Risda Rizkillah, Risda
Department Of Family And Consumer Sciences, Faculty Of Human Ecology, IPB University, Bogor, Indonesia

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edukasi Pemasaran Digital dan Perhitungan Harga Pokok Penjualan di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Adil Akbar Muhammad; Affif Andra Saputro; Andi Zahira Al Humairoh; Dewi Sani Sukma; Risda Rizkillah; Aqilla Fadia Wahono; Daffa Rafiandra Haryono; Indira Ariesta; Muhammad Hamzah Aditama
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.2.269-278

Abstract

The fast development of the world affects changes in various sectors, one of which is business. The situation is becoming increasingly difficult with the Covid-19 pandemic situation which limits the mobility of business actors in doing business. Based on this background, the Bekasi Kab 02 KKN-T group carried out digital marketing and HPP education activities aimed at providing solutions to overcome marketing issues during the pandemic and making MSMEs able to compete well in this era. This program was implemented 3 times with a combination of online and offline activities on July 2021. The total participants involved in this activity were 15 people. We carry out digital marketing and HPP education with a hybrid discussion method with online socialization and education as well as practices that are carried out directly at MSME locations. The results showed that based on the pre and post tests conducted by eight participants, there was an increase in the number of participants who answered correctly on four of the six questions and even all participants answered correctly on two questions. A total of 6 from 8 participants got an increased score from before the presentation of the material. While the other 2 from 8 participants did not show any change in score. This result shows that the activity can increases the knowledge of MSME actors in using Instagram to make online sales and increases understanding of the calculation of basic commodities.
PENGARUH TINGKAT STRES DAN KESIAPAN MENIKAH TERHADAP KETERCAPAIAN FUNGSI KELUARGA PADA KELUARGA DENGAN ISTRI MENIKAH DINI Risda Rizkillah; Ferinda Yumni Unza Ayu; Musthofa
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.503 KB) | DOI: 10.37306/kkb.v8i1.166

Abstract

Pernikahan dini menyebabkan tingkat stres dan ketercapaian fungsi keluarga kurang optimal karena tidak siap menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat stres dan kesiapan menikah terhadap ketercapaian fungsi keluarga pada keluarga dengan istri menikah dini. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study dan retrospective study yang melibatkan 100 istri menikah dini. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari separuh kesiapan menikah responden tergolong rendah, lebih dari separuh tingkat stres responden tergolong sedang, dan separuh dari ketercapaian fungsi keluarga responden tergolong sedang. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara usia istri saat menikah, lama pendidikan istri, dan pendapatan perkapita dengan kesiapan menikah dan ketercapaian fungsi keluarga. Terdapat hubungan negatif antara usia istri saat menikah, lama pendidikan istri, pendapatan perkapita, dan lama menikah dengan tingkat stres. Besar keluarga memiliki hubungan positif dengan tingkat stres serta hubungan negatif dengan kesiapan menikah dan ketercapaian fungsi keluarga. Uji pengaruh menunjukan bahwa terdapat pengaruh negatif pada tingkat stres terhadap ketercapaian fungsi keluarga serta pengaruh positif dari lama menikah dan pendapatan perkapita terhadap ketercapaian fungsi keluarga.
PENGARUH TEKANAN EKONOMI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KETAHANAN KELUARGA NARAPIDANA Rizkillah, Risda; Arinda, Friska
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.01

