Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sifat Fisik Daur Ulang Limbah Plastik Jenis High Density Polyethylene Arif Riyanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5517

Abstract

Plastik sangat lazim digunakan  untuk keperluan rumah tangga.  Sebagai contoh  pembungkus makanan, botol air mineral, kabel, pipa, mainan anak dan sebagainya. Kegunaan plastik setiap harinya limbah plastik yang paling banyak adalah high density polyethylene (HDPE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur kerja mesin injection molding terhadap densitas, kekuatan tarik dan bentuk makro patahan pada limbah plastik HDPE. Limbah plastik dicacah dan dimasukkan ke dalam hopper mesin injection molding dengan temperatur 150°C, 175°C, 200°C, 250°C dan 275°C kemudian diinjeksikan ke dalam cetakan standar ASTM D638. Adapun hasil yang diperoleh adalah semakin tinggi temperatur injection molding maka semakin rendah densitasnya, tetapi pada pengujian tarik semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi kekuatan tariknya. Pada pengujian foto makro diperoleh hasil semakin tinggi temperatur injection molding maka semakin tinggi tingkat kematangannya dan semakin ulet.
ANALISIS FILTER KERAMIK BERPORI BERBASIS ZEOLIT ALAM DAN ARANG SEKAM PADI DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN PARTIKEL AIR SUMUR GALIAN Alam Nasroh Mahfuzin; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3363

Abstract

Di Indonesia membran dari keramik berpori akhir-akhir ini mulai meningkat penggunaannya, karena membran dari keramik mempunyai kandungan kimia yang bagus, tahan terhadap panas dan kekuatan yang stabil. Bahan dan proses yang mahal membuat membran keramik mempunyai harga yang mahal. Sedangkan arang sekam padi sering dijumpai, mempunyai kemampuan daya serap (absorpsi) yang baik. Penelitian ini bertujuan mencampurkan bahan zeolit alam dan arang sekam padi untuk dibuat membran keramik berpori dengan harga murah. Campuran dari zeolit alam dan arang sekam padi ini dapat dipakai sebagai membran karena sifatnya yang unik secara fisika, kimia dan bersifat adsorben terhadap cairan. Zeolit alam dan arang sekam padi dicoba untuk dibuat membran keramik berpori. Pembakaran keramik berpori dilakukan pada suhu 900°C. Pada penelitian ini keramik berpori berbentuk silinder dan dapat diteliti porositas, mampu alir dan nilai TDS. Metode Archimedes digunakan untuk pengukuran densitas dan porositas. Uji laju aliran air dan Uji nilai TDS (Total Dissolved Solid). Dari pengujian yang dilakukan dapat diketahui, semakin banyak arang sekam padi sehingga nilai porositasnya semakin besar. laju aliran air semakin cepat dan nilai TDS air semakin kecil. Pada proses sintering arang sekam padi terbakar sehingga timbul rongga atau pori-pori di dalam material keramik. Hasil pengujian ICP menujukan penurunan yang signifikan terhadap unsur logam dimandikan air sebelum dilakukan penyaringan. Kata kunci: arang sekam padi, sifat fisik,. zeolit murni
ANALISIS PENGARUH KUAT ARUS DAN POSISI LAS PADA PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS (TIG) TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAHAN BAJA HOLLOW A36 SETELAH DI QUENCHING Fuad Hasyim; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3081

Abstract

Analisis Sifat Mekanik Baja AISI 1018 Menggunakan Preheat Treatment Muamar Khaqiqi; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i2.5319

Abstract

Berbagai upaya untuk mendapatkan hasil penyambungan baja dengan pengelasan telah dilakukan. Pre heat treatment merupakan satu dari sekian banyak metode yang digunakan untuk menghasilkan hasil pengelasan yang mempunyai sifat mekanik yang baik. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh preheat pada material uji terhadap sifat mekanik yaitu kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan pipa baja karbon AISI 1018 dengan diameter 2 inchi yang dilakukan proses preheat dilakukan dengan variasi suhu 300oC, 350oC, 400oC, 450oC. Hasil preheat 350oC dengan nilai tegangan paling tertinggi 371,57 MPa dan nilai hasil kekerasan rata-rata paling tertinggi preheat 500oC. Sedangkan nilai terendah hasil uji tarik spesimen preheat 450oC dengan nilai tegangan sebesar 295,37 MPa dan hasil uji kekerasan paling rendah pada preheat 300oC. Pada struktur mikro tampak fasa ferit, perlit, martensit, dan ferit batas butir, daerah HAZ dikarenakan perlakuan panas terlalu tinggi ditambah lagi pengaruh panas proses las. Pada daerah las tampak terlihat fasa ferit dan ferit batas butir terlalu mendominasi dikarenakan perubahan suhu pada proses pengelasan terlalu lama. Struktur mikro daerah logam induk tampak fasa martensit dan tampak columnar, kemungkinan besar dalam pembuatan material melalui proses rolling.
KEBUTUHAN DAYA PADA AIR CONDITIONER SAAT TERJADI PERBEDAAN SUHU DAN KELEMBABAN Sri Indarwati; Sri Mulyo Bondan Respati; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2666

