Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SISTEM VENTILASI DAN PENGKONDISIAN UDARA PADA KONSEP GREEN BUILDING DI GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN Nur Airunnisa Virginia; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5923

Abstract

Kondisi suhu yang panas membuat ruangan tidak nyaman sehingga memanfaatkan air conditioner (AC) namun tentunya hal ini berdampak pada lingkungan antara lain pemanasan global (Global Warming) dan penipisan lapisan ozon. Oleh karena itu pengaruh ini dapat dikurangi semaksimal mungkin dengan menggunakan sumber daya alam yang efisien sehingga tercipta bangunan yang sehat, hemat energi dan ramah lingkungan. Pada bangunan dengan konsep green building, pengkondisian suhu udara agar nyaman dapat dilakukan dengan membuka ruang terbuka, ventilasi, tanaman hijau dan masih banyak lagi yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila yang berlokasi di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan berdiri sejak 1988. Gedung ini belum temasuk green building yang tersertifikasi, sertifikasi untuk green building di Indonesia dinamakan greenship. Salah satu aspek green building adalah kenyamanan dengan kriteria tata suhu ruangan. Sesuai dengan standar nasional Indonesia suhu 25 - 27° C sebagai setting suhu ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem ventilasi dan pengkondisian udara untuk retrofitting green building di gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila. Metode kuantitatif eksplanatif yang dilakukan pada penelitian ini berkaitan dengan tata suhu pada gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila. Variabel yang ditinjau pada penelitian ini adalah sistem ventilasi, sistem pengkondisian udara dan kenyamanan, benchmarking dilakukan pada Universitas Multimedia Nusantara. Berdasarkan variabel tersebur dilakukan pengamatan kondisi eksisting di gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila, diperoleh hasil pada area lobby bersuhu 29,8°, koridor bersuhu 30,1°, ruang kelas bersuhu 28,3°, area tangga bersuhu 29,1°. Untuk memaksimalkan peran ventilasi dan pengkondisian udara pada ruangan, direkomendasikan penggunaan roster, penerapan double skin, pengukuran aliran udara, penggunaan teknologi untuk pengukuran suhu, kelembaban dan penerapan smart room, Untuk penerapan green building di gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila maka diperlukan pengubahsuaian (retrofitting) yaitu salah satu bidang ilmu konstruksi yang mengacu pada metode atau teknik yang digunakan untuk membawa bangunan ke potensi penuh dengan memodifikasi, memulihkan, atau menambahkan komponen atau peralatan baru yang dianggap penting karena tidak tersedia pada saat pembuatan.
ESTIMASI BIAYA PEKERJAAN ARSITEKTUR BANGUNAN MENGGUNAKAN BIM (BUILDING INFORMATION MODELLING) Rifky Naufal Ramadhan; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6774

