Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM PERJUANGAN KEBANGSAAN (MEMBACA TOKOH NYAI ONTOSOROH PADA NOVEL BUMI MANUSIA Muhamad Adji
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2768.424 KB)

Abstract

Women have often overlooked in the history of struggle of the Indonesian nation. In the history books of the nation, we aremore familiar with men heroic figures than women, so not many know how much women’s roles in the establishment of a nation calledIndonesia. Nyai Ontosoroh is a character in the novel Bumi Manusia, by Pramoedya Ananta Toer, who is recognized as the Indonesianliterary canon. It is the representation of women who were born and live in the nation before of independence of Indonesian nation. Althoughborn from the lowest class in the structure of Indonesian society and never earned the right to attend school, Nyai Ontosoroh have a largerole in the Indonesian struggle until the establishment of an independent Indonesian nation. The questions that guide the writing are 1) howbig Nyai Ontosoroh role in the struggle of the Indonesian nation and 2) what role do Nyai Ontosoroh in the struggle of the Indonesian nation.Conclusions obtained from studies that Nyai Ontosoroh is a representation of women in Indonesia who has a big role in realizing nationalindependence of Indonesia. That role not only in the form of concrete action, but the her conviction to have more faith in their own strengththan to rely on foreign strenght like the Dutch colonial government
Konstruksi Budaya Anak Muda pada Novel Populer Indonesia Tahun 2000-an Muhamad Adji
PANGGUNG Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.466 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v29i2.907

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teori terkini, terutama dalam bidang kajian budaya menunjukkan bahwa teks novel populer dapat dipelajari dengan berbagai pendekatan, tidak hanya terfokus pada aspek estetika. Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk menemukan adanya konstruksi budaya pada novel populer tahun 2000-an. Penelitian ini menggunakan pendekatan interdisipliner yang melibatkan teori di bidang kajian budaya. Metode yang digunakan adalah studi teks. Sumber data penelitian ini adalah novel-novel populer tahun 2000-an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel populer tahun 2000-an, impian menjadi wacana dominan dan anak muda yang dikonstruksikan sebagai pembawa impian itu adalah anak muda yang berasal dari kelas pinggiran. Hal ini memberi kesimpulan bahwa novel populer tahun 2000-an menawarkan konstruksi anak muda yang berbeda yang keluar dari konstruksi arus utama novel populer yang biasanya berasal dari kelas dominan.Kata kunci: novel populer, anak muda, kajian budayaABSTRACTRecent theory developments, especially in the field of cultural studies indicate that the popular novel text can be studied with a variety of approaches, not just focused on the aesthetic aspect. This research was conducted in an effort to determine that there is a cultural construction at the popular novels of the 2000s. This study uses an interdisciplinary approach involving theories in the area of cultural studies. The method used is the study of texts.. The object of this study is the popular novels of the 2000s. These results indicate that in the popular novel of the 2000s, the dream of becoming the dominant discourse and youth are constructed as a carrier of that dream is a youth who comes from the outskirts of the class. This gives the conclusion that the popular novels of the 2000s offers a different construction on youth coming out of the construction of the main stream popular novels which usually comes from the dominant class.Keywords: popular novel, youth, cultural studies 
Representasi Sikap Kebangsaan Anak Muda dalam Hegemoni Negara pada Novel Populer Muhamad Adji
Metahumaniora Vol 8, No 1 (2018): METAHUMANIORA, APRIL 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i1.18878

