Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KEKUATAN KOMPOSIT SANDWICH KARBON FIBER DENGAN CORE STYROFOAM SEBAGAI MATERIAL PADA MODEL PESAWAT TANPA AWAK (UJI TARIK & UJI BENDING) Dadang Setiyawan; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3345

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia kedirgantaraan semakin maju. Ketergantungan pada bahan buatan yang semakin tinggi menuntut terciptanya inovasi untuk mengembangkan material yang ringan namun tetap kuat tanpa meninggalkan aspek-aspek keselamatan. Perkembangan teknologi komposit makin serius di kembangkan. Salah satunya teknologi komposit dengan material serat inti busa (fiber foam core). Dalam penelitian ini variasi yang digunakan adalah lapisan bagian atas 1 sampai 3 lapisan. Pembuatan material menggunakan metode hand lay-up, spesimen menggunakan standar ASTM D 638 dan ASTM C 393. Pengujian tarik dan bending dengan pengulangan 3 kali. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan Bending tertinggi di dapat pada 3 lapisan atas komposit karbon fiber core styrofoam sebesar 605,38 kg/cm2 dan untuk pengujian Bending 702,7 kg/cm2. Kata kunci: Komposit Karbon, Uji Bending, Uji Tarik
PENENTUAN NILAI ENERGI AKTIVASI DAN FAKTOR TUMBUKAN PADA PEMBUATAN GLISEROL DARI REAKSI ANTARA SODA DAN MINYAK GORENG CURAH Arif Riyanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i1.5

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan faktor tumbukan, energi aktivasi, orde reaksi, konstanta kecepatan reaksi, dan kondisi optimum reaksi dari reaksi saponifikasi minyak kelapa curah. Minyak kelapa dan larutan NaOH dimasukkan dalam reaktor berpengaduk dengan komposisi tertentu dan kecepatan pengadukan yang konstan selama satu jam. Reaksi dilakukan pada suhu 400C sampai dengan 1000C. Sampel diambil untuk dianalisis setiap 10 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis reaksi yang terjadi adalah reaksi searah dengan orde reaksi 0,5 terhadap gliseril tristearat, konstanta kecepatan reaksi (k) berdasarkan signifikansi (R2) optimum dicapai pada suhu 700C dengan harga k adalah 3,38x10-3 mol/L.det dan siginifikansi sebesar 95,36 % untuk ralat maksimum 5 %.dan harga Ea : 1345,85 mol/L.detik dan A : 0,017.   Kata Kunci : faktor tumbukan, energi aktivasi,  minyak goring  curah, gliserol,  larutan NaOH
TEGANGAN PULLOUT DAN PEREKAAN PERMUKAAN PADA SERAT DAUN PANDAN DURI (PANDANUS TECTORIUS) – RESIN POLYESTER Achmat Riyanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2664

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan kebutuhan material komposit semakin meningkat, salah satunya teknologi material komposit berpenguat serat alam, serat daun pandan duri berpotensi  untuk  dijadikan  sebagai  bahan  baku  material komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan foto mikro serat daun pandan duri dengan perlakuan perendaman air laut. Pengujian pull-out juga dilakukan untuk mengetahui tegangan geser serat dengan matrik resin polyester. Serat daun pandan duri yang direndam kedalam air laut, dengan variasi waktu 0, 1, 2, 3, dan 4 minggu. Hasil yang diperoleh dari uji tarik serat tunggal menunjukkan bahwa pada perendaman selama 2 minggu memiliki nilai kekuatan tarik yang optimal  sebesar 28,65 Mpa, hal ini juga terbukti dari hasil foto mikro serat yang menunjukan kepadatan sub celahnya. Sedangkan kekuatan tarik serat tanpa perlakuan perendaman dan perendaman selama 1, 3, dan 4 minggu berturut-turut adalah 22,57 MPa, 24,43 MPa, dan 18,96 MPa. Kemudian pada pengujian pull out nilai tegangan geser tertinggi sebesar 1,33 MPa lebih tinggi dibanding tanpa perlakuan perendaman dan perendaman air laut 1, 3, dan 4 minggu berturut-turut yaitu sebesar 0,09 MPa, 1,11 MPa, 1,21 MPa, dan 1,07 MPa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, serat daun pandan duri mempunyai kompatibilitas yang baik dengan resin polyester setelah diberi perlakuan perendaman air lautKata kunci: serat daun pandan duri, resin uji pull-out, kompatibilitas
Pengaruh Posisi Penggerindaan Tungsten dan Variasi Kuat Arus Pengelasan GTAW terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Material Stainless Steel 202 Kumaruddin Kumaruddin; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4347