Abstract

Dunia konstruksi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Penyedia jasa konstruksi dan pemangku kepentingan lainnya harus mampu menemukan solusi untuk menyelesaikan proyek konstruksi dengan cepat, efisien dan efektif. Building Information Modelling (BIM) adalah kombinasi dari berbagai teknologi, proses, dan kebijakan yang bekerja sama untuk menyelesaikan seluruh proses dalam model digital. Salah satu software BIM yaitu Autodesk Revit dapat digunakan untuk memodelkan dan merencanakan estimasi biaya konstruksi. Estimasi Biaya konstruksi gedung dengan dua lantai atau lebih biasanya memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Jika proyek pembangunan tidak direncanakan dengan teliti, sering kali terjadi waste material atau menghasilkan material sisa atau material yang tidak digunakan yang menjadi sampah bangunan. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran BIM terkait estimasi biaya yang dikhususkan pada pekerjaan arsitektur dengan studi kasus pembangunan gedung 10 lantai di wilayah Jakarta Timur. Metode penelitian yang dilakukan untuk penelitian ini yaitu membuat pemodelan 3D serta estimasi biaya Building Information Modelling (BIM) menggunakan software Autodesk Revit untuk pekerjaan arsitektur khususnya pekerjaan dinding, pekerjaan pintu dan jendela, dan pekerjaan plafon berdasarkan gambar DED yang didapatkan dari kontraktor. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya perbedaan biaya dari metode BIM dengan metode konvensional serta dikhususkan pada pekerjaan dinding, pekerjaan pintu dan jendela, dan pekerjaan plafon pada proyek XYZ yang dijadikan studi kasus, di mana untuk rata-rata deviasi volume pemodelan 3D pekerjaan arsitektur dari hasil metode BIM dan metode konvensional, didapatkan rata-rata deviasi sebesar 5,86%, dan untuk estimasi biaya menggunakan metode BIM dengan software Autodesk Revit mendapatkan hasil estimasi biaya yang lebih rendah dengan selisih yaitu Rp563.115.303 atau sekitar 7,19% dari estimasi biaya konvensional. Estimasi biaya BIM didapatkan hasil estimasi biaya sebesar Rp7.265.919.250. sementara untuk perhitungan estimasi biaya konvensional yang didapatkan dari kontraktor yaitu sebesar Rp7.829.034.553.
IMPLEMENTASI KONSEP BIM DALAM PERHITUNGAN VOLUME PADA STRUKTUR ATAP UNTUK PEKERJAAN BETON DAN BAJA Nashrullah Al Haadi Ikhwan; Ayu Herzanita
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7856

Abstract

Teknologi menjadi solusi untuk penyelesaian masalah dalam pembangunan dalam dunia konstruksi. Teknologi memegang peran yang sangat penting dalam merencanakan suatu proyek, analisis struktur dan permodelan suatu proyek pembangunan. Sebagai bukti nyata bahwa perkembangan teknologi khususnya dibidang konstruksi sudah berkembang pesat, dapat dilihat dari banyaknya software yang memudahkan pelaku dunia konstruksi dalam merencanakan, analisis struktur dan membuat permodelan pada proyek yang akan dikerjakan. Diantara semua software yang tersedia pada era globalisasi saat ini, hadir suatu sistem untuk menggabungkan data yang berkaitan dengan proses pembangunan dalam satu program yang disebut Building Information Modeling (BIM). Pada penelitian studi literatur terhadap penelitian terdahulu, belum ada yang membahas tentang studi kasus perhitungan volume baja profil. Oleh karena itu penelitian ini akan mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan perhitungan volume pekerjaan baja antara konvensional dengan BIM serta membandingkan seberapa besar perbedaan deviasi antara pekerjaan baja dan beton. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengidentifikasi perhitungan volume antara metode Konvensional dan BIM, lalu akan dibandingkan hasil antara kedua metode tersebut. Berdasarkan hasil dari perhitungan volume dengan menggunakan metode Konvensional dengan BIM, pada pekerjaan Kolom, ring balok dan baja pada struktur atap tidak terdapat perbedaan volume. Pada perhitungan tulangan dengan menggunakan Revit terdapat perbedaan sebesar 0,2% pada tulangan D19, 0,2% pada tulangan D10 dan 6,9% pada tulangan D8. Sedangkan pada perhitungan tulangan dengan menggunakan Naviate terdapat perbedaan sebesar 0,1% pada tulangan D19, 6,6% pada tulangan D10 dan 7% pada tulangan D8.
ANALISIS PERBANDINGAN RUMUS PERHITUNGAN QUANTITY TAKE OFF MENGGUNAKAN METODE BIM DAN KONVENSIONAL PADA PEKERJAAN STRUKTUR Dhiva Aurelia Putri; Ayu Herzanita; Irfan Ihsani
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7859