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang sikap kebangsaananak muda Indonesia pada tiga novel populer yaitu Ali Topan Anak Jalanan karya TeguhEsha, Lupus: Makhluk Manis dalam Bis karya Hilman Hariwijaya, dan Balada Si Roy karya GolaGong. Alasan pemilihan objek penelitian di atas adalah karena ketiga novel tersebut memilikitingkat popularitas yang tinggi pada tiap zamannya sehingga membuat tokoh utamanyamenjadi representasi anak muda Indonesia pada zamannya masing-masing. Pertanyaanpertanyaanyang memandu tulisan ini adalah 1) Bagaimana keindonesiaan digambarkanpada ketiga novel tersebut dan 2) Bagaimana sikap kebangsaan direpresentasikan tokohanak muda pada ketiga novel tersebut. Dari hasil kajian didapatkan simpulan bahwasikap kebangsaan yang ditampilkan pada ketiga novel tersebut memiliki tingkatan yangberbeda-beda. Novel Ali Topan Anak Jalanan menunjukkan sikap kebangsaan dengan lebihkritis. Hegemoni orde Baru pada masa itu belum berhasil karena novel populer masihmenampilkan tokoh anak muda yang kritis dan cenderung memberontak terhadap nilainilaiideologi Orde Baru. Periode ’80-an menampilkan novel populer dengan tokoh anakmuda yang memiliki sikap kebangsaan yang terbelah. Pertama, anak muda yang dapatmenerima realitas yang dikontruksi Orde Baru, dengan menjalani sistem tersebut danmemposisikan dirinya sebagai bagian dari sistem tersebut. Hal itu direpresentasikan olehtokoh Lupus dalam novel Lupus: Makhluk Manis dalam Bis. Kedua, anak muda yang tidakdapat menerima realitas yang dikonstruksi Orde Baru, dengan cara keluar dari bagiansistem tersebut. Hal itu direpresentasikan oleh tokoh Roy dalam Balada Si Roy.Kata kunci: kebangsaan, anak muda, novel populer, Orde BaruAbstractThis study aims to obtain a picture of Indonesian nationalism in the three popularnovels that were Ali Topan Anak Jalanan by Teguh Esha, Lupus: Makhluk Manis dalam Bisby Hilman Hariwijaya, dan Balada Si Roy by Gola Gong. The reason for choosing the object ofresearch above is that all three novels are recognized to have high levels of popularity in eachera so that made the main characters became a representation of Indonesian youth at that time.The questions that guide the writing are 1) How Indonesianness described in the third novel?2) How does nationalism represented by youth in these three novels. From the study results isobtained the conclusion that nationalism is displayed on the third novel has a level different.Ali Topan Anak Jalanan show a nationalism more critically. The New Order’s hegemony atthat time has not been successful because the novel still showing a critical youth and tends torevolt against the ideological values of the New Order. The ‘80s period featured a popular novelwith a youth character who had a split nationalism. First, the youth who can accept the realitythat the New Order has constructed, with the system and position itself as part of the system.It was represented by the Lupus’s character in the Lupus: Makhluk Manis dalam Bis. Second,the youth who can not accept the facts constructed by the New Order, by going out from thatpart of the system. It was represented by Roy’s character in the Balada Si Roy.Keywords: nationalism, youth, popular novel, New Order
Budaya dalam Pengajaran Bipa: Respons Orang Asing terhadap Budaya Sunda dalam Hubungan Lintas Budaya Muhamad Adji
Metahumaniora Vol 8, No 2 (2018): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i2.20703

Abstract

AbstrakProgram BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) memberikan kesempatanpada orang asing untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai pintu gerbang untukmengenal Indonesia lebih dalam lagi. Dengan semakin banyaknya orang asingmengunakan bahasa Indonesia, semakin terbuka kesempatan bagi bahasa Indonesiauntuk menjadi bahasa internasional. Hal itu dapat dilakukan melalui strategi kebudayaan.Strategi kebudayaan yang dapat dilakukan dalam mengenalkan Indonesia dalampembelajaran BIPA adalah melalui pengenalan budaya lokal yang menjadi ujung tombakdari kebudayaan Indonesia. Kebudayaan lokal yang hidup dalam masyarakat setempatmemberi kesempatan bagi orang asing untuk melihat dan memahami kekayaan budayaIndonesia yang beragam. Tulisan ini bertujuan mengetahui pengetahuan dasar mahasiswaasing terhadap budaya Sunda dan bagaimana respon mereka dengan dijadikannya budayaSunda sebagai bagian dari pembelajaran BIPA. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif dengan pemerolehan data melalui kuesioner dan referensi kepustakaan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pengenalan aspak-aspek budaya lokal, dalam hal inibudaya Sunda, dalam pengajaran BIPA merupakan kebutuhan utama bagi orang asingagar dapat bertahan hidup dan beradaptasi dalam lingkungan sosial budaya tempatmereka hidup serta membangun kesalingpengertian dalam hubungan lintas budaya. Olehkarena itu, hal-hal yang penting bagi orang asing adalah budaya lokal yang dirasakanlangsung dalam kehidupan keseharian mereka di Indonesia.Kata kunci: budaya Sunda, pengajaran BIPA, respon, orang asing, lintas budayaAbstractThe BIPA program (Indonesian for Foreign Speakers) provides an opportunity forforeigners to learn Indonesian as a gateway to know Indonesia more comprehensively. With theincreasing number of foreigners using Indonesian language, the more open the opportunity forIndonesian language to become an international language. This can be done through a culturalstrategy. The cultural strategy that can be done in introducing Indonesia in BIPA learning isthrough the introduction of local culture that is the spearhead of Indonesian culture. Local culture hat lives in local communities provides opportunities for foreigners to see and understand Indonesia’s diverse cultural richness. This paper aims to find out the basic knowledge of foreign students towards Sundanese culture and how they respond to the use of Sundanese culture as part of BIPA learning. This research is a descriptive study by obtaining data through questionnaires and literature references. The results show that the introduction of aspects of local culture, in this case Sundanese culture, in the teaching of BIPA is a major need for foreigners to survive and adapt in the socio-cultural environment in which they live and build understanding in cross-cultural relations. Therefore, the things that are important for foreigners are the local culture that is directly affected in their daily lives in Indonesia.Keywords: Sundanese culture, BIPA teaching, response, foreigners, cross-cultural
REPRESENTASI FEMINISME PADA TOKOH UTAMA DALAM FILM CRAZY RICH ASIAN: KAJIAN SEMIOTIKA Fauzi Ridwan; Muhamad Adji
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 1, No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.268 KB) | DOI: 10.33751/jsalaka.v1i2.1282