Abstract

AC atau Air Conditioner adalah menyerap udara dari bagian luar. Dan melepaskan udara di bagian outdoor, dari ini udara indoor yang telah dihasilkan akan berangsur-angur berkonverter sehingga dapat membuat ruangan menjadi suhu yang dingin .Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer. Kelembaban merupakan suatu tingkat keadaan lingkungan udara basah yang disebabkan oleh adanya uap air. Tingkat kejenuhan sangat dipengaruhi oleh temperatur. Jika tekanan uap parsial sama dengan tekanan uap air yang jenuh maka akan terjadi pemadatan. Secara matematis kelembaban relative (RH) didefinisikan sebagai prosentase perbandingan antara tekanan uap air parsial dengan tekanan uap air jenuh. Kelembaban dapat diartikan dalam beberapa cara. Relative Humidity secara umum mampu mewakili pengertian kelembaban. Untuk mengerti Relative Humidity pertama harus diketahui Absolut Humidity. Absolut Humidity merupakan jumlah uap air pada volume udara tertentu yang dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan.Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif-kuantitatif atau penelitian terapan yang di dalamnya mencangkup penelitian survey. Alat penelitian menggunakan : AC, Termometer,  Hygrometer, Multimeter atau multitester , dan Clamp Meter / Tang Ampere. Sedangkan bahan penelitian menggunakan udara, udara sendiri adalah campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi  bumi.  Jenis data penelitian yaitu data primer. Metode pengumpulan data diambil dari studi observasi lapangan dan kepustakaan.Hasil penelitian diketahui Semakin rendah suhu yang diinginkan dalam ruangan, maka kinerja Air Conditioner akan semakin tinggi dan Semakin tinggi kelembaban dalam ruangan, maka kinerja Air Conditioner akan semakin tinggi.Kata kunci: suhu, kelembaban, kinerja, air conditioner
ANALISIS PENGUJIAN KEMAMPUKERASAN BAJA TAHAN KARAT 420 DENGAN ALAT JOMINY Muhammad Muqorrobin; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa'at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i1.1082

Abstract

Baja dapat dikeraskan denga perlakukan panas. Perilaku mampu keras perlu diketahui agar dalam melakukan disesuaikan dengan hasil mampu keras. Sifat mampu keras bahan dapat diketahui dengan cara uji jominy. Bahan  penelitian adalah  baja  tahan karat  dengan kandungan   74,3% Fe,   0,100% C,  13,7% Cr, 9,45%   Mn,  0,0197%   P,   dan    unsur   lainnya.  Bahan dibuat 3  spesimen sebagai pengulangan dan dipanasi 1000°C dengan waktu tahan 30 menit kemudian dimaksukan kedalam alat uji.      Hasil    uji     kekerasan  dari ujung sampai pangkal memperlihatkan harga kekerasan masih dibawah kekerasan tanpa perlakukan. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ini tidak mampu untuk dikeraskan. Kata kunci : stainless steel, jominy test, hardenability
PENGARUH SUHU TEMPERING TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN DAN MIKROSTRUKTUR PADA SAMBUNGAN LAS SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW) BAJA PEGAS DAUN Miharja Awan Jaya; Respati Bondan Sri Mulyo; Purwanto Helmy
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i1.2180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu tempering terhadap nilai kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada hasil pengelasan elektroda E7018 dengan pengelasan shielded metal arc welding (SMAW). Lasan dilakukan tempering dengan variasi suhu 300°C, 450°C dan 600°C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa suhu temper 300°C mengasilkan kekuatan tarik tertinggi yaitu 78,752 kgf/mm2 dan kekerasan rata-rata yaitu 42,67 HRC, pada daerah HAZ memiliki kekerasan 42,50 HRC. Semakin tinggi suhu temper kekerasan akan semakin menurun. Pada daerah logam las kekerasan paling tinggi adalah spesimen dengan suhu temper 450°C yaitu 15,33 HRC. Pada suhu temper 300°C daerah logam induk dan daerah HAZ yang terbentuk adalah berstruktur ferit dan martensit lebih rapat dan ferit widmanstatten, pada daerah logam las tampak ferit batas butir pada columnar grains terlihat lebih jelas dan merata pada pengaruh suhu temper 450°C.Kata kunci: kekerasan, kekuatan tarik, pengelasan, struktur mikro, tempering
PENGARUH WAKTU PELAPISAN ELEKTRO NIKEL-KHROM DEKORATIF TERHADAP KETEBALAN, KEKERASAN DAN KEKASARAN LAPISAN M. Yusrul Niam A; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i1.1752

