Risda Rizkillah, Risda
Family And Consumer Sciences Department, Faculty Of Human Ecology, IPB University, Lingkar Kampus Street IPB Darmaga, Bogor, 16680, Indonesia

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT STRES DAN KESIAPAN MENIKAH TERHADAP KETERCAPAIAN FUNGSI KELUARGA PADA KELUARGA DENGAN ISTRI MENIKAH DINI Risda Rizkillah; Ferinda Yumni Unza Ayu; Musthofa
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.503 KB) | DOI: 10.37306/kkb.v8i1.166

Abstract

Pernikahan dini menyebabkan tingkat stres dan ketercapaian fungsi keluarga kurang optimal karena tidak siap menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat stres dan kesiapan menikah terhadap ketercapaian fungsi keluarga pada keluarga dengan istri menikah dini. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study dan retrospective study yang melibatkan 100 istri menikah dini. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari separuh kesiapan menikah responden tergolong rendah, lebih dari separuh tingkat stres responden tergolong sedang, dan separuh dari ketercapaian fungsi keluarga responden tergolong sedang. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara usia istri saat menikah, lama pendidikan istri, dan pendapatan perkapita dengan kesiapan menikah dan ketercapaian fungsi keluarga. Terdapat hubungan negatif antara usia istri saat menikah, lama pendidikan istri, pendapatan perkapita, dan lama menikah dengan tingkat stres. Besar keluarga memiliki hubungan positif dengan tingkat stres serta hubungan negatif dengan kesiapan menikah dan ketercapaian fungsi keluarga. Uji pengaruh menunjukan bahwa terdapat pengaruh negatif pada tingkat stres terhadap ketercapaian fungsi keluarga serta pengaruh positif dari lama menikah dan pendapatan perkapita terhadap ketercapaian fungsi keluarga.
PENGARUH TEKANAN EKONOMI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KETAHANAN KELUARGA NARAPIDANA Rizkillah, Risda; Arinda, Friska
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.01

Abstract

Abstrak Hukuman penjara dapat mengubah aspek ekonomi, hubungan internal, dan interaksi eksternal keluarga narapidana. Perubahan tersebut menjadi tantangan bagi keluarga narapidana dalam membentuk ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari karakteristik keluarga, tekanan ekonomi, dan dukungan sosial terhadap ketahahan keluarga narapidana. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study digunakan dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah 37 istri narapidana di Kabupaten Pemalang yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden dengan bantuan kuesioner terstruktur menggunakan kuesioner pengukuran tekanan ekonomi keluaga (TEKEN-GA), kuesioner dukungan sosial, dan kuesioner pengukuran ketahanan keluarga (TAHAN-GA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh istri narapidana memiliki tekanan ekonomi objektif terkategori rendah, satu pertiga istri narapidana memiliki tekanan ekonomi subjektif terkategori sedang, hampir tiga perempat istri narapidana memiliki dukungan sosial terkategori rendah, dan lebih dari dua perlima istri narapidana memiliki ketahanan keluarga yang terkategori sedang. Karakteristik keluarga yaitu lama pendidikan istri, pendapatan per kapita, dan aset keluarga berhubungan negatif signifikan dengan tekanan ekonomi (objektif dan subjektif) dan berhubungan positif signifikan dengan ketahanan keluarga narapidana. Analisis regresi menunjukkan bahwa ketahanan keluarga narapidana dipengaruhi negatif signifikan oleh tekanan ekonomi subjektif dan dipengaruhi positif signifikan oleh dukungan sosial.   Abstract Imprisonment can change the economic aspects, internal relations, and external interactions of the prisoner's family. These changes become a challenge for prisoners’ families in building family strength. This study aims to analyze the effect of family characteristics, economic pressure, and social support on the family strength of the prisoners’ families. The quantitative method with a cross-sectional study design was used in this study. Respondents in this study were 37 wives of prisoners in Pemalang Regency who were selected using simple random sampling. Data were obtained through direct interviews with respondents with the help of a structured questionnaire using a measuring family economic pressure (TEKEN-GA), a social support questionnaire, and a measuring family Strength (TAHAN-GA). The results show that almost half of the prisoners' wives have low objective economic pressure, one-third of prisoners' wives have moderate subjective economic pressure, almost three-quarters of prisoners' wives have low social support, and more than two-fifths of prisoners' wives have moderate family strength. Regression analysis shows that family strength is significantly negatively affected by subjective economic pressure and significantly positively affected by social support.
PENGARUH KONFLIK KERJA KELUARGA DAN STRATEGI KOPING TERHADAP KEBERFUNGSIAN KELUARGA DUAL EARNER DENGAN ANAK REMAJA KORBAN CYBERBULLYING Rizkillah, Risda; Agustin, Salsa Bela Frisilia
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.102.06

