Claim Missing Document
Check
Articles

TEGANGAN GESER PADA PERMUKAAN SERAT DAUN LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA TRIFASCIATA) YANG DIPERLAKUAN PEREBUSAN LARUTAN KUNYIT KUNING (CURCUMA LONGA) DENGAN RESIN POLYESTER Habibul Mujtabah; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v4i1.2675

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perebusan lidah mertua pada larutan kunyit terhadap kekuatan tarik serat, foto mikro, dan mengetahui lama perebusan perebusan serat lidah mertua terhadap kompabilitas resin polyester. Dalam penelitian ini serat lidah mertua di rebus dengan larutan kunyit dengan variasi watu tanpa perlakuan, 90 menit, tanpa larutan kunyit, 30, 60, 90, 120 menit menggunakan air kunyit. Sehingga didaptkan hasil dari penelitian ini adalah permukaan antar sub serat serat lidah mertua semakin terlihat dan diameter membesar pada perebusan dengan air biasa, dan pada saat di resbus dengan larutan kunyit. Dan juga didapatkan hasil dari uji tarik serat tanaman lidah mertua dengan perebusan tanpa perlakuan, 90 menit air biasa, 30 menit, 60 menit. 90 menit, 120 menit, menggunakan larutan kunyit sebesar yaitu, 15,3 Kgf/mm2; 130,3  Kgf/mm2; 1,30 Kgf/mm2; 20,7 Kgf/mm2; 25,7 Kgf/mm2; 20,6 Kgf/mm2. Memiliki nilai regangan pada proses perebusan 3,6%; 90 menit air biasa 4,4 %, dan untuk serat yang direbus dengan larutan kunyit dengan waktu 30 menit 3,5%; 60 menit 4,4%; 90 menit 2,9% dan 120 menit 17,2%. Dan pada uji geser didapatkan nilai tegangan geser tertinggi 1,66 Kgf/mm2, dan terendah adalah 1,04 Kgf/mm2. Serat dengan perebusan air kunyit memiliki nilai tegangan geser yang lebih tinggi dibandingkan dengan perebusan air biasa. Dari hasil penelitian semakin lama perebusan, akan menurunkan kekuatan tarik, ini dikarenakan rusaknya permukaan serat. Dan semakin lama perebusan akan membuat tegangan geser semakin besar yang di sebakan kandungan minyak astiri yang menempel pada serat. Kata kunci: serat lidah mertua, tegangan tarik, regangan, tegangan geser
KOMPATIBILITAS SERAT DAUN PANDAN DURI (Pandanus Tectorius) PADA PERLAKUAN PERENDAMAN NaOH 5%, 10%, DAN 15% DENGAN RESIN POLYESTER Reza Ardian Ananto; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v4i2.3049

Abstract

ABSTRAK Serat (fiber) adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh.Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa foto mikro dari permukaan serat, kekuatan tarik serat dan tegangan geser serat daun pandan duridengan perendaman menggunakanlarutan NaOH. Serat direndam pada larutan NaOH dengan variasi 0, 5%, 10%, dan 15%selama 2 jam. Hasil penelitian memperlihatkanpermukaan serat daun pandan duri semakin terlihat dan diameter semakin mengeciltetapi jika perendaman dengan menggunkan kadar NaOH semakin banyak membuat diameternya membesar. Hasil dari uji tarik serat daun pandan duri dengan serat tanpa rendaman dan serat yang direndam dengan NaOH 5%, 10%, dan 15% memiliki kekuatan tariksebesar yaitu 6,33 MPa, 9,69 MPa, 34,09 MPa, dan 2,33 MPa.Sedangkan tegangan geser serat tanpa perlakuan dan serat yang direndam dengan larutan NaOH 5%, 10%, dan 15% yaitu 0,69 MPa, larutan NaOH 5% yaitu 1,08 MPa, larutan NaOH 10% yaitu 1,09 MPa, dan larutan NaOH 15% yaitu 1,00 MPa.Dari hasil penelitian semakin banyak kadar NaOH akan membuat permukaan serat menjadi kasar yang mengakibatkan kekuatan tariknya menurun. Kata kunci: serat daun pandan duri, NaOH, kekuatan tarik, tegangan geser
Tensile Strength and Density Evaluation of Composites from Waste Cotton Fabrics and High-Density Polyethylene (HDPE): Contributions to the Composite Industry and a Cleaner Environment Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto; Ilham Fakhrudin; Pungkas Prayitno
Mechanical Engineering for Society and Industry Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.392 KB) | DOI: 10.31603/mesi.5252