Abstract

Elektroplating merupakan suatu proses pengendapan zat (ion - ion logam) pada suatu logam dasar (katoda) melalui proses elektrolisa. Terjadi proses pengendapan pada katoda disebabkan oleh adanya pemindahan ion - ion bermuatan listrik dari anoda dengan perantara larutan elektrolit, yang terjadi secara terus menerus pada tegangan konstan hingga akhirnya mengendap dan menempel kuat pada permukaan logam.Ppeneltian ini mengkaji bagaimana pengaruh waktu pencelupan terhadap hasil pelapisan krom terhadap ketebalan, kekerasan dan kekerasan permukaan lapisan krom pada proses elektroplating. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alumunium batangan yang di potong dengan ukuran 5 x 3 x 0,3 cm2. Penelitian ini memvariasikan lama waktu pencelupan 30, 45 dan 60 menit kedalam larutan elektrolit. Hasil dari penelitian ini semakin lama waktu pencelupan semakin meningkat nilai keetebalan lapisan, nilai kekerasan dan nilai kekasaran permukaan alumuniumnya. Nilai maksimum ketebalan lapisan krom 28.14 µm , nilai maksimum kekerasan 176.2 VHN dan nilai maksimum kekasaran permukaan lapisan krom adalah 0.25 µm pada variasi waktu pencelupan 60 menit. Kata kunci: elektroplating, katoda, ion, ketebalan,kekerasan dan kekasaran.
ANALISIS PENGELASAN SMAW TEGANGAN DC TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, FOTO MAKRO DAN MIKRO PADA STAINLESS STEEL 304 Harsono Harsono; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2662

Abstract

Penggunaan kuat arus yang berbeda pada pengelasan Stainlees Stell 304 sangat berpengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik hasil lasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hasil foto makro, struktur mikro, mengujian tidak merusak, pengujian tarik dan juga distribusi kekerasan. Penelitian ini menggunakan bahan plat Stainless Steel 304 dengan ketebalan 8 mm. Selanjutnya spesimen dilakukan pengelasan dengan varisai kuat arus yang berbeda yaitu arus 80 A, 100 A, 120 A. Hasil pengelasan dilakukan pengamatan foto makro, mikro, uji tidak merusak, pengujian tarik dan distribusi kekerasan. Hasil pengujian foto makro menunjukkan pengelasan yang bagus dan halus terletak pada kuat arus 100 A, sedangkan kuat arus 80 A dan 120 A hasilnya rigi – rigi lasannya kasar, sedangkan hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan hasil struktur mikro yang bagus adalah pada arus 100 A karena struktur mikronya halus dan rapat serta di dominasi struktur karbida krom. Hasil pengujian tidak merusak menunjukkan hasil semua  lasan tidak ada cacat retak dan cacat porositas. Hasil pengujian tarik yang paling tinggi adalah 434.85 MPa terletak pada arus pengelasan 100 A, sedang distribusi kekerasan yang paling tinggi adalah 90.66 HRB terletak juga pada pengelasan arus 100 A.Kata kunci: stainlees stell, arus, struktur mikro, kekerasan, kekuatan tarik.
KOMPATIBILITAS SERAT PELEPAH POHON PISANG KEPOK (Musaceae) PADA PERLAKUAN PEREBUSAN AIR JAHE (Zingiber Officinale) DAN PERLAKUAN RESIN POLYESTER Agus Amaruddin; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i2.2042

