Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Manajemen Penyebab Keterlambatan Pemusnahan Berkas Rekam Medis Inaktif Di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta IVANA SITA DEWI; Sri Suparti; Agustyarum Pradiska Budi
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 1 No. 3 (2022): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.60

Abstract

Berkas rekam medis dikatakan aktif jika tanggal pulang atau tanggal kunjungan terakhir masih dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun dari tanggal sekarang. Berkas rekam medis in-aktif pula akan dimusnahkan bila pasien dengan nomor rekam medis tertentu tidak datang untuk berobat dalam waktu 5 tahun sejak tanggal kunjungan terakhir. Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta dalam pelaksanaan pemusnahan berkas rekam medis terakhir dilaksanakan pada tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor penyebab keterlambatan pemusnahan berkas rekam medis inaktif. Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan retensi belum sesuai dengan SOP. Faktor man yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan rekam medis inaktif adalah kurangnya jumlah petugas filing dan belum adanya pelatihan tentang pemusnahan rekam medis. Faktor method yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah belum adanya jadwal retensi. Faktor material yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah kurangnya rak penyimpanan dokumen inaktif dan ruangan dokumen inaktif yang belum memadai. Faktor machine yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah belum adanya alat scanner. Faktor money yang menyebabkan keterlambatan pemusnahan adalah tidak ada anggaran khusus untuk pembelian alat scanner. Kata Kunci : Rekam Medis, Pemusnahan, Faktor 5M
Analisis Strategi Implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta Ery Syabilla Putri; Sri Suparti; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 3 (2024): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i3.186

Abstract

Latar belakang: SIMRS merupakan suatu aplikasi yang dibuat untuk menunjang kegiatan operasional rumah sakit melalui data yang terintegrasi dan terorganisir. SIMRS digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Proses implementasi SIMRS di rumah sakit banyak yang mengalami kendala. Tujuan: Menganalisis strategi implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta melalui SWOT berdasarkan faktor Man, Money, Method, Machine, Material, dan Mother Nature. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Sampel penelitian didapatkan 18 orang dari unit rawat jalan dan IT, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Implementasi SIMRS berdasarkan faktor Man diperoleh hasil 60,78%, faktor Money diperoleh hasil 58,82%, faktor Method diperoleh hasil 11,76%, faktor Machine diperoleh hasil 35,29%, faktor Material diperoleh hasil 62,35%, dan faktor Mother Nature diperoleh hasil 79,41%. Kesimpulan: Implementasi SIMRS yang belum sesuai terdapat pada faktor Method dan Machine. Namun, pada faktor yang lain juga masih perlu ditingkatkan. Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan analisis SWOT antara lain yaitu meningkatkan kompetensi dan pengetahuan SDM melalui seminar atau pelatihan, percepatan pengembangan fitur SIMRS sesuai kebutuhan pengguna, membuat SOP penggunaan SIMRS, peningkatan sarana dan prasarana penunjang SIMRS, peningkatan keamanan akses pada SIMRS, serta penambahan petugas IT.
HUBUNGAN ANTARA LEVEL TRIASE DENGAN LAMA WAKTU TUNGGU PASIEN IGD RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Angky, Putrama; Endiyono; Mustiah Yulistiani; Sri Suparti
Jurnal Keperawatan Malang Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v9i2.327