Abstract

The growth of the textile industry and the massive use of plastic-based materials create economic growth, but it produces waste from post-use, such as clothing waste from cotton fabrics and HDPE that can be recycled and combined as composite materials. Therefore, an experiment was carried out to investigate and analyze the effect of the fiber volume fraction of waste cotton fabric (1.5%, 3.5%, 4.5%, 6%, and 7.5%) with straight fiber arrangement on the tensile strength and density. From the test results, a tensile strength of 178.4 MPa and 182.6 MPa was obtained for yield and max stress, respectively at a fiber volume fraction of 7.5%. Meanwhile, the highest density of 0.95 g/cm3 was obtained at 1.5% fiber volume fraction. The fracture macroscopic view of the specimen shows a resilience fracture (uneven and appears stringy). Although the strength of this composite cannot yet compete with the new composite material, it has a decent environmental contribution. Considering the availability of waste cotton fabrics and HDPE, it promises to be produced as a low-strength composite for construction, ornamentation, or coatings.
Effect of Electrode Diameter and Current on Dissimilar Metal Welding (Stainless Steel - Galvanized Steel) in Bus Body Construction: Microstructure and Properties Evaluation Suntari Suntari; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Sugiarto Sugiarto; Zainal Abidin
Automotive Experiences Vol 5 No 3 (2022)
Publisher : Automotive Laboratory of Universitas Muhammadiyah Magelang in collaboration with Association of Indonesian Vocational Educators (AIVE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.7094

Abstract

This study evaluates the macrostructure, microstructure, hardness, and tensile strength in dissimilar metal welding applied to bus body construction. The process involved joining hollow stainless steel and galvanized steel at the dimensions of 80 x 40 x 3.2 mm through Gas Metal Arc Welding (GMAW). The current was varied at 90, 100, and 110 A while ER70S-6 electrodes with diameters of 0.8 and 1.0 mm were used. The results showed that electrode diameter and welding current affect the capping area, penetration depth, and hardness. Moreover, the formation of the widmasatten ferrite phase was increased and the coarse grain boundaries in the weld zone were detected. It was also observed that an increase in the diameter of the electrode and the welding current which indicates an increment in the heat reduced the rate of solidification and cooling. The average tensile strength for all the samples investigated was found to be lower than the value for the base metal. Therefore, further research is recommended to improve the tensile strength.
Mechanical Properties of Injection Molded Recycled High Density Polyethylene (rHDPE) Blends with pellets Low Density Polyethylene (pLDPE) Muhammad Dzulfikar; Sri Mulyo Bondan Respati; Muhammad Nasikin
Journal of Chemical Process and Material Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.762 KB) | DOI: 10.36499/jcpmt.v1i1.5676

Abstract

Recycling polymer has become a mandatory for sustainable development goals, life beyond water and land. Therefore, recycled polymer blends containing rHDPE/pLDPE (high density polyethylene and low density polyethylene) with composition 100/0, 80/20, 70/30, 50/50, 40/60, 30/70, and 0/100 have been prepared by melt compounding method using injection molding at 200 oC. Tensile testing shows that there is strong combination between rHDPE/rLDPE blends. Elongation at break differ from 122-230% and density test give results around 1.1 g/cm3. Injection molding process with the proper temperature setting and mixing of crushed plastic also affects the ductility, flexibility, brittleness and hardness of the specimen
Separator Serbuk Zeolit Sebagai Aki Baterai dengan Efek Perbedaan Cairan H2SO4 Air Cuka dan NaCl Sri Mulyo Bondan Respati; Agung Nugroho; Udiawan Udiawan
Prosiding Seminar Sains Nasional dan Teknologi Vol 12, No 1 (2022): VOL 12, NO 1 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v12i1.7127

