Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN BEKISTING KONVENSIONAL DENGAN BEKISTING ALUMINIUM DITINJAU DARI ASPEK BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN Muhammad Ilham; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 1 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i1.2704

Abstract

Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia saat ini mengalami kemajuan pesat, sangat banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, baik secara struktur maupun manajemen konstruksi bangunan harus terjamin dari segi mutu, biaya yang ekonomis, dan waktu yang efektif. Secara umum penelitian ini bermaksud untuk mengetahui perbandingan biaya dan waktu dari pekerjaan bekisting konvensional dan bekisting aluminium. Pada proyek The Lana Apartment yang awalnya menggunakan bekisting konvensional, untuk mempercepat progress pekerjaan pada pelaksanaan dilapangan bekisting aluminium menjadi opsi yang dipilih untuk itu, maka dibuatlah sebuah analisis yang menampilkan perbandingan antara kedua metode perbandingan biaya dan waktu hanya dari lantai 7 sampai lantai 39 / Roof Top pada tower 2 namun tidak termasuk pembahasan kehilangan material, waste material, dan proses fabrikasi. Metode penelitian meliputi tinjauan pustaka tentang bekisting aluminium dengan bekisting konvensional, tentang Rencana Anggaran Biaya dan waktu pelaksanaan, mengumpulkan data harga satuan, Analisa biaya dan produktifitas waktu untuk dilakukan perbandingan.Pada proyek The Lana Apartment Setelah dilakukan penelitian, ternyata metode pekerjaan bekisting aluminium lebih mahal 25,05 % dari bekisting konvensional, tetapi dari segi waktu pelaksanaan bekisting aluminium lebih cepat 30,42% dari bekisting aluminium. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan dari segi biaya menggunakan metode bekisting aluminium lebih mahal, tetapi dari segi waktu pelaksanaan lebih cepat.
EVALUASI METODE NILAI MARK-UP HARGA PENAWARAN KONTRAKTOR PADA LELANG ELEKTRONIK UNTUK PROYEK PEMBANGUNAN DAN REHABILITASI GEDUNG Faathir Al Kasa; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 1 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i1.2709

Abstract

Strategi penawaran sangatlah penting bagi perusahaan, nilai mark up sangat bergantung pada tujuan perusahaan, diantaranya adalah dengan memaksimalkan keuntungan. Ketika kontraktor ingin mengajukan penawaran yang terlalu tinggi supaya bisa mendapatkan keuntungan yang besar makan akan menyebabkan peluang untuk memenangkan proyek tersebut menjadi kecil. Sebaliknya, apabila kontraktor mengajukan harga penawaran yang rendah agar bisa memiliki peluang yang besar untuk menang akan menyebabkan keuntungan yang besar sulit di dapat Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung nilai mark up menggunakan pendekatan strategi penawaran dan untuk mengetahui strategi harga penawaran terbaik untuk memenangkan suatu tender dengan nilai mark up optimum dan keuntungan maksimum. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pelelangan pembangunan dan rehabilitasi gedung yang sudah selesai dari tahun 2017-2019 di LPSE Provinsi DKI Jakarta dengan menggunakan pendekatan statistik, yaitu muti distribusi discrete, multi distribusi normal dan single distribusi normal. Model strategi penawaran yang digunakan yaitu Friedman Method, Gates Method dan Ackoff & Sasieni Method. Dengan menggunakan model Friedman menghasilkan mark up optimum sebesar 2 % untuk multi distribusi discrete dengan expected profit sebesar 0,0356. Dengan menggunakan model gates menghasilkan mark up optimum sebesar 2 % untuk multi distribusi discrete dengan expected profit 0,7111. Dengan menggunakan model ackoff & sasieni menghasilkan mark up optimum sebesar 4 % untuk multi distribusi discrete dengan expected profit 0,7111.
EVALUASI PERENCANAAN PERSEDIAAN MATERIAL MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLAN (MRP) Affan Harytsyah; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3220

