Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

 INTERAKSI KELUARGA, KETAHANAN SOSIAL DAN KUALITAS PERKAWINAN  PADA KELUARGA IBU BEKERJA INFORMAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Lestari Rezki, Enggi; Rizkillah, Risda
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi virus Covid-19 memengaruhi keseimbangan keluarga yang menyebabkan terjadinya perceraian dengan salah satu faktornya yaitu terganggunya kualitas perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi keluarga dan ketahanan sosial terhadap kualitas perkawinan pada keluarga ibu bekerja informal selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi dipilih secara pupossive yaitu Jabodetabek. Responden pada penelitian ini adalah keluarga utuh minimal memiliki anak satu dengan istri bekerja informal, berdomisili di Jabodetabek. Teknik penarikan contoh dilakukan secara voluntary sampling. Jumlah responden pada penelitian adalah sebanyak 100 orang. Berdasarkan hasil uji deskriptif didapatkan hasil bahwa satu per tiga responden memiliki interaksi keluarga yang berada pada kategori tinggi. Sebagian besar responden memiliki ketahanan sosial yang tinggi, dan hampir separuh dari responden memiliki kualitas perkawinan yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara interaksi keluarga dengan ketahanan sosial keluarga dan kualitas perkawinan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa interaksi keluarga dan usia pernikahan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kualitas perkawinan. Implikasi dari penelitian ini adalah hasil temuan dapat digunakan untuk memahami interaksi, ketahanan sosial, dan kualitas perkawinan keluarga dengan Ibu bekerja informal sehingga dapat membantu stakeholder untuk membuat program dan kebijakan untuk ibu bekerja di masa pandemi Covid-19.6
PENGARUH STRES DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA KELUARGA AYAH TUNGGAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Herawati; Rizkillah, Risda
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.092.03

Abstract

Perceraian mengakibatkan perubahan struktur dalam keluarga sehingga menimbulkan status yang disebut dengan orang tua tunggal. Orang tua tunggal terutama ayah terkadang merasa stres sehingga membutuhkan dukungan sosial. Stres dan dukungan sosial akan memengaruhi kesejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, stres, dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada keluarga ayah tunggal selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study yang melibatkan 60 ayah tunggal yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama dua minggu, tepatnya pada awal hingga pertengahan bulan April 2022 di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh ayah tunggal terkadang merasa cemas, stres, atau kesal dalam rentang waktu sebulan terakhir. Lebih dari separuh ayah tunggal memiliki dukungan sosial yang rendah dan sebagian besar ayah tunggal memiliki kesejahteraan subjektif sedang. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pendapatan per kapita dengan stres dan stres dengan kesejahteraan subjektif, sedangkan pendapatan per kapita dan dukungan sosial secara signifikan berhubungan positif dengan kesejahteraan subjektif. Uji regresi menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif yaitu stres, sedangkan variabel yang berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif yaitu pendapatan per kapita dan dukungan sosial. Abstract Divorce results in changes in the structure of the family, giving rise to a status called single parent. Single parents especially fathers sometimes feel stressed and need social support. Stress and social support will affect subjective well-being. This research aims to analyze the influence of family characteristics, stress, and social support on subjective well-being of single father families during the Covid-19 pandemic. The research used quantitative research method with cross sectional study desain involving 60 single fathers selected by purposive sampling. The research was conducted for two weeks, exactly on early to mid-April 2022 in Leuwiliang District, Bogor Regency. The results found that more than most single fathers sometimes felt nervous, stressed, or annoyed in the past month. More than most single fathers have a low social support, while most single fathers have a moderate subjective well-being. Correlation test shows that there is a significant negative relationship between per capita income with stress and stress with subjective well-being, while per capita income and social support has a significant positive relationship with subjective well-being. Regression test shows that the variable that has a significant negative effect on subjective well-being is stress, while the variable that has a significant positive effect on subjective well-being is per capita income and social support.
Allocation of Expenditure of Poor Family as a Recipient of Program Keluarga Harapan (PKH) Rizkillah, Risda; Simanjuntak, Megawati
Journal of Family Sciences Vol. 3 No. 1 (2018): Journal of Family Sciences
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jfs.3.1.41-52

Abstract

The aim of this article is to examine the allocation of expenditure for low-income families after receiving the Program Keluarga Harapan (PKH) or Conditional Cash Transfer (CCT). Combination of cross-sectional and retrospective designs were applied in this research. Data collection locations were carried out in eight villages in Dramaga District, Bogor Regency. The research sample was determined randomly (probability sampling) used a systematic method and obtained a study sample of 150 CCT recipient families. Data was processing used descriptive statistics. The CCT funding eligible for the family who has school-age children, toddlers, nursing mother, and pregnant woman. The CCT funds are spent by families with an average range of two weeks. The beneficiary of PKH significantly improving the quality of education and health, increasing the amount of family savings, and family income. The allocation of CCT funds more than half is used for human investment. However, in the allocation of CCT funds, there are still families who use PKH funds for non-educational activities such as food/household needs, pay-off debt, saving, electricity payment, and business capital.
Factors Affecting the Resilience of Adolescent Victims of Cyberbullying in Dual-Earner Families Rizkillah, Risda; Aldera, Wydelia Rahmanisa
Journal of Family Sciences Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Family Sciences
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jfs.v8i2.50662