Abstract

Sistem baterai konvensional yang memakai elektrolit cair memiliki masalah ketidakstabilan pada konduktivitas ionik dan stabilitas termal yang kurang baik. Dengan adanya pasir Zeolit sebagai pengganti elemen baterai diusahakan dapat meningkatkan konduktivitas ionik dan kestabilan termal pada baterai. Metode ini menjadi terobosan baru untuk penelitian  mengenai elektrolit yang di buat menggunakan elektrolit padat berbasis oksida. Penelitian tentang zeolit pada baterai sebagai kandidat untuk sumber energi terbarukan, penelitian ini sebagai alternatif untuk pengembangan penyimpanan energi listrik dengan harga yang terjangkau dan memiliki kapasitas teoritis yang cukup tinggi. Dalam Penelitian diawali dengan studi literatur dari beberapa jurnal, persiapan alat dan bahan, penimbangan komposisi pasir, proses assembling batrai, proses penyuntikan cairan H2SO4, air cuka, dan cairan NaCl, proses pengujian voltase, nilai PH, dan pengujian dengan lampu LED, setelah itu analisi data yang telah didapat dan selesai. Nilai voltase tertinggi pada variasi campuran pasir zeolit sebanyak 40 gram dengan cairan H2SO4  yaitu sebesar 3,64 volt, Kemudian variasi campuran pasir zeolit sebanyak 40 gram dengan cairan NaCl yaitu sebesar 3,56 Volt, dan terakhir adalah variasi campuran pasir zeolit sebanyak 40 gram dengan Air Cuka yaitu sebesar 2,78 Volt.
Pengaruh Kuat Arus Listrik pada Pengelasan SMAW Arus DC Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Material Stainless Steel 201 Muhammad Abdul Wahid; Rinto Handoyo; Sri Mulyo Bondan Respati; Agung Nugroho
Prosiding Seminar Sains Nasional dan Teknologi Vol 12, No 1 (2022): VOL 12, NO 1 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v12i1.8055

Abstract

Penggunaan arus pengelasan yang berbeda pada Stainless steel 201 sangat mempengaruhi sifat fisik dan mekanik hasil pengelasan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kuat arus pada sambungan pengelasan yang dapat dihasilkan oleh las SMAW pada material stainless steel 201 terhadap sifat mekaniknya. Metode penelitian adalah melakukan tiga kali pengujian tarik, kekerasan, dan struktur mikro pada pelat stainless steel 201 tebal 3 mm yang telah dilakukan pengelasan SMAW arus DC dengan variasi setelan arus kuat arus 60 A, 80 A, 100 A. Pembentukan benda uji menggunakan mesin frais berdasarkan standar XXX. Daerah yang diuji kekerasan dan struktur mikro adalah logam induk, heat affecting zone (HAZ) dan daerah las. Hasilnya plat stainless steel 201 setelah dilakukan pengelasan mengalami penurunan kekuatan tarik sampai 52.76% tetapi mengalami peningkatan keuletan sebesar 80%. Ini terjadi karena struktur tidak homogen. Kekuatan tarik pada setelan kuat arus 100 A adalah yang tertinggi sebesar 518.526 MPa karena nilai kekerasan pada setelan ini mengalami penurunan yang landai dari daerah induk (111 HRC) ke daerah HAZ sebesar 103.3 HRC (6.94%) dan ke daerah las sebesar 98.3 HRC (11.44%). Semakin tinggi setelan kuat arus menyebabkan kekuatan tarik akan semakin kuat. Kata kunci : Arus, Uji Kekerasan, Tarik.
Analisis Daya Listrik yang Dihasilkan oleh Variabel Tebal Keramik Berpori pada Separator Baterai Sri Mulyo Bondan Respati; Agung Nugroho; Widya Megantoro
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2023): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v14i1.5334