Abstract

Abstrak Hukuman penjara dapat mengubah aspek ekonomi, hubungan internal, dan interaksi eksternal keluarga narapidana. Perubahan tersebut menjadi tantangan bagi keluarga narapidana dalam membentuk ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari karakteristik keluarga, tekanan ekonomi, dan dukungan sosial terhadap ketahahan keluarga narapidana. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study digunakan dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah 37 istri narapidana di Kabupaten Pemalang yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden dengan bantuan kuesioner terstruktur menggunakan kuesioner pengukuran tekanan ekonomi keluaga (TEKEN-GA), kuesioner dukungan sosial, dan kuesioner pengukuran ketahanan keluarga (TAHAN-GA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh istri narapidana memiliki tekanan ekonomi objektif terkategori rendah, satu pertiga istri narapidana memiliki tekanan ekonomi subjektif terkategori sedang, hampir tiga perempat istri narapidana memiliki dukungan sosial terkategori rendah, dan lebih dari dua perlima istri narapidana memiliki ketahanan keluarga yang terkategori sedang. Karakteristik keluarga yaitu lama pendidikan istri, pendapatan per kapita, dan aset keluarga berhubungan negatif signifikan dengan tekanan ekonomi (objektif dan subjektif) dan berhubungan positif signifikan dengan ketahanan keluarga narapidana. Analisis regresi menunjukkan bahwa ketahanan keluarga narapidana dipengaruhi negatif signifikan oleh tekanan ekonomi subjektif dan dipengaruhi positif signifikan oleh dukungan sosial.   Abstract Imprisonment can change the economic aspects, internal relations, and external interactions of the prisoner's family. These changes become a challenge for prisoners’ families in building family strength. This study aims to analyze the effect of family characteristics, economic pressure, and social support on the family strength of the prisoners’ families. The quantitative method with a cross-sectional study design was used in this study. Respondents in this study were 37 wives of prisoners in Pemalang Regency who were selected using simple random sampling. Data were obtained through direct interviews with respondents with the help of a structured questionnaire using a measuring family economic pressure (TEKEN-GA), a social support questionnaire, and a measuring family Strength (TAHAN-GA). The results show that almost half of the prisoners' wives have low objective economic pressure, one-third of prisoners' wives have moderate subjective economic pressure, almost three-quarters of prisoners' wives have low social support, and more than two-fifths of prisoners' wives have moderate family strength. Regression analysis shows that family strength is significantly negatively affected by subjective economic pressure and significantly positively affected by social support.
PENGARUH KONFLIK KERJA KELUARGA DAN STRATEGI KOPING TERHADAP KEBERFUNGSIAN KELUARGA DUAL EARNER DENGAN ANAK REMAJA KORBAN CYBERBULLYING Rizkillah, Risda; Agustin, Salsa Bela Frisilia
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.102.06

Abstract

Stress pengasuhan yang tinggi akibat dari konflik kerja menyebabkan terjadinya penghindaran kelekatan yang tinggi antara hubungan ibu dengan anak . Kualitas kelekatan antara ibu bekerja dengan anak dapat menjadi pemicu kemungkinan anak sebagai pelaku atau korban cyberbullying. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dari karakteristik keluarga, konflik kerja keluarga, strategi koping terhadap keberfungsian keluarga dual earner dengan anak remaja korban cyberbullying. Penelitian menggunakan penelitian desain explanatory study dan menggunakan purposive sampling dengan ibu bekerja dan memiliki anak remaja yang merupakan korban cyberbullying sebagai responden. Konflik kerja menganggu keluarga lebih tinggi dibandingkan konflik keluarga menganggu kerja pada wilayah kabupaten dan kota. Wilayah kota memiliki konflik kerja yang lebih tinggi dibandingkan wilayah kabupaten namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Startegi koping pada wilayah kabupaten lebih tinggi dibandingkan wilayah kota namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Keberfungsian keluarga diwilayah kabupaten lebih tinggi dibandingkan wilayah kota serta terdapat perbedaan yang signifikan pada keberfungsian keluarga terkait dengan dimensi pembagian tugas atau peran dalam keluarga (role). Pada wilayah kota konflik kerja memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga dan strategi koping memiliki pengaruh positif signifikan. Pada wilayah kabupaten lama pendidikan suami memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga dan kota konflik kerja memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga.   Abstract High parenting stress resulting from work conflict leads to high attachment avoidance between the mother and child relationship. The quality of attachment between working mothers and children can trigger the possibility of children as perpetrators or victims of cyberbullying. The purpose of this study is to analyze the influence of family characteristics, family work conflict, coping strategies on the functioning of dual earner families with adolescent victims of cyberbullying. The study used an exploratory study design and used purposive sampling with working mothers and had teenage children who were victims of cyberbullying as respondents. Work conflict disrupts family higher than family conflict disrupts work in district and city areas. City areas have higher work conflict than district areas but there is no significant difference. Coping strategies in the district area are higher than the city area but there is no significant difference. Family functioning in district areas is higher than in city areas and there is a significant difference in family functioning related to the dimension of division of tasks or roles in the family (role). In urban areas, work conflict has a significant negative effect on family functioning and coping strategies have a significant positive effect. In the regency area, the length of husband's education has a significant.
FACTORS AFFECTING SINGLE FATHER'S QUALITY OF LIFE DURING THE COVID-19 PANDEMIC Hamaedi, Hana Fauziah; Rizkillah, Risda
Journal of Child, Family, and Consumer Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Child, Family, and Consumer Studies
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jcfcs.3.2.75-84