Abstract

Serat alam merupakan salah satu bahan dalam bidang rekayasa bahan yang sering digunakan, serat alam mempunyai banyak keunggulan diantaranya sebagai pengganti serat buatan, harga murah, mampu meredam suara dan persedian melimpah. Salah satu serat alam yaitu serat pelepah pohon pisang kepok serat yang berasal dari pelepah pohon pisang. Serat pelepah pohon pisang mempunyai bentuk lingkaran yang tak beraturan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik serat tunggal dan kompatibilitas pada matrik polyester, sebelum pengujian serat diberi perlakuan perebusan air jahe dengan variasi 0 menit, 15 menit, 30 menit dan 45 menit. Pada pengujian ini mengacu pada standar ASTM D3379, dan pengujian pull out single fiber test. Hasil dari pengujian tarik pada serat pelepah pohon pisang yang memiliki tegangan tarik pada perlakuaan perebusan 30 menit sebesar 84,4520 MPa sedangkan hasil pull out single fiber test tegangan geser tertinggi pada tanpa perlakuan perebusan sebesar 4,4208. Akibat dari perlakuan perebusan yaitu perubahan pada struktur mikro semakin lama perebusan serat semakin jelas dan diameter semakin tinggi. Pada perlakuan resin polyester semakin lama perebusan nilai kerapatan serat terhadap resin semakin rendah sehingga serat tidak kompatibilitas terhadap rsin polyester.Kata kunci: Serat pelepah pohon pisang, air jahe, uji tarik, pull out single fiber test & setruktur mikro.
Co-Authors Achmad Quraisy Aljufri Achmat Riyanto Agung Nugroho Agung Nugroho Agus Amaruddin Agus Sabarudin Agus Setiyawan Ahmad Ibnu Nafili Aji Topan Asmoro Alam Nasroh Mahfuzin Alaya Fadllu Hadi Mukhammad Albab, Muhammad Ulil Aldino Yanuar Habibie Ananto, Reza Ardian Anggita Kurniawati Wardani Anwar, Mohammad Zainul Aqnes Budiarti Ardi Tio Ageng Nugroho Arif Mustofa Arif Mustofa Arif Riyanto Arsyad, M. Rifqi Artisa Endar Kurniawan Ati Wasiatul Fikri Azzahra Nurulalifa Bagus Bagaskara Budi Santoso Dadang Setiyawan Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dzulfikar, M. EDI SARWONO Egi Dia Sapitri Evan Chahya Kurniawan Fachri Husaini Fauzan Habibi Fuad Hasyim Gabriyel Aditya Yudi Habibul Mujtabah Hadi Nasbey Harsono Harsono Hatami, Aditya Aditya Helmy Purwanto Ibnu Katsir Ihsan Fauzi Ilham Fakhrudin Imam Syafaat Irwanto Irwanto Jamhari Jamhari Kuat Hasan Kumaruddin Kumaruddin Kusumaputra, Dany Dwi Laeli Kurniasari Lazza Habibul Haq M. N. Habibiy M. Yusrul Niam A Mauludin, Moch Subchan Mayfika Yusrina Miftahurrizqi Ma’arif, Sofyan Miftakhul Huda Miharja Awan Jaya Mika Andriani Fernanda Mohammad Zainul Anwar Muamar Khaqiqi Muh. Aris Yahya, Muh. Aris Muhammad Abdul Wahid Muhammad Dzulfikar Muhammad Muqorrobin Muhammad Nasikin Muhammad Nur Hasan, Muhammad Nur Mujiyono Mujiyono Mustagfirin Mustagfirin Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nur Kholis Nur Kholis Prasetyo, Sandif Pungkas Prayitno Renan Subantoro Reza Ardian Ananto Rinto Handoyo Rita Dwi Ratnani Rizkya Ananda Ayu Rohim, Ahmad Abdul Rony Wijanarko Rudy Soenoko Rusman Rusman Saiful Amin Shofia Nur Awami Solly Aryza Sri Indarwati Sugiarto Sugiarto Sumidi Sumidi Sunarno Sunarno Suntari Suntari Suwardiyono Suwardiyono Tarrisa Istiqomah Udiawan Udiawan Ulin Nuha Vicky Putra Novadiansyah Wahyono Suprapto Wahyu Tri Ardhana Widya Megantoro Yudy Surya Irawan Zainal Abidin