Abstract

Bahan material adalah faktor utama konstruksi merupakan salah satu bagian dari input yang memerlukan manajemen secara khusus. Manajemen material dilakukan untuk mendapatkan ketepatan saat konstruksi dilakukan, yaitu ketepatan waktu, ketepatan jumlah, serta ketepatan biaya. Secara umum penelitian ini bermaksud untuk mengetahui perencanaan persediaan material dengan metode material requirement plan dengan tujuan untuk menentukan teknik yang paling tepat dalam menentukan ukuran pemesanan (lot size) serta untuk mendapatkan total biaya persediaan material yang paling optimum. Biaya persediaan yang dihitung meliputi biaya pembelian, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan material. Pada proyek pembangunan KCU BCA Panakukkang – Makassar dalam menentukan total biaya persediaan yang paling optimum menggunakan tiga teknik MRP yaitu teknik Lot For Lot, teknik Economic Order Quantity, teknik Fixed Period Requirement. Dari ketiga teknik tersebut, teknik Lot for Lot yang merupakan teknik paling efektif dan efisien ditinjau dari segi biaya dengan total biaya persedian material beton yaitu sebesar Rp. 3.987.750.142, total biaya persediaan material besi yaitu sebesar Rp. 6.479.930.144, dan total biaya persediaan material bekisting yaitu sebesar Rp. 1.625.674.290. dan juga teknik penentuan ukuran pemesanan (lot size) yang sesuai dengan jumlah kebutuhan di lapangan sehingga menyebakan jumlah material tidak mengalami sisa. Penerapan teknik ini memerlukan kontrol atas penggunaan material yang sangat baik.
ANALISIS DAMPAK VARIATION ORDER TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA PROYEK Rudi Dwi Septian; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 1 No 2 (2021): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v1i2.3223

Abstract

Variation order dalam proyek konstruksi bisa berupa penambahan atau pengurangan yang berdampak pada volume pekerjaan dalam kontrak, penambahan atau pengurangan jenis pekerjaan, dan perubahan spesifikasi sesuai kebutuhan dilapangan. Perubahan-perubahan ini berpengaruh pada nilai akhir proyek. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab, dampak dan solusi terhadap kinerja biaya Variation Order pada proyek Holland Village Jakarta Paket Pekerjaan MEP Services – Apartment 2. Metode yang dilakukan dengan mengumpulkan data primer dari kuisioner dengan stakeholder proyek tersebut dan data sekunder dari PT. Lantera Sejahtra Indonesia untuk di olah menjadi sebuah variation order yang mempengaruhi kinerja biaya proyek. Dari hasil analisis variation order paket pekerjaan MEP Services didapat total variation order proyek Holland Village Jakarta paket pekerjaan MEP Services – Apartment 2 sebesar Rp 619,803,100.- dan berpengaruh terhadap nilai keseluruhan proyek Holland Village Jakarta paket pekerjaan MEP Services – Apartment 2 sebesar 1.107% dari nilai awal atau Rp 56.619.803.100.- dengan kontrak awalnya adalah Rp 56.000.000.000.-
ESTIMASI BIAYA STRUKTUR BANGUNAN MENGGUNAKAN BIM (BUILDING INFORMATION MODELLING) Refina Putri Anggraini; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3756

Abstract

Penggunaan BIM sebagai bagian dari inovasi pada proses pelaksanaan proyek diharapakan dapat membantu meminimalisir terjadinya penyebab cost overrun dalam pelaksanaan proyek konstruksi bangunan gedung khusunya di Indonesia, terutama pada pekerjaan struktur. Penggunaan BIM di Indonesia pada estimasi biaya konstruksi hanya terbatas untuk menghitung volume item pekerjaan. Salah satu aplikasi BIM yang digunakan untuk menghitung estimasi biaya pekerjaan struktur bangunan gedung yaitu menggunakan software Revit. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung estimasi biaya pekerjaan struktur bangunan gedung menggunakan BIM dengan memasukkan parameter baru ke dalam software BIM. Metode yang digunakan dalam penelitian terdiri dari input parameter, permodelan BIM dan perhitungan estimasi biaya pekerjaan struktur. Struktur yang dianalisis adalah struktur atas yang terdiri atas kolom, shear wall, balok dan pelat lantai. Pekerjaan struktur tersebut dimulai dari pekerjaan bekisting, penulangan dan pembetonan. Parameter input BIM akan memudahkan dalam menghitung volume dan estimasi biaya pekerjaan struktur dengan memasukkan analisa harga satuan pada setiap pekerjaan. Dari hasil perhitungan menggunakan BIM Total biaya yang dibutuhkan yaitu Rp 58,209,865,868,-.
IDENTIFIKASI PARAMETER INPUT ESTIMASI BIAYA PADA BIM (BUILDING INFORMATION MODELING) Adam Malik Alam Putra; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3761