Abstract

Single-father families are vulnerable to economic problems during the Covid-19 pandemic. This study aims to analyze factors that influence the quality of life of single fathers during the Covid-19 pandemic. This research uses quantitative research methods with a cross-sectional study design involving 60 single fathers who were selected using purposive sampling with the criteria of 1) being domiciled in Leuwiliang District, 2) living with dependent children in the same house, and 3) having separated from their partner due to divorce. Life or death divorced. The results of the study found that almost half of single fathers had a moderate quality of life and objective and subjective economic pressure, and most single fathers had low coping strategies. The correlation test showed that objective and subjective economic pressure was negatively related to quality of life. In contrast, per capita income and coping strategies were positively related to quality of life. The regression test shows that subjective economic pressure hurts quality of life, while coping strategies positively impact quality of life.
Kajian Komunikasi dan Interaksi dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Iklim Pada Masyarakat Pesisir Jawa Barat Defina, Defina; Rizkillah, Risda; Hastuti, Dwi; Muflikhati, Istiqlaliyah
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 4 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0504.777-782

Abstract

Rekomendasi policy brief ini adalah pentingnya meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi keluarga nelayan dalam perubahan iklim. Interaksi keluarga akan meningkat ketika suami tidak banyak menghabiskan waktunya di laut. Perlu adanya program yang dapat meningkatkan jumlah populasi ikan di laut dangkal sehingga nelayan tidak terlalu jauh untuk menangkap ikan dan lebih banyak waktu bersama keluarga. Seperti penanaman hutan bakau di pantai utara serta edukasi dan pendampingan dalam penggunaan alat untuk pendeteksian posisi ikan secara maksimal, bantuan mesin dan alat tangkap perlu didistribusikan secara merata dan tepat sasaran. Selain itu, agar kekerasan verbal menurun, perlu adanya peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan keluarga dalam strategi untuk meningkatkan kualitas interaksi dan komunikasi antara suami dan istri. Dari sisi ekonomi perlu adanya program pemberdayaan dalam hal manajemen keuangan keluarga dan penambahan pendapatan keluarga. Contohnya, pengelolaan hasil tangkapan nelayan oleh istri nelayan sehingga nilai jual bertambah dan pemerintah juga perlu untuk membantu dalam pemasaran produk yang dibuat oleh istri.
Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga dan Kualitas Pengasuhan pada Keluarga Nelayan di Pesisir Jawa Barat Defina, Defina; Hastuti, Dwi; Rizkillah, Risda; Muflikhati, Istiqlaliyah
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 4 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0504.822-828

Abstract

Kesejahteraan keluarga merupakan salah satu kunci tercapainya praktik pengasuhan yang berkualitas. Keluarga yang sejahtera akan memiliki pola pikir yang sehat serta akses yang lebih leluasa tehadap sumber daya dalam memenuhi kebutuhan anak selama proses pengasuhan. Keluarga yang tinggal di wilayah pesisir memiliki sejumlah potensi sumberdaya untuk mencapai kesejahteraan. Akan tetapi kondisi menunjukan bahwa keluarga yang tinggal di wilayah pesisir cenderung berpendidikan rendah, kualitas hidup rendah, dan tingkat kesejahteraan keluarga dan relasi orangtua anak yang kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di wilayah pesisir agar anak-anak dari keluarga tersebut dapat memperoleh pengasuhan yang baik sehingga tumbuh dan berkembang secara optimal. Beberapa program yang telah dikembangkan dapat dilanjutkan, terutama program maupun kebijakan berbasis keluarga. Hal ini bertujuan agar kesejahteraan keluarga dapat tercapai secara berkelanjutan.
Edukasi Perencanaan Keuangan, Pengelolaan Emosi, dan Pencegahan Stunting Sebagai Optimalisasi Kesiapan Menikah Bagi Remaja Akhir Wirdha, Fairuza Alyaa; Rizkillah, Risda; Sjakira, Irfa
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/vxgknj13

