Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KANDUNGAN ALUMINA PADA Al-Al2O3 KOMPOSIT DENGAN METODE PENGECORAN SQUEZZE TERHADAP UJI TARIK DAN UJI MIKRO Lazza Habibul Haq; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i2.2033

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kandungan alumina pada Al-Al2O3 Komposit terhadap tegangan tarik dan struktur mikro. Dalam penelitian ini penulis memvariasikan pencampuran 5%,10%,15%. Sehingga penelitian ini didapatkan hasil dari uji tarik tanpa perlakuan dengan rata-rata 128,42 MPa, dengan perlakuan campuran alumina 5%,10%,15% memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 186,28 MPa,156,05 MPa,122,32 MPa. Sedangkan untuk jarak dendrit yang tanpa perlakuan memiliki rata-rata 12,37 dengan perlakuan campuran alumina 5%,10%,15% memiliki rata-rata jarak dendrit sebesar 11,54 µm, 11,175 µm,  9,50 µm. Dari hasil penelitian ini uji tarik yang paling tinggi dengan campuran 5% dengan kekuatan tariknya sebesar 186,28 MPa, sedangkan untuk jarak dendrit semakin banyak campuran alumina jarak dendritnya semakin dekat.Kata kunci: Alumunium, alumina  (Al-Al2O3)
PENGARUH ARAH SERAT PADA SERAT AMPAS TEBU POLYMER COMPOSITES Agus Sabarudin; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3082

Abstract

PENGARUH KETEBALAN KOMPOSIT MATRIK RESIN DENGAN PENGUAT KULIT ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) YANG DIANYAM TERHADAP KEMAMPUAN BALISTIK Aji Topan Asmoro; Purwanto Helmy; Respati Bondan Sri Mulyo
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i1.2190

Abstract

Penggunaan material komposit dengan pengisi (filler) serat alam kulit eceng gondok (EichhorniaCrassipes) berpotensi sebagai bahan teknik alternatif. Komposit mempunyai keunggulan tersendiri dibanding dengan bahan teknik alternatif lain, karena sifat komposit yang memiliki kekuatan yang bisa diatur (tailorability), memiliki kekuatan lelah (fatigue) yang baik, memiliki kekuatan jenis (strenght/weight) yang tinggi dan tahan korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh ketebalan komposit matrik resin dengan penguat kulit eceng gondok yang disusun anyam terhadap ketahanan balistik. Kulit serat direndam larutan NaOH 5% dan tanpa perlakuan selama 1 jam. Komposit matrik dibuat dengan pengisi kulit eceng gondok dan resin dengan perbandingan 89 % resin dan 11 % kulit eceng gondok. Variabel ketebalan yang digunakan yaitu 3 mm, 6 mm dan 10 mm. Hasil uji tarik pilinan kulit eceng gondok tanpa perendaman memiliki kekuatan tarik sebesar 2,0756 kg/mm2. dan pilinan kulit eceng gondok dengan perendaman NaOH 5% memiliki kekuatan tarik sebesar 3,5512 kg/mm2. Hasil uji balistik menunjukkan komposit dengan ketebalan 10 mm mampu menahan laju proyektil, sedangkan komposit dengan ketebalan 3 mm dapat tertembus proyektil. Dari hasil penelitian semakin tebal panel komposit maka semakin mampu menahan laju balistik.Kata kunci: Kulit eceng gondok, ketebalan komposit tahan balistik.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN SERAT KULIT POHON WARU (Hibiscus Tiliaceus) PADA AIR LAUT TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKUATAN TARIK Agung Prasetyo; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1634

