Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS TALENTA INKLUSIF MELALUI PELATIHAN AKUNTANSI KEUANGAN SEDERHANA PADA KWT NGUDI MAKMUR SURAKARTA Abdullah, Syahriar; Budiana Kurniawati, Susilaningtyas; Widodo, Zandra Dwanita; Lusia, Atik; Eni Maryanti, Istinganah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6016

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan keuangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur Surakarta melalui pelatihan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan pembuatan laporan akuntansi keuangan sederhana. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mengombinasikan pemaparan materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung menggunakan data riil usaha olahan pepaya anggota KWT. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi komponen biaya yang membentuk HPP, menyusun perhitungan HPP per unit sebagai dasar penetapan harga jual, serta mulai menggunakan pencatatan akuntansi dan laporan laba rugi sederhana dalam mencatat transaksi usaha. Peserta juga menyatakan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga serta keterkaitan antara perhitungan biaya dengan penetapan harga di platform digital. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan keuangan yang terintegrasi dengan pemanfaatan e-commerce dapat memperkuat fondasi manajerial dan akuntansi pada UMKM berbasis komunitas perempuan, sehingga mendukung keberlanjutan usaha di era ekonomi digital.
PENGUATAN RANTAI PASOK PEPAYA MELALUI PEMBERDAYAAN TALENTA INKLUSIF DAN TRANSFORMASI DIGITAL PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) NGUDI MAKMUR SURAKARTA Budiana Kurniawati, Susilaningtyas; Dwanita Widodo, Zandra; Lusia, Atik; Faiz Hardiansyah, Muhammad; Ramadhan, Dwinanda Ripta; Sultan, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6017

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat rantai pasok pepaya bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur Surakarta melalui pemberdayaan talenta inklusif dan dukungan transformasi digital. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah ketidakpastian ketersediaan bahan baku pepaya, baik dari sisi volume maupun kualitas, yang berdampak pada kontinuitas produksi olahan dan pemasaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui briefing di kampus, kunjungan dan dialog langsung dengan petani pepaya di Desa Butuh Boyolali, kunjungan kebun, perumusan dan penandatanganan kesepakatan kerja sama, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya kemitraan rantai pasok yang lebih jelas antara KWT dan petani mitra, peningkatan pemahaman anggota KWT terhadap alur rantai pasok dan kriteria mutu pepaya, serta meningkatnya partisipasi anggota dengan latar belakang usia dan pendidikan yang beragam. Selain itu, dokumentasi kegiatan dimanfaatkan sebagai bahan konten untuk memperkuat identitas digital KWT melalui website, media sosial, dan katalog produk. Disimpulkan bahwa penguatan rantai pasok, pemberdayaan talenta inklusif, dan transformasi digital saling mendukung dalam memperkuat keberlanjutan usaha olahan pepaya KWT Ngudi Makmur.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DAN MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN Budiana Kurniawati, Susilaningtyas; Darsono; Ashari, Dhea Sashinta; Ambarwati, Retnoning; Setiawan, Fajar Budi; Sultan, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6063

Abstract

Pemberdayaan kelompok wanita tani memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian skala rumah tangga dan memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Namun, keterbatasan literasi digital dan pemanfaatan teknologi tepat guna masih menjadi kendala utama yang dihadapi oleh sebagian besar kelompok tani perempuan di wilayah perkotaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur Joglo Surakarta melalui implementasi teknologi tepat guna berbasis website guna mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan keluarga. Metode pengabdian dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan penggunaan website, serta pendampingan intensif. Identifikasi kebutuhan dilakukan terhadap ±25 anggota KWT dengan menggunakan observasi, wawancara, dan diskusi kelompok terarah. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan melalui sesi tatap muka interaktif, diskusi kelompok, dan praktik langsung menggunakan aplikasi website yang disesuaikan dengan kapasitas mitra.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator capaian. Pemahaman dasar teknologi digital meningkat dari 32% menjadi 84%, kemampuan menggunakan website sederhana meningkat dari 24% menjadi 80%, dan pemanfaatan website untuk informasi produk pertanian meningkat dari 20% menjadi 76%. Selain itu, kepercayaan diri anggota dalam menggunakan teknologi meningkat dari 36% menjadi 88%, partisipasi aktif dalam pengelolaan media digital kelompok meningkat dari 40% menjadi 92%, serta pemahaman peran teknologi dalam mendukung ketahanan pangan meningkat dari 44% menjadi 90%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kombinasi pelatihan berbasis praktik dan pendampingan berkelanjutan efektif dalam mendorong adopsi teknologi tepat guna pada kelompok tani perempuan.Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa implementasi teknologi tepat guna berbasis website yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mitra mampu meningkatkan kapasitas digital, memperkuat peran kelembagaan KWT, serta menjadi fondasi penting dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian dan pembangunan ketahanan pangan berbasis komunitas. Model pengabdian ini berpotensi untuk direplikasi pada kelompok wanita tani lainnya dengan kondisi serupa sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Analisis Efektivitas Penginputan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pada Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dalam Mendukung Akuntabilitas Keuangan Daerah Periode Tahun 2024 – 2025 (S Syarafina Dewi, Nur; Budiana Kurniawati, Susilaningtyas; Abdullah, Syahriar
Economic Reviews Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v5i1.1065