Abstract

Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi yang unggul. Calon generasi yang unggul akan lahir dari keluarga melalui sebuah pernikahan. Remaja akhir sebagai usia transisi perlu memiliki kesadaran, pengetahuan dan persiapan menjelang masa dewasa, salah satunya adalah kesiapan menikah. Hal ini tentu sangat diperlukan untuk menanggulangi isu pereraian yang kian hari kian meningkat. Alasan terbesar perceraian yang dihimpun dari data KUA Kota Bogor yaitu dikarenakan pertengkaran terus menerus yang terjadi antara suami – istri dan masalah finansial. Maka dari itu, kesiapan menikah dapat dilakukan dengan pemberian edukasi. Metode pemberian edukasi juga perlu diperhatikan agar sesuai dengan karakteristik dari peserta. Adapun tujuan  dari  kegiatan  ini  adalah  untuk  meningkatkan pemahaman remaja akhir di Kelurahan Sempur terkait kesiapan menikah dengan materi perencanaan keuangan, pengelolaan emosi, dan pencegahan stunting. Hal ini diharapkan terjadinya peningkatan pemahaman yang berdampak pada terbentuknya kualitas remaja akhir untuk membangun keluarga yang sejahtera
Social support, coping strategies, and resilience of families with neurodevelopmental disorder children Sabrina, Dhia Nur; Rizkillah, Risda
Jurnal Psikologi Vol 24, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jp.24.1.113-123

Abstract

Background: Neurodevelopmental disorder (NDD) in children can trigger feelings of sadness and low self-esteem in parents due to societal judgment. However, children still require treatment to improve their abilities and skills. Family resilience is needed to keep family functions optimally to support child’s development.Purpose: Analyze the effects of family characteristics, social support, and scoping strategies on resilience of family with neurodevelopmental disorder child.Method: The study involved 95 mothers of children aged 6-13 years diagnosed with NDD. Instruments used in this study are Social Support Questionnaire, The Brief-COPE), and Resilience-Ga. This research was conducted offline at special need-child foundations and schools in Bogor City and Bogor Regency. Each respondent was interviewed based on questions from instruments used in this research.Findings: A significant regression was found (F(8,86)= 4.09], p = <.001). The adjusted R2 was 0.208, indicating that family characteristics, social support, and family coping strategies explained approximately 20,8% of the variance in family resilience. Study results show positive significant effect of fathers’ education (β=0.168; p=0.092), social support (β=0.202; p=0.048), and coping strategies (β=0.275; p=0.010) on family resilience.Implication: Provide inclusive and flexible policies and increase public awareness to support the resilience and well-being of families with neurodevelopmental children.
Penyuluhan Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Kampung Ramah Keluarga Kasus di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor Defina, Defina; Rizkillah, Risda; Musthofa, Musthofa; Sunarti, Euis
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.2.372-381

Abstract

Family is the smallest unit of society. Family resilience must be increased to realize family prosperity. Family resilience cannot be separated from the environment as it is a family friendly village. This family friendly village can be realized through a programme that includes family resilience education. One way to develop a family is through counseling about family resilience and the role of the family in creating a family friendly environment. This activity aims to increase the family’s understanding of the development and function of the family in realizing family resilience by developing a Family Friendly Village Model in Ciherang Village, Dramaga District, Bogor Regency, West Java Province. Productive-age mothers participated in this outreach activity. Counseling was performed thrice (March-May 2024). The first activity was offline counselling/education regarding the definition, components, and scope of family resilience. The second activity is counseling and education regarding the stages and tasks of family development. The third activity is counselling/education related to strengthening the understanding of family resilience. Based on the pre-test results, it was discovered that the participants did not know or understand the stages of family development, function, and resilience. However, after counseling and post-test, it was discovered that the participants could analyze each family's stages of family development and identify basic tasks, developmental tasks, and crisis tasks that needed to be carried out to increase family resilience. In conclusion, counseling is needed for families to increase their knowledge and understanding of family function and development and to create family resilience.