Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kandungan Residu Antibiotik Pada Ikan Kerapu Cantang (E. fuscoguttatus X E. lanceolatus) Hasil Budidaya Di Brondong Lamongan Yusuf Bangun Lastianto; Nuning Vita Hidayati; Mirna Fitrani; Boedi Setya Rahardja; Sapto Andriyono
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 14, No 1 (2023): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i1.143

Abstract

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ikan kerapu mengalami kestabilan nilai ekspor hingga 9,4% setiap tahunnya. Nilai ekspor ikan kerapu di Indonesia tercatat sebesar 16,42 juta US$. Angka ekspor ikan kerapu dalam kurun waktu tersebut belum dapat memenuhi kuantitas ekspor karena peningkatannya sebesar 30,75%/tahun, sehingga produksi ikan kerapu ditargetkan mampu meningkat sebesar 9.000 ton/tahun. Ikan kerapu cantang (E. fuscoguttatus x E. lanceolatus) adalah salah satu spesies ikan kerapu hasil persilangan antara ikan kerapu macan (E. fuscoguttatus) betina dengan ikan kerapu kertang (E. lanceolatus) jantan. Ketidakhigienisan dari pakan berupa ikan rucah memiliki potensi untuk membawa residu antibiotik ke dalam jaringan ikan kerapu cantang. Residu antibiotik merupakan salah satu cemaran kimia dalam pangan yang mengancam kesehatan manusia. Salah dua jenis antibiotik yang sering digunakan di dunia perikanan adalah tetrasiklin dan kloramfenikol.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui residu antibiotik dan mengukur serta menganalisis EDI dan HQ yang terdapat dalam ikan kerapu cantang hasil budidaya di Brondong Lamongan. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode study observation serta rancangannya adalah deskriptif. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan dan mengetahui bagaimana kandungan antibiotik dalam daging ikan kerapu cantang., dengan perhitungan EDI dan HQ. Sampel ikan kerapu cantang diujikan di Laboratorium Unit Pelayanan Terpadu Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (UPT PMP2KP). Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa tidak ditemukan residu antibiotik dari tetrasiklin dan derivatnya, dan kloramfenikol dalam daging ikan kerapu cantang. hasil tersebut membuat nilai indeks EDI dan HQ dari sampel yang didapatkan tidak diketahui, sehingga sampel tersebut dikatakan aman dari parameter residu antibiotik yang diuji.
Pelatihan Manajemen Budidaya Ikan Hias di UPR Mitra Mina Sejahtera, Indralaya Utara, Ogan Ilir Dade Jubaedah; Mohamad Amin; Mirna Fitrani; Yulisman Yulisman; Retno Cahya Mukti; Madyasta Anggana Rarassari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6810

Abstract

Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Mitra Mina Sejahtera berlokasi di Desa Tanjung Pering terdapat di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, memiliki usaha budidaya ikan khususnya budidaya ikan hias. Permasalahan yang dialami oleh pembudidaya ikan hias di UPR ini adalah masih terbatasnya penguasaan teknologi budidaya sehingga kualitas dan kuantitas produksi ikan hias masih belum maksimal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya tentang manajemen budidaya ikan hias di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir. Kegiatan pengabdian dilakukan pada bulan Juni - Oktober 2022. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan sosialisasi melalui pelatihan manajemen budidaya ikan hias dan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan (demplot). Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM yang telah dilakukan yaitu meningkatnya pengetahuan masyarakat yang diperlihatkan dari hasil kuesioner yang diperoleh. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM di UPR Mitra Mina Sejahtera dikatakan berhasil.The Mitra Mina Sejahtera People's Hatchery Unit (PHU) is located in Tanjung Pering Village, in Indralaya Utara District, Ogan Ilir Regency, and has a fish farming business, especially ornamental fish farming. The problem experienced by ornamental fish cultivators at PHU is the limited mastery of cultivation technology, so the quality and quantity of ornamental fish production are still not optimal. This community service activity aims to increase farmers' understanding of the management of ornamental fish cultivation in Tanjung Pering Village, North Indralaya District, Ogan Ilir. Service acti­vities are carried out from June to October 2022. The method used is socialization through ornamental fish cultivation management training and mentoring activities. The results obtained from the PKM activities that have been carried out are increasing public knowledge, as shown from the questionnaires obtained. So it can be concluded that community service activities at UPR Mitra Mina Sejahtera are successful.
The Production Evaluation of Lais Fish (Kryptopterus sp.) Culture in Wetlands Danang Yonarta; Ferdinand Hukama Taqwa; Mohamad Amin; Mirna Fitrani; Muslim; Mochamad Syaifudin
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15 No 2 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i2.39