Abstract

Serat alam merupakan bahan penguat pada komposit yang ramah lingkngan. Penguat pada komposit dipilih material dengan kekuatan tarik yang optimal. Waru (Hibiscus tiliaceus) adalah tanaman yang pada kulit batangnya yang dapat menghasilkan serat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penguat komposit. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman serat pohon waru pada air laut terhadap struktur mikro dan kekuatan tarik serat pohon waru. Serat direndam pada air laut pH 6 selama 0 jam, 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Hasil pegamatan mikro menunjukkan bahwa perendaman mengakibatkan timbulnya celah antar sub serat dan semakin lama perendaman jarak antar subcelah semakin tinggi. Perendaman meningkatkan kekuatan tarik tetapi semakin lama perendaman kekuatan tarik semakin menurun. Kekuatan tarik maksimum didapat pada perendaman selama 2 jam yaitu 48,35578 kg/mm2. Kata kunci : serat pohon waru, air laut, pengamatan mikro, uji tarik
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN TITANIUM (Ti) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PRODUKSI SEPATU KAMPAS REM DAUR ULANG BERBAHAN ALUMINIUM (Aℓ) SILIKON (Si) DENGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE M. N. Habibiy; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1054

Abstract

Pengecoran squeeze adalah pengecoran yang dilakukan dengan memberikan pengaruh tekanan kedalam rongga cetakan pada saat pembekuan logam cair. Salah satu bahan yang sering digunakan dalam proses pengecoran adalah material aluminium (Aℓ). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan unsur titanium (Ti) terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran squeeze (squeeze casting) pada aluminium (Aℓ) daur ulang sepatu kampas rem. Paduan tanpa penambahan unsur titanium (Ti), paduan dengan penambahan Ti 0,02%, 0,05% dan 0,07% dilebur pada tungku peleburan dan dituang dengan temperatur 700°C, pada cetakan yang telah dipanaskan pada temperatur 300⁰C serta diberi tekanan hidrolis sebesar 194 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan unsur Ti 0,07% memiliki porositas paling sedikit, yaitu 3,678%, harga SDAS yang paling halus, yaitu 7,30µm dan memiliki harga kekerasan paling tinggi, yaitu 51,93 HRB. Pengecoran squeeze dan penambahan unsur Ti mampu mengurangi cacat porositas, menghaluskan SDAS, serta meningkatkan kekerasan. Kata kunci: squeeze casting, SDAS, variasi penambahan unsur Titanium.
PENGARUH POSISI PENGELASAN TERHADAP KEKUATAN TARIK, FOTO MAKRO DAN MIKRO PADA BAJA ST 37 DENGAN PENGELASAN SMAW UNTUK RANGKA BILLBOARD Bagus Bagaskara; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3078

Abstract

PENGARUH VARIASI FRAKSI VOLUME DAN ARAH SERAT PADA KOMPOSIT MATRIK RESIN POLYESTER BERPENGUAT SERAT PELEPAH LONTAR (BORASSUS FLABELLIFER) DENGAN PERLAKUAN NaOH 5% TERHADAP KEKUATAN UJI TARIK Fachri Husaini; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3349

Abstract

Tanaman siwalan atau biasa disebut tanaman lontar adalah salah satu sebuah inovasi terbaru dalam pemanfaatan serat alam yang selama ini belum begitu banyak digunakan, siwalan atau lontar selama ini hanya masih dimanfaatkan pada buah dan daun lontar yang digunakan sebagai kerajinan, untuk pemanfaatan serat lontar belum begitu banyak dimanfaatkan karena belum banyak yang memahami akan kegunaan dan fungsi serat alam atau serat pada pelepah lontar. Dalam penelitian ini serat lontar adalah bahan utama dalam pembuatan komposit selain resin dan katalis, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan sebenarnya pada serat pelepah lontar dengan beberapa variasi dengan melakukan pengujian uji tarik pada komposit dengan bahan utama serat lontar, selain itu juga untuk mengetahui kekuatan nodulus elastisitas dan regangan pada komposit tersebut serta mengetahui sifat fisik pada spesimen tersebut dengan melakukan uji makro. Pembuatan komposit berawal dari pengambilan serat dari pelepah lontar yang sudah dipotong-potong sesuai ukuran dan sudah dikeringkan pada sinar matahari, setelah itu serat dilakukan perendaman pada larutan NaOH sebesar 5% selama 120 menit untuk menghilangkan lapisan lignin pada serat, setelah itu melakukan pembuatan spesimen uji tarik dengan variasi fraksi volume serat yang berbeda yaitu variasi fraksi volume serat 0%,5%,10%,15% , serta menggunakan variasi arah serat yang berbeda yaitu arah serat searah dan arah serat acak. Untuk nilai kekuatan rata-rata uji tarik didapat pada variasi fraksi volume serat 15% dan arah serat searah dengan kekuatan tarik sebesar 36,35 MPa, dengan nilai regangan sebesar 6,86%, sedangkan nilai kekuatan tarik terendah didapat pada fraksi volume serat 0% dengan kekuatan uji tarik sebesar 13,05MPa, dengan nilai regangan sebesar 5,32%. Kata kunci: komposit, polyester, serat lontar, uji tarik
ANALISA PENGUNAAN ALAT PENGHEMAT BAHAN BAKAR ELECTROLYZER HHO TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR AKIBAT KERUGIAN PARASITIK PADA MESIN DIESEL ISUZU PANTHER 2300 CC Aldino Yanuar Habibie; Nugroho Widiasmadi; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i1.1079