Abstract

Stress pengasuhan yang tinggi akibat dari konflik kerja menyebabkan terjadinya penghindaran kelekatan yang tinggi antara hubungan ibu dengan anak . Kualitas kelekatan antara ibu bekerja dengan anak dapat menjadi pemicu kemungkinan anak sebagai pelaku atau korban cyberbullying. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dari karakteristik keluarga, konflik kerja keluarga, strategi koping terhadap keberfungsian keluarga dual earner dengan anak remaja korban cyberbullying. Penelitian menggunakan penelitian desain explanatory study dan menggunakan purposive sampling dengan ibu bekerja dan memiliki anak remaja yang merupakan korban cyberbullying sebagai responden. Konflik kerja menganggu keluarga lebih tinggi dibandingkan konflik keluarga menganggu kerja pada wilayah kabupaten dan kota. Wilayah kota memiliki konflik kerja yang lebih tinggi dibandingkan wilayah kabupaten namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Startegi koping pada wilayah kabupaten lebih tinggi dibandingkan wilayah kota namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Keberfungsian keluarga diwilayah kabupaten lebih tinggi dibandingkan wilayah kota serta terdapat perbedaan yang signifikan pada keberfungsian keluarga terkait dengan dimensi pembagian tugas atau peran dalam keluarga (role). Pada wilayah kota konflik kerja memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga dan strategi koping memiliki pengaruh positif signifikan. Pada wilayah kabupaten lama pendidikan suami memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga dan kota konflik kerja memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keberfungsian keluarga.   Abstract High parenting stress resulting from work conflict leads to high attachment avoidance between the mother and child relationship. The quality of attachment between working mothers and children can trigger the possibility of children as perpetrators or victims of cyberbullying. The purpose of this study is to analyze the influence of family characteristics, family work conflict, coping strategies on the functioning of dual earner families with adolescent victims of cyberbullying. The study used an exploratory study design and used purposive sampling with working mothers and had teenage children who were victims of cyberbullying as respondents. Work conflict disrupts family higher than family conflict disrupts work in district and city areas. City areas have higher work conflict than district areas but there is no significant difference. Coping strategies in the district area are higher than the city area but there is no significant difference. Family functioning in district areas is higher than in city areas and there is a significant difference in family functioning related to the dimension of division of tasks or roles in the family (role). In urban areas, work conflict has a significant negative effect on family functioning and coping strategies have a significant positive effect. In the regency area, the length of husband's education has a significant.
FACTORS AFFECTING SINGLE FATHER'S QUALITY OF LIFE DURING THE COVID-19 PANDEMIC Hamaedi, Hana Fauziah; Rizkillah, Risda
Journal of Child, Family, and Consumer Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Child, Family, and Consumer Studies
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jcfcs.3.2.75-84

Abstract

Single-father families are vulnerable to economic problems during the Covid-19 pandemic. This study aims to analyze factors that influence the quality of life of single fathers during the Covid-19 pandemic. This research uses quantitative research methods with a cross-sectional study design involving 60 single fathers who were selected using purposive sampling with the criteria of 1) being domiciled in Leuwiliang District, 2) living with dependent children in the same house, and 3) having separated from their partner due to divorce. Life or death divorced. The results of the study found that almost half of single fathers had a moderate quality of life and objective and subjective economic pressure, and most single fathers had low coping strategies. The correlation test showed that objective and subjective economic pressure was negatively related to quality of life. In contrast, per capita income and coping strategies were positively related to quality of life. The regression test shows that subjective economic pressure hurts quality of life, while coping strategies positively impact quality of life.
Edukasi Perencanaan Keuangan, Pengelolaan Emosi, dan Pencegahan Stunting Sebagai Optimalisasi Kesiapan Menikah Bagi Remaja Akhir Wirdha, Fairuza Alyaa; Rizkillah, Risda; Sjakira, Irfa
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/vxgknj13

