Claim Missing Document
Check
Articles

ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN ARSITEKTUR BANGUNAN MENGGUNAKAN BIM (BUILDING INFORMATION MODELLING): Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung XYZ Ramadhan, Rifky Naufal; Herzanita, Ayu
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6774

Abstract

Dunia konstruksi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Penyedia jasa konstruksi dan pemangku kepentingan lainnya harus mampu menemukan solusi untuk menyelesaikan proyek konstruksi dengan cepat, efisien dan efektif. Building Information Modelling (BIM) adalah kombinasi dari berbagai teknologi, proses, dan kebijakan yang bekerja sama untuk menyelesaikan seluruh proses dalam model digital. Salah satu software BIM yaitu Autodesk Revit dapat digunakan untuk memodelkan dan merencanakan estimasi biaya konstruksi. Estimasi Biaya konstruksi gedung dengan dua lantai atau lebih biasanya memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Jika proyek pembangunan tidak direncanakan dengan teliti, sering kali terjadi waste material atau menghasilkan material sisa atau material yang tidak digunakan yang menjadi sampah bangunan. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran BIM terkait estimasi biaya yang dikhususkan pada pekerjaan arsitektur dengan studi kasus pembangunan gedung 10 lantai di wilayah Jakarta Timur. Metode penelitian yang dilakukan untuk penelitian ini yaitu membuat pemodelan 3D serta estimasi biaya Building Information Modelling (BIM) menggunakan software Autodesk Revit untuk pekerjaan arsitektur khususnya pekerjaan dinding, pekerjaan pintu dan jendela, dan pekerjaan plafon berdasarkan gambar DED yang didapatkan dari kontraktor. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya perbedaan biaya dari metode BIM dengan metode konvensional serta dikhususkan pada pekerjaan dinding, pekerjaan pintu dan jendela, dan pekerjaan plafon pada proyek XYZ yang dijadikan studi kasus, di mana untuk rata-rata deviasi volume pemodelan 3D pekerjaan arsitektur dari hasil metode BIM dan metode konvensional, didapatkan rata-rata deviasi sebesar 5,86%, dan untuk estimasi biaya menggunakan metode BIM dengan software Autodesk Revit mendapatkan hasil estimasi biaya yang lebih rendah dengan selisih yaitu Rp563.115.303 atau sekitar 7,19% dari estimasi biaya konvensional. Estimasi biaya BIM didapatkan hasil estimasi biaya sebesar Rp7.265.919.250. sementara untuk perhitungan estimasi biaya konvensional yang didapatkan dari kontraktor yaitu sebesar Rp7.829.034.553.
IMPLEMENTASI KONSEP BIM DALAM PERHITUNGAN VOLUME PADA STRUKTUR ATAP UNTUK PEKERJAAN BETON DAN BAJA : Studi Kasus : Lantai 5 Proyek Gedung Extension Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila Al Haadi Ikhwan, Nashrullah; Herzanita, Ayu
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7856

Abstract

Teknologi menjadi solusi untuk penyelesaian masalah dalam pembangunan dalam dunia konstruksi. Teknologi memegang peran yang sangat penting dalam merencanakan suatu proyek, analisis struktur dan permodelan suatu proyek pembangunan. Sebagai bukti nyata bahwa perkembangan teknologi khususnya dibidang konstruksi sudah berkembang pesat, dapat dilihat dari banyaknya software yang memudahkan pelaku dunia konstruksi dalam merencanakan, analisis struktur dan membuat permodelan pada proyek yang akan dikerjakan. Diantara semua software yang tersedia pada era globalisasi saat ini, hadir suatu sistem untuk menggabungkan data yang berkaitan dengan proses pembangunan dalam satu program yang disebut Building Information Modeling (BIM). Pada penelitian studi literatur terhadap penelitian terdahulu, belum ada yang membahas tentang studi kasus perhitungan volume baja profil. Oleh karena itu penelitian ini akan mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan perhitungan volume pekerjaan baja antara konvensional dengan BIM serta membandingkan seberapa besar perbedaan deviasi antara pekerjaan baja dan beton. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi perhitungan volume antara metode Konvensional dan BIM, lalu akan dibandingkan hasil antara kedua metode tersebut. Berdasarkan hasil dari perhitungan volume dengan menggunakan metode Konvensional dengan BIM, pada pekerjaan Kolom, ring balok dan baja pada struktur atap tidak terdapat perbedaan volume. Pada perhitungan tulangan dengan menggunakan Revit terdapat perbedaan sebesar 0,2% pada tulangan D19, 0,2% pada tulangan D10 dan 6,9% pada tulangan D8. Sedangkan pada perhitungan tulangan dengan menggunakan Naviate terdapat perbedaan sebesar 0,1% pada tulangan D19, 6,6% pada tulangan D10 dan 7% pada tulangan D8.
ANALISIS PERBANDINGAN RUMUS PERHITUNGAN QUANTITY TAKE OFF MENGGUNAKAN METODE BIM DAN KONVENSIONAL PADA PEKERJAAN STRUKTUR: Studi Kasus: Proyek Pembangunan Unit Sekolah X Aurelia Putri, Dhiva; Herzanita, Ayu; Ihsani, Irfan
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7859