Abstract

Baterai aki sering digunakan pada dunia otomotif. Pembuatan aki yang mengunakan separator dari kertas membuat umur aki yang relaif pendek. Seiring perkembangan teknologi baterai banyak dikembangakan separator aki mengunakan keramik. Salah satu bahan separator keramik aki yang dapat dikembangkan adalah zeolit. Pada penelitian ini mencoba membuat pengganti sel pada baterai menggunakan sel baru yaitu keramik berpori yang terbuat dari campuran pasir zeolit dan tepung jagung sebagai pengganti sel/separator pada elemen baterai. Proses penelitian pembuatan keramik dengan variabel perbedaan ketebalan kramik. Adapun ketebalan dengan tebal 14, 12, dan 9 mm. Kompposisi serbuk zeolit dengan tepung jagung adalah 92 : 8. Pencetakan green keramik pada tekanan 15 MPa. Pembakaran keramik pada suhu 900 ⁰c selama 4 jam. Separator Keramik yang sudah jadi disusun dalam temapat aki dengan anoda plat alumunium dan katoda tembaga. Cairan yang digunakan adalah H2SO4 sebesar10 ml. Aki yang sudah jadi diuji tegangannya. Hasil pengujian berturut sebesar 3,90;  3,67; dan 3,44 Volt dengan ketebalan berturut 14, 12, dan 9 mm. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil bahwa semakin besar volume keramik berpori maka sumber listrik yang dihasilkan semakin besar karena reaksi yang terjadi semakin besar.
Analisis Kekuatan Tarik Bahan Komposit Matriks Resin Polyester Berpenguat Serat Batang Pisang Dengan Berbagai Variasi Tata Letak Susunan Serat Hatami, Aditya Aditya; Respati, Sri Mulyo Bondan; Dzulfikar, Muhammad
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 11, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 11 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v1i1.5233

Abstract

Pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kekuatan tarik serat komposit diperkuat serat batang pisang dengan variasi tata letak susunan serat dengan menggunakan matrik resin polyester terhadap kekuatan tarik. Variasi tata letak susunan serat komposit acak, memanjang, anyam. Metode pembuatan komposit dilakukan secara hand lay up. Prosedur dan pengujian tarik mengacu pada standar ASTM D638. Hasil penelitian pada pengujian tarik menunjukkan bahwa komposit dengan arah anyam yang berpenguat serat pisang memiliki kekuatan sebesar 13,46 kgf/mm², acak memiliki kekuatan 1,64 kgf/mm² dan memanjang atau sejajar memiliki kekuatan 14,64 kgf/mm². pada pengujian tarik disebabkan pada proses pengujian terjadi slip pada grip pencekam. Bentuk patahan pada serat acak mengalami patahan getas, karena ujung patahan terdapat patahan kasar, adannya mekanisme fiber pull out, Hal ini menunjukkan bahwa lemahnya ikatan antara serat dan resin dikarenakan serat mengandung lapisan seperti lilin (lignin dan kotoran lainnya) yang menghalangi ikatan interface antara serat dengan matrik. Sedangkan serat memanjang mengalami void dikarenakan bahwa terdapat rongga udara yang terjebak pada saat pembuatan komposit antara matriks dan resin. Serat anyam mengalami patahan yang complet break menunjukkan bahwa antara serat dan matriks bekerja sama menerima beban tarik serta tidak mengalami retak.
Analisis Kekuatan Impact dan Geser Komposit pada Serat Karbon-Resin Epoksi dengan Variasi Waktu Penahanan Ma’arif, Sofyan; Respati, Sri Mulyo Bondan; Nugroho, Agung
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 14, No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v14i1.11830