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of inputting Accountability Reports (SPJ) through two main systems: the Regional Financial Management Information System (SIPKD) and the Regional Government Information System (SIPD), in supporting financial accountability at the Selogiri Sub-District Office, Wonogiri Regency. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that SIPKD is more operationally effective due to its flexibility, offline accessibility, and robust data validation system. On the other hand, SIPD offers advantages in terms of national data integration but still faces technical challenges such as dependence on internet connectivity and heavy server loads. Barriers to the effectiveness of SPJ input include limited human resources, lack of technical training, and suboptimal integration between SIPKD and SIPD. This study concludes that the success of regional financial management is determined not only by the sophistication of the system but also by the readiness of human resources and the adequacy of supporting infrastructure.
Implementasi Quick Response Code Indonesia Standard (Qris) Dalam Meningkatkan Transaksi Nontunai Pada Generasi Milenial Dibandingkan Dengan Generasi Z (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Jateng KCP RSU Wonogiri) Banu Yoga Harsaputra; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Supartini Supartini
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v6i2.6716

Abstract

This study aims to analyze the effect of the implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) on the increase of cashless transactions among Millennial and Generation Z customers of Bank Jateng KCP RSU Wonogiri. The research employs a quantitative approach using a survey method through the distribution of questionnaires to respondents categorized as Millennials and Generation Z. Data analysis was conducted using simple linear regression with classical assumption tests, t-test, F-test, and coefficient of determination (R²). The results indicate that the implementation of QRIS has a significant effect on the increase of cashless transactions among both Millennials and Generation Z. These findings suggest that ease of use, perceived benefits, and trust in QRIS encourage a higher frequency of cashless transactions among digital-native generations.
Analisis Tingkat Kesehatan Bank Menggunakan Metode Pendekatan Risk Profile, Good Corporate Governence, Earning, Capital (RGEC) Pada PT. BPR BKK Wonogiri (Perseroda) Rizki Kurnia Sulistyo; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Istinganah Eni Maryanti
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v6i2.6736

Abstract

This study aims to analyze the soundness level of PT BPR BKK Wonogiri (Perseroda) using the Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital (RGEC) approach during the 2022–2024 period. The research is motivated by the increasing banking business risks, particularly in Rural Banks (BPR), following the COVID-19 pandemic, which affected asset quality, profitability, and capital adequacy. This study employs a quantitative descriptive method using secondary data derived from financial statements and Good Corporate Governance (GCG) reports. The analysis measures Non-Performing Loan (NPL) and Loan to Deposit Ratio (LDR) for the Risk Profile factor, self-assessment results for GCG, Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), and Operating Expenses to Operating Income (BOPO) for the Earnings factor, and Minimum Capital Adequacy Requirement (KPMM) and Core Capital to Non-Performing Productive Assets (MIAPB) ratios for the Capital factor. The results indicate that the composite soundness level of PT BPR BKK Wonogiri (Perseroda) during the study period falls into the “sound” category, supported by a manageable risk profile, adequate governance implementation, stable profitability performance, and sufficient capital to absorb potential risks. This research is expected to contribute theoretically to the development of bank soundness assessment studies using the RGEC approach and practically serve as an evaluation reference for management and regulators in improving the stability and performance of rural banks.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2024 Studi Kasus Di: Pemerintah Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri Muhammad Ardianto Lelono Putro; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Supartini Supartini
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v6i2.6792