Abstract

Dengan  meningkatnya  harga  minyak dunia  dan  semakin  besarnya kebutuhan energi terutama bahan bakar fosil maka diperlukanya energi alternatif atau pengganti untuk mengantisipai cadangan sumber minyak bumi yang semakin  menipis. Terobosan di dalam penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan kemajuan teknologi di bidang efisiensi mutlak perlu dilakukan untuk mencukupi peningkatan kebutuhan minyak dunia. Salah satunya adalah dengan penggunaan alat penghemat bahan bakar Electrolyzer HHO dengan menggunakan bahan bakar biosolar. Bahan bakar biosolar dengan komposisi campuran solar 80 % dan minyak kelapa 20 %. Dalam penelitian ini penggunaan alat penghemat bahan bakar Electrolyzer HHO akan memisahkan gas yang terkandung didalamnya antara hidrogen dan oksigen. Penelitian yang dilakukan adalah dengan menganalisa penggunaan alat penghemat bahan bakar Electrolyzer HHO terhadap konsumsi bahan bakar akibat kerugian parasitik pada mesin diesel. Kata Kunci : Electrolyzer HHO, biosolar, mesin diesel
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PENGUATAN USAHA OPAK SILI MELALUI PERANCANGAN ALAT PENGHALUS SINGKONG DAN PERBAIKAN PENGEMASAN Laeli Kurniasari; Sri Mulyo Bondan Respati; Aqnes Budiarti
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i1.1456

Abstract

Dusun Sili merupakan salah satu sentra usaha produksi opak yang terletak di Desa Candisari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Usaha ini merupakan usaha kecil yang dilakukan oleh banyak warga dusun secara perorangan. Opak merupakan makanan ringan sejenis kerupuk yang berbahan baku singkong. Proses produksi opak sili sampai saat ini masih terkendala pada proses produksi yang cukup lama serta minimnya pangsa pasar yang dapat ditembus oleh mitra. Proses produksi yang dilakukan selama ini memerlukan waktu lama mengingat proses penghalusan singkong rebus masih dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Secara manual, penghalusan 25 kg singkong membutuhkan waktu sekitar 4 jam, tergantung tingkat kelunakan singkong yang digunakan. Sementara minimnya pangsa pasar salah satunya disebabkan oleh pengemasan produk yang masih sangat sederhana. Adapun kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah perbaikan proses produksi dengan bantuan alat penghalus singkong rebus serta proses penguatan usaha. Adapun metode yang akan dilakukan melalui perancangan, pabrikasi, pendampingan penggunaan alat penghalus singkong rebus serta pelatihan cara pengemasan produk opak. Penggunaan alat penghalus singkong dapat mengurangi waktu produksi sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga manusia. Proses penghalusan yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam, dapat direduksi menjadi hanya sekitar 2 jam. Sementara perbaikan proses pengemasan terbukti dapat memperbaiki tampilan produk sehingga diharapkan selanjutnya produk Opak Sili dapat meningkat pangsa pasarnya. Kata kunci : opak sili, penghalus,  pengemasan, singkong
ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN ALTERNATIVE PENGGANTI SERAT KACA UNTUK PEMBUATAN DASHBOARD Irwanto Irwanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1059