Abstract

Bumper kendaraan modern membutuhkan material yang ringan namun kuat untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa keseluruhan. Komposit serat karbon-resin epoksi menjadi pilihan yang menjanjikan karena kekuatannya yang tinggi serta bobot yang ringan, sehingga mampu mengurangi beban kendaraan tanpa mengorbankan ketahanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan impak dan geser pada komposit serat karbon-resin epoksi dengan variasi waktu penahanan suhu selama proses curing. Komposit dibuat menggunakan metode vacuum bag untuk meminimalkan udara terperangkap dan meningkatkan kekuatan ikatan antara matriks resin dan serat karbon. Standar uji yang diterapkan adalah ISO 179-1 untuk uji impak dan ASTM D5379 untuk uji geser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu penahanan curing pada suhu 100°C berdampak signifikan terhadap kekuatan material. Hasil uji impak tertinggi diperoleh pada waktu penahanan 25 menit, dengan nilai impak sebesar 0,11 J/mm², sedangkan hasil uji geser tertinggi tercapai pada waktu penahanan 30 menit dengan nilai 162,77 N/mm². Namun, penahanan yang terlalu lama menyebabkan komposit menjadi lebih getas. Pengujian densitas menunjukkan perubahan fraksi volume serat karbon dalam komposit sesuai dengan variasi waktu curing yang digunakan. Kesimpulannya, variasi waktu penahanan curing memengaruhi kekuatan dan kestabilan komposit, namun waktu optimal untuk kekuatan impak dan geser berbeda.
Co-Authors Achmad Quraisy Aljufri Achmat Riyanto Agung Nugroho Agung Nugroho Agus Amaruddin Agus Sabarudin Agus Setiyawan Ahmad Ibnu Nafili Aji Topan Asmoro Alam Nasroh Mahfuzin Alaya Fadllu Hadi Mukhammad Albab, Muhammad Ulil Aldino Yanuar Habibie Ananto, Reza Ardian Anggita Kurniawati Wardani Anwar, Mohammad Zainul Aqnes Budiarti Ardi Tio Ageng Nugroho Arif Mustofa Arif Mustofa Arif Riyanto Arsyad, M. Rifqi Artisa Endar Kurniawan Ati Wasiatul Fikri Azzahra Nurulalifa Bagus Bagaskara Budi Santoso Dadang Setiyawan Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Dzulfikar, M. EDI SARWONO Egi Dia Sapitri Evan Chahya Kurniawan Fachri Husaini Fauzan Habibi Fuad Hasyim Gabriyel Aditya Yudi Habibul Mujtabah Hadi Nasbey Harsono Harsono Hatami, Aditya Aditya Helmy Purwanto Ibnu Katsir Ihsan Fauzi Ilham Fakhrudin Imam Syafaat Irwanto Irwanto Jamhari Jamhari Kuat Hasan Kumaruddin Kumaruddin Kusumaputra, Dany Dwi Laeli Kurniasari Lazza Habibul Haq M. N. Habibiy M. Yusrul Niam A Mauludin, Moch Subchan Mayfika Yusrina Miftahurrizqi Ma’arif, Sofyan Miftakhul Huda Miharja Awan Jaya Mika Andriani Fernanda Mohammad Zainul Anwar Muamar Khaqiqi Muh. Aris Yahya, Muh. Aris Muhammad Abdul Wahid Muhammad Dzulfikar Muhammad Muqorrobin Muhammad Nasikin Muhammad Nur Hasan, Muhammad Nur Mujiyono Mujiyono Mustagfirin Mustagfirin Nugroho Widiasmadi Nugroho, Agung Nur Kholis Nur Kholis Prasetyo, Sandif Pungkas Prayitno Renan Subantoro Reza Ardian Ananto Rinto Handoyo Rita Dwi Ratnani Rizkya Ananda Ayu Rohim, Ahmad Abdul Rony Wijanarko Rudy Soenoko Rusman Rusman Saiful Amin Shofia Nur Awami Solly Aryza Sri Indarwati Sugiarto Sugiarto Sumidi Sumidi Sunarno Sunarno Suntari Suntari Suwardiyono Suwardiyono Tarrisa Istiqomah Udiawan Udiawan Ulin Nuha Vicky Putra Novadiansyah Wahyono Suprapto Wahyu Tri Ardhana Widya Megantoro Yudy Surya Irawan Zainal Abidin