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya capaian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah di tingkat kecamatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonogiri, meskipun pemerintah telah menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sejak beberapa tahun terakhir. Rendahnya implementasi SAKIP di tingkat kecamatan sering kali disebabkan oleh berbagai kendala internal organisasi yang belum teridentifikasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi SAKIP tahun 2024 di Kantor Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci, serta studi dokumentasi berupa laporan SAKIP dan evaluasi APIP. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo 12 yang menghasilkan hierarchy chart, word cloud, dan project map untuk memetakan pola temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SAKIP di Kecamatan Jatiroto dipengaruhi secara signifikan oleh empat faktor utama, yaitu komitmen dan kepemimpinan pimpinan, pemanfaatan sarana prasarana serta teknologi informasi, kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia pegawai, serta budaya organisasi yang masih bersifat birokratis. Temuan ini mengimplikasikan bahwa keberhasilan SAKIP tidak hanya bergantung pada aspek teknis, melainkan sangat ditentukan oleh faktor kepemimpinan dan budaya kerja. Oleh karena itu, upaya perbaikan ke depan perlu difokuskan pada penindaklanjutan rekomendasi Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), penyusunan strategi pencapaian kinerja yang realistis, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan berkelanjutan, serta pelaksanaan evaluasi rutin secara berkala. Penelitian ini diharapkan memberikan masukan praktis bagi pemerintah kecamatan lain dalam memperkuat implementasi SAKIP demi tercapainya tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan efektif.
Implementasi Cash Management System Bank Jateng Pada Bendahara Pengeluaran Kecamatan Tahun 2025 Studi Kasus Di: Pemerintah Kabupaten Wonogiri Belinda Puspa Arum; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Supartini Supartini
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v6i2.6795

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi (CMS) Bank Jateng pada bendahara pengeluaran kecamatan di Kabupaten Wonogiri tahun 2025, dengan menyoroti peran literasi keuangan digital sebagai faktor penentu keberhasilan adopsi teknologi keuangan di wilayah pedesaan. Latar belakang penelitian didasari pada upaya pemerintah daerah untuk mendorong transaksi nontunai guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan, namun masih dihadapkan pada tantangan literasi digital di kalangan bendahara kecamatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses implementasi CMS, tingkat pemanfaatan fitur, serta pengaruh literasi keuangan digital terhadap adopsi teknologi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan 10 informan (bendahara kecamatan, pegawai Bank Jateng, dan BPKD), observasi langsung, serta analisis dokumen. Data diolah secara tematik menggunakan perangkat lunak NVivo untuk menghasilkan visualisasi seperti word cloud, hierarchy chart, dan project map. Temuan menunjukkan bahwa implementasi CMS berlangsung secara progresif dengan pemanfaatan optimal fitur dasar seperti pemantauan saldo real-time, transfer antar rekening, dan pembayaran nontunai, namun optimalisasi fitur lanjutan hanya mencapai 45–50% karena ketergantungan pada transaksi manual dan resistensi rekanan pihak ketiga. Persepsi bendahara terhadap literasi keuangan digital relatif positif, terutama dalam aspek keamanan sistem (skor 5/5) berkat OTP, token, dan mekanisme persetujuan berlapis, meskipun dipengaruhi oleh usia senior (>45 tahun) dan latar belakang nonteknologi. Faktor pendukung utama meliputi kemudahan fitur, keamanan terjamin, sikap adaptif bendahara, sosialisasi serta pelatihan rutin, dan regulasi yang mengikat. Sebaliknya, penghambat dominan adalah gangguan teknis aplikasi, jaringan internet tidak stabil, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala geografis. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan literasi keuangan digital melalui pelatihan berkelanjutan dan perbaikan infrastruktur agar implementasi CMS dapat optimal di tingkat kecamatan pedesaan.
Pengaruh Teknologi Informasi, Literasi Keuangan Pengguna Dan Kolaborasi Stakeholder Terhadap Implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) Periode 2022-2024 Di Kabupaten Wonogiri Okta Ginanjar Astuti; Kurniawati, Susilaningtyas Budiana; Syahriar Abdullah
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v6i2.6609

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of the Regional Government Credit Card (KKPD) in Wonogiri Regency from 2022 to 2024 by analyzing the impact of information technology, financial literacy of users and stakeholder collaboration on the success of KKPD implementation. The background of this study is the government’s effort to improve the efficiency, transparency and accountability of regional financial management through the digitalization of financial transactions with KKPD, despite facing technical and non-technical challenges. The research method used is a quantitative approach with a survey involving officials who are involved in the management of KKPD in the Regional Work Units (OPD) of Wonogiri Regency, with descriptive analysis to describe the results obtained. The results show that information technology, financial literacy of users and stakeholder collaboration play an important role in supporting the success of KKPD implementation, although there are several challenges that need to be addressed to improve the effectiveness of this system.