Abstract

Pekerjaan pengelasan sering digunakan di dunia industri manufaktur maupun industri kecil untuk penyambungan suatu bahan, salah satu bahan yang digunakan adalah stainles steel 202 dan metode pengelasan yang sering digunakan yaitu dengan menggunakan las GTAW. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik dari hasil pengelasan GTAW yang meliputi kekuatan tarik dan struktur mikro. Parameter yang di gunakan pada pengelasan ini adalah pengguanaan elektroda tungsten yang diasah membujur terhadap putaran batu gerinda dan penggunaan elektroda tungsten yang diasah melintang terhadap putaran batu gerinda dengan menggunakan arus 70 A, 80 A, 90 A. Berdasarkan pengujian kekuatan tarik penggunaan elektroda tungsten yang diasah membujur terhadap putaran batu gerinda pada arus 70 A dan 80 A menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi yaitu 661,659 Mpa dan 849,278 Mpa dan hasil pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah melintang terhadap putaran batu gerinda menghasilkan kekuatan tarik yang lebih rendah yaitu 473,651 Mpa dan 841,097 Mpa. Pada arus 90 A pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah membujur terhadap putaran batu gerinda menghasilkan kekuatan tarik yang lebih rendah yaitu 803,421 Mpa dan hasil pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah melintang terhadap putaran batu gerinda menghasilkan kekuatan tarik yang lebih tinggi yaitu 857,952 Mpa. Untuk tegangan luluh pada arus 70 A, 80 A dan 90 A pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah membujur terhadap putaran batu gerinda menghasilkan tegangan luluh yang lebih tinggi dari pengelasan dengan menggunakan elektroda tungsten yang diasah melintang terhadap putaran batu gerinda. Hubungan antara struktur mikro dengan kekuatan tarik logam dimana semakin besar butiran logam yang dihasilkan maka kekuatan luluhnya semakin rendah.
ANALISIS PENGARUH VARIASI TEKANAN PADA PENGECORAN SQUEEZE TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PRODUK SEPATU KAMPAS REM BERBAHAN ALUMINIUM SILIKON (Al-Si) DAUR ULANG DENGAN PENAMBAHAN 0,05% UNSUR TITANIUM (Ti) Ihsan Fauzi; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i1.1457

Abstract

Pengecoran squeeze atau yang sering juga disebut penempaan logam cair adalah proses dimana logam cair dibiarkan membeku dalam cetakan yang diberi tekanan ekternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh tekanan terhadap struktur mikrodan kekerasan pada proses pembuatan kampas rem dengan penambahan titanium (Ti) paduan aluminium daur ulang. Paduan dilebur pada dapur peleburan dan dituang pada temperatur 700 kedalam cetakan yang telah dipanaskan pada temperatur 300 selanjutnya diberi tekanan dengan variasi tanpa tekanan, tekanan 104MPa, 149Mpa dan 194MPa selama 8 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tekanan yang diberikan porositasnya semakin sedikit, SDAS semakin kecil, dan nilai kekerasan naik. Katakunci: Pengecoran squeeze, daur ulang,  tekanan.
PENGELASAN PLAT KAPAL DENGAN VARIASI JENIS ELEKTRODA DAN MEDIA PENDINGIN Miftakhul Huda; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i2.2515