Abstract

This study aimed to examine the technical and economic feasibility of lais aquaculture production. A cultivation activity was done in order to increase profits. Primary data was collected by interviewing fish cultivators and secondary data was obtained from related references. The bioecological characteristics of lais fish made this fish a candidate for aquaculture commodities paying attention to the management and technology used. Various technical aspects of production need evaluated continuously, including site selection, seed stocking, feeding, water quality management, fish health, harvesting, and marketing. Referring to the components of the evaluation results which were very lacking. Farmers need partners as mentors and access to several facilities to support production components that have not been maximized, one of which is the provision of best practices of fish handling certified superior lais fish fry.
Antibiotic residue analysis of tetracycline and chloramphenicol in banana shrimp (Fenneropenaeus merguiensis) from a traditional shrimp farming in Brondong, Lamongan Sapto Andriyono; Alma Ika Fatmawati; Nuning Vita Hidayati; Mirna Fitrani; Boedi Setya Rahardja
Grouper: Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan Vol. 14 No. 1 (2023): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i1.129

Abstract

Banana shrimp is one of the potential export shrimp cultivated in Brondong, Lamongan. Antibiotic residues, including pollutants, can come from cultivation pond areas and environmental pollution. The antibiotics in shrimp are tetracycline groups (oxytetracycline, chlortetracycline, and tetracycline) and chloramphenicol.  This study aims to determine the presence of antibiotic residues in banana shrimp and whether the quality of the shrimp has met health safety standards based on antibiotic residue analysis using estimated daily intake (EDI) and hazard quotient (HQ) calculations. Examination of antibiotic residues is carried out at the UPT. Quality Testing and Development of Marine and Fisheries Products in Surabaya. This study used an observation method by taking shrimp samples, measuring pond water quality parameters, and testing the content of antibiotic residues in the laboratory. The examination results showed that residues of the tetracycline and chloramphenicol groups were not detected in banana shrimp. Calculations of EDI and HQ cannot be performed because antibiotic residues are not detected. The HQ value is below one, which indicates a low-risk level category. Banana shrimp from a farming pond in Brondong, Lamongan is safe for human consumption.
Analisis Kandungan Residu Antibiotik Pada Ikan Kerapu Cantang (E. fuscoguttatus X E. lanceolatus) Hasil Budidaya Di Brondong Lamongan Yusuf Bangun Lastianto; Nuning Vita Hidayati; Mirna Fitrani; Boedi Setya Rahardja; Sapto Andriyono
Grouper: Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan Vol. 14 No. 1 (2023): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v14i1.143

Abstract

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ikan kerapu mengalami kestabilan nilai ekspor hingga 9,4% setiap tahunnya. Nilai ekspor ikan kerapu di Indonesia tercatat sebesar 16,42 juta US$. Angka ekspor ikan kerapu dalam kurun waktu tersebut belum dapat memenuhi kuantitas ekspor karena peningkatannya sebesar 30,75%/tahun, sehingga produksi ikan kerapu ditargetkan mampu meningkat sebesar 9.000 ton/tahun. Ikan kerapu cantang (E. fuscoguttatus x E. lanceolatus) adalah salah satu spesies ikan kerapu hasil persilangan antara ikan kerapu macan (E. fuscoguttatus) betina dengan ikan kerapu kertang (E. lanceolatus) jantan. Ketidakhigienisan dari pakan berupa ikan rucah memiliki potensi untuk membawa residu antibiotik ke dalam jaringan ikan kerapu cantang. Residu antibiotik merupakan salah satu cemaran kimia dalam pangan yang mengancam kesehatan manusia. Salah dua jenis antibiotik yang sering digunakan di dunia perikanan adalah tetrasiklin dan kloramfenikol.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui residu antibiotik dan mengukur serta menganalisis EDI dan HQ yang terdapat dalam ikan kerapu cantang hasil budidaya di Brondong Lamongan. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode study observation serta rancangannya adalah deskriptif. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan dan mengetahui bagaimana kandungan antibiotik dalam daging ikan kerapu cantang., dengan perhitungan EDI dan HQ. Sampel ikan kerapu cantang diujikan di Laboratorium Unit Pelayanan Terpadu Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (UPT PMP2KP). Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa tidak ditemukan residu antibiotik dari tetrasiklin dan derivatnya, dan kloramfenikol dalam daging ikan kerapu cantang. hasil tersebut membuat nilai indeks EDI dan HQ dari sampel yang didapatkan tidak diketahui, sehingga sampel tersebut dikatakan aman dari parameter residu antibiotik yang diuji.
Derajat Penetasan dan Lama Waktu Menetas Embrio Ikan Betok (Anabas testudineus) yang Diinkubasi pada Media dengan pH Berbeda [The Hatching Rate and Incubation Duration of Climbing Perch Embryo (Anabas testudineus) Incubated on Different pH of Medium] Vina Violita; Muslim Muslim; Mirna Fitrani
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 11 No. 1 (2019): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v11i1.10866

