Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Monitoring Kondisi Hutan Mangrove Menggunakan Citra Satelit Di Desa Kemboja Kabupaten Kayong Utara Maulana, Gusti Farhan; Saputra, Robin; Raynaldo, Adityo
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v6i2.10060

Abstract

Mangrove adalah jenis vegetasi pantai yang khas di daerah tropis dan terletak di sepanjang pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan pemanasan global. Pemantauan kondisi mangrove menunjukkan bahwa setiap tahunnya terjadi penurunan kualitas dan kuantitas mangrove di Indonesia. Pemantauan dan pengelolaan mangrove secara berkelanjutan sangat penting dilakukan oleh masyarakat umum, pemerintah, dan akademisi. Teknik monitoring analisis wilayah yang dilakukan adalah teknik penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mangrove dan sebarannya di Desa Kemboja, Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, serta hubungan korelasi NDVI dengan kerapatan. Metode yang digunakan adalah klasifikasi citra berbasis piksel dengan menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM). Citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sentinel-2B tahun 2023 dengan resolusi spasial 10 x 10 m. Survei lapangan dilakukan pada bulan Juni 2023 dengan menggunakan metode random sampling. Klasifikasi berbasis piksel menggunakan algoritma SVM menghasilkan akurasi sebesar 86% dan nilai kappa sebesar 0,83. Berdasarkan analisis hubungan korelasi tutupan kanopi dan nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) memiliki hubungan yang kuat dengan nilai r=0,70.
Sosialisasi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO Pada Beberapa SMA/SMK/MA/Sederajat di Kalimantan Barat Secara Daring Marista, Etha; Shofiyah, Sofi Siti; Raynaldo, Adityo; Zibar, Zan; Saputra, Robin; Linda, Riza
Jurnal Pengabdi Vol 5, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v5i2.49404

Abstract

Sekolah Menengah Atas  adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, hidup sehat, memperluas pengetahuan dan seni, memiliki keahlian dan keterampilan, menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut. Dalam mendukung salah satu dari tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mempersiapkan peserta didik (siswa-siswi SMA/SMK/MA Sederajat) maka Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO akan melakukan sosialisasi dan promosi pada beberapa SMA di Kalimantan Barat secara daring. Sosiasialisasi akan dilakukan di Universitas OSO dengan menggunakan aplikasi zoom.   Peserta yang akan diundang adalah wakil dari siswa-siswi SMA/SMK/MA Sederajat dari kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat khususnya siswa-siswi SMA/SMK/MA Sederajat agar dapat masuk ke Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO.   Materi yang diberikan oleh tim pengabdian meliputi visi, misi, tujuan, sasaran, kurikulum Program Studi Ilmu Kelautan dan peluang kerja setelah menyelesaikan studi. Kegiatan sosialisasi promosi Program Studi Ilmu Kelautan dimasa pandemi Covid-19 dengan media daring berlangsung baik.
PEMBUATAN HAND SANITIZER BERSTANDAR WHO DALAM PENINGKATAN KEPEDULIAN CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS OSO PADA MASA COVID-19 SEBAGAI INTEGRASI PENERAPAN STOIKIOMETRI DALAM MATA KULIAH KIMIA DASAR: The Production of WHO-Standard Hand Sanitizer to Enhance the Awareness of the Academic Community at Universitas OSO During the COVID-19 Pandemic as an Integration of Stoichiometry Application in the Chemistry Course Shofiyah*, Sofi Siti; Raynaldo, Adityo; Marista, Etha; Linda, Riza
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i3.148

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Februari 2020. Indonesia telah mengalami dua kali gelombang kasus COVID-19 yang parah hingga Juni 2021, dengan 4,24 juta kasus terjadi dan lebih dari 140 ribu kematian tercatat. Penanganan kasus COVID-19 di Indonesia terus dilakukan baik melalui kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah, maupun upaya preventif yang dilakukan oleh tiap-tiap warga masyarakat. Pada masa awal pandemi, terjadi kelangkaan dan lonjakan harga masker dan hand sanitizer. Sebagai respon akan hal itu, WHO telah mengeluarkan prosedur praktis untuk pembuatan hand sanitizer yang dapat diterapkan masyarakat dengan pengetahuan, fasilitas, dan kompetensi yang memadai, sehingga dapat memproduksi secara mandiri untuk skala kecil guna mengatasi keterbatasan pasokan da tingginya harga pasar. Laboratorium Sains Dasar dan Kelautan memiliki fasilitas dasar yang dapat digunakan untuk memproduksi hand sanitizer skala kecil. Dalam rangka meningkatkan kepedulian civitas akademika, Program Studi Ilmu Kelautan mengadakan pelatihan kepada mahasiswa prodi Ilmu Kelautan untuk dapat memproduksi hand sanitizer sesuai formulasi WHO. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 23 Juni 2021 dengan diikuti oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan. Selain itu, kegiatan ini juga mensosialisasikan upaya dasar pencegahan penularan COVID-19 dengan selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan benar menggunakan air atau hand sanitizer kepada sivitas akademika Universitas OSO. Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya mengintegrasikan penerapan stoikiometri dalam pembelajaran kimia dasar tetapi juga berkontribusi pada upaya pencegahan COVID-19 di lingkungan kampus
Pemetaan Potensi Karbon Biru pada Kawasan Mangrove di Kabupaten Kayong Utara Raynaldo, Adityo; Saputra, Robin; Zibar, Zan
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 1 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i1.20196