Abstract

BIM merupakan salah satu teknologi di bidang AEC (Architecture, Engineering and Construction) yang mampu mensimulasikan informasi berupa representasi digital dari karakteristik fisik dan fungsional dari suatu bangunan yang di dalamnya terkandung semua Informasi mengenai elemen-elemen bangunan tersebut yang digunakan sebagai basis pengambilan keputusan dalam kurun waktu siklus umur mulai dari konsep hingga demolisi. Salah satu kegunaan BIM adalah untuk memudahkan dalam perhitungan estimasi biaya. Sehingga pada penelitian ini akan mengindentifikasi parameter yang akan digunakan sebagai input pada BIM untuk menghitung estimasi biaya, dengan studi kasus pada pekerjaan struktur dan arsitektur Proyek Urban Home Residensial Tower B. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, mengidentifikasi parameter estimasi biaya pada BIM (Building Information Modelling). Berdasarkan hasil kajian literatur, pada pekerjaan arsitektur input paramater yang dibutuhkan adalah Analisa Harga Satuan (AHS), sedangkan pada pekerjaan struktur input paramater yang dibutuhkan adalah Analisa Harga Satuan (AHS), Massa jenis (untuk menghitung berat tulangan), Luas area bekisting (untuk pekerjaan pemasangan bekisting).
IMPLEMENTASI PERMIT TO WORK SYSTEM PADA PEKERJAAN KETINGGIAN DI AREA STEAM TURBINE BUILDING PROJECT PLTGU MUARA TAWAR BEKASI Cahya Suci Wulandhari; Akhmad Dofir; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3764

Abstract

Pekerjaan konstruksi adalah pekerjaan Penuh dengan aktivitas dengan risiko yang cukup tinggi, seperti mengangkat benda berat, bekerja di ketinggian, dan Bekerja di ruang terbatas. Oleh karena itu, penerapan pada kesehatan dan keselamatan kerja pekerjaan konstruksi (K3) khususnya pada izin kerja perusahaan (Permit To Work), sangat penting dan sesuai peraturan perushaan yang dijalankan. Program sistem izin kerja atau Permit To Work adalah sistem otorisasi (pemberian hak) dalam bentuk tertulis formal yang digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan yang berpotensi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program, kesesuaian dan implementasi Permit To Work System pada Project PLTGU Muara Tawar Bekasi. Dari data tersebut dilakukan analisis dengan metode wawancara, observasi serta data sekunder untuk mendapatkan hasil kesesuaian pelaksanaan di lapangan dengan prosedur yang berlaku. Dari hasil analisis tersebut yang didapat dari pengamatan dalam pelaksanaannya lokasi secara keseluruhan Proyek PLTGU Hutama Karya Muara Tawar Bekasi telah menerapkan sistem izin kerja untuk bekerja di ketinggian yang sesuai Standar dengan Guidelines on Permit To Work (P.T.W.) Systems Association of Oil & Gas Producers. Yang memiliki persentase penurunan bahaya pekerjaan yaitu sekitar 100% yang membuktikan bahwa penerapan Permit To Work System pada Project PLTGU Muara Tawar terlaksana dengan baik.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PEKERJAAN BOX GIRDER CAST IN – SITU Sisi Isnaeni; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4300