Abstract

AbstrakPenetasan telur ikan merupakan hasil dari embriogenesis hingga embrio keluar dari cangkangnya. Aktivitas embrio dipengaruhi oleh faktor dari luar dan dalam cangkang. Salah satu faktor dari luar yaitu pH air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat penetasan dan lama waktu menetas telur ikan betok (A. testudineus) yang diinkubasi pada media dengan pH berbeda. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan, Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Metoda penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan P1 (pH 5±0,2), P2 (pH 6±0,2), P3 (pH 7±0,2), P4 (pH 8±0,2) dan P5 (pH 9±0,2). Parameter yang diamati yaitu persentase telur menetas, lama waktu penetasan dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH 7±0,2, pH 8±0,2 dan pH 9±0,2  memberikan hasil persentase telur menetas dan lama waktu penetasan telur yang tidak berbeda nyata.AbstractThe hatching of fish eggs is the result of embryogenesis until the embryo out from the shells. Embryos activities are influenced by external and internal factors. One of the external factors is the Power of Hydrogen (pH). The purpose of this study is to determine the hatching rate and incubation time of climbing perch (Anabas testudineus) incubated on different pH of the medium. The research had been conducted in Aquaculture Laboratory, Department of Aquaculture, Agriculture Faculty, Sriwijaya University. The research method used a completely randomized design with five treatments and three replications.  The treatments were P1 (pH 5±0.2), P2 (pH 6±0.2), P3 (pH 7±0.2), P4 (pH 8±0.2) and P5 (pH 9±0.2). Parameters that had been observed were the eggs percentage of hatching, incubation time and water quality parameters. The results showed that pH 7±0.2, pH 8±0.2 and pH 9±0.2 have no significant difference on hatching percentage and incubation time of climbing perch.
The Combination of Dolomite and Hydrated Lime with Different Compositions in Sulfuric Acid Soil for Fish Culture Ponds Mirna Fitrani; Idsariya Wudtisin; Methee Kaewnern
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v15i1.37719

Abstract

Highlight Research Sulfuric acid soil causes extreme acidity of the water (pH<3) and is unsuitable for fish culture Well management for sulfuric acid soil reduce the high risk of soil and water acidity The use of an appropriate combination of different liming is better than the single material to solve the very low pH Combination of dolomite and hydrated lime increased the pH and alkalinity   Abstract The application of liming material should consider the amount and quality of chemicals related to cost expenditure and target of expected soil properties since it is usually done with an incorrect number's estimation and expected soil-water quality which produces unsuccessful results. This study aimed to analyze the effect of different percentages from each combination of dolomite and hydrated lime (DH); DH1 (75:25), DH2 (50:50), and DH3 (25:75), which used five replications to the soil and water quality. The soil samples were taken from the earthen pond of semi-intensive tilapia fish (Oreochromis niloticus) culture in Lat Bua Luang, Rangsit, Thailand, placed into 50 plastic pots (volume = 1.5 L), and mixed with lime of different compositions. Based on the results, the mixture of dolomite and hydrated lime (DH) increased the soil and water pH into the desirable ranges (7.4-8.6). The alkalinity of DH treatments was not higher than that of the single dolomite (DA) or hydrated lime (HA). However, the value was still sufficient (>75 mg/L as CaCO3) to buffer water quality changes. Several depletions of the toxic materials (total aluminum, iron, and manganese) caused by sulfuric acid (FeS2) had been observed in combination treatment, especially in DH1. On the contrary, the essential base cations, calcium, and magnesium increased beyond the single treatment, either dolomite (DA) or hydrated lime (HA). A combination of dolomite and hydrated lime (DH1) as an alternative treatment to remedy aquaculture ponds in acid-containing soil is suggested in terms of efficiency and possible cost-effectiveness.
Pengembangan Integrasi Budidaya Ikan Lele Dan Tanaman Herbal Di UPR Doa Mandeh Mirna Fitrani; Retno Cahya Mukti; Fatmawati Fatmawati; Danang Yonarta
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 2 (2024): April 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i2.2996