Abstract

Distribution and extent of existing mangroves, conditions, and potential for blue carbon are needed to encourage the economy of coastal communities as coastal ecosystem services. Kayong Utara Regency as one of the regencies in the coastal area of West Kalimantan has the potential for mangroves to be utilized by coastal communities but there has been no ecological study of the potential for blue carbon contained therein. This study aims to map the distribution of mangroves and their conditions and to map the spatial distribution of mangrove carbon stocks in the Kayong Utara Regency. The mapping method for the distribution of existing mangroves is carried out using the visual interpretation method by making a certain false-color RGB composite, the distribution of mangroves is identified using nine key elements of image interpretation. Mangrove conditions were analyzed through mangrove cover using the hemispherical photography method. Mapping of carbon stocks was carried out using a linear regression model formulation of several vegetation index variables and carbon stock values from making observation plots, then analyzed spatially. The research results show that the mangrove area in North Kayong Regency is 20,543.40 ha, spread throughout the district. Mangrove conditions consist of the categories rare 3.92%, moderate 53.07%, and dense 43.01%. Tree density (DBH ≥ 10 cm) from 56 survey points ranged from 100 – 2800 individual ha-1 with AGC values ranging from 4.21 – 1375.74 Mg ha-1. The dominant mangrove species found included Avicennia alba, A. lanata, A. marina, Bruguiera parviflora, Excoecaria agallocha, Rhizophora apiculata, R. mucronata, R. stylosa, Xylocarpus granatum. The best linear regression model in this study uses the MDI2 variable with the formulation y = 225.08x – 114.55 and the Pearson correlation value (r) = 0.377. The AGC potential value of the selected model ranges from 0 – 631.92 Mg ha-1 spread with the largest potential value found in Pulau Maya District. Data sebaran dan luasan mangrove eksisting, kondisi dan potensi karbon biru diperlukan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir sebagai jasa ekosistem pesisir yang masih terbatas saat ini. Kabupaten Kayong Utara sebagai salah satu Kabupaten di wilayah pesisir Kalimantan Barat memiliki potensi mangrove yang dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir namun belum ada kajian ekologis tentang potensi karbon biru yang terdapat didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran mangrove dan kondisjnya serta memetakan distribusi spasial stok karbon mangrove di Kabupaten Kayong Utara. Metode pemetaan sebaran mangrove eksisting dilakukan dengan menggunakan metode interpetasi visual dengan membuat komposit false-color RGB tertentu, sebaran mangrove diidentifikasi dengan menggunakan sembilan unsur kunci interpetasi citra. Kondisi mangrove dianalisis melalui tutupan mangrove dengan metode hemispherical photography. Pemetaan stok karbon dilakukan dengan formulasi model regresi linear beberapa variabel indeks vegetasi dan nilai stok karbon dari pembuatan plot pengamatan, kemudian dianalisis secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan luasan mangrove di Kabupaten Kayong Utara sebesar 20.543,40 ha, tersebar di seluruh Kecamatan. Kondisi mangrove terdiri atas kategori jarang 3,92%, sedang 53,07% dan rapat 43,01%. Kerapatan pohon (DBH ≥ 10 cm) dari 56 titik survey berkisar antara 100 – 2800 ind ha-1 dengan nilai AGC berkisar 4,21 – 1375,74 Mg ha-1. Spesies mangrove dominan yang ditemukan antara lain Avicennia alba, A. lanata, A. marina, Bruguiera parviflora, Excoecaria agallocha, Rhizophora apiculata, R. mucronata, R. stylosa, Xylocarpus granatum. Model regresi linear yang terbaik pada penelitian ini menggunakan variabel MDI2 dengan formulasi y = 225,08x – 114,55 dan nilai korelasi pearson (r) = 0,377. Nilai potensi AGC dari model yang dipilih berkisar antara 0 – 631,92 Mg ha-1 tersebar dengan nilai potensi terbesar terdapat di Kecamatan Pulau Maya. 
Pemetaan Batimetri dan Analisis Kondisi Fisik dan Kimia Perairan Pulau Putri-Kayu Angin, Kepulauan Seribu, Jakarta Hendi Santoso; Zan Zibar; Rizqan Khairan Munandar; Robin Saputra; Adityo Raynaldo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i2.29314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan batimetri dan analisis kondisi fisik serta kimia perairan di sekitar Pulau Putri dan Pulau Kayu Angin, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan mencakup pengukuran kedalaman laut menggunakan echosounder GPS MAP 585 S untuk pembuatan peta batimetri, serta pengumpulan data pasang surut menggunakan data dari Dishidros TNI AL. Selain itu, sampel air diambil pada beberapa titik untuk menganalisis parameter fisik dan kimis seperti suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut. Data batimetri yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak GIS untuk menghasilkan peta topografi bawah laut yang akurat. Analisis data fisik dan kimia perairan memberikan gambaran tentang kualitas air dan kondisi lingkungan di area penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perairan di perairan Pulau Putri – Kayu Angin mempunyai dasar perairan yang cukup landai dan beberapa ada yang curam dari kedalaman 3 m hingga 29,7 m. Analisa data pasang surut memperlihatkan pasang surut di daerah tersebut termasuk pada tipe harian tunggal. Secara umum, kondisi perairan yang baik dapat diamati dari hasil pengukuran kualitas perairan yang tidak melebihi baku mutu air laut untuk biota laut Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan lingkungan dan konservasi sumber daya perairan di Kepulauan Seribu.
Analysis of Mangrove Suitability for Ecotourism Development Based on Geographic Information System in Kemboja Village North Kayong Regency, West Kalimantan Nova, Nova; Raynaldo, Adityo; Saputra, Robin
Journal of Applied Geospatial Information Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v8i2.8111