Abstract

Percepatan Pembangunan semakin meningkat dan menuntut penyedia jasa konstruksi untuk lebih efektif dan produktif dalam menangani proyek. Maka dari itu, kini penggunaan Building Information Modelling (BIM ) sedang sangat digencarkan, terutama pada lingkup Pemerintahan terutama dengan kriteria dengan kriteria luas diatas 2000 m2 dan diatas dua lantai. Pada penelitian ini akan menganalisis penggunaan BIM (Autodesk Revit) pada tahap quantity take-off dibandingkankan dengan metode Konvensional. Metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil tersebut dengan melakukan quantity take-off pada studi kasus Pembangunan Unit Sekolah X dengan metode konvensional dengan cara menghitung manual dan metode BIM dengan cara membuat permodelan pada Aplikasi Autodesk Revit. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan rumus perhitungan kedua metode. Perhitungan volume dibatasi pada pekerjaan struktur atas yaitu kolom, balok dan plat lantai. Alat yang akan dipakai menggunakan software Autodesk Revit 2024 untuk metode BIM dan Microsoft Excel untuk metode konvensional. Dari kedua metode tersebut, perbedaan hasil perhitungan beton pada elemen kolom berada di angka 2.70%, pada elemen balok berada di angka 22.98% dan pada elemen plat lantai ada di angka 0.61%. Untuk pekerjaan bekisting tidak memiliki perbedaan karena memiliki rumus perhitungan yang sama. Kemudian pada perbandingan rumus perhitungan, didapatkan Kesimpulan bahwa pada pekerjaan beton elemen kolom, perbedaan rumus perhitungan ada pada pengurangan akibat volume plat tersinggung. Pada elemen balok, ada pada pengurangan akibat volume kolom tersinggung dan volume plat tersinggung. Sementara untuk elemen plat lantai tidak ada perbedaan perhitungan. Dan dapat disimpulkan bahwa pada Aplikasi Revit, prioritas perhitungan volume pekerjaan beton adalah dari elemen plat lantai, kemudian kolom dan yang terakhir adalah elemen balok.
ANALISIS PERBANDINGAN VOLUME PEKERJAAN KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE BIM DAN KONVENSIONAL Aryadi, Sekar Melanie Putri; Herzanita, Ayu
Construction and Material Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Construction and Material Journal Vol. 6 No. 1 Maret 2024
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v6i1.4625

Abstract

A project is an activity in which implementation is limited by time and resources. Every project planning must pay attention to the effective and efficient value so that the project can run well and achieve maximum results and quality as planned. Technology is increasingly used including in the construction sector. The use of Building Information Modeling (BIM) technology is one of the technologies that is widely used to minimize the need for costs and work time and can integrate information about the project directly to the various parties involved. This research was conducted by planning using the 3D BIM concept to see the results of the application of technology on the upper structure work and comparing the results of the calculation of the cost of the upper structure work carried out using the BIM method and the conventional method on the Urban Signature Apartment - LRT City Ciracas, East Jakarta. The research method used involved collecting project data includes shop drawings and material specifications. Then, 3D modeling was carried out using Autodesk Revit software, and existing data was analyzed to determine the volume of work and the total cost incurred. From the calculations, it can be concluded that using 3D BIM technology with Autodesk Revit software shows 6.69% difference compared to conventional methods.
EVALUASI PENGGUNAAN LPS PADA PROYEK KONSTRUKSI PEMBANGUNAN GEDUNG FASILITAS PENGEMBANGAN SKALA PILOT (GEDUNG NO 34) (STUDI KASUS: PEKERJAAN BORED PILE) Sudarsana, Abigail Gizka; Herzanita, Ayu
Construction and Material Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Construction and Material Journal Vol. 6 No. 2 November 2024
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v6i2.5986