Abstract

Pada proses pembangunan proyek konstruksi seringkali ditemukan ketidakpastian yang terkadang sulit untuk diprediksi sehingga, dibutuhkannya sebuah analisis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor risiko yang sesuai dengan lingkup penelitian dan menganalisis tingkat/ranking risiko pada proses pelaksanaan pekerjaan box girder cast in – situ pada struktur jembatan (elevated). Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan tahapan identifikasi risiko – risiko yang mungkin terjadi, melakukan penilaian risiko, dan risk maping agar dapat diketahui kategori risiko – risiko yang termasuk dalam high risk, moderate risk, dan low risk. Pembuatan Risk Map dan penentuan kategori risiko merupakan acuan dalam perencanaan pengendalian risiko. Pengendalian risiko dilakukan terhadap variabel risiko yang signifikan terhadap aspek waktu. Potensi risiko yang terdapat pada identifikasi awal adalah sebanyak 60 risiko dan tereduksi menjadi 43 risiko yang relevan setelah dilakukan validasi oleh pakar penelitian. Sampel penelitian yang digunakan untuk kuesioner adalah setiap staff atau karyawan proyek yang merupakan orang – orang yang mengamati, mempelajari, dan ikut terlibat dalam pekerjaan box girder cast in – situ di proyek kereta cepat Jakarta – Bandung Stasiun Halim sebanyak 37 orang. Data hasil dari kuesioner kemudian dilakukan uji data berupa uji validitas, uji reliabilitas, dan uji homogenitas. Data yang sudah dinyatakan valid, reliabel, dan homogen kemudian dianalisa menggunakan metode severity index untuk menentukan nilai tingkat risiko dan kategori risiko. Hasil dari analisa menunjukan bahawa dari 43 risiko relevan terdapat 7 risiko yang tergolong high risk, 31 risiko yang tergolong moderate risk, dan 5 risiko yang tergolong low risk. Pengendalian risiko terhadap risiko yang tergolong tinggi terbagi menjadi pengendalian proaktif dan pengendalian reaktif berdasarkan hasil wawancara pakar dan didukung dengan jurnal ilmiah terkait. Pengendalian risiko secara proaktif dapat dilakukan dengan melakukan persiapan baik di awal berupa optimalisasi persiapan, pengawasan, dan efisiensi. Pengendalian risiko secara reaktif dilakukan dengan melakukan investigasi lapangan, peningkatan mutu K3 dan melakukan evaluasi Kembali.
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE FAST TRACK DAN CRASH PROGRAM Muhammad Taufiq Azmy; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i1.5027

Abstract

Proyek Pembangunan Warehouse Depok memiliki luas bangunan 24.000 m2. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp342.412.947.822 berdurasi selama 670 hari. Mulai dikerjakan pada tanggal 17 Januari 2022 dan direncanakan selesai pada tanggal 17 November 2023. Berdasarkan laporan progres sampai bulan ke-9, bobot progres proyek ini baru mencapai 25,058% sedangkan bobot progres rencana yaitu sebesar 29,553%, sehingga terjadi deviasi antara bobot rencana dan bobot realisasi sebesar -4,495%. Hal ini mengakibatkan pekerjaan di lapangan mengalami keterlambatan progres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil percepatan terhadap waktu dan biaya yang dapat dihemat pada Proyek Pembangunan Warehouse Depok. Penelitian ini menerapkan metode fast track dan crash program yang bertujuan untuk mempercepat waktu penyeselaian proyek. Hasil analisis penerapan metode fast track dapat mempercepat durasi pengerjaan struktur atas menjadi selesai selama 253 hari dengan tidak ada penambahan biaya, sedangkan dengan penerapan metode crash program dapat mempercepat durasi pengerjaan struktur atas menjadi selesai selama 224 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp958.743.354,88 dari biaya normal. Meskipun dengan menggunakan metode fast track lebih murah dibandingkan crash program namun resiko dari penerapan metode fast track lebih besar yaitu pihak kontraktor perlu menyediakan kebutuhan tenaga kerja dan material lebih awal untuk memenuhi kebutuhan dari pekerjaan yang telah diterapkan metode fast track.
PELATIHAN MANAJEMEN PROYEK PADA SISWA SMK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI Ayu Herzanita; Dian Perwitasari; Kirana Rukmayuninda Ririh
Jurnal JANATA Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/janata.v1i1.2367

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan industri konstruksi yang sedang mengalami pertumbuhan dengan signifikan, diperlukan sumber daya yang berkompeten. Salah satu sumber daya yang dibutuhkan dalam bidang konstruksi adalah lulusan SMK, yang disebut dengan tenaga kerja tingkat menengah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pelatihan manajemen proyek pada siswa SMK untuk meningkatkan kompetensi dalam merencanakan dan mengendalikan proyek konstruksi sederhana. Kegiatan ini dilakukan dengan peserta berasal dari SMKN 3 Depok, Jawa Barat. Materi yang diberikan pada pelatihan ini terdiri dari pengenalan proyek, manajemen lingkup, manajemen waktu, manajemen biaya proyek. Siswa juga diberikan studi kasus berupa bangunan rumah 2 lantai, tugas yang diberikan antara lain menyusun WBS, menyusun jadwal dan membuat kurva S. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini dapat dilihat dari keaktifan peserta pelatihan dalam mengerjakan studi kasus dan sesi tanya jawab. Penilaian ini juga diperkuat dengan hasil kuesioner penyelenggaraan pelatihan, bahwa para siswa sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan ini.