Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

ANALISIS KONSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA: MODEL PEMBELAJARAN INTRAKURIKULER, EKSTRAKURIKULER DAN DESAIN P5 PADA SISWA KELAS 4 DI SEKOLAH PENGGERAK ANGKATAN 1 KOTA KEDIRI Marjono, Marjono; Kusmawan, Udan; Baehaki, Imam
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.7507

Abstract

Krisis pembelajaran yang memburuk akibat pandemi Covid-19 menghasilkan learning loss dan learning gap yang signifikan dalam sistem pendidikan Indonesia, sehingga menuntut transformasi kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap kondisi kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsepsi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka pada model pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan desain Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada siswa kelas 4 di Sekolah Penggerak Angkatan 1 Kota Kediri. Penelitian menggunakan paradigma kualitatif dengan Model Evaluasi Stake's Countenance yang mengintegrasikan tiga tahapan evaluasi: kondisi awal (antecedents), proses pelaksanaan (transactions), dan hasil capaian (outcomes). Populasi penelitian meliputi 8 Sekolah Dasar dengan 39 tenaga pendidik dan 416 peserta didik, dengan sampel 191 siswa menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan kriteria keberhasilan 100% untuk setiap aspek evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan optimal dengan capaian rata-rata di atas 75% pada tahap antecedents dan mencapai di atas 90% pada tahap outcomes. Transformasi pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered learning berhasil diimplementasikan melalui strategi pembelajaran berdiferensiasi dan kontekstual. Kesimpulannya, implementasi kurikulum telah mencapai kategori baik hingga sangat baik dengan pengembangan karakter siswa sesuai profil pelajar Pancasila. Disarankan memperkuat dukungan sistemik sarana prasarana dan program pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru.
ANALISIS KONSEPSI GURU TERHADAP MODEL ASESMEN, DESAIN P5 DAN PENGEMBANGAN MODUL AJAR SD PADA KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH PENGGERAK KOTA BATU Widyawati, Widyawati; Kusmawan, Udan; Rais, Abdul
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.7508

Abstract

Abstrak Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak menuntut transformasi konsepsi guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsepsi guru terhadap model asesmen, desain Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan pengembangan modul ajar pada keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak Kota Batu. Metode penelitian kualitatif deskriptif-eksploratif dilaksanakan di SDN Sisir 06 dan SDN Songgokerto 03 dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan kuesioner. Analisis data menggunakan pendekatan inductive thematic analysis dengan triangulasi komprehensif untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan konsepsi guru terhadap asesmen mengalami evolusi dari pendekatan konvensional menuju asesmen holistik yang mengintegrasikan dimensi diagnostik, formatif, dan sumatif. Desain P5 dikembangkan melalui pendekatan kontekstual yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan kearifan lokal. Pengembangan modul ajar dilakukan secara kolaboratif dengan personalisasi berdasarkan hasil asesmen diagnostik. Keberhasilan implementasi tercermin pada peningkatan pencapaian pembelajaran dan perkembangan karakter peserta didik sesuai profil pelajar Pancasila.