Abstract

Mangrove ecotourism has an important role in maintaining the balance of coastal ecosystems. Mangroves have various important benefits, such as in mitigating climate change with their ability to absorb carbon and protect coastal areas from abrasion. To improve tourism development, the Geographic Information System's ecotourism suitability analysis has become an important instrument. The purpose of this study is to explore mangrove types and the value of the Tourism Suitability Index. A Geographic Information System (GIS) and Tourism Suitability Index (TSI) approach was used to analyze parameter data, including mangrove density, species richness, mangrove thickness, tides and association biota. Results show that the dominant mangrove species are Xylocarpus granatum, Rhizopora mucronata, Rhizopora apiculata, and Bruguiera parviflora, with densities varying from 4 m²/ind to 23 m²/ind. Mangrove thickness varied from <50 to >500 meters, and biota association varied from 1 to 4 groups. The average tides vary in height, providing an important hydrological context. The land suitability analysis showed great mangrove ecotourism potential in Kemboja Village, with 2,532.20 hectares classified as highly suitable (46.07%) and 2,961.86 hectares classified as suitable (53.89%) for sustainable tourism development. Unsuitable areas cover 1.61 hectares (<1%).
Web GIS Based Benthic Habitat Mapping Update Supports Smart Island Lemukutan Zibar, Zan; Saputra, Robin; Raynaldo, Adityo; Supriyatno, Supriyatno
Journal of Applied Geospatial Information Vol. 8 No. 2 (2024): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jagi.v8i2.8705

Abstract

Benthic habitats are important for the quality of life and global climate. Systematic and efficient information is important for the monitoring, mapping, and recording of aquatic bottom habitats, thus providing a habitat database. In the last decade, object-based image analysis (OBIA) has been accepted as an effective method for extracting and classifying information from high spatial resolution satellite imagery. Our study's goal is to use WebGIS to combine coral reef monitoring data from Lemukutan Island and find out how much coral cover there is on the island using the smart island WebGIS. This study took place from August 6th to August 13th, 2024, and used a total of 1097 field points to show where all the benthic habitats and Sentinel 2A image data sources were located. The research results obtained the extent of shallow water benthic habitat classification with different variations in each habitat class. The Rock Class covers an area of "‹"‹41,940 ha, the mixed class 2,409 ha, the coral class 130,340 ha, the dead coral class 49,249 ha, the macroalgae class 2,840 ha, and the sand class 12,140 ha. The overall accuracy (OA) results for the waters of Lemukutan Island obtained the highest value, namely 89.5833%, using the SVM algorithm. Regular monitoring of coral reefs can help update Lemukutan Island Smart Island data to become a catalyst in realizing a smart island ecosystem in West Kalimantan Province by presenting benthic habitat maps through web GIS services and realizing technology development for coastal areas and small islands.
Analisis Hubungan Kondisi Ekosistem Mangrove terhadap Produksi Ikan di Kawasan Konservasi Perairan Kayong Utara: Analysis of the Relationship Between Mangrove Ecosystem Conditions and Fish Production in the Marine Conservation Area of Kayong Utara Saputra, Robin; Raynaldo, Adityo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v16i3.59955