Abstract

Dalam proses pengelasan, bagian yang di las menerima panas setempat yang mengakibatkan pengembangan termal, sedangkan bagian yang dingin tidak mengalami perubahan sehingga dapat mengakibatkan ketidak seragaman regangan, hal ini juga berpengaruh terhadap perubahan struktur yang terkandung didalamnya. Maka dari itu pemelihan jenis elektroda serta media pendingin sangat berpengaruh terhadap kekuatan tarik benda dan juga perubahan kandungan struktur yang terjadi di dalamnya. Berdasarkan analisa yang dilakukan, untuk jenis elektroda E6013 NK dengan media pendingin berupa oli, udara, dan air laut, nilai kekuatan tarik tertinggi pada media pendinginan udara yaitu sebesar 57.016 kg/mm². Sedangkan untuk jenis elektroda E7018 LB, kekuatan tarik rata-rata tertinggi justru pada jenis pendinginan air laut yang mencapai nilai tegangan tarik hingga 55.228 kg/mm². Kandungan Hidrogen rendah sangat baik untuk mencegah deoksidasi pada saat pengelasan, karena baja yang memiliki kadar oksigen tinggi apabila tercampur pada saat proses pengelasan, maka tegangan tariknya akan menurun.Keyword : pengelasan, media pendingin, elektroda, tegangan tarik, struktur mikro
ANALISIS PROSES TEMPERING PADA BAJA DENGAN KANDUNGAN KARBON 0,46% HASILSPRAY QUENCH Sumidi Sumidi; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1060

Abstract

Perlakuan panas merupakan kombinasi operasi pemanasan dan pendinginan yang terkontrol dalam keadaan padat untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu pada baja/logam atau paduan. Salah satu metode perlakuan panas tersebut adalah dengan proses quenching dan tempering. Proses tempering dilakukan pada baja dengan kandungan 0,46% yang telah dilakukan proses spray quench pada suhu 9000C selama 90 menit dengan pendinginan pada suhu kamar  pada variasi holding time 30 menit, 60 menit, dan 90 menit. Hasil Analisa menunjukkan ukuran butir spesimen yang di tempering menjadi lebih besar dan semakin besar seiring dengan penambahan waktu holding time. Kekerasan baja karbon sedang mengalami peningkatan setelah perlakuan pemanasan uji spray quenching, benda uji yang terkena panas langsung (sisi depan) kekerasannya lebih tinggi dibandingkan permukaan yang tidak terkena panas secara langsung (sisi belakang). Sedangkan setelah mengalami perlakuan pemanasan uji tempering nilai kekerasannya akan turun. Untuk mendapatkan nilai kekerasan baja yang optimal perlu diperhatikan temperature pemanasan dan holding time. Dimana semakin lama holding time pada uji tempering akan mengakibatkan temper martensit lebih seragam dan merata. Kata Kunci: Tempering, baja karbon sedang, holding time, struktur mikro, dan kekerasan
ANALISIS WAKTU ARAH PLANAR DAN SUDUT PERMUKAAN BIDANG KERJA TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL FC25 HASIL PEMESINAN PADA MESIN CNC MILLING MENGGUNAKAN BALLNOSE ENDMILL Sunarno Sunarno; Sri Mulyo Bondan Respati; Rony Wijanarko
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3084

Abstract

Metode Komposting Dalam Pemanfaatan Limbah Daun Bawang Merah Di Desa Pasir Shofia Nur Awami; Renan Subantoro; Sri Mulyo Bondan Respati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 3. Pengembangan Usaha Mikro, kecildan Menengah (UMKM), Serta Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.147 KB) | DOI: 10.18196/ppm.23.430

Abstract

Daerah penghasil bawang merah terbanyak di Kabupaten Demak adalah di Kecamatan Mijen, sertasalah satu desa sentra di Kecamatan Mijen adalah Desa Pasir. Permasalahan yang dihadapi sebagianmasyarakat Desa Pasir yakni limbah daun bawang merah belum dimanfaatkan secara optimal. Limbahbawang merah semakin melimpah pada saat panen raya. Metode kegiatan pengabdian ini adalah (i)survey dengan melakukan pengamatan dan analisis, (ii) kegiatan pelatihan dan penyuluhanpemanfaatan limbah daun bawang merah yang berlimpah menjadi kompos, (iii) memberikanpengetahuan serta pelatihan mengenai cara berbudidaya tanaman sayur dengan media kompos darilimbah daun bawang merah. Hasil program kegiatan adalah 1) petani dapat memilah sampah, 2)pelatihan pengolahan limbah daun bawang merah menjadi kompos, menggunakan dua (2) sistem/cara,dan 3) penggunaan kompos daun bawang merah sebagai media tanam serta budidaya tanaman secaravertikultur.
KETAHANAN KOMPOSIT RESIN-AYAMAN KULIT ECENG GONDOK (eichhornia crassipes) PADA DIMENSI UJUNG PELURU YANG BERBEDA Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto; Kuat Hasan
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3316