Abstract

ABSTRAKFilm merupakan karya kreatif dari pembuat film yang mengetengahkan permasalahan-permasalahan sosial atau pun hanya sekadar untuk menghibur penonton. Isu-isu yang dibahas berbagai macam salah satunya tentang perempuan. Film Crazy Rich Asian merupakan karya film yang mengetengahkan tokoh utama perempuan dalam menghadapi konflik dan cara mengatasinya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui lebih dalam bentuk-bentuk atau praktik kemandirian tokoh utama perempuan dalam menghadapi konflik.  Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu kajian Semiotika dengan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh, sosok tokoh utama perempuan yang mampu mengendalikan emosi dengan melahirkan keputusan-keputusan yang rasional, memiliki perhitungan, dan tanpa emosional dalam masalah yang dihadapinya. Selain itu, sosok utama perempuan tersebut mampu mengambil alih peran hingga akhirnya mampu mengubah keputusan keluarga laki-laki dan menyetujui hubungan mereka berdua. Kata Kunci: Film Crazy Rich Asian, Feminisme, Semiotika, Representasi.
ASPEK LOKALITAS PADA NOVEL POPULER INDONESIA Muhamad Adji; Dadang Suganda; Baban Banita
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v5i1.8168

Abstract

Abstract: Contemporary popular novels generally bring about a global discourse. This is the impact of the authors' contact with the global world. Andrea Hirata and Ahmad Fuadi are authors who are closely related to the global world affecting their works. However, local cultural values are also contained in the novels. Thus, there is a wedge between local and global values within the text. This paper is intended to examine how the local values are represented by the text of a global popular novel. This study uses two popular novel texts as the object of study, namely Sang Pemimpi by Andrea Hirata and Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi. The questions that guide this paper are a) how aspects of locality are represented in popular novels, b) what forms of locality aspects are contained in popular novels. In this paper, an analytical descriptive method using the perspective of cultural studies is used. The results show that the aspects of locality are featured in popular novels through background stories, figures, and habits demonstrated by the main characters. These intrinsic elements show the values of locality that are related to mutual cooperation and wander traditions.Abstrak: Novel-novel populer kontemporer pada umumnya banyak memunculkan wacana global. Hal ini merupakan imbas dari persentuhan para pengarang dengan dunia global. Andrea Hirata dan Ahmad Fuadi adalah pengarang-pengarang yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia global sehingga berdampak pada karya-karya mereka. Namun demikian, nilai-nilai budaya lokal juga termuat di dalam novel-novel tersebut. Sehingga, terjadi irisan antara nilai-nilai lokal dan global di dalam teks tersebut. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai lokal tersebut direpresentasikan teks novel popoler yang berwacana global. Kajian ini menggunakan dua teks novel populer sebagai objek kajian, yaitu Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi. Pertanyaan yang menuntun tulisan ini adalah a) bagaimana aspek lokalitas direpresentasikan di dalam novel populer, b) apa bentuk aspek lokalitas yang ada di dalam novel populer. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan perspektif kajian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lokalitas ditampilkan dalam novel populer melalui latar cerita, tokoh-tokoh, dan kebiasaan yang ditunjukkan oleh tokoh utama. Unsur-unsur intrinsik tersebut menunjukkan nilai-nilai lokalitas yang berkaitan dengan tradisi gotong royong dan merantau.
POTRET PERGUNDIKAN: PERLAKUAN, PERGULATAN, DAN JEJARING DALAM ROMAN SUNDA CARIOS AGAN PERMAS KARYA JOEHANA Irma Nurhidayah; Muhamad Adji; Teddi Muhtadin
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 18, No 2 (2023): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v18i2.6460