Abstract

Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi yang unggul. Calon generasi yang unggul akan lahir dari keluarga melalui sebuah pernikahan. Remaja akhir sebagai usia transisi perlu memiliki kesadaran, pengetahuan dan persiapan menjelang masa dewasa, salah satunya adalah kesiapan menikah. Hal ini tentu sangat diperlukan untuk menanggulangi isu pereraian yang kian hari kian meningkat. Alasan terbesar perceraian yang dihimpun dari data KUA Kota Bogor yaitu dikarenakan pertengkaran terus menerus yang terjadi antara suami – istri dan masalah finansial. Maka dari itu, kesiapan menikah dapat dilakukan dengan pemberian edukasi. Metode pemberian edukasi juga perlu diperhatikan agar sesuai dengan karakteristik dari peserta. Adapun tujuan  dari  kegiatan  ini  adalah  untuk  meningkatkan pemahaman remaja akhir di Kelurahan Sempur terkait kesiapan menikah dengan materi perencanaan keuangan, pengelolaan emosi, dan pencegahan stunting. Hal ini diharapkan terjadinya peningkatan pemahaman yang berdampak pada terbentuknya kualitas remaja akhir untuk membangun keluarga yang sejahtera
Social support, coping strategies, and resilience of families with neurodevelopmental disorder children Sabrina, Dhia Nur; Rizkillah, Risda
Jurnal Psikologi Vol 24, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jp.24.1.113-123

Abstract

Background: Neurodevelopmental disorder (NDD) in children can trigger feelings of sadness and low self-esteem in parents due to societal judgment. However, children still require treatment to improve their abilities and skills. Family resilience is needed to keep family functions optimally to support child’s development.Purpose: Analyze the effects of family characteristics, social support, and scoping strategies on resilience of family with neurodevelopmental disorder child.Method: The study involved 95 mothers of children aged 6-13 years diagnosed with NDD. Instruments used in this study are Social Support Questionnaire, The Brief-COPE), and Resilience-Ga. This research was conducted offline at special need-child foundations and schools in Bogor City and Bogor Regency. Each respondent was interviewed based on questions from instruments used in this research.Findings: A significant regression was found (F(8,86)= 4.09], p = <.001). The adjusted R2 was 0.208, indicating that family characteristics, social support, and family coping strategies explained approximately 20,8% of the variance in family resilience. Study results show positive significant effect of fathers’ education (β=0.168; p=0.092), social support (β=0.202; p=0.048), and coping strategies (β=0.275; p=0.010) on family resilience.Implication: Provide inclusive and flexible policies and increase public awareness to support the resilience and well-being of families with neurodevelopmental children.
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA KELUARGA IBU BEKERJA INFORMAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Anjar Wati, Restu; Rizkillah, Risda
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.05

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada kesejahteraan subjektif keluarga serta kualitas perkawinan. Pandemi Covid-19 memnyebabkan perubahan pada kehidupan keluarga. Kemampuan beradaptasi keluarga menentukan kualitas hidup keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara karakteristik keluarga dan religiusitas terhadap kesejahteraan subjektif keluarga selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini melibatkan 100 orang ibu yang berasal dari keluarga utuh yang bekerja di sektor informal dan berdomisili di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Pemilihan contoh dilakukan secara non prbability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan secara online menggunakan google form Berdasarkan hasil penelitian lebih dari separuh (56%) tingkat religiusitas keluarga responden termasuk dalam kategori sedang. Sebesar lima puluh persen keluarga memiliki kesejahteraan subjektif dalam kategori tinggi. Berdasarkan analisis korelasi, lama bekerja istri per hari berhubungan negatif signifikan dengan kesejahteraan subjektif keluarga. Berdasarkan analisis regresi (Adjust R square = 0,174) artinya variabel karakteristik keluarga dan religiusitas memengaruhi kesejahteraan subjektif keluarga sebesar 17,4 persen. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan subjektif adalah lama bekerja istri dan religiusitas.
 INTERAKSI KELUARGA, KETAHANAN SOSIAL DAN KUALITAS PERKAWINAN  PADA KELUARGA IBU BEKERJA INFORMAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Lestari Rezki, Enggi; Rizkillah, Risda
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi virus Covid-19 memengaruhi keseimbangan keluarga yang menyebabkan terjadinya perceraian dengan salah satu faktornya yaitu terganggunya kualitas perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi keluarga dan ketahanan sosial terhadap kualitas perkawinan pada keluarga ibu bekerja informal selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi dipilih secara pupossive yaitu Jabodetabek. Responden pada penelitian ini adalah keluarga utuh minimal memiliki anak satu dengan istri bekerja informal, berdomisili di Jabodetabek. Teknik penarikan contoh dilakukan secara voluntary sampling. Jumlah responden pada penelitian adalah sebanyak 100 orang. Berdasarkan hasil uji deskriptif didapatkan hasil bahwa satu per tiga responden memiliki interaksi keluarga yang berada pada kategori tinggi. Sebagian besar responden memiliki ketahanan sosial yang tinggi, dan hampir separuh dari responden memiliki kualitas perkawinan yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara interaksi keluarga dengan ketahanan sosial keluarga dan kualitas perkawinan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa interaksi keluarga dan usia pernikahan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kualitas perkawinan. Implikasi dari penelitian ini adalah hasil temuan dapat digunakan untuk memahami interaksi, ketahanan sosial, dan kualitas perkawinan keluarga dengan Ibu bekerja informal sehingga dapat membantu stakeholder untuk membuat program dan kebijakan untuk ibu bekerja di masa pandemi Covid-19.6
PENGARUH STRES DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA KELUARGA AYAH TUNGGAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Herawati; Rizkillah, Risda
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.092.03