Abstract

LPS is a project management system designed to control production in terms of project implementation schedules, aiming to enhance the relationship between work, performance, and productivity within a construction project. The object of this study was Building Project No. 34, which experienced delays in work on the lower structure, which caused delays in the duration of project implementation on subsequent work. In week 30, the project encountered delays in the lower structure work, resulting in a planned weight of 0.4920%, but the actual weight was only 0.4427%. Therefore, Building Project No. 34 tries to apply the LPS method, which is expected to improve project time performance. The study examines how LPS is used, what hinders it, and how to fix those issues in the No. 34 Building project. This study employed a questionnaire-based analysis of inhibiting factors and a time performance analysis. The results of the time performance analysis in week 30 were 0.3%, and in week 31 it was 0.2%. Using this planning simulation, the work could be completed on time or ahead of schedule (S Curve). There are a few things that make it hard to use LPS effectively: not having the right technical skills for it; believing that current technology is good enough that there is no need to implement LPS; not having clear standards and guidelines for its implementation; not being clear about each participant's roles, responsibilities, and functions; and lack of management involvement in providing motivation, training, and supervision, as well as discipline so that work is late.
Development of Safety Plan Building Based on Work Breakdown Structure (WBS) in Campus Area of UI Depok to Reduce Work Accident Lestari, Astrid Dwi; Herzanita, Ayu; Latief, Yusuf
Journal of International Conference Proceedings Vol 4, No 1 (2021): Proceedings of the 9th International Conference of Project Management (ICPM) Mal
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v4i1.1132

Abstract

There is very little discussion about the needs of occupational health within the University area. In fact, the University is a place where interaction occurs not only for lecturers and students, but also employees, contractors and other visitors with very varied backgrounds and cultures. The lack of application of OHSMS in the construction sector in the University area causes a high number of work accidents. Making a safety plan at the initiation stage can reduce and prevent potential hazards that will occur. One of the methods can be used to reduce work accidents is by developing a safety plan using WBS (Work Breakdown Structure). This study aims to develop a WBS-based construction occupational safety and health plan for structural and architectural work buildings. This study develops a safety plan based on Regulation of Minister of PUPR No. 21 of 2019. This study uses literature study techniques for risk identification and questionnaires validation by experts with a minimum of 5 years experiences in OHS construction project. The result of this study is identification of hazards, impacts, prevention, OHS objective and programs. The results will be used for the development of a safety plan, intending to improve occupational safety and health performance and reduce occupational accidents in construction projects.
PEMBERDAYAAN IBU PKK DESA SUKAGALIH MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BUMBU SIAP SAJI Chairani, Laela; Andreas, Azaria; Herzanita, ayu
Jurnal JANATA Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/janata.v4i2.8101

Abstract

Desa Sukagalih yang terletak di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, memiliki sekkitar 25,4% KK yang masuk ke dalam kategori keluarga miskin. Perlu adanya upaya penggalian potensi dari Masyarakat Desa Sukagalih untuk meningkatkan perekonomiannya. Adanya pereubahan kehidupan yang serba cepat cepat sekarang ini, memasak dalam waktu singkat menjadi jalan keluar yang praktis dan efektif. Solusi yang ditawarkan adalah dengan adanya produksi bumbu siap pakai sehingga dapat mempersingkat waktu memasak. Kondisi ini menciptakan peluang besar untuk memproduksi bumbu siap pakai. Jenis bumbu yang akan diproduksi terdiri dari bumbu dasar putih, bumbu dasar merah dan bumbu dasar kuning. Tujuan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan ibu rumah tangga Desa Sukagalih dalam bentuk pelatihan pembuatan produk bumbu siap pakai. Pelatihan yang dilakukan kepada Ibu PKK Desa Sukagalih antara lain pelatihan proses pembuatan bumbu dan pemasaran produk yang akan dijual. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan ibu PKK terkait proses pembuatan bumbu dan pemasaran produk, dapat terlihat dari hasil pre-test 80,5% peserta dapat menjawab benar seluruh soal dan untuk post-test sebanyak 88,7%.
The ANALISIS PERBANDINGAN PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN SHEET PILE Trisno Lestari, Rini; Herzanita Y, Ayu; Zuhdan, Muhammad Ghinva
Construction and Material Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Construction and Material Journal Vol. 7 No. 1 Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/cmj.v7i1.7075