Abstract

Eceng gondok (eichhornia crassipes) merupakan tanaman sebagai gulma air yang pertumbuhannya sulit terkendali yang dapat hidup mengapung pada sungai, rawa, danau serta kolam.Salah satu alternatif yang mulai dilakukan adalah memanfaatkan serat alam sebagai pengganti serat sintetis yang telah banyak digunakan sebelumnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa karakteristik fisik dan kekuatan tarik kulit eceng gondok serta pengaruh perbedaan bentuk ujung peluru terhadap dampak balistik pada komposit kulit eceng gondokyang dianyam dengan matrik resin.Komposit kulit eceng gondok untuk uji balistik dibuat dengan metode anyaman dengan fraksi volumeperbandingan 11% dari kulit eceng gondok dan 89% resin.Uji balistik menggunakan peluru berkaliber 4,5 mm dengan jenis peluru ujung lancip, peluru ujung bulat, peluru ujung berlubang dan peluru ujung datar.Dampak uji balistik dengan melakukan pengukuran pada radius retakan panel, deformasi peluru dan kedalaman kawah.Hasil pengujian menunjukkan bahwa radius retakan bagian depan panel komposit yang terbesar menggunakan jenis peluru dataradalah 3,48 mm sedangkan radius retakan bagian belakang yang terbesar menggunakan peluru lancipyaitu 18,09 mm. Hasil deformasi peluru yang terbesar pada peluru datar sebesar 73,44% dan kedalaman kawah panel komposit yang terdalam menggunakan peluru lancip yaitu 1,83 mm. Kata kunci: Eceng gondok, Komposit, Jenis peluru, Dampak balistik.
Co-Authors Achmad Quraisy Aljufri Achmat Riyanto Agung Nugroho Agung Nugroho Agus Amaruddin Agus Sabarudin Agus Setiyawan Ahmad Ibnu Nafili Aji Topan Asmoro Alam Nasroh Mahfuzin Alaya Fadllu Hadi Mukhammad Albab, Muhammad Ulil Aldino Yanuar Habibie Ananto, Reza Ardian Anggita Kurniawati Wardani Anwar, Mohammad Zainul Aqnes Budiarti Ardi Tio Ageng Nugroho Arif Mustofa Arif Mustofa Arif Riyanto Arsyad, M. Rifqi Artisa Endar Kurniawan Ati Wasiatul Fikri Azzahra Nurulalifa Bagus Bagaskara Budi Santoso Dadang Setiyawan Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dzulfikar, M. EDI SARWONO Egi Dia Sapitri Evan Chahya Kurniawan Fachri Husaini Fauzan Habibi Fuad Hasyim Gabriyel Aditya Yudi Habibul Mujtabah Hadi Nasbey Harsono Harsono Hatami, Aditya Aditya Helmy Purwanto Ibnu Katsir Ihsan Fauzi Ilham Fakhrudin Imam Syafaat Irwanto Irwanto Jamhari Jamhari Kuat Hasan Kumaruddin Kumaruddin Kusumaputra, Dany Dwi Laeli Kurniasari Lazza Habibul Haq M. N. Habibiy M. Yusrul Niam A Mauludin, Moch Subchan Mayfika Yusrina Miftahurrizqi Ma’arif, Sofyan Miftakhul Huda Miharja Awan Jaya Mika Andriani Fernanda Mohammad Zainul Anwar Muamar Khaqiqi Muh. Aris Yahya, Muh. Aris Muhammad Abdul Wahid Muhammad Dzulfikar Muhammad Muqorrobin Muhammad Nasikin Muhammad Nur Hasan, Muhammad Nur Mujiyono Mujiyono Mustagfirin Mustagfirin Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nur Kholis Nur Kholis Prasetyo, Sandif Pungkas Prayitno Renan Subantoro Reza Ardian Ananto Rinto Handoyo Rita Dwi Ratnani Rizkya Ananda Ayu Rohim, Ahmad Abdul Rony Wijanarko Rudy Soenoko Rusman Rusman Saiful Amin Shofia Nur Awami Solly Aryza Sri Indarwati Sugiarto Sugiarto Sumidi Sumidi Sunarno Sunarno Suntari Suntari Suwardiyono Suwardiyono Tarrisa Istiqomah Udiawan Udiawan Ulin Nuha Vicky Putra Novadiansyah Wahyono Suprapto Wahyu Tri Ardhana Widya Megantoro Yudy Surya Irawan Zainal Abidin