Abstract

Background: The Emergency Department (ED) serves as the initial handling unit for patients who are ill or injured, aiming to provide rapid and accurate care to enhance patient satisfaction and reduce waiting times. Effective triage is essential for prioritizing patient care based on urgency Purpose: To examine the correlation between triage level and patient waiting time in the Emergency Department of RSUD (Regional Public Hospital)  Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Methods: This study employs a descriptive quantitative observational design with a cross-sectional approach. Purposive sampling was used to select 94 samples, focusing on patients categorized into triage levels 1, 2, and 3. Data collection was conducted using an observation sheet. Data processing and analysis were performed using SPSS with Spearman’s rank correlation test Result: The majority of respondents were male (51.1%), with ages ranging from 18 to 87 years, averaging 49.9 years (adult category). The most prevalent medical diagnosis was palliative care with a general cancer diagnosis (16%). The majority of patients were first-time visitors (54.3%). Triage level 2 (yellow label) was the most common (50%), with an average waiting time of 357.93 minutes (approximately 5.97 hours), categorized as fast. Statistical testing revealed a p-value of 0.000 Implication: There is a significant correlation between triage level and patient waiting time in the Emergency Department of RSUD  Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KESEHATAN TUBUH PETANI LEBIH PENTING DARI KESEHATAN TANAMAN Sri Suparti; Untung Suparman
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.4

Abstract

Petani tidak terlepas dari tanaman, masyarakat kecik dengan mengutamakan tanaman supaya hasil panen berlimpah, untuk melindungi tanaman dari serangan hama petani aktif dalam pemakaian pestisida hingga kurang peduli dampak pestisida terhadap  kesehatan tubuhnya. Tujuan memberikan pengetahuan tentang risiko mengutamakan tanaman dibandingkan dengan tubuh petani, pengetahuan tentang dampak pestisida bagi tubuh petani. Metode Pengabdian masyarakat digunakan dalam Pengabdian masyarakat ini mengugunakan metode yang langsung (direct communication/face to face communication)Hasil menunjukan petani kategori tua 36 orang (43.9%), pendidikan rendah  40 orang (48.8%) yang mengalami sakit 16 orang (19.5%) yang melakukan pemeriksaan 7 orang(8.5%) kebiasaan merokok 37 orang (45.1%) memakai APD masuk  kategori buruk 59 orang (72.0%). Dilakukan pemeriksaan mata mengenai katarak yang menderita 24 orang(29.3%), pengelolaan pestisida kategori buruk 50 orang (61.0%), semua masyarakat memakai pestisida untuk melindungi tanaman dari seranngan  hama, masa kerja kategori lama  60 orang (73.2%).Kesimpulan didapat lebih mengutamakan tanaman untuk hasil yang sesuai dengan harapan dibandingkan dengan kesehatan tubuh petani. Kebiasaan merokok 45.1% dan pemakaian APD ketegori buruk 72%. Paparan pestisida pada petani 82 orang (100%) mengunakan pestisida untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Pemeriksaan kesehatan mata  24 orang (29.3%) mengalami katarak. Sebaiknya kesehatan tubuh di utamakan. Meminimalisasi pemakainan pestisida, lakukan pengelolaan dengan baik dan biasakan memakai APDKata kunci : Kesehatan, Tanaman, Petani Farmer can not be separated from the plant. Kecik society improve the growth of the plant,and the priority is abundant crops. For protecting the plant from insects,farmer use pestisides,but many of them forget with their healthy.Aims :The aims of this counseling are to give knowledge about the risk of forgotten the body health compared with the plant health,and also about the impact of pesticides for farmer’s health.Methode :This counseling uses direct communication method or face to face communication.Result :The result of this counseling are category old farmer 36 people(43,9%),low education 40 people(48,8%) there is 16 people sick(19,5%) has examination 7 people(8,5%),smoking activity 37 people(45,1%),people with APD is bad category 59 people(72,0%),eye examinations there are 24 people with cataract(29,3%),waste management were bad category 50 people(61,0%),in field society use pesticides for protecting the plant from insects,there are 60 people (73,2%) were monitoring the body health.Conclution:There are caring the plant more preferred than caring the body health.,smoking activity 45,1% and use APD bad category 72%, pesticides contact 82 people(100%) use pesticides for protecting the plant from insects. Eye Examination 24 people(29,3%) are cataract,priority the body health,use lowest pesticides,use the best APD.Key:Healthy,Plant,Farmer
Analisis Kedisiplinan Petugas Rekam Medis Dalam Melaksanakan Standar Operasional Prosedur Penyimpanan di Unit Filing RSAU dr.Siswanto Lanud Adi Soemarmo Karunia Budhi Putri Hapsari; Sri Suparti; Mustainul Habibi
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 4 No. 1 (2025): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i1.180