Abstract

Perceraian mengakibatkan perubahan struktur dalam keluarga sehingga menimbulkan status yang disebut dengan orang tua tunggal. Orang tua tunggal terutama ayah terkadang merasa stres sehingga membutuhkan dukungan sosial. Stres dan dukungan sosial akan memengaruhi kesejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, stres, dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada keluarga ayah tunggal selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study yang melibatkan 60 ayah tunggal yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama dua minggu, tepatnya pada awal hingga pertengahan bulan April 2022 di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh ayah tunggal terkadang merasa cemas, stres, atau kesal dalam rentang waktu sebulan terakhir. Lebih dari separuh ayah tunggal memiliki dukungan sosial yang rendah dan sebagian besar ayah tunggal memiliki kesejahteraan subjektif sedang. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pendapatan per kapita dengan stres dan stres dengan kesejahteraan subjektif, sedangkan pendapatan per kapita dan dukungan sosial secara signifikan berhubungan positif dengan kesejahteraan subjektif. Uji regresi menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif yaitu stres, sedangkan variabel yang berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif yaitu pendapatan per kapita dan dukungan sosial. Abstract Divorce results in changes in the structure of the family, giving rise to a status called single parent. Single parents especially fathers sometimes feel stressed and need social support. Stress and social support will affect subjective well-being. This research aims to analyze the influence of family characteristics, stress, and social support on subjective well-being of single father families during the Covid-19 pandemic. The research used quantitative research method with cross sectional study desain involving 60 single fathers selected by purposive sampling. The research was conducted for two weeks, exactly on early to mid-April 2022 in Leuwiliang District, Bogor Regency. The results found that more than most single fathers sometimes felt nervous, stressed, or annoyed in the past month. More than most single fathers have a low social support, while most single fathers have a moderate subjective well-being. Correlation test shows that there is a significant negative relationship between per capita income with stress and stress with subjective well-being, while per capita income and social support has a significant positive relationship with subjective well-being. Regression test shows that the variable that has a significant negative effect on subjective well-being is stress, while the variable that has a significant positive effect on subjective well-being is per capita income and social support.
Allocation of Expenditure of Poor Family as a Recipient of Program Keluarga Harapan (PKH) Rizkillah, Risda; Simanjuntak, Megawati
Journal of Family Sciences Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Family Sciences
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jfs.3.1.41-52

Abstract

The aim of this article is to examine the allocation of expenditure for low-income families after receiving the Program Keluarga Harapan (PKH) or Conditional Cash Transfer (CCT). Combination of cross-sectional and retrospective designs were applied in this research. Data collection locations were carried out in eight villages in Dramaga District, Bogor Regency. The research sample was determined randomly (probability sampling) used a systematic method and obtained a study sample of 150 CCT recipient families. Data was processing used descriptive statistics. The CCT funding eligible for the family who has school-age children, toddlers, nursing mother, and pregnant woman. The CCT funds are spent by families with an average range of two weeks. The beneficiary of PKH significantly improving the quality of education and health, increasing the amount of family savings, and family income. The allocation of CCT funds more than half is used for human investment. However, in the allocation of CCT funds, there are still families who use PKH funds for non-educational activities such as food/household needs, pay-off debt, saving, electricity payment, and business capital.