Abstract

Adolescents are the age group that uses social media the most and is the age group most vulnerable to becoming perpetrators or victims of cyberbullying. This research generally aims to analyze differences based on region, relationship, and the influence of parent-adolescent interactions and coping strategies on adolescent resilience. This research uses a quantitative approach and cross-sectional study design using survey and questionnaire methods. Sampling was carried out using purposive sampling with a total sample of 98 adolescents. This research was located in Bogor Regency and City, West Java. The results of the independent t-test showed that there are significant differences in adolescent resilience based on region. The results of the correlation test show that adolescent age has a significant negative correlation with the dimensions of self-acceptance. Family size has a negative correlation with parent-adolescent interactions. Correlation test results show that parent-adolescent interaction and coping strategies significantly correlate with adolescent resilience. The results of regression tests show that region, mother's education, parent-adolescent interactions, and coping strategies significantly positively affect adolescent resilience. The parents-adolescent interaction, coping strategies, and resilience in adolescents in this study are mostly still in the moderate category, so they still need to be improved.
KUALITAS PERKAWINAN DAN LINGKUNGAN PENGASUHAN PADA KELUARGA DENGAN SUAMI ISTRI BEKERJA Rizkillah, Risda; Sunarti, Euis; Herawati, Tin
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.807 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2015.8.1.10

Abstract

Increase of women’s labor force participation in public sector causes double burden for women to divide their time between work and family. Imbalance between work and family potentially reduce marital quality and parenting environment quality. This study aimed to analyze the influence of family and wife’s job characteristic and marital quality on parenting environment quality in dual earner families. The sample in this study were working wive that had children aged 0-6 years old and taken by stratified nonproportional random sampling; involved 120 wive of dual earner families. The data was collected by interviewing the wife using a questionnaire. The results showed that the attainment of marital quality reached 75,7; it’s mean that marital quality of the family was in good enough category. Organizing the environment (83,9) and academic stimulation (86,6) were the components with the highest attainment in parenting environment quality. Parenting environment quality had positive correlation with marital quality, wife’s education, family income per capita; but had negative correlation with family size. Regression analysis showed that parenting environment quality influenced by family and wife’s job characteristic and marital quality (R2=0,425).
Pengaruh Pengetahuan Remaja tentang NAPZA dan HIV serta Pengetahuan Orang Tua tentang Program Pembangunan Keluarga terhadap Perilaku Penggunaan NAPZA pada Remaja Nasution, Sri Lilestina; Puspitawati, Herien; Rizkillah, Risda; Puspitasari, Mardiana Dwi
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 12 No. 2 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.095 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2019.12.2.100

Abstract

The rapid increasing flow of globalization causes young people (including adolescent) experience various challenges in life. The present research proposes the role of demographic factors of young people and their family, young people’s knowledge on drug abuse and HIV, and family’s knowledge about family development program in drug using among young people. This study used secondary analysis of the 2017 Survey of Population, Family Planning and Family Development Program Performance, National Medium Term Development Plan Year 2017 (KKBPK RPJMN 2017) which was designed to produce parameter in Provincial and National levels.The unit of analysis was young people aged 15-24 years who have never been married in Indonesia. Logistic regression was applied to analyze the inferential statistics. Results indicate that the risk factors of young people which make them more likely to use drug are living in urban area, between the ages of 20-24 years, male, having low education level, having moderate drug abuse and HIV knowledge indexes. The family contexts examining the risk factors are family whose head was under 40 years of age, single-parent family, family whose head was female, family with moderate to high educational level, low level of family’s wealth, and high family development program index.
MANAJEMEN SUMBER DAYA KELUARGA, KONFLIK KERJA-KELUARGA, DAN TUGAS KELUARGA Sunarti, Euis; Hakim, Fitri Apriliana; Zakiya, Nova; Damayanti, Rahmi; Rizkillah, Risda
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.971 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2021.14.1.1