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Kayong Utara bertujuan untuk melindungi dan memanfaatkan sumber daya perikanan secara berkelanjutan, termasuk udang penaeid, pesut, dan ekosistem mangrove. Pengelolaan yang efektif memerlukan data spasial mengenai target konservasi guna mendukung perencanaan dan evaluasi yang komprehensif. Penelitian ini menganalisis hubungan antara indeks vegetasi mangrove (NDVI) dari citra satelit dengan produksi ikan di kawasan konservasi menggunakan pendekatan produktivitas mangrove. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan: (i) analisis stok dan produksi ikan dengan model produktivitas mangrove, (ii) analisis korelasi antara produksi ikan dan kondisi mangrove, (iii) pengukuran parameter fisikokimia perairan, serta (iv) analisis korelasi antara faktor fisikokimia perairan dan produksi ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi serasah mangrove mencapai 2,09±0,86 g berat kering/m²/hari atau 8,42±3,47 ton/ha/tahun, sementara produksi ikan berkisar antara 190,17–690,28 kg/ha/tahun dengan rata-rata 448,82±185,61 kg/ha/tahun. Terdapat korelasi positif sedang antara NDVI dan produksi ikan (r = 0,51), sedangkan parameter Dissolved Oxygen (DO) dan Muatan Padatan Tersuspensi (MPT) menunjukkan korelasi negatif terhadap produksi ikan (r = -0,65 dan -0,57). Hasil penelitian ini menegaskan peran penting ekosistem mangrove dalam mendukung produktivitas perikanan. Oleh karena itu, upaya konservasi mangrove perlu diperkuat guna menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya perikanan.
The Stakeholder’s Role in Education for Sustainable Development at Marine Protected Area - West Kalimantan Utami, Pratita Budi; Yuliastuti, Indah; Sunardi, Sunardi; Agung, Medha Pradipta; Dwihastuty, Leny; Auliansyah, Auliansyah; Rudianto, Arif; Zulfian, Zulfian; Ilyas, Nail Radhy; Triningsih, Endang; Multazam, Multazam; Kusumardana, Setra; Hartono, Hartono; Purnama, Freddy Surya; Apriansyah, Apriansyah; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Zibar, Zan; Raynaldo, Adityo; Triyono, Triyono; Yusuf, Muhammad; Isharianto, Isharianto; Vietsaman, Dionisius Endy; Nursalam, Lodri Khairul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 2 (2025): June
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.100920

Abstract

West Kalimantan Province has five Marine Protected Areas (MPAs), one of which is the Randayan MPA. It is located in Bengkayang Regency abd was officially established in 2019 through Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat No. 1. One of the mandated activities was public education on conservation, which mostly targeted adults whose livelihoods depended on the extraction of natural resources. Concerning the conservation awareness gap for teenagers and children, our Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) initiated the application of the concepts of Social Capital and Bandura’s Social Learning Theory to facilitate this the community. It was found that the involvement of multi stakeholders supports the well-rounded learning experience for the children and teenagers in enchancing their awareness about the conservation of marine ecosystem and the life of under water. Online guest lecture from Ministry of Marine Affairs and Fisheries as well as guided learning process by undergraduate students through their community service program are some of the influential initiatives.
PEMETAAN SEBARAN PRASARANA DAN BATAS DESA PELAPIS KECAMATAN KEPULAUAN KARIMATA KABUPATEN KAYONG UTARA Saputra, Robin; Zibar, Zan; Raynaldo, Adityo; Shofiyah, Sofi Siti; Marista, Etha; Linda, Riza
Bina Bahari Vol 1, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v1i2.12

Abstract

Penyelenggaraan pemerintahan yang baik harus didukung dengan data yang baik agar dalam mengelola desa dapat dengan optimal. salah satu data yang penting adalah peta batas wilayah desa. Pembuatan peta batas desa merupakan amanat yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Tujuan dari kegiatan ini adalah tersedianya peta desa dalam bentuk fisik untuk mendukung pemerintah desa dalam menjalankan fungsi pemerintahannya. Kegiatan pembuatan peta desa melibatkan pihak desa dan masyarakat. Hasil kegiatan pemetaan desa ini dapat diselesaikan dengan baik dan berjalan lancar sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil evaluasi dan pernyaatan pihak desa peta yang dihasilkan juga representatif untuk kebutuhan administrasi desa. Pemerintah desa juga menganggap bahwa kegiatan ini bermanfaat, dan berharap kedepannya ada kegiatan yang sejenis, dengan target keluaran sampai ke peta batas dusun, RT dan RW.