Abstract

The catfish cultivation business carried out by UPR Doa Mandeh since 2015 still requires support in the form of assistance and training for its development. Meanwhile, the availability of fish seeds in South Sumatra is still very dependent on other regions, such as Lampung, Jambi and West Java. The lack of use of appropriate catfish cultivation technology and the use of commercial feed has an impact on the low production of fish seeds produced. Apart from that, there has been no effort to treat waste water which has the potential to have a negative impact on the surrounding environment. For this reason, community service (PPM) is carried out, which applies lecture materials, research and publications that have been carried out by the proposing team in the form of application of biofloc technology, making liquid fertilizer and cultivating herbal plants. The aim and benefits of carrying out this activity are to develop the catfish cultivation business, increase seed production, utilize waste water from catfish rearing media into liquid fertilizer products that can be used to develop herbal plant cultivation which will ultimately increase the income of cultivators at UPR Doa Mandeh. The activity model is in the form of empowerment, development and assistance which is implemented using counseling, training and technical/production assistance methods. The results of this activity are high survival and growth rates for catfish, water quality is in the optimal range, and the richness of nutrients in wastewater from the biofloc system can be used as liquid fertilizer for herbal plants.    Keywords: biofloc; catfish; herbal plants; liquid fertilizer
STUDI AKUMULASI LOGAM BERAT Pb, Cd, As PADA UDANG JERBUNG (Fenneropenaeus merguiensis) DARI TAMBAK TRADISIONAL Muhammad Syahrian; Nuning Vita Hidayati; Mirna Fitrani; Boedi Setya Rahardja; Sapto Andriyono
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.500

Abstract

Lamongan merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi dalam pengembangan produk perikanan khususnya air laut dan air payau. Selain banyak digunakan sebagai lokasi tambak budidaya, wilayah pesisir utara ini juga banyak digunakan sebagai sentra industri yang mana akan membuang banyak limbah dan dapat mempengaruhi kualitas air pada perairan. Pencemaran perairan dapat berdampak pada kondisi kesehatan biota serta kualitas produk perikanan yang dihasilkan. Salah satu limbah yang memiliki sifat racun dan berbahaya bagi makhluk hidup adalah logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan arsenik (As) yang tergolong polutan yang tidak dapat terdegradasi dan jika terakumulasi di lingkungan perairan akan berpotensi merusak rantai makanan dan menjadi kontaminan bagi organisme akuatik. Pada penelitian ini digunakan udan jerbung (Fenneropenaeus merguiensis) sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya akumulasi logam berat pada udang jerbung dan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Geo-Accumulation Index (Igeo), Contamination Factor Index (CF), dan Bio-Concentration Factor (BCF). Penelitian yang dilakukan ini termasuk penelitian dengan metode study observation dengan rancangan deskriptif. Sampel udang jerbung yang didapat diujikan di Laboratorium Unit Pelayanan Terpadu Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (UPT PMP2KP). Hasil yang didapat dari pengujian laboratorium menunjukkan akumulasi logam berat pada udang jerbung dengan nilai 0,0465 mg/kg untuk timbal (Pb); 0,0035 mg/kg untuk kadmium (Cd), dan 0,8229 mg/kg untuk arsenik. Pada pemeriksaan sampel air diperoleh nilai 0,0158 mg/kg akumulasi logam berat arsenik (As), sedangkan untuk pemeriksaan pada sedimen menunjukkan hasil tertinggi adalah 12,30 mg/kg untuk logam berat timbal (Pb) dan terendah 0,0171 mg/kg untuk logam berat kadmium (Cd).
Effect of the use of ovaprim® on the spawning of kissing gourami (Helostoma temminckii) at UPR Doa Mandeh, Ogan Ilir Yonarta, Danang; Syafaa’uddin, Abdul Ma’ruf; Fitrani, Mirna; Rarassari, Madyasta Anggana
Jurnal Mangifera Edu Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v9i2.215