Abstract

Keluarga dan pekerjaan menjadi dua hal penting dalam keseharian manusia yang perlu dikelola dengan baik untuk mencapai tugas dan tujuan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen sumber daya keluarga (MSDK) dan konflik kerja-keluarga terhadap pemenuhan tugas keluarga yang dilakukan oleh istri pada keluarga dengan suami-istri bekerja. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional pada 160 contoh dari keluarga dengan suami-istri bekerja yang dipilih melalui stratified non proportional random sampling di Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan konflik kerja-keluarga pada keluarga dengan istri yang bekerja >8 jam/hari lebih tinggi dibandingkan dengan istri yang bekerja ≤8 jam/hari. Sedangkan MSDK istri yang bekerja di sektor formal lebih tinggi dibandingkan istri yang bekerja di sektor informal. Uji regresi menunjukkan MSDK dan pendidikan istri memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pemenuhan tugas keluarga. Penelitian ini menunjukkan pengaruh MSDK dan konflik kerja-keluarga terhadap tugas keluarga memiliki sumbangan yang lebih besar pada istri yang bekerja di sektor formal dibandingkan sektor informal. Sedangkan berdasarkan jam kerja, pengaruh MSDK dan konflik kerja-keluarga terhadap pemenuhan tugas keluarga lebih besar dicapai oleh istri yang bekerja ≤8 jam/hari.
PROBLEMS, STRESS, SOCIAL SUPPORT, AND COPING STRATEGIES DURING THE COVID-19 PANDEMIC: CASE OF INTERNATIONAL COLLEGE STUDENTS IN INDONESIA Defina, Defina; Rizkillah, Risda
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 14 No. 3 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.53 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2021.14.3.282

Abstract

Covid-19 has an impact on various areas of life in all walks of life. This condition also has an impact on students, especially in their education. This study aimed to analyze the effect of problems, stress levels, and social support on the coping strategies of international students in Indonesia during the Covid-19 pandemic. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach—data were collected for two months, June-July 2020. The sample of this study was 88 foreign nationals who studied in Indonesia during the Covid-19 period. Findings, students had difficulty taking distance lectures because of weak signals and limited internet quota. Coping strategies used by this research sample in dealing with problems were spiritual support and rebuilding communication with family and friends online. The primary support in solving problems was family, especially parents. More than half of students fell into an average level of stress. The regression test results showed that income had a significant positive effect on coping strategies. This research implication suggests that the findings can be used to understand problems, stress levels, and coping strategies carried out by students during the Covid-19 pandemic to help stakeholders develop programs and policies related to learning problems during the Covid-19 pandemic.
PENGARUH INOVASI EDUKASI GIZI MASYARAKAT BERBASIS SOCIAL MEDIA MARKETING TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Simanjuntak, Megawati; Yuliati, Lilik Noor; Rizkillah, Risda; Maulidina, Avia
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.378 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2022.15.2.164

Abstract

Pandemi Covid-19 menghambat program pencegahan dan pengentasan stunting sehingga dibutuhkan sarana yang mempermudah edukasi gizi di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji inovasi edukasi gizi masyarakat berbasis social media marketing pada Youtube, Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter serta mengukur pengaruhnya terhadap perubahan kognitif, afektif, dan perilaku. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September hingga Desember 2021. Responden berjumlah 89 orang yang tersebar pada lima media sosial. Data dianalisis dengan uji beda paired t-test. Secara keseluruhan untuk semua media sosial, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 13,88 poin, sikap sebesar 2,30 poin dan perilaku sebesar 5,81 poin. Pada ketiga variabel, dengan menjumlahkan delta perubahan, media sosial paling tinggi kenaikannya adalah TikTok (36,75), diikuti dengan Instagram (22,29), Twitter (20,25), Youtube (16,66) dan Facebook (12,61). Berdasarkan uji beda paired t-test, terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku. Media sosial yang paling menghasilkan perubahan pengetahuan sasaran adalah TikTok, sedangkan perubahan sikap dan perilaku sasaran paling efektif melalui media sosial Instagram. Implikasi dari penelitian ini adalah hasil temuan dapat digunakan oleh stakeholder untuk melakukan promosi pencegahan dan pengentasan masalah stunting dengan lebih efektif dan berdampak luas.
PENGARUH KARAKTERISTIK REMAJA DAN KELUARGA, SERTA GAYA PENGASUHAN ORANG TUA TERHADAP KUALITAS HIDUP REMAJA DI WILAYAH PESISIR Rizkillah, Risda; Hastuti, Dwi; Defina, Defina
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 16 No. 1 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2023.16.1.37

Abstract

Bonus demografi akan dihadapi dengan baik apabila terwujudnya optimalisasi pada pembangunan pemuda, namun hal tersebut menjadi tantangan khususnya bagi remaja di area pesisir yang memiliki faktor sosiodemografi yang lebih rentan dibandingkan remaja di area lainnya. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, dan gaya pengasuhan terhadap kualitas hidup remaja di wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Penelitian dilaksanakan di satu SMA dan SMK yang dipilih secara purposif di wilayah pesisir Cirebon Utara. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 195 remaja yang memiliki orang tua lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan dan kualitas hidup remaja hampir separuhnya masuk dalam kategori rendah. Remaja laki-laki memiliki gaya pengasuhan lebih baik dibandingkan remaja perempuan. Namun, remaja perempuan merasakan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan remaja laki-laki. Remaja di SMA merasakan gaya pengasuhan yang lebih baik dibandingkan remaja di SMK. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa gaya pengasuhan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas hidup remaja, sedangkan besar keluarga berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas hidup remaja. Implikasi penelitian ini adalah hasil temuan dapat memberikan masukan bagi pemangku kepentingan untuk melakukan optimalisasi kualitas hidup remaja di wilayah pesisir dengan lebih efektif.