Abstract

Setiap individu, baik di dalam maupun di luar organisasi, harus memiliki kedisiplinan. Semua orang wajib mematuhi aturan yang ada dan telah disepakati sebelumnya. Namun, dalam pelaksanaan prosedur filing di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo, masih terdapat ketidakdisiplinan dalam mengikuti SOP. Hal ini terjadi karena petugas tidak tersedianya tracer meskipun sudah diatur dalam SOP. Petugas merasa bahwa mencatat di buku distribusi sudah cukup. Tujuan penelitian: untuk menganalisis kedisiplinan petugas dalam melaksanakan standar operasional prosedur, dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan diskriptif. Metode penelitian : ini menggunakan objek SOP penyimpanan filing dan subjek penelitian terdapat 10 petugas, data yang terkumpul diolah dan dianalisis. Hasil penelitian: ditemukan beberapa indikator yang mempengaruhi kedisiplinan petugas yaitu pengetahuan, masa kerja dan sikap pada hasil penelitian pada indikator pengetahuan dengan 3 (30%) responden dengan tingkat pengetahuan paham, 7 (30%) responden dengan tingkat pengetahuan tidak paham dan masuk ke kriteria tidak disiplin. Pada indikator masa kerja didapatkan 6 (66%) responden yang memiliki masa kerja diatas 2 tahun sedangkan 4 (34%) responden belum memiliki masa kerja 2 tahun dan dari indikator sikap didapatkan 9 (90%) responden dengan sikap baik dan menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu serta 1 (10%) responden dengan sikap kurang baik. Kesimpulan: dari penelitian ini belum terbangun kedisiplinan petugas dalam standar operasional prosedur penyimpanan berkas rekam medis karena tidak adanya hukuman jika petugas tidak menjalankan pekerjaannya sesuai dengan standar operasional prosedur penyimpanan.
Primary honey dressing of perineal wounds and acacia honey consumption to improve the quality of life of postpartum mothers Sri Suparti; Retno Widowati; Rini Kundaryanti
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 5 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v5i3.581