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kaitan teks dalam roman Sunda Carios Agan Permas karya Joehana dengan realitas pergundikan pada masa penjajahan Belanda yang terjadi terhadap masyarakat Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Pendekatan sosiologi sastra dan tinjauan sejarah digunakan untuk melihat penggambaran pergundikan dalam roman yang dipandang sebagai representasi realitas mengenai pergundikan. Hasil penelitiannya, penggambaran pergundikan melalui hubungan harmonis Tuan kepada gundiknya adalah representasi dari gundik yang mendapatkan nasib baik. Pergulatan kelas sosial gundik cacah bertujuan untuk menaikkan status sosialnya di masyarakat sehingga penyamaran sebagai menak adalah representasi dari gundik cacah yang sombong. Pandangan masyarakat yang mendukung praktik pergundikan membentuk suatu jejaring dari masyarakat yang tidak bertentangan karena memiliki tujuan untuk kepentingan pribadi seperti status sosial, uang, dan gaya hidup. Teks dalam roman berkaitan dengan fakta sejarah pergundikan merupakan bagian dari penuangan gagasan Joehana melalui karya sastra dalam bentuk roman berbahasa Sunda.
UPAYA PENYEBARAN NILAI NILAI KARAKTER PADA TARI KLANGAN Hadisuroso, Wahyu; Adji, Muhamad; Muhtaddin, Teddi
Jurnal Seni Makalangan Vol 11, No 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v11i1.3407

Abstract

ABSTRAK Kondisi sosial sebagian masyarakat khususnya kaum muda terindikasi sedang kehilangan jatidiri, akibat bergesernya nilai-nilai hidup yang hakiki dan adanya pengaruh budaya luar. Penelitian ini membahas tentang upaya penyebaran nilai-nilai karakter pada tari Klangan. Melalui teori Resepsi Encoding-Decoding Stuart Hall, bertujuan mendeskripsikan bagaimana proses penyebaran nilai-nilai karakter pada tari Klangan dan bagaimana khalayak memaknai gagasan tesebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitiatif berdasarkan metode Bogdan dan Taylor. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder berupa catatan, buku, tesis, jurnal, foto dan video dan data lapangan. Tujuan penelitian menunjukan nilai-nilai karakter pada tari Klangan antara lain nilai religius, disiplin, tanggung jawab, kerjasama, toleransi, sopan santun dan kewaspadaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan audiens/khalayak terhadap upaya penyebaran nilai-nilai karakter pada tari Klangan beragam: (1) sebagian besar menerima secara utuh wacana yang disebarkan oleh pencipta tari; (2) sebagian lagi menerima, namun menyandinya dengan makna yang berbeda dan (3) audiens/khalayak menolak sama sekali wacana tersebut dan menyandinya dengan caranya sendiri. Kata Kunci: Kondisi Sosial, Tari Klangan, Nilai Karakter, Resepsi Audiens/Khalayak. ABSTRACT THE EFFORTS TO DISSEMINATE CHARACTER VALUES ON KLANGAN DANCE, JUNE 2024. The social conditions of some people, especially young people are indicated to be losing identity, due to the shifting of essential life values and external cultural influences. This research discusses efforts to disseminate character values in the Klangan dance. Through Stuart Hall's Encoding-Decoding reception theory, the research aims to describe how the process of spreading character values in the Klangan dance and how the audience interpreted the idea. This research is a qualitiative descriptive based on the Bogdan and Taylor methods. The techniques of collecting data through observation, interviews and documentation. Data sources consist of primary data in the form of interview results and secondary data in the form of notes, books, thesis, journals, photos and videos, and field data. The purpose of the study shows character values in the Klangan dance, among others, religious values, discipline, responsibility, co-operation, tolerance, courtesy and vigilance. The results of the research show that the interpretation of the audience towards the efforts to spread the character values in the Klangan dance is varied: (1) mostly received the discourse that was distributed by the creator of the dance; (2) Some accepted, but signed it with different meanings and (3) Audience rejected the discourse and signed it in their own way. Keywords: Social Condition, Klangan Dance, Characteristic Values, Audience Reception.
AMBIGUITAS TUBUH PEREMPUAN DALAM PRAKTIK SURROGATE MOTHER DALAM NOVEL A HOUSE FOR HAPPY MOTHER KARYA AMULYA MALLADI Fadhliah, Dara Aghnia Nur; Adji, Muhamad; Hidayatullah, Mochammad Irfan
Widyaparwa Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i2.1180

