleh dari 200 artikel jurnal internasional bereputasi yang dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam publikasi terkait GSC, dengan fokus pada pengurangan limbah, inovasi hijau, dan adopsi teknologi digital. Visualisasi jaringan kata kunci mengidentifikasi topik utama seperti circular economy, big data analytics, dan dampak sosial-ekonomi GSC. Namun, penelitian ini juga menemukan kesenjangan signifikan, termasuk kurangnya studi di negara berkembang dan minimnya eksplorasi dampak sosial GSC. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan teori dan praktik GSC yang lebih komprehensif, mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Identifikasi dan Analisis Faktor Penyebab Variabilitas Berat Janjang Rata-Rata (Bjr) Kelapa Sawit (Studi Kasus: PT. XYZ) Ningtyas, Intan Kusuma; Yulianto, Kiki
GreenTech Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Departmen Of Agro-industrial Technology, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/greentech.v2i2.58

Abstract

Variabilitas Berat Janjang Rata-Rata (BJR) merupakan salah satu indikator penting dalam manajemen kebun kelapa sawit karena memengaruhi estimasi produksi, perencanaan panen, dan evaluasi kinerja kebun. Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ , Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dengan tujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi BJR. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer melalui observasi lapangan serta wawancara, dan data sekunder berupa catatan produksi, pemupukan, curah hujan, dan pembagian varietas tanaman. Analisis yang digunakan meliputi statistik deskriptif, regresi linear berganda, serta ANOVA untuk menguji perbedaan rata-rata BJR antar kelompok karakteristik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari umur tanaman, varietas, dan curah hujan terhadap BJR berdasarkan analisis regresi linear berganda. Faktor umur dan varietas memiliki kontribusi dominan dalam menjelaskan variasi BJR, sedangkan curah hujan memberikan pengaruh positif namun relatif lebih kecil. Uji ANOVA memperlihatkan bahwa perbedaan umur tanaman menghasilkan nilai BJR yang nyata, khususnya pada kelompok umur 8–11 tahun yang menunjukkan nilai tertinggi, sementara kelompok umur muda maupun tua relatif lebih rendah. Varietas juga berpengaruh signifikan, di mana varietas Socfindo menghasilkan BJR lebih besar dibandingkan varietas lain. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh potensi genetik varietas dan kondisi fisiologis tanaman pada umur produktif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi faktor agronomis dan lingkungan berperan penting dalam menentukan variabilitas BJR, sehingga pengelolaan kebun perlu mempertimbangkan pendekatan terpadu untuk menjaga konsistensi produktivitas.
Digital Transformation of Rice Supply Chain: A Systematic Literature Review Towards Traceability-Based Digital Business Ecosystem Teguh Mizwarni Anugrah; Azrifirwan; Kiki Yulianto
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i1.947

Abstract

Classic issues in Indonesia's rice agro-industry supply chain include fragmented distribution channels, price volatility, and a lack of quality assurance (traceability) for consumers. While there are several digital solutions out there, including agricultural e-commerce and QR Code-based tracking systems, the majority of these solutions are operating in silos. This article reviews the state of the art of digital technologies for rice commodities and proposes a framework based on Digital Business Ecosystem (DBE). Building on a Systematic Literature Review (SLR) of 20 selected studies (2016-2025), the research highlights three main trends: (1) the predominance of e-commerce platforms oriented towards final sales, (2) the establishment of technical traceability systems that are not yet market-integrated, and (3) poor adoption of ecosystem strategies. A unified digital ecosystem integration between production management systems (on-farm), quality validation (traceability), and market platforms (marketplaces) is deemed to be crucial for enhancing competitiveness among producers, while also securing consumer trust. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 8: Decent Work and Economic GrowthSDG 9: Industry, Innovation, and InfrastructureSDG 12: Responsible Consumption and Production