Abstract

Natural disasters are recurring challenges experienced by countries worldwide, including Indonesia. One of the most common natural disasters in Indonesia is landslides, which frequently occur in various regions each year. Soil plays a critical role in construction, as stable and strong soil conditions are essential for structural integrity. However, poor soil conditions are often encountered, particularly on sloped terrain, increasing the risk of landslides. This study aims to analyze the Safety Factor (SF) of a slope using software based on the Limit Equilibrium Method (LEM). The SF value serves as a reference for further analysis; when SF < 1, reinforcement is required to support the applied loads. The slope stability analysis in this study yielded an SF value of 0.52. Based on this result, two reinforcement methods were evaluated: Retaining Wall and Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP). The analysis indicated that the Retaining Wall failed to adequately support the slope. In contrast, the CCSP reinforcement provided sufficient stability, with a Safety Factor of 1.587. Therefore, the Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) is recommended as a safe and effective slope reinforcement solution.
ANALISIS SISTEM VENTILASI DAN PENGKONDISIAN UDARA PADA KONSEP GREEN BUILDING DI GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA UNTUK MENINGKATKAN KENYAMANAN Airunnisa Virginia, Nur; Herzanita, Ayu
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5923

Abstract

Kondisi suhu yang panas membuat ruangan tidak nyaman sehingga memanfaatkan air conditioner (AC) namun tentunya hal ini berdampak pada lingkungan antara lain pemanasan global (Global Warming) dan penipisan lapisan ozon. Oleh karena itu pengaruh ini dapat dikurangi semaksimal mungkin dengan menggunakan sumber daya alam yang efisien sehingga tercipta bangunan yang sehat, hemat energi dan ramah lingkungan. Pada bangunan dengan konsep green building, pengkondisian suhu udara agar nyaman dapat dilakukan dengan membuka ruang terbuka, ventilasi, tanaman hijau dan masih banyak lagi yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila yang berlokasi di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan berdiri sejak 1988. Gedung ini belum temasuk green building yang tersertifikasi, sertifikasi untuk green building di Indonesia dinamakan greenship. Salah satu aspek green building adalah kenyamanan dengan kriteria tata suhu ruangan. Sesuai dengan standar nasional Indonesia suhu 25 - 27° C sebagai setting suhu ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem ventilasi dan pengkondisian udara untuk retrofitting green building di gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila. Metode kuantitatif eksplanatif yang dilakukan pada penelitian ini berkaitan dengan tata suhu pada gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila. Variabel yang ditinjau pada penelitian ini adalah sistem ventilasi, sistem pengkondisian udara dan kenyamanan, benchmarking dilakukan pada Universitas Multimedia Nusantara. Berdasarkan variabel tersebur dilakukan pengamatan kondisi eksisting di gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila, diperoleh hasil pada area lobby bersuhu 29,8°, koridor bersuhu 30,1°, ruang kelas bersuhu 28,3°, area tangga bersuhu 29,1°. Untuk memaksimalkan peran ventilasi dan pengkondisian udara pada ruangan, direkomendasikan penggunaan roster, penerapan double skin, pengukuran aliran udara, penggunaan teknologi untuk pengukuran suhu, kelembaban dan penerapan smart room, Untuk penerapan green building di gedung Fakultas Teknik Universitas Pancasila maka diperlukan pengubahsuaian (retrofitting) yaitu salah satu bidang ilmu konstruksi yang mengacu pada metode atau teknik yang digunakan untuk membawa bangunan ke potensi penuh dengan memodifikasi, memulihkan, atau menambahkan komponen atau peralatan baru yang dianggap penting karena tidak tersedia pada saat pembuatan.