Abstract

The research was aimed at describing the ambiguity of women’s bodies involved in surrogate motherhood in the novel "A House for Happy Mothers" by Amulya Malladi. The theory in this research uses representation theory (Hall, 1997), women’s body theory including the maternal body (Young, 2005; Priyatna, 2018; Kristeva, 1981) and the shifting body theory (Teman, 2009).The techniques of analizing data are; 1) reduce the data according to the research problem that are the ambiguity of women’s body, including the women’s body, the maternal body, and the shifting body, 2) describe the data according to the theory and literature, 3)conclude the data that has been describe. The results show that there are three ambiguities manifested on the bodies of women who are involved in surrogacy, including (a) the women’s body, the body served as a free body and a body used by other parties, (b) the maternal body, the body served as a loving body and a service provider, (c) the shifting body, a body that undertakes and relinquishes its identity as the mother's body.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran ambiguitas tubuh perempuan yang terlibat  praktik surrogate mother dalam novel A House for Happy Mother karya Amulya Malladi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori representasi (Hall, 1997), teori tubuh perempuan yang meliputi tubuh maternal (Priyatna, 2018; Kristeva, 1981) dan teori tubuh bergeser (Teman, 2009). Adapun teknik dalam menganalis data penelitian ini yaitu; 1) mereduksi data sesuai dengan rumusan masalah yaitu ambiguitas tubuh perempuan meliputi, tubuh perempuan, tubuh maternal, dan tubuh bergeser, 2) menguraikan atau mendeskripsikan data sesuai dengan teori dan kepustakaan, 3) menarik kesimpulan atas data yang telah dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ambiguitas yang terjadi pada tubuh perempuan yang terlibat dalam praktik surrogate mother, meliputi (a) tubuh perempuan, posisi tubuh sebagai tubuh yang bebas dan tubuh yang dimanfaatkan oleh pihak lain, (b) tubuh maternal, posisi tubuh sebagai tubuh penuh kasih sayang dan tubuh penyedia jasa, (c) tubuh bergeser, tubuh yang mengambil dan melepaskan identitas sebagai tubuh ibu.
DINAMIKA LINGUISTIK PENGGUNAAN EMOTIKON DAN EMOJI DALAM WACANA TERMEDIASI KOMPUTER: STUDI KASUS PADA PENGGUNA SOSIAL MEDIA DI INDONESIA Wagiati, Wagiati; Darmayanti, Nani; Adji, Muhamad
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4978

Abstract

Popularitas emotikon dan emoji telah mendorong minat pengkajian dalam fenomena mutakhir ini, yakni penggunaan emotikon dan emoji dalam sosial media (di Indonesia). Studi ihwal emotikon dan emoji telah banyak dilakukan dan umumnya mengadopsi beragam perspektif dan paradigma. Studi linguistik berkonsentrasi pada analisis peran emotikon dan emoji dalam dikotomi ujaran verbal-tulis. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani disparitas teoretis dan memberikan tinjauan yang komprehensif tetapi spesifik, yakni ihwal penggunaan emotikon dan emoji oleh pengguna sosial media di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) secara analisis grafis dan morfologis, struktur emotikon dan emoji dipandang sebagai unit seperti piktogram yang dibentuk dengan alfagram dan topogram yang memiliki fungsi khas dan signifikatif serta hubungan yang dikondisikan secara visual; (b) emotikon dan emoji setidaknya memiliki dua fungsi linguistis dan komunikasi yang berbeda, yakni fungsi non-verbal dan fungsi verbal; dan (c) emotikon dan emoji non-verbal mengekspresikan elemen paralinguistik atau non-verbal. Kesemuanya tidak diucapkan, tetapi diekspresikan melalui perangkat non-verbal, seperti pantomim, gerakan, dan intonasi. Terdapat empat fungsi utama dari emotikon dan emoji nonverbal dalam kalimat, yakni penambah elemen para-verbal ke dalam pesan, redundansi, antifrasa, dan penanda sintaksis.