Abstract

The kissing gourami (Helostoma temminckii) is a freshwater species increasingly cultivated in controlled aquaculture systems. However, its production is hindered by the limited availability of broodstock and fry, which still heavily depend on natural catches that fluctuate seasonally. To address this challenge, controlled environment aquaculture offers a sustainable solution to boost the kissing gourami population. One effective method is semi-natural spawning through gonadotropin hormone induction using Ovaprim®, which promotes year-round reproductive readiness in broodstock. This study aims to apply and evaluate the semi-natural spawning technique of kissing gourami using Ovaprim® at UPR Doa Mandeh, Ogan Ilir. Conducted between August and September 2024, the research compared two treatments: natural spawning (P0) and semi-natural spawning (P1). The findings demonstrated promising results, with a fecundity of 9,619 eggs, a fertilization rate of 90.4%, a hatching rate of 94%, and a survival rate of 95%. Water quality parameters remained within optimal ranges, with broodstock pond temperatures between 30–30.6°C and pH levels of 7.27–7.53, while the rearing aquarium maintained a temperature of 31°C and a pH of 7.62–7.66. These results highlight the potential of semi-natural spawning using Ovaprim® as a viable approach for enhancing kissing gourami reproduction, reducing dependency on wild populations, and supporting sustainable aquaculture practices.
Co-Authors Ade Dwi Sasanti Adhiguna, Rizky Tirta Adriana Mariska Afrianto, A.M. Agus Supriadi Alma Ika Fatmawati Andini, Andini Asrul . Ferdian ayu altiara Azmi Afriansyah Boedi Setya Rahardja Burmansyah . Cahya, Anindya Cynthia Putu Wyrantika, Cynthia Putu Dade Jubaedah Dade Jubaedah Dade Jubaedah Danang Yonarta Danang Yonarta Dewi, Santa Diko Khairil Harianto Dwi Aprilianti Putri Dwi Rizki Septiana Eka Saputra Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Ferdinand Hukama Taqwa Ferdinand Hukama Taqwa Gracia Eirene Girsang Haryanto, Muhammad Ravianda Aditya Herlina Agustina Herna Nur Octaviana Idsariya Wudtisin jaka prasetya Jimmi Astria Juardi Zalukhu Khoirun Nisa Lutfi Lutfi M Syaifudin Madyasta Anggana Rarassari Madyasta Anggana Rarassari Malik, Deri Marini Wijayanti Marissa, Feny Marsi Marsi Marsi Marsi Martogi Leo Sitohang Meilinda Meilinda Methee Kaewnern Mochamad Syaifudin, Mochamad Mohamad Amin Muhamad Arasyidin Lubis Muhamad Zainuri Muhammad Busroh Muhammad Fachri Muhammad Fahrudin Muhammad Syahrian Mukri, Retno Cahya Mulyani, Yenni Sri Muslim Muslim Ningsih, Ayu Oktavia Nugroho, Gama Dian Nuning Vita Hidayati Nuning Vita Hidayati Nuning Vita Hidayati Purwanto, Rudi Putra, Andy Candra Rarassari, Madyasta Anggana Retno Cahya Mukti Ridhowati, Sherly Rismoni, Indah Riswandi, Agung Rudi Purwanto Sapto Andriyono Sari, Ariani Indah Sefti Heza Dwinanti, Sefti Heza Septimesy, Annisa Susanto, Robiyanto H Susanto, Rubiyanto H Syafaa’uddin, Abdul Ma’ruf Syahrian, Muhammad Tanbiyaskur Tanbiyaskur Tanbiyaskur, Tanbiyakur Tanbiyaskur, Tanbiyaskur Vina Violita Visakhadevi, Jelena Angel Warasto . Wijayati, Marini Yeni Sri Mulyani Yonarta, Danang Yulisma . YULISMAN Yulisman Yulisman Yulisman Yulisman Yundari, Yundari Yusuf Bangun Lastianto Zammardi, Syakhain ZK Abdurahman Baizal