Abstract

Perineal wounds, postpartum pain, anemia, and low breast milk production are common problems in postpartum mothers that can reduce their quality of life. Topical and oral use of honey has been shown to accelerate wound healing, reduce pain, increase hemoglobin levels, and increase breast milk production. The study's objectives were to determine the effectiveness of primary honey dressing of perineal wounds and acacia honey consumption in improving the quality of life of postpartum mothers. This pre-experimental study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest with a control group. Using a total sampling technique, the sample size was 40 postpartum mothers, consisting of 20 in the treatment group and 20 in the control group. The intervention consisted of a primary honey dressing on the perineal wound and acacia honey consumption for 21 days. The instruments used included the REEDA scale, the Numeric Rating Scale (NRS), hemoglobin level measurements, and breast milk volume measurements. Data analysis used the Independent T-Test and Paired T-Test. There were significant differences between the treatment and control groups in terms of perineal wound healing (p<0.05), reduced pain intensity (p<0.05), increased hemoglobin levels (p<0.05), and increased breast milk production (p<0.05). Primary honey dressing on the perineal wound and acacia honey consumption was effective in accelerating wound healing, reducing postpartum pain, increasing hemoglobin levels, and increasing breast milk production, all of which contributed to an overall improvement in the quality of life of postpartum mothers. It is recommended that healthcare professionals consider using honey in obstetric care, particularly in postpartum maternal monitoring. This implementation can be a promotive and preventive strategy in maternal health care.
Education On Hormonal Changes During Perimenopause and Menopause in Japan in 2025 Rukmaini; Enok Siti Roiyatul Mahmudah; Rodiawati; Rena Herlina; Sri Suparti; Surani; Al Silva Nur Aniza; Sri Komala Dewi
International Journal of Community Services Vol. 3 No. 1 (2025): InJCS Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Rajaki of Tulip Medika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Background: Hormonal changes that occur in women during perimenopause and menopause can have various impacts on physical and psychological health. A lack of understanding of these changes can lead to unpreparedness in dealing with the symptoms that arise. Therefore, this community service activity aims to provide education to premenopausal and menopausal women to better understand the hormonal changes that occur and strategies for managing them. The method used in this activity was direct counseling through seminars and interactive discussions. The material presented covered hormonal changes, their impact on health, and steps that can be taken to address the symptoms that arise. Evaluation was conducted using questionnaires before and after the activity to measure participants' understanding. The results of the activity showed a significant increase in participants' knowledge of the hormonal changes that occur during perimenopause and menopause. Participants were also better prepared to deal with the symptoms that arise and understood the importance of maintaining a healthy lifestyle. In conclusion, education about hormonal changes in premenopause and menopause is crucial for increasing women's awareness and preparedness in facing this phase. Similar activities need to be continued to have a broader impact on improving the well-being of older women.
Co-Authors Ady Irawan Agustyarum Pradiska Budi Ahmad Rois Syujak Ahmad Syauqi Mubarok Ahmad Syauqi Mubarok Ahmad Zamani Al Silva Nur Aniza Alga Auraldi Andriani Noerlita Ningrum Anggie Pradana Putri Anggie Pradana Putri Angky, Putrama Ani Nur Fauziah Ani Nur Fauziah Anisa Hidayati Anita Dewi Lieskusumastuti Aquartuti Tri Darmayanti Aquartuti Tri Darmayanti Aries Widiyoko Arumawati, Arachis Budi Setiawan Manurung Catur Setyorini Catur Setyorini Danik Riawati Daryanto Daryanto Dewi Arradini Dhimas Permana Putra Dina Siti Nurjanah Dwi Joko Yulianto Endiyono Endri Adi Saputra Enok Siti Roiyatul Mahmudah Ery Syabilla Putri Etik Sulistyorini Eva Leny Alviani Febria Reza Kurnia Galuh Nugrahaning Budi, Galuh Galuh Sindi Wardani Galuh Sindi Wardhani Handayani, Rina Tri Heni Ernawati Heni Heni Ernawati Indarto - Irfan Armanto Isnani Nurhayati Isnani Nurhayati IVANA SITA DEWI Joko Prayitno Joko Tri Atmojo Kalyanita Karmadi Karmadi Karunia Budhi Putri Hapsari Kiki Puspitasary Kiki Puspitasary Lilik Hanifah Lilik Hanifah Meliana Novitasari Mifta Aditya Muhamad Yuli Kartiko Mustainul Habibi Mustiah Yulistiani Nabhani Nabhani Nasrul Sani Ndaru Syukma Putra Nova Rahma Widyaningrum Novratilova, Sinta Nurrochim Nurrochim Nurviyanti Nurviyanti Puji Nur Rokhmatun Ratna Wirawati Rejo Rejo Rejo Rejo Rena Herlina Retno Widowati Rinandita Febri Susanti Rinandita Febri Susanti Rini Kundaryanti Rodiawati Rohmi Rohmi Rukmaini Sabatun Sabatun Saras Kuntari Saras Kuntari SATRIYAS ILYAS Selvia Anggitasari Siti Maesaroh Siti Maesaroh Siti Maisarah Sri Hartutik Sri Iswahyuni Sri Iswahyuni Sri Komala Dewi SRI LESTARI Sri Sayekti Heni Sunaryanti Sri Sayekti Heni Sunaryanti Sri Wahyuni Suminanto Suminanto Surani Tatik Trisnowati Tio Guntur Prabowo Tri Yuniarti Ulin Nuha Untung Suparman Wahyu Wijaya Widiyanto Widiyanto, Aris Yesi Ihdina Fityatal Hasanah