Abstract

Inovasi dalam bidang material komposit menuntut terciptanya material yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan serat alam sebagai alternative pengganti serat kaca. Dalam penelitian ini variasi yang dilakukan adalah serat kelapa, serat pisang, dan serat padi. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan sebelumnya proses alkalisasi dengan NAOH 5%, dengan metode hand lay up, fraksi volume dengan perbandingan 80% serat dan 20% polimer, cetakan menggunakan standart ASTM D 638. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi komposit serat alam didapat dari serat kelapa sebesar 60,18 kg/cm2, serat pelepah pisang sebesar 50,07 kg/cm2, dan serat sekam padi sebesar 34,91 kg/cm2. Sedangkan untuk komposit fiber glass yang diambil dari dashboard adalah 69,87 kg/cm2.NIlai regangan berbanding lurus dengan tegangan. Modulus elastisitas tertingggi didapat pada komposit serat padi dengan nilai 3,4 x 103 kg/cm2 Dari variasi komposit serat alam yang dapat dijadikan alternatif pengganti serat kaca adalah komposit serat kelapa dengan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 60,18 kg/cm2. Kata Kunci: Komposit, Serat Alam, Pengujian Tarik
Co-Authors Achmad Quraisy Aljufri Achmat Riyanto Agung Nugroho Agung Nugroho Agus Amaruddin Agus Sabarudin Agus Setiyawan Ahmad Ibnu Nafili Aji Topan Asmoro Alam Nasroh Mahfuzin Alaya Fadllu Hadi Mukhammad Albab, Muhammad Ulil Aldino Yanuar Habibie Ananto, Reza Ardian Anggita Kurniawati Wardani Anwar, Mohammad Zainul Aqnes Budiarti Ardi Tio Ageng Nugroho Arif Mustofa Arif Mustofa Arif Riyanto Arsyad, M. Rifqi Artisa Endar Kurniawan Ati Wasiatul Fikri Azzahra Nurulalifa Bagus Bagaskara Budi Santoso Dadang Setiyawan Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dzulfikar, M. EDI SARWONO Egi Dia Sapitri Evan Chahya Kurniawan Fachri Husaini Fauzan Habibi Fuad Hasyim Gabriyel Aditya Yudi Habibul Mujtabah Hadi Nasbey Harsono Harsono Hatami, Aditya Aditya Helmy Purwanto Ibnu Katsir Ihsan Fauzi Ilham Fakhrudin Imam Syafaat Irwanto Irwanto Jamhari Jamhari Kuat Hasan Kumaruddin Kumaruddin Kusumaputra, Dany Dwi Laeli Kurniasari Lazza Habibul Haq M. N. Habibiy M. Yusrul Niam A Mauludin, Moch Subchan Mayfika Yusrina Miftahurrizqi Ma’arif, Sofyan Miftakhul Huda Miharja Awan Jaya Mika Andriani Fernanda Mohammad Zainul Anwar Muamar Khaqiqi Muh. Aris Yahya, Muh. Aris Muhammad Abdul Wahid Muhammad Dzulfikar Muhammad Muqorrobin Muhammad Nasikin Muhammad Nur Hasan, Muhammad Nur Mujiyono Mujiyono Mustagfirin Mustagfirin Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nur Kholis Nur Kholis Prasetyo, Sandif Pungkas Prayitno Renan Subantoro Reza Ardian Ananto Rinto Handoyo Rita Dwi Ratnani Rizkya Ananda Ayu Rohim, Ahmad Abdul Rony Wijanarko Rudy Soenoko Rusman Rusman Saiful Amin Shofia Nur Awami Solly Aryza Sri Indarwati Sugiarto Sugiarto Sumidi Sumidi Sunarno Sunarno Suntari Suntari Suwardiyono Suwardiyono Tarrisa Istiqomah Udiawan Udiawan Ulin Nuha Vicky Putra Novadiansyah Wahyono Suprapto Wahyu Tri Ardhana Widya Megantoro Yudy Surya Irawan Zainal Abidin