Abstract

Percepatan Pembangunan semakin meningkat dan menuntut penyedia jasa konstruksi untuk lebih efektif dan produktif dalam menangani proyek. Maka dari itu, kini penggunaan Building Information Modelling (BIM ) sedang sangat digencarkan, terutama pada lingkup Pemerintahan terutama dengan kriteria dengan kriteria luas diatas 2000 m2 dan diatas dua lantai. Pada penelitian ini akan menganalisis penggunaan BIM (Autodesk Revit) pada tahap quantity take-off dibandingkankan dengan metode Konvensional. Metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut dengan melakukan quantity take-off pada studi kasus Pembangunan Unit Sekolah X dengan metode konvensional dengan cara menghitung manual dan metode BIM dengan cara membuat permodelan pada Aplikasi Autodesk Revit. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan rumus perhitungan kedua metode. Perhitungan volume dibatasi pada pekerjaan struktur atas yaitu kolom, balok dan plat lantai. Alat yang akan dipakai menggunakan software Autodesk Revit 2024 untuk metode BIM dan Microsoft Excel untuk metode konvensional. Dari kedua metode tersebut, perbedaan hasil perhitungan beton pada elemen kolom berada di angka 2.70%, pada elemen balok berada di angka 22.98% dan pada elemen plat lantai ada di angka 0.61%. Untuk pekerjaan bekisting tidak memiliki perbedaan karena memiliki rumus perhitungan yang sama. Kemudian pada perbandingan rumus perhitungan, didapatkan Kesimpulan bahwa pada pekerjaan beton elemen kolom, perbedaan rumus perhitungan ada pada pengurangan akibat volume plat tersinggung. Pada elemen balok, ada pada pengurangan akibat volume kolom tersinggung dan volume plat tersinggung. Sementara untuk elemen plat lantai tidak ada perbedaan perhitungan. Dan dapat disimpulkan bahwa pada Aplikasi Revit, prioritas perhitungan volume pekerjaan beton adalah dari elemen plat lantai, kemudian kolom dan yang terakhir adalah elemen balok.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB VARIATION ORDER DAN DAMPAKNYA DARI ASPEK BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI: Studi Kasus: Gedung Perpustakaan Umum Nurul Hidayah; Herzanita, Ayu
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/ewbxcd09

Abstract

Pembangunan Gedung Perpustakaan umum bertujuan untuk pembudayaan gemar membaca tingkat daerah Kabupaten/ Kota. Pada proses konstruksi proyek Gedung Perpustakaan Umum ditemukan pekerjaan tambah kurang atau Variation Order pada pekerjaan Arsitektur dan Struktur. Pekerjaan Variation Order diajukan oleh kontraktor untuk kemudian disetujui oleh konsultan pengawas. Kemudian dikeluarkan Berita Acara terhadap pekerjaan Variation Order yang berisikan informasi item pekerjaan yang terkena pengaruh Variation Order. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor dan akibat pekerjaan Variation Order terhadap kinerja biaya dan durasi pelaksanaan pada proyek Gedung Perpustakaan Umum. Pengumpulan data primer diperoleh dari kuesioner dengan pihak yang terlibat dalam proyek Gedung Perpustakaan Umum dan data sekunder diambil dari perusahaan yang terlibat pada proyek Gedung Perpustakaan Umum dan diolah menjadi sebuah Variation Order yang mempengaruhi kinerja biaya dan waktu pekerjaan pada proyek. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa faktor penyebab Variation order adalah Kesalahan planning/estimasi volume dan Desain yang tidak sempurna. Hasil analisis Variation Order proyek Gedung Perpustakaan Umum untuk pekerjaan arsitektur dan struktur didapat penambahan nilai pekerjaan senilai Rp. 2.550.351.602,47 dengan nilai deviasi dari pekerjaan sebelum dan sesudah terjadinya Variation Order sebesar 72,22 %. Pekerjaan Variation Order menyebabkan penambahan waktu pelaksanaan selama 83 hari. Berdasarkan hasil analisis data terdapat perubahan terhadap biaya pekerjaan dan penambahan durasi pelaksanaan proyek akibat terjadinya Pekerjaan Variation Order. Studi kelayakan dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui layak atau tidak nya pekerjaan Variation Order tersebut.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENILAIAN KONDISI BANGUNAN PADA 6 KELURAHAN DI pROVINSI DKI JAKARTA Andreas, Azaria; Herzanita, Ayu; Jiwa Osly, Prima; Tinumbia, Nuryani; Ariyani, Dwi; Lestari, Rini Trisno; Arini, Resti Nur; Kurnia, Fadli; Rachmawati, Nia; Darma Putra, Riza
Jurnal JANATA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/g0zmtf64

Abstract

Penilaian kondisi bangunan merupakan pekerjaan penting karena penurunan kondisi bangunan merupakan sesuatu yang tidak bisa dicegah.Berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan kondisi bangunan seperti faktor cuaca, penggunaan bangunan yang tidak sesuai fungsinya, dan proses pekerjaan pemeliharaan dan perawatan yang tidak tepat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2022 tengah gencar melakukan survei pendataan kondisi bangunan khususnya hunian di seluruh wilayah Kelurahan. Proses survei menggunakan bantuan surveyor mahasiswa dan Dasawisma dari Kelurahan di lokasi pendataan. Sebelum pelaksanaan survei, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) bekerjasama dengan Universitas Pancasila untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penilaian kondisi bangunan bertempat di Aula Fakultas Teknik, 17-18 Maret 2025 dengan peserta Dasawisma dari Kelurahan Ceger, Bale Kambang, Cipinang Besar Selatan, Cililitan, Cakung Timur dan Klender. Hasil pelaksanaan kegiatan ini diharapkan akan menjadi bekal bagi surveyor dan Dasawisma dalam melaksanakan proses pendataan kondisi bangunan hunian di 6 Kelurahan tersebut.
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PROYEK DENGAN METODE CRASHING DAN LAST PLANNER SYSTEM (LPS): STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG FASILITAS PENGEMBANGAN PRODUK SKALA PILOT (GEDUNG NO.34) Maharani, Tiara; Herzanita, Ayu
Construction and Material Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Construction and Material Journal Vol. 7 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v7i2.5985

Abstract

The problem of delay remains a major challenge in the construction world. During the implementation of construction projects, delays are often caused by obstacles or unplanned problems. Delays lead to the duration of project execution not as planned in the work contract. Many ways are done to overcome project schedule delays such as the crashing time acceleration method and the Last Planner System (LPS). The crashing method is carried out by accelerating the duration of project completion by carrying out three systems, namely increasing manpower, changing work time (shifts) and adding work time (overtime). Meanwhile, the LPS is a planning system based on collaboration, integrated commitment between works by involving people who are directly responsible and understand the work in a production unit. This study aims to analyze the acceleration of time with the Crashing method and with the LPS then compare the effectiveness of time acceleration between the two methods. Case study from the Pilot Scale Product Development Facility Building (Building No.34). The problem is what level of efficiency in both methods of time acceleration will be analyzed. The implementation of crashing with alternatives shift work reduces the project duration by 22 days, whereas the simulation of the LPS increases the actual weight compared to planning. The difference between the two method is that the crashing method is applied after delays occur, while the LPS accelerates work and increases productivity